BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MEMBUNUH GOBLIN SHAMAN


__ADS_3



di atas pegunungan,


saat ini Respati sedang berdiri di atas bebatuan tinggi, sambil melihat ke arah bawah, dimana pasukan dari unit 9 dan Rombongan Ogre King, sedang bertarung di sebuah dataran, tepat di tengah - tengah hutan.


Respati terus menatap ke arah sana, sambil mendengarkan panggilan Rangga dari telinga kanannya.


{Kapten Respati, apa anda sudah menemukan Tempat yang pas, untuk menembak??}


"kurang lebih, begitu!?"


{baiklah, kalo begitu, ayo kita mulai!?}


"baik."


jawab Respati secara singkat.


setelah itu, ia lansung menurunkan Koper yang ia pegang ke atas batu, sambil mulai membukannya.


ketika ia melihat isi koper itu. di dalamnya terdapat sebuah Senjata Sniper Laras panjang. yang panjangnya hampir sekitar mencapai 2m.


senjata ini di sebut - sebut sebagai senjata Sniper yang bisa menembus sebuah baja atau bahkan Alutsista Tank sekalipun.


"baiklah, ayo kita lakukan."


setelah Respati mengatakan itu, ia lansung mengambil senjata itu, dan mulai merunduk di bebatuan tinggi, sambil mengeker ke arah bawah, dimana Ogre King berada.


namun, ketika ia mengeker dari balik punggung Ogre King, kepala Goblin Shaman terlihat di samping pergelangan tangan Ogre King.


melihat hal itu, tatapan Respati di balik Scope, terus mengarah ke arah mereka berdua dengan tajam, sambil di penuhi dengan niat membunuh.


"BERSIAPLAH, AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN!?"


Ucap Respati dengan sangat marah.


ketika Ogre King merasakan Niat membunuh Respati, tampa membalikkan badan, ia lansung melihat ke arah belakang dari balik pundaknya.


melihat bahwa tatapan Ogre King berahli ke arah Respati, dengan cepat Rangga lansung mencoba untuk meminjam Sniper Batara, yang berada di sampingnya.


"Batara, Pinjam Sniper mu sebentar!?"


"eh, y-ya baik,..nih Kapten!!"


ketika Batara melempar Snipernya ke arah Rangga, Rangga lansung menangkapnya, sambil memutarnya beberapa kali dan lansung mengeker, tepat di kepala Goblin Shaman.


"oy, jangan alihkan pandanganmu, kalo tidak.....PASANGANMU BISA MATI LOH!?"


Setelah membisikkan itu, dengan cepat Rangga lansung menekan pelatuknya, hingga mengeluarkan suara tembakan yang sangat keras.


DOR!!


Saat peluru itu keluar dari laras panjang, ia terus maju ke arah depan, hingga menembus setiap Angin yang ada di depannya.


sesaat itu, Ogre King merasakan bahwa ada sesuatu yang sedang menargetkan kepala Goblin Shaman. dengan cepat Ogre King lansung melindunginnya dari balik punggungnya.


dan Saat Peluru itu mengenai Punggung Ogre King, peluru itu lansung terpental tinggi ke udara, hingga akhirnya jatuh ke tanah.


"hmm, bahkan senjata Sniper tidak bisa menembus tubuhnya!?"


ucap Rangga, sambil mengalihkan pandangannya ke arah dua belati Keris yang ada di pinggangnya.


(sepertinya, hanya senjata ini yang bisa kita andalkan sekarang!?)


setelah mengatakan itu di dalam pikirannya, perlahan Rangga melihat ke arah Ogre King lagi. sambil memperhatikan ketika Ogre King mulai melepaskan Goblin Shaman dari tangannya dan lansung berbalik melihat ke arah Rangga dengan tatapan marah.


GHIRRRRRRRRRRR!!


saat suara Geram Ogre King terdengar. tampa membalikkan badan, ia lansung melihat ke atas pegunungan dari balik punggungnya.


seusai itu, Ogre King merasakan, bahwa ada satu, aura kehidupan di atas sana.


mengetaui hal itu, membuat Bibir Ogre King lansung menyeringai sambil mengalihkan pandangannya kembali, ke arah Rangga.


(dasar bodoh, hanya karena ia seorang diri, kau malah membiarkannya begitu saja,...yaa, lagi pula aku sudah memperkirakan hal ini!?)


ucap Rangga di dalam pikirannya,


seusai itu, ia menatap ke arah Ogre King dengan tatapan tajam, sambil mulai membisikkan sesuatu, diikuti dengan senyum menyeramkan di bibirnya.


"yaa, karena kau Monster Pintar, kau tidak pernah menyangka, bahwa kepintaranmu itu, akan membawa pada kehancuranmu sendiri.!?"


__________________________________


________________________


di atas pegunungan.


ketika, Respati melihat Ogre King yang tidak mempedulikan keberadaannya, yang berada di atas pegunungan. lansung membuat mata Respati sedikit melebar.


"Seperti yang dikatakan Kapten Rangga,...Monster itu benar - benar mengabaikanku!?"


setelah Respati mengatakan itu, untuk sementara ia mengingat lagi, apa yang di katakan oleh Rangga.


ketika Respati masih berada di kaki pegunungan, untuk mendengarkan setiap Rencana dan Intruksi dari Rangga.


saat itu.

__ADS_1


____________________________


____________________


di kaki pegunungan.


{Kapten Respati, bagaimana, apa anda sudah mengerti?}


ucap Rangga lewat Panggilan.


"ya, aku sudah mengerti sedikit,...jadi, setelah aku melakukan hal itu, anda menyuruhku membawa Senjata ini ke tempat, di atas pegunungan, dimana Lokasi anda bisa terlihat kan?"


{betul, setelah kau sampai disana, aku ingin kau menemukan Tempat yang pas untuk menembak. Setelah itu, tunggu aba - abaku dan bunuh Goblin Shaman, mengerti kan?}


ucap Rangga dengan Nada Tegas, Setelah itu Respati lansung menjawabnya.


"ya, aku mengerti,....tapi, bagaimana jika Ogre King menyadari keberadaanku sebelum aku menembak Goblin Shaman. bukankah ia bisa saja menyuruh Rombongannya untuk membunuhku terlebih dulu, ."


{soal itu kau tenang saja, lagi pula, sebelum kau datang ke sini, aku akan berusaha untuk membunuh Sebanyak mungkin Rombongannya, agar ia bisa merasakan sebuah Ancaman Dariku!?}


merasa bingun dengan Apa yang di katakan Rangga, Respati mencoba untuk bertanya.


"ancaman? apa maksud anda??"


{coba kau pikir baik - baik, seandainya aku berhasil membuat Ogre King merasakan Ancaman dariku, apa kau pikir ia masih bisa mempedulikan 1 orang yang berada di belakangnya.}


"....mu- mungkin tidak."


jawab Respati, seusai itu Rangga melanjukkannya lagi.


{nah, itulah kenapa, sejak awal aku menyuruh kamu untuk bergerak sendiri, agar saat Ogre King menyadari keberadaanmu, ia akan mengabaikanmu, karna kau hanya seorang diri dan bukanlah sebuah-!}


"-ancaman baginya kan?"


ucap Respati, ketika memotong pembicaraan Rangga dengan nada Tajam.


setelah itu ia melanjukkannya lagi.


"tapi, Kapten Rangga...seandainya aku berhasil membunuh Goblin Shaman, bukankah itu akan membuat mereka marah, dan akan pergi ke tempatku!?"


"yaa, itu tentu saja."


jawab Rangga dengan nada santai.


"...kalo begitu, apa anda sejak awal juga sudah berniat untuk menjadikan ku umpan, untuk mengalahkan para Monster itu??"


mendengar apa yang di katakan Respati. dengan cepat Rangga lansung membantahnya.


{tentu saja tidak,...lagi pula, dari awal aku tidak berniat untuk membiarkanmu mati, sebelum kau membunuh Ogre King.}


"be- benakah?."


_______________________________


_______________________


kembali lagi di waktu sebelumnya.


setelah Respati mengingat hal itu, perlahan ia mulai memindahkan kekerangnya. ke arah kepala Goblin Shaman.


setelah itu, ia menggerakkan jarinya ke arah pelatuk, sambil menatap kepala Goblin Shaman dari balik Scope, dengan tatapan Serius, tampa berkedip sedikitpun.


(baiklah, Aku sudah siap Kapan saja, Kapten Rangga!?)


ucap Respati di dalam pikirannya.


_______________________________


__________________


lokasi unit 9.


setelah Rangga melihat Ogre King yang mengabaikan keadiran Respati di atas pegunungan.


untuk sementara mereka berdua salin menatap satu sama lain.


namun, setelah beberapa detik kemudian, perlahan Rangga mulai mengambil dua belati Keris, yang berada di pinggangnya. sambil megenggam Keris itu di kedua tanganya. dan menatap Ogre King dengan tatapan tajam.


"BAIKLAH, SAATNYA KITA MEMBUNUH MEREKA!?"


ketika Rangga membisikkan itu, dengan cepat, ia lansung berlari menuju ke arah depan.


namun, ketika ia baru saja berlari, ia memperhatikan bahwa Goblin Shaman yang berlindung di belakang Ogre King mulai berdiri. sambil mengulurkan tangannya ke arah depan dan mencoba untuk membaca sebuah mantra.


(heh, jangan harap, aku membiarkanmu membuat penghalan lagi...)


ucap Rangga di dalam pikirannya.


setelah itu, dengan cepat Rangga lansung perintahkan Respati untuk menembak Goblin Shaman dari atas pegunungan.


"KAPTEN RESPATI SEKARANG!?"


Setelah mengatakan itu, Respati yang dari tadi terus mengeker kepala Goblin Shaman dari belakang, dengan cepat lansung menekan pelatuknya.


DORR!!!


ketika suara tembakan terdengar, dengan cepat peluru itu lansung melaju ke arah depan sambil menembus setiap angin yang ada di depannya.


SHUUUUUUUUUUUUUUUT!!

__ADS_1


merasakan bahwa ada sesuatu yang sedang menargetkan kepala Goblin Shaman.


dengan cepat Ogre King yang berada di depan Goblin Shaman lansung berbalik ke arah belakang, sambil mencoba melindunginya menggunakan Pedang besar yang ia genggam.


namun, sebelum ia berbalik dan melindunginya, tiba - tiba....


"WOY, KAU MELIHAT KE ARAH MANA SIALAN!!"


dari Atas Ogre King, terlihat Rangga sedang turung dari atas langit, sambil mencoba menebas Kepala Ogre King mengunakan Dua belati Kerisnya.


namun, sebelum Keris itu mencapai kepalannya, dengan cepat Ogre King lansung mengubah arah pedangnya. yang tadinya mencoba melindungi Goblin Shaman, sekarang mencoba menahan dua keris didepannya.


TINNNNNNNNNK!!


saat kedua pedang itu saling berbenturan satu sama lain. dengan cepat mereka lansung menciptakan sebuah ledakan yang ada di sekitarnya.


hingga peluru Senjata Respati, yang hampir mengenai Goblin Shaman, lansung terhempas ke udara.


setelah itu, ketika Rangga yang masih berada di atas udara, terus menempelkan kerisnya dengan pedang besar itu.


di balik sela - sela kerisnya, terlihat Rangga sedang menatap Ogre King dengan tatapan tajam, sambil menunjukkan senyum menyeringai di bibirnya.


"oy, aku dengar kau melakukan hal ini, saat kau mengejar unit 14, apa itu benar?"


saat Rangga bertanya pada Ogre King, soal ketika ia melompat ke atas langit untuk mengejar Unit 14 yang mencoba untuk mundur.


ia lansung menatap Rangga dengan sangat Geram, hingga urat - urat di kepalannya sampai terlihat.


GIHRRRRRRRRRRRRRR!!!


"hmm, apa kau tidak bisa bicara, aku pikir kau ini pintar,...kalo begitu, KAPTEN RESPATI, TEMBAK SEKALI LAGI!?"


setelah Rangga meneriakkan itu, sekali lagi, Respati lansung menekan Pelatuknya, hingga suara tembakan sekali lagi terdengar di atas pegunungan.


DORR!!


mendengar suara Tembakan, Ogre King lansung mencoba membalikkan kepalanya ke arah samping, untuk melihat ke arah belakang.


namun, sebelum ia bisa melakukan hal itu, dengan cepat Rangga Lansung melempar keris yang ada di tangan kanannya, ke arah atas, belakang.


setelah itu, ia lansung menggunakan tangan kanannya, untuk menghajar tepat di mata Ogre King.


"TERIMALAH INI!!"


setelah Rangga meneriakkan itu, dengan cepat pukulannya lansung mengenai mata Ogre King, hingga tangan kanan Rangga, sampai masuk ke dalam matanya.


dan secara bersamaan, peluru itu juga lansung menembus kepala Goblin Shaman dari belakang.


BUTSS!!



AGRHHHHHHHHHH!!



setelah melihat hal itu, Rangga lansung mengeluarkan tangannya dari mata Ogre King, hingga Darah lansung muncret dari matanya.


setelah itu, ia lansung menendang dada Ogre King, hingga membuatnya terlempar ke arah belakang, sambil menangkap Keris yang ia lempar tadi.


seusai itu, ia memperhatikan Ogre King, yang sedang menutup satu matanya yang sedang berdarah, sambil matanya yang satu lagi menatap ke arah Rangga dengan sangat marah, dipenuhi dengan aura niat membunuh.


namun, bukannya Rangga takut, malah ia sedang mencoba mengolok - ngolok Ogre King yang sedang menatap dirinya.


"oi, oi, oi,...tidak usah menatapku seperti itu, bukankah saat ini kita perang,....lagi pula, coba kau lihat Pasanganmu di belakang sana!?"


ucap Rangga, sambil menunjuk ke arah sela - sela kaki Ogre King.


seolah - olah mengerti dengan apa yang Rangga katakan, perlahan Ogre King mengalihkan pandangannya ke arah belakang. dan melihat Goblin Shaman yang tergeletak di tanah, dimana setengah kepalanya sudah hancur.


melihat hal itu. membuat Mata Ogre King lansung melebar, hingga ia berteriak dengan sangat keras.


GUARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!


mendengar teriakannya itu, membuat seluruh pasukan lansung menutup telinga mereka masing - masing, sambil jatuh terduduk di tanah.


"~~ughh, apa - apaan ini!?"


"~~te~telingaku, telingaku seperti mau pecah, ugh!?"


"~~ughhh!! sialan, ini sakit sekali!?"


saat semua pasukan sedang merintih kesakitan, Rangga terus melihat ke arah Ogre King yang sedang marah, sambil menutup kedua telinganya.


seusai itu, ia menatap Ogre King dengan tatapan tajam, diikuti dengan senyum menyeramkan di bibirnya.


"BAGUS, MARAHLAH, SETELAH ITU, MATILAH SIALAN!?"


ucap Rengga dengan nada tajam.


setelah itu, tidak jauh dari pertarungan mereka, di dalam hutan terdapat sebuah Drone kecil yang sedang menempel di pepohonan.


Drone itu mempunyai sebuah lensa camera di atasnya, yang sedang menangkap pertarungan antara Rangga dan Ogre King.


Camera itu terhubung dengan Monitor besar yang ada di ruangan Jendral Alexei. yang saat ini sedang berdiri sambil melihat wajah Rangga yang ada Monitor.


namun, sesaat kemudian tiba - tiba ia merasakan sebuah dejavu, ketika melihat senyum menyeramkan, yang di perlihatkan oleh Rangga di monitor.


"Senyuman itu,...nak, kau benar - benar sangat mirip dengan gurumu!?"

__ADS_1


ucap Alexei, sambil terus memperhatikan pertarungan antara Rangga melawan Ogre King.


__ADS_2