
Pesawat KSP mendarat di sebuah daratan bersalju yang sangat luas yang lokasinya agak jauh dari Mansion Alexei.
Dan di situ sudah ada beberapa orang berpakaian jaket tebal yang menunggu kedatangan mereka, Salah satunya adalah orang terdekat Alexei bernama Gennadius.
(Akhirnya mereka datang juga.)
Pikir Gennadius.
Gennadius adalah seorang pria tua berumur sekitar 54 tahun. Ia bekerja sebagai kepala pelayan di tempat jendral Alexei.
Dia memiliki kumis yang rapi dan mempunyai rambut putih yang tercampur dengan kemerahan sedikit serta mengenakan kacamata lingkaran yang hanya ada di sebelah mata kirinya saja.
"Semuanya bersiaplah menyambut mereka."
Sementara Gennadius bersiap menyambut kedatangan Carla, pintu belakang pesawat KSP terbuka dan dari dalam sana terlihat Carla dan yang lainnya mulai berjalan keluar. Dimana mereka semua mengenakan jaket tebal dan mendekati rombongan Gennadius.
"Nyonya Carla selamat datang, kami sudah menunggumu."
"Makasih sudah menyambut ku. Omong - omong apa mungkin kamu ini......"
Seolah tau apa yang ingin Carla katakan. Gennadius langsung menundukkan kepalanya sambil mulai memperkenalkan dirinya.
"Benar namaku Arda Gennadius, anda bisa memanggilku Gennadius, Aku adalah kepala pelayan milik tuan Alexei. Aku di perintahkan langsung oleh tuan Alexei untuk membawa kalian semua ke tempatnya."
"Hmm begitu,...ya udah kalau begitu bisa kamu antara kami sekarang ke sana?"
"Tentu, silahkan ikuti aku, kami telah menyiapkan beberapa mobil untuk mengantar kalian ke sana."
Tidak jauh di depan mereka terdapat beberapa mobil yang sudah di modifikasi agar bisa berjalan di area bersalju.
Namun sebelum Carla ke sana, ia mengalihkan pandangannya ke arah pesawat. Dimana Selena dan Gregori masih bersembunyi di dalam sana.
"Aku harap mereka berdua baik - baik saja."
Setelah membisikkan itu, Carla lalu mulai berjalan mengikuti Gennadius dari belakang.
_________________________________________
____________________________________
Sekitar setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah gerbang yang sangat besar. Dimana gerbang itu di lindungi oleh beberapa orang berpakaian jaket tebal hitam yang hampir menutupi seluruh bagian tubuh mereka. Bahkan mereka juga mengenakan topeng tengkorak sehingga wajah mereka tidak bisa di lihat.
Namun yang membuat Carla dan yang lainnya tertarik dari orang - orang itu adalah tubuh mereka. Dimana tubuh mereka sangat besar, tinggi dan lebar. Bahkan mungkin lebih besar dari Gregori.
"Seperti yang di harapkan dari pasukan khusus Jendral Alexei, mereka semua terlihat sangat kuat."
__ADS_1
Bisik Mavra, dua temannya(Greg, Betris) yang setuju juga langsung membalas.
"Kau benar, bahkan aku bisa merasakan seberapa kuat aura intimidasi yang mereka keluarkan." Ucap Greg.
"Apa orang - orang ini yang akan kita lawan sebentar?" Tanya Betris.
"Mungkin."
Jawab Mavra. Lalu kemudian di susul oleh Greg yang wajahnya terlihat serius.
"Sepertinya ini akan lebih sulit dari yang kita kira."
"Aku setuju." Balas Betris.
Lalu sementara mereka bertiga membicarakan hal tersebut. Pintu mobil pun di buka dan mereka semua langsung keluar dimana mereka mencoba kumpul ke tempat Carla yang saat ini sedang bicara dengan Gennadius.
"Kenapa kita berhenti di sini? Bukankah perjalanannya masih jauh ke depan?" Tanya Carla.
"Yah aku tau, tapi Jendral Alexei telah menyuruh kami untuk tidak membawa semua anggota anda ke sana, Ini demi keamanan. Jadi mulai dari sini hanya beberapa anggota saja yang bisa ikut dengan anda ke sana."
Tentu saja Carla sudah tau hal ini. Jadi ia dengan senang hati menerimanya.
"Hmm baiklah kalau begitu aku akan bawa dua anggota ku ini(Brid dan Mael) bersamaku, tidak masalahkan?"
_________________________________________
_____________________________________
Setelah meninggalkan Trio bodoh dan yang lainnya di depan gerbang, Carla melanjutkan perjalanan. Dimana tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai juga di sebuah daratan luas di atas pegunungan bersalju.
Dan tepat di tepi jurang daratan itu terdapat sebuah Mansion megah dan besar berwarna putih. Dimana Mansion itu tidak lain adalah milik Jendral Alexei.
"Semuanya kita sudah sampai."
Carla, Brid dan Mael langsung keluar dari mobil. Tidak lupa Mael juga membawa koper sniper nya di tangan kanan.
"Eh dimana Alexei? Apa ia tidak menyambut kami di luar?" Tanya Carla.
"Tidak, tuanku menunggu kalian di dalam." Jawab Gennadius.
Carla seolah tidak senang dan langsung menyipitkan matanya dengan tajam.
"Hmm sepertinya dia menganggap remeh kita. Kalau begitu tolong antar kami ke sana."
__ADS_1
"Baik, silahkan ikuti aku."
Gennadius lansung berjalan di depan sementara Carla dan yang lainnya mengikutinya dari belakang.
Setelah mereka semua masuk ke dalam, Gennadius menuntun Carla ke salah satu ruangan yang berada di lantai dua Dimana ruangan itu adalah tempat pertemuan mereka di adakan.
Namun sebelum Gennadius membuka pintu ruangan itu, ia lebih dulu mengetok nya sambil memanggil nama seseorang yang berada di dalam sana.
"Tuan Alexei ini aku Gennadius, aku sudah membawa mereka ke sini."
"Oh silakan masuk saja."
Terdengar suara Alexei dari balik pintu. Lalu tanpa menunggu lama Gennadius mulai membuka pintu ruangan itu dan mereka semua masuk ke dalam.
Dimana mereka melihat Alexei sedang duduk di meja kantornya sambil di temani oleh dua orang. Satu pria tua berumur sekitar 60 tahun sedangkan yang satunya lagi adalah seorang Gadis mahasiswa berumur 21 tahun.
Pria tua itu bernama Bronislav Valdo biasa di panggil Valdo. Ia saat ini sedang berdiri di samping Alexei.
(Hmm jadi ini ya ketua KSP sekarang.)
Pikir Valdo sambil melihat Carla.
Valdo adalah seorang pria tua yang memiliki wajah yang garang dan tatapan tajam serta mempunyai rambut putih yang di sisir kebelakang dengan rapi.
Ia mengenakan pakaian kepala pelayan. Meskipun dirinya sendiri bukan seorang pelayan.
Dan meski umurnya sudah terbilang cukup tua tetapi Valdo masih mempunyai badan yang kekar, kuat dan juga sehat. Yang membuat dirinya terlihat seperti pria berumur 40 sampai 50 tahunan.
Adapun gadis itu namanya Adelaida Amaliya biasa di panggil Amaliya. ia adalah gadis yang tegas, tajam dan juga jarang tersenyum meski begitu ia sangat cantik.
Bulu matanya yang tebal begitu indah di sertai juga dengan rambut panjangnya yang berwarna biru muda terang layaknya langit membuat dirinya makin mempesona.
Dia mengenakan jaket winter berwarna biru tua dengan sebuah Dondo yang hampir menutupi seluruh bagian kepalanya.
Saat ini gadis itu duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan ini sambil menyilangkan kedua kakinya.
{Master, mereka berdua ini........} Noel.
(Yah, aku tau.)
Tanpa perlu di katakan lagi Carla langsung tau siapa kedua orang ini. Mereka berdua adalah 2 pengguna TUPXION yang di miliki oleh negara RS.
Satu adalah pengguna TUPXION 01 Bercode Name LIEV, sedangkan yang satunya lagi adalah pengguna TUPXION 05 Bercode Name ELSIE.
__ADS_1