BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BRID VE RANGGA Bagian 2


__ADS_3

Di dalam Gudang. Di sana terlihat Rangga dan Brid saling menyerang, Dimana sebuah Percikan terus tejadi di sekitar mereka di karenakan Belati mereka yang saling menghantam satu sama lain.


Bukan hanya itu saja bahkan Pergerakan Mereka berdua sangat cepat sampai - sampai hampir tidak bisa di lihat.


"CIH, TERIMA INI!"


Rangga mencoba melancarkan sebuah tebasan ke Wajah Brid dimana Dengan cepat Brid Menghindari serangan itu dengan memiringkan kepalanya kesamping, sayangnya karena serangan itu terlalu cepat sehingga membuat Pipinya sedikit tergores.


Tak tinggal diam Brid lansung mencoba melancarkan Serangan balik, dimana Ia berhasil menggores pergelangan tangan Rangga.


Namun bukannya merasa kesakitan Rangga malah tak henti - hentinya terus menyerang Brid hingga ia menargetkan Area titik Vitalnya.


Tentu saja Brid berhasil memghindari semua serangan itu serta menahannya yang dimana membuat Rangga benar - benar merasa sangat terkejut.


(A~APA!! BAGAIMANA BISA DIA BERHASIL MENGHINDARI SEMUA SERANGAN ITU?) pikir Rangga.


"Rangga kau sudah puaskan, sekarang ayo kita hentikan saja ini.-


-Memang benar kau ini sangat kuat tapi sayangnya Kau belum cukup kuat untuk bisa mengalahkanku. Selain itu kau juga seharusnya tau ini sendiri."


Tentu saja Rangga tau, bagaimanapun juga Brid adalah salah satu Orang yang mempunyai kecepatan yang super cepat di antara Orang - orang dunia Bawah, bahkan saking cepatnya hampir tidak ada yang bisa menandinginya.


Selain itu kekuatan ia juga tidak jauh beda dengan kekuatan milik ketuanya atau Guru Rangga. Jadi tak bisa di pungkiri jika ia sangat sulit untuk di kalahkan.


(Yaa meski ia tidak sepintar Guruku sih.)


Pikir Rangga dengan sinis.


Namun meski begitu bukan berarti Rangga tidak memiliki cara untuk bisa mengalahkan Brid, setidaknya ia masih memiliki kartu AS untuk bisa mengalahkannya.


"Heh."


Rangga Seringai dan tatapannya tiba - tiba memancarkan cahaya. Brid merasakan Firasa buruk dan mencoba menjauh sedikit dari Rangga, tetapi sayangnnya Rangga tak membiarkan hal itu terjadi, ia lansung menerjan Brid dan mulai Menyerangnya secara babi buta.


Tentu saja Brid berhasil menghindari semua Serangan itu serta juga menepisnya. Dimana sesekali ia juga melancarkan Serangan balik ke arah Rangga. Dan Membuat pertarungan mereka berdua benar - benar menjadi inteks.


Sementara itu Selena yang tangannya sedang diborgol di sebuah Tiang merasa takjub melihat Pertarungan antara mereka berdua, sampai - sampai ia tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


(Wo-Woy Kau pasti bercandakan, bagaimama Bisa Pria itu seimbang melawan Brid?)


Awalnya Selena berpikir seperti itu, tetapi setelah beberapa saat ia memperhatikan pertarungan itu ia merasa ada yang aneh dan lansung membantah pikiran tersebut.


(TUNGGU! MEREKA TIDAK SEIMBANG SAMA SEKALI, LEBIH TEPATNYA BRID SEPERTI SEDANG MENAHAN DIRI.)


Benar, apa yang Selena perhatikan adalah Brid tidak serius melawan Rangga.


Alasannya, itu karena Meskipun Brid beberapa kali mencoba melancarkan Serangan balik ke Rangga tetapi Serangan yang ia lancarkan itu tidak terlalu mematikan, terlebih lagi ia tidak mengincar area Vitalnya sama sekali.


Selain itu Brid juga lebih banyak Bertahan dan Menghindar dari pada melakukan serangan balik yang membuat Selena yakin bahwa ia benar - benar sedang menahan dirinya.


(Tapi Kenapa,...Kenapa ia menahan dirinya, bukankah tadi ia bilang ingin melawan Pria itu dengan Serius?)


Bukan hanya Selena saja yang berpikiran seperti itu bahkan Rangga juga merasakan hal yang sama, dimana ia merasa kesal dengan apa yang di lakukan Brid.


Rangga lansung menjauh dari Brid Agar pertarungan mereka berhenti sejenak.


"Paman Brid, Kenapa kau menahan diri? apa kau kira aku ini lemah dan tidak pantas untuk menjadi lawanmu? Atau mungkin kau tidak ingin melawanku karena aku ini murid Ketua kalian?"


"Tidak, aku tidak berpikir seperti itu."


"Kalau begitu kenapa?"


Ketika Rangga bertanya lagi, Brid mencoba ingat beberapa saat yang lalu, dimana ketika ia sedang jalan di dalam Hutan untuk menuju ke tempat Selena. Saat itu Ia mendapatkan Sebuah Pesan Dari Leon yang tidak lain adalah Ketuanya. Dimana Pesan itu berisikan...



Brid kaget melihat pesan itu dan lansung membalas..

__ADS_1



-Bahkan saat ini pun ia pasti berpikir ingin menggunakan situasi Selena sebagai alasan agar bisa melawanmu.>





-Karena jika ia sampai di kalahkan maka besar kemungkinan Nyawa Selena akan dalam bahaya.\>


**********


Author: Maksud dari kata Leon disini, karena tujuan utama Rangga yaitu ingin melawan Brid, jadi jika sampai ia di kalahkan Maka Tujuan utamanya itu sudah tercapai dan berahli ke Tujuan selanjutnya yaitu...Membunuh Selena.


***********


Setelah Brid membaca Pesan itu untuk sesaat ia merenung, setelah itu ia kembali melihat layar Hpnya dan membalas...





-Karena itulah jika ia sampai mulai menargetkan Selena maka besar kemungkinan Selena akan di bunuh.-


-Selain itu Kau mungkin tidak tau tapi anak itu atau Murid bodohku itu sebetulmya mempunyai Suatu Kondisi dimana ia bisa sangat berbahaya, Bahkan kau sekalipun mungkin tidak akan bisa mengalahkannya.\>


*********


Kondisi yang di maksud Leon di sini mengacu pada Chapter xxx(Gue sudah lupa chapter berapa). yang jelas di situ Leon mengingat kejadian dimana Rangga tanpa ampun membantai Seluruh penghuni Masions dalam waktu singkat.


*********




<....Baik aku mengerti.\>




<........\>



Brid mencoba bertanya lagi padanya tetapi sayangnya Tidak ada lagi balasan darinya, hingga akhirnya Brid menyerah dan melanjutkan perjalanannya menuju ke tempat Selena.


____________________________________


_________________________________


Kembali lagi di waktu saat ini, di situ terlihat Brid sedang merenung sambil berpikir...


(Orang itu, Kira - kira siapa yang Ketua Maksud?-


-Selain itu ia juga Bilang Rangga mempunyai suatu Kondisi yang dimana ia bisa jadi sangat berbahaya tapi Kondisi apa itu? Aku tidak pernah ingat sama sekali.)


Brid terlihat kebingungan namun ia lansung kembali sadar ketika memperhatikan Rangga sedang mencoba mengeluarkan sesuatu di balik Jaket Hitamnya.


Dimana yang ia keluarkan itu adalah sepasang dua Belati yang mirip Keris. Satu genggamannya Berbentuk Singa sedangkan satunya lagi bentuk Serigala.


"Woy kau pasti bercandakan, Bukankah itu senjata S Gearmu? apa kau Serius ingin melawanku menggunakan itu?"

__ADS_1


Benar, apa yang Rangga keluarkan dari balik jaketnya adalah Senjata S Gear yang pernah ia Pakai bertarung ketika melawan Ogre King di Lokasi Lubang Abnormal.


"Yah, aku akan gunakan ini untuk melawanmu, lagi pula tanpa Ini tidak mungkin aku bisa mengalahkanmu."


Rangga menyipitkan Matanya dengan Tajam, yang dimana membuat Brid merasa Menggigil.


Namun sesaat kemudian Brid kembali tenang dan lansung terlihat bersemangat, sampai - sampai ia sepertinya sudah melupakan tujuan awalnya yaitu menahan Rangga.


"HEHEHE BAGUS...INI BENAR - BENAR SANGAT BAGUS. KALAU BEGITU RANGGA MAJULAH, LAGI PULA AKU JUGA INGIN TAU APA AKU BISA MENGALAHKANMU SAAT MENGGUNAKAN SENJATA S GEAR ATAU TIDAK."


Setelah Brid mengatakan itu, Rangga lansung mengambil Darahnya dari luka irisan yang terdapat di tubuhnya, Kemudian darah itu ia oleskan ke Kristal merah yang ada di kedua Belatinya.


Yang dimana Kristal itu lansung bercahaya dan mengeluarkan Garis - garis merah yang menyelimuti seluruh bagian kedua Belati tersebut. Dimama Garis itu menandakan bahwa kekuatan S Gearnya sudah di aktifkan.


Melihat hal itu Brid menjadi waspada dan tatapannya terlihat sangat Serius.


Lalu setelah persiapan Rangga selesai dalam sekejap ia lansung hilang dari tempatnya dan muncul tepat di hadapan Brid, dimana ia lansung melancarkan sebuah serangan bertubi - tubi ke arah Brid.


Tentu saja Brid berusaha menahannya. tetapi karena Kekuatan tebasan serta kecepatan yang ia(Rangga) lancarkan cukup kuat, sehingga membuat Brid benar - benar dalam kondisi yang sangat kesulitan, sampai - sampai tubuhnya berhasil kena irisan beberapa kali.


(Sial, Kekuatannya terlalu kuat dan ia juga sangat cepat, bahkan aku hampir tidak bisa mengikuti pergerakannya.-


-Segini jauhkah perbedaan kekuatan S Gear dengan Kekuatanku? Kalau begitu...)


Brid buru - buru menunduk ke bawah dan mencoba menebas kaki Rangga, tetapi dalam sekejap Rangga lansung Hilang dari sana dan muncul tepat di atasnya.


Dimana ia mencoba melancarkan sebuah Tebasan Vertical Ke arah bawah.


Tentu saja Brid Kaget dan buru - buru mencoba menahan serangan itu, tetapi ia lansung berhenti ketika mendapatkan firasat buruk dan memilih untuk menjauh dengan Lompat ke belakang.


Dan seperti yang ia pikirkan, di salah satu Belati Rangga Keluar Aura Merah yang sangat padat, dimana Aura itu lansung meluncur ke tempat dimana Brid tadi berada dan lansung menghantam tanahnya, hingga tanah itu retak dan Terjadi sebuah ledakan yang cukup besar.


BOM!!


Tentu saja Brid tidak tinggal diam, ia lansung mengambil Posisi bertahan agar tidak terhempas.


Lalu di saat ledakan itu udah selesai Brid mencoba membuka matanya dan memperhatikan sekitar, dimana ia sangat kaget ketika melihat tempat Ia tadi berada tanahnya sudah berlubang.


Terlebih lagi Lubangnya itu cukup besar sekitar 1/4 gudang ini.


(Woy apa - apaan ini, jika aku sampai kena Serangan barusan, sudah pasti aku akan dalam bahaya.)


Bukan hanya Brid saja yang kaget bahkan Selena pun sama, dimana ia merasa merinding ketika melihat lubang yang ada di depannya.


(A~Apa ini kekuatan S Gear orang itu? Sungguh kekuatan yang luar besar.)


Pikir Selena yang terlihat gemetar. Sementara itu di sisi lain Rangga Terlihat sedang mengambil ancang - ancang dan bersiap ingin menyerang lagi.


Tetapi ia lansung berhenti ketika Melihat Brid mengangkat kedua tangannya ke atas seolah ia menyerah.


"Paman Brid, Apa yang kau lakukan? apa kau menyerah?"


"Yah, aku menyerah."


Balas Brid dengan santai dimana membuat Rangga sedikit kesal dan lansung mencoba memprovokasi Brid.


"Paman Brid apa kau bercanda, bukankah ini terlalu cepat untuk anda menyerah? Lagi pula hanya karena serangan barusan anda menjadi takut."


"Terserah apa yang kau katakan yang jelas aku tetap menyerah. Lagi pula sejak awal melawanmu yang menggunakan Senjata S Gear adalah suatu pilihan yang salah.-


-Karena itulah mulai sekarang aku akan menghadapimu menggunakan senjata itu juga."


"Senjata itu? jangan bilang..."


"Benar, aku akan melawanmu menggunakan Sejanta S Gearku juga."


Ucap Brid sambil melepaskan tas Hitamnya yang berada di belakang punggung, kemudian ia mengambil sebuah Pipa Rokok dari dalam tas. Dimana Pipa Rokot tersebut tidak lain adalah Senjata S Gear milik Brid.

__ADS_1


"BAIKLAH, SEKARANG MARI KITA MULAI PERTARUNGAN ANTARA SESAMA PENGGUNA SENJATA S GEAR."


__ADS_2