
saat Setiap para Kapten, sedang berada di tengah perjalanan, untuk pergi ke lokasi Unitnya masing - masing.
di dekat tepi laut, lokasi dari unit 13. terdapat beberapa tentara dan juga 3 tank di belakang mereka, sedang bertarung dengan para monster, yang keluar dari kedalam hutan, seperti. Goblin, Orc, dan juga Lizardman.
ketika para monster itu terus keluar dari dalam hutan, para pasukan dari unit 13 terus menembaki mereka, sambil melemparkan Granat Bom ke arah mereka, sehingga membuat sebagian hutan di depannya, menjadi hancur berantakan dan hangus, karena Ledakan itu.
saat semua pasukan masih menembaki para monster di depan, tiba - tiba salah satu pasukan lansung berbicara dengan suara yang keras.
"SEMUANYA. JANGAN BIARKAN PARA MONSTER ITU SAMPAI MENDEKAT, TEMBAK MEREKA TERUS!!?"
kata orang itu.
dia adalah Herdian, pemimping sementara dari pasukan ini.
setelah mendengarkan hal itu, semua pasukannya lansung menjawabnya secara serentak dan juga tegas.
""""""""""BAIK PAK!?""""""""""
ketika pasukannya mengatakan itu, suara tembakan terus terdengar di setiap senjata yang digenggam para pasukan.
mulai dari senjata Rifles, Mesin Gun, bahkan sampai Grenade Launcher, terus menghujani para Monster di depan, hingga mereka semua hancur dan mati.
DORRRRRRRRRRRRRR,....DOR,..DOR,.....DOR,..DORRRRRRRRRR
ARGHHHHHHHHH
"SEKARANG, LEMPARKAN GRENADE KALIAN KE MONSTER ITU, DAN HANCURKAN MEREKA SEMUA!?"
ketika Herdian meneriakkan itu, semua pasukan dan juga Tank di belakang mereka, lansung membom bardir para monster di depan.
BOMMMMM!!
UGHRRRRRRRRRR
BOMMMMMMM!!!!
ARGHHHHHHH!!!!
BUK!...........PAKSSSSSSSS!!
UWRGHHHHH....!!!
BUK!...........PAKSSSSSSSSSSS!!
UWARGHHHHHHHHH!!!
suara dari Para monster terus terdengar merintih kesakitan, ketika kami terus membom bardir mereka.
namun, setelah beberapa detik suara Bom bardir selesai, aku lansung menyuruh, semua pasukanku untuk menembak kembali.
"SEMUANYA, TEMBAK MEREKA SEKARANG!?"
ketika aku meneriakkan itu, dengan cepat, semua pasukanku lansung mengarahkan tembakannya, ke arah monster itu.
DORRRRRRRRRRR,..DOR,..DOR,..DOR,......DORRRRRRRRRRRRR
Saat suara senjata, dari para pasukanku terus terdengar.
Herdian, pemimpin sementara dari pasukan ini. untuk sesaat, ia melihat para monster, yang terus tewas akibat hujan pelura yang ia terima.
namun, setelah beberapa detik kemudian, Herdian tiba - tiba berhenti menembak, dan melihat ke arah pegunungan bebatuan. di mana pasukan Pengintai, dari unit 14 Berada.
(setidaknya kami masih bisa mengatasi para monster ini, karena senjata kami sangat lengkap dan juga bantuan dari beberapa Tank di belakang kami,..tapi, untuk unit 14, yang lokasinya berada di atas pegunungan bebatuan,.....)
ketika Herdian sedang memikirkan itu, untuk sementara ia terus melihat ke arah atas pegunungan bebatuan. dan tak lama kemudian, ia kembali melihat ke arah depan, dan mulai menembaki para monster, yang keluar dari kedalam hutan.
__ADS_1
(....aku harap, kalian baik - baik saja. unit 14!?)
kata Herdian di dalam pikirannya.
setelah itu, pertarungan antara Monster yang keluar dari kedalaman hutan melawan Pasukan yang berada di tepu laut, terus berlanjut.
__________________________
______________
di sebuah tempat, di atas Pengunungan bebatuan, di sana terdapat beberapa pasukan. yang sedang berlindung dari serangan para Monster.
mereka adalah pasukan pertahanan pertama dari unit 14. yang bertugas sebagai unit pengintai di pengunungan ini.
saat ini, mereka sedang menghadapi para monster Terbang seperti kelilawar, yang di sayapnya, memiliki beberapa duri beracun, yang di tembakkan ke arah pasukan, yang sedang berlindung di balik bebatuan.
ketika para pasukan sedang berlindung di balik batu, dari hujan duri monster itu.
salah satu pasukan, yang bernama Satya. karena Kaptennya belum kembali dari Markas militer. ia menjadi pemimping sementara untuk pasukan ini,
ketika Satya terus berlindung dari balik batu, tak lama kemudian, ia mulai Bicara dengan sangat keras, untuk memberi perintah setiap pasukannya.
"SEMUANYA, DENGARKAN BAIK - BAIK. UNTUK SEMENTARA KALIAN SEMUA SEMBUNYILAH DI TEMPAT KALIAN MASING - MASING, DAN TUNGGU DURI MONSTER ITU HABIS,SETELAH DURI MONSTER ITU HABIS, LANSUNG HABISI MEREKA SEMUA, MENGERTI??"
"""""""""" MENGERTI PAK """""""""""
jawab para pasukan itu, secara serentak dengan nada tegas dan juga kuat.
setelah itu, untuk sementara Satya dan juga pasukannya, terus berlindung di balik bebatuan.
dan tak lama kemudian, setelah Hujan duri itu berhenti, Satya lansung memberi perintah, kepada setiap pasukannya untuk menembak para monster itu.
"SEMUANYA, SEKARANG HABISI PARA MONSTER ITU!!"
"""""""""" BAIK PAK """"""""""
DORRRRRRRRR...DOR, DOR, DOR....DORRRRRRRRRRRRR.
suara tembakan dari senjata Rifles, dan juga Mesin Gun. secara terus menerus terdengar di pegunungan bebatuan itu.
dan tak lama kemudian, setelah semua monster itu jatuh ke bawah tanah dan mati, perlahan suara tembakan di pegunungan mulai mereda.
"a- apa sudah selesai?"
"sepertinya begitu!?"
ketika dua pasukannya sedang mengatakan itu, sambil terus melihat ke arah depan, dengan ekspresi serius, dimana ada ribuan mayat monster tergeletak di sana.
tiba - tiba Satya dan beberapa pasukannya, meresakan ada beberapa niat membunuh sedang mendekati mereka.
"Tidak, ini belum selesai!?"
seusai Satya mengatakan itu, dengan cepat, ia lansung memberi perintah kepada pasukannya.
"SEMUANYA DENGARKAN, ISI PELURUH KALIAN CEPAT DAN BERSIAPLAH MENEMBAK, MONSTER BARU AKAN SEGERA DATANG!?"
ketika Satya meneriakkan itu, tampa menunggu lama, pasukannya lansung menjawabnya secara serentak dan juga tegas.
"""""""""" MENGERTI PAK """"""""""
setelah itu, semua pasukan lansung mengisi peluru mereka masing - masing, dan dengan cepat, mengarakan moncong senjata mereka ke arah depan, sambil berlindung di balik batu.
"SEMUANYA, TUNGGULAH ABAH - ABAHKU!?"
"""""""""" BAIK PAK """"""""""
__ADS_1
setelah semua pasukan menjawabnya secara serentak, tak lama kemudian, tiba - tiba mereka semua merasakan ada sebuah getaran terjadi di tempat mereka berdiri.
meski begitu, itu tidak membuat mereka semua takut atau gentar sedikitpun, dan hanya terus mengarahkan senjata mereka ke arah depan.
setelah beberapa menit menunggu, tak lama kemudian, di depan mata Satya secara perlahan mulai Terlihat, ada beberapa Monster dari balik bebatuan, mulai dari kepala sampai akhinya ke badan mereka terlihat.
itu hampir sama, seperti mereka sedang menaiki sebuah tangga.
dan tak lama kemudian, setelah Semua monster di depan mulai terlihat. para pasukan dan juga Satya lansung merinding ketakutan, ketika melihat para monster di depan.
itu karena di depan mata mereka terlihat, setidaknya ada puluhan ribu monster yang bermacam - macam seperti, Goblin, Ogre, Lizardman dan juga Orc.
mereka semua hampir memenuhi setiap areh pengunungan bebatuan ini.
tampa sadar beberapa Pasukan lansung mundur satu langkah, ketika melihat dan juga mendengar suara mengerikan para monster di depannya.
"ti~tidak mungkin kita bisa mengalahkan mereka semua!?"
"ya~yah,..ki~kita pasti akan mati!?"
ketika mendengarkan beberapa pasukannya mengatakan itu, Satya lansung tersadar kembali dan Lansung mengalihkan pendangannya ke arah salah satu pasukannya, yang bernama Sigit.
"SIGIT, COBA HUBUNGI PASUKAN BANTUAN, BERAPA LAMA LAGI MEREKA SAMPAI KE SINI DAN JUGA KAPTEN??"
ketika Satya meneriakkan itu, Sigit lansung tersadar dan dengan cepat melihat ke arah Satya.
"ba- baik, tunggu sebentar, aku akan menghubungi mereka!?"
meskipun suaranya masih ada rasa takut, tapi ia tetap melakukan apa yang aku suruh.
setelah beberapa saat menunggu, ia akhirnya selesai menghubungi mereka, dan perlahan mengalihkan pandangannya ke arahku.
"Pak, mereka bilang, mereka akan sampai setidaknya, sekitar 26 menit lagi!?"
"26 menit, ya!?"
ketika aku membisikkan itu, perlahan aku mengarahkan pandanganku ke arah setiap pasukanku.
"SEMUANYA, PASUKAN BANTUAN AKAN DATANG 26 MENIT LAGI, JADI AKU AKAN BERTANYA,..BISAKAH KALIAN MENAHAN PARA MONSTER, SELAMA ITU??"
saat aku meneriakkan itu dengan nada tegas dan penuh niat membunuh. semua pasukan lansung tersadar kembali dan melihat ke arahku.
ketika mereka semua melihat tatapan mataku, secara perlahan ekspresi ketakutan di wajah mereka yang tadi mulai mereda, dan lansung melihatku dengan ekspresi serius.
"26 menit ya,..itu bukan masalah Pak!?"
"yah, aku akan membunuh para Monster itu, sebanyak yang aku bisa!?"
"berhentilah sok kuat, padahal kau ketakutan tadi!?"
"hah, bukankah kau juga sama!?
ketika Satya memperhatikan Pasukannya yang seperti itu, perlahan bibirnya mulai melengkun dan lansung melihat ke arah para monster di depan.
"KALO BEGITU, TAHANLAH ATAU BUNUH MEREKA SEBANYAK YANG KALIAN BISA SELAMA 26 MENIT, SAMPAI PASUKAN BANTUAN DATANG KESINI, KALIAN MENGERTI??"
"""""""""" MENGERTI PAK """""""""""
jawab pasukanku secara serentak dan juga tegas.
ketika para Monster itu melihat ke arah kami, yang sudah tidak memiliki rasa takut sedikitpun.
mereka semua lansung mengeluarkan suara mengerihkan dan dengan cepat berlari ke arah kami, seperti layaknya tsunami.
"SEMUANYA TEMBAK MEREKA SEKARANG!?"
__ADS_1
""""""""" BAIK PAK """"""""""
Setelah itu, pertarungan antara Puluhan ribu monster melawan Beberapa Pasukan sudah dimulai.