BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PENYERBUAN MONSTER Bagian 3


__ADS_3

setelah aku perintahkan pasukanku untuk menembak, tampa menunggu lama, secara serentak para pasukanku lansung menembaki para monster di depan.


*DORRRR**RRRRRRR,...DOR, DOR, DOR,....DORRRRRRRRRRRRR*


ketika Suara dari senjata Mesin Guns, Rifles dan juga Sniper Rifles terus terdengar di atas pegunungan.


dengan cepat, peluru itu lansung menembus tubuh mereka, dan satu - persatu, puluhan ribu monster di depan kami, mulai jatuh ke tanah dan mati,


melihat hal itu, Satya lansung mengalihkan pandangannya ke arah dua pasukan di dekatnya, dan memanggilnya.


"KALIAN BERDUA, CEPAT PERGI AMBIL GRANAT SEMUA PASUKAN DAN JUGA GRANETKU INI, SETELAH ITU, TUNGGA PERINTAH DARIKU, MENGERTI!?"


"" MENGERTI PAK ""


Meskipun mereka masih terlihat bingun, namun mereka tetap melaksanakan apa yang aku suruh, dan mulai pergi mengambil setiap Granat para pasukan.


tak lama kemudian, setelah mereka berdua kembali di dekatku, dan sudah mengumpulkan Granet para pasukan.


untuk sementara aku berhenti menembaki para Monster di depan, dan lansung memberikan Granatku juga ke mereka.


"Nih, ambil juga."


"baik,..ngomon - ngomon pak, untuk apa kita mengumpulkan Granat ini??"


"...aku ingin kalian melempar Granat ini ke para monster itu, dan memberi kami waktu jeda, untuk mengisi ulang peluru kami, kalian mengerti?"


untuk sesaat mereka berdua tidak menjawab apapun dan terlihat kebingungan.


namun, setelah beberapa detik kemudian, mereka berdua mulai menjawabnya dengan nada tegas.


"BAIK, KAMI MENGERTI PAK!?"


"BAGUS,...KALO BEGITU, TUNGGU ABAH - ABAHKU DAN LEMPAR 4 GRANAT, SETIAP KALI AKU PERINTAHKAN, MENGERTI?"


"" BAIK PAK ""


setelah mendengar jawaban tegas mereka, dengan cepat aku lansung berbalik dan mulai melanjukkan, menembaki para monster di depan.


DORRRRRRRRRRRRR,...DOR, DOR, DOR,....DORRRRRRRRRRRRR!!


setelah beberapa saat menembaki mereka, tak lama kemudian, peluru di senjataku dan juga senjata Para Pasukanku mulai habis.


tampa menunggu lama, aku lansung memberi perintah, kedua pasukanku untuk melempar Granat mereka, ke arah monster itu.


"KALIAN BERDUA, SEKARANG!?"


"" BAIK PAK!? ""


Jawab mereka secara serentak dan juga tegas.


setelah itu, Mereka berdua lansung melempar 4 Granet ke arah para monster itu, dan tampa menunggu lama, aku lansung menyuruh semua pasukanku untuk mengisi ulang peluru mereka masing - masing.


"CEPAT ISI ULANG PELURU KALIAN, SEKARANG!?"


saat aku meneriakkam itu, para pasukanku lansung mengisi ulang peluru mereka, sambil mendengar suara ledakan di depan kami.


BOMMMMM!!


setelah ledakan itu selesai, aku dan juga para pasukan, lansung mengarakan senjata kami ke arah depan, dan mulai melanjukkan menembaki para monster itu.


DORRRRRRRRRRRRRR,...DOR, DOR, DOR..DORRRRRRRRRR


"SEKARANG!?"


BOOMMMMMM!!


"BUNUH PARA MONSTER ITU!?


""""""""" BAIK PAK """""""""


DORRRRRRRRRRRRRR,...DOR, DOR, DOR,..DORRRRRRRRRRRRR


aku Secara terus - menerus mengulangi hal itu selama 14 menit, hingga sudah tak terhitung, berapa banyak monster yang kami bunuh.


(bagus, kita pasti bisa menahan mereka, sampai unit bantuan dan kapten Respati datang kesini!?)


saat aku memikirkan itu, aku dan juga para pasukanku merasa, bahwa kami bisa melewati situasi ini.


namun,...tak lama kemudian.....


"SEKARANG, LEMPAR GRANAT KALIAN?"


""BAIK PAK""


ketika aku perintahkan, Mereka berdua lansung melempar, 4 Granat mereka lagi ke arah para Monster itu.


dan tampa menunggu lama, aku dan juga para pasukanku lansung mengisi ulang perluru kami, sambil mendengarkan suara ledakan yang terjadi di depan.


BOMMMM!!

__ADS_1


setelah mendengarkan ledakan itu, aku dan juga para pasukanku dengan cepat mengarahkan senjata kami ke arah depan,...namun...


"Eh?"


tiba - tiba kami semua lansung shock dan berhenti bergerak, ketika melihat para monster di depan.


"oi, kau pasti bercandakan!?"


"i~ini tidak mungkin,..bagaimana mereka bisa bertahan dari ledakan barusan??"


"yah, dan juga, apa - apaan di depan mereka itu??"


saat tiga pasukanku mengatakan itu, sambil terlihat masih dalam keadaan shock dan juga kebingungan.


aku mencoba untuk memperhatikannya dengan lebih jelas.


dimana, di depan para monster itu, terdapat sebuah penghalan Transparan yang berwarna Hijau, sedang melindungi para Monster dari Ledakan tadi, layaknya sebuah benteng.


"tidak,..ini tidak mungkin!?"


saat aku mengumanka itu, tampa menunggu lama, Aku lansung menyuruh setiap pasukanku untuk menembak para monster itu lagi.


"KALIAN SEMUA, BERHENTI MELAMUN DAN CEPAT TEMBAK MONSTER ITU!?"


ketika aku meneriakkan itu, setiap pasukanku lansung sadar kembali dan mulai menebaki para Monster di depan.


DORRRRRRRRRRRR,...DOR, DOR, DOR,...DORRRRRRRRRRR


saat peluru kami terus menghujani para monster itu, tak lama kemudian, peluru kami lansung terpental semua, karena penghalan itu.


melihat hal itu, sentak membuat aku dan setiap pasukanku lansung Shock dan tak percaya, dengan apa yang kami lihat di depan.


"kenapa,..bagaimana ini bisa terjadi!?"


ketika aku mengatakan itu, salah satu pasukanku, yang memakai senjata Sniper Rifles melihat sesuatu di barisan, paling bagian belakang para monster itu.


dan ketika ia sudah melihatnya dengan jelas. sentak, ia lansung melebarkan matanya karena terkejut dan lansung mengalihkan pandangannya ke arahku.


"PAK, COBA LIHAT DI BARISAN, PALING BAGIAN BELAKANG PARA MONSTER ITU!?"


ketika aku mendengarkan apa yang di katakan pasukanku. aku lansung mengambil Teropong, dan melihat ke barisan, paling bagian belakang para monster itu.


di sana aku melihat ada 2 bentuk sosok monster, meskipun belum terlihat jelas karena asap dari ledakan Granat kami. namun, aku tau kalo mereka bedua berbeda dengan para monster yang sudah kami bunuh. dan yang lebih penting, aku entah kenapa, sepertinya mengenal 2 bentuk sosok monster itu.


(umm? bukankah itu....)


saat aku mengatakan itu di dalam pikiranku, aku mencoba untuk lebih mendekatkan lagi Teropongku, ke arah 2 sosok monster itu.


"ti~tidak mungkin,..bukankah para monster itu berada di CLASS D dan juga C!?"


ketika aku mengatakan itu, dengan nada ketakutan dan wajah yang pucat.


aku akhirnya mengerti, kenapa serangan kami tidak bisa mengenai para Monster di depan.


itu karena di bagian belakang para Monster, terdapat monster Class D yang disebut Goblin Shaman.


ia mempuyai tubuh setinggi 2m,sambil megenggam sebuah tongkat di tangan kirinya, dimana ia bisa mengeluarkan kekuatan Sihir penghalan, untuk melindungi para monster di depan kami.


saat ini ia sedang berdiri di atas bebatuan, sambil membaca mantra untuk terus menghalau serangan tembakan kami.


(ternyata benar, dia adalah Goblin Shaman,...Goblin yang bisa menggunakan kekuatan sihir. menurut catatan informasi yang di beritau anggota keamanan PBB...)


ketika aku mengatakan itu di dalam pikiranku, sesaat aku berhenti dan perlahan mengalihkan pandanganku ke arah monster yang satunya, dan melanjutkan lagi.


(...sedangkan monster ini,....kalo tidak salah. menurut catatan informasi anggota keamanan PBB, ia disebut sebagai Ogre King, raja dari para Monster Class F dan juga E.)


setelah aku memikirkan itu, untuk sementara aku terus memperhatikan Ogre King.


ia memiliki tubuh berwarna merah seperti darah setinggi 5m, dan mempunyai dua tanduk yang tumbuh di atas kepalanya, sambil megenggam sebuah pedang besar yang di tancapkan ke dalam tanah, ketika ia sedang duduk di bebatuan, layaknya seorang raja.


(tidak,....Tidak mungkin kami bisa mengalahkan dua monster itu...selain itu...-)


ketika aku mengatakan itu di dalam pikiranku, untuk sesaat aku berhenti dan mengalihkan pandanganku ke arah pasukan.


(-...tidak mungkin kami bisa menahan mereka, sampai unit bantuan datang,....Cih, sepertinya kami tidak punya pilihan lain, selain mundur!?)


Kataku di dalam pikirannku sambil menggertakkan gigiku karena kesal.


setelah itu, aku melihat ke arah para monster itu lagi, sambil memberi perintah baru ke pasukanku.


"SEMUANYA, DENGARKAN BAIK - BAIK, KITA AKAN TINGGALKAN TEMPAT INI, DAN MUNDUR, PERGI KE LOKASI UNIT 13, KALIAN MENGERTI!?"


ketika aku meneriakkan itu dengan sangat keras dan penuh kekuatan, setiap pasukan lansung melirik ke arahku, sambil menganggukkan kepala mereka.


"""""""""" MENGERTI PAK!? """""""""""


jawab setiap Pasukan dengan nada tegas dan juga tatapan tajam.


setelah itu, dengan cepat kami mulai berlari mundur, sambil melempari Granat dan terus menembaki para monster yang mencoba mengejar kami.

__ADS_1


BOMMM!!...BOOMMMMMM!!..


DORRRRRRRRRRRRR,...DOR, DOR, DOR,....DORRRRRRRRRRRRR


BOMMMM!!.....BOMMMM!!....


ketika suara ledakan dan tembakan terus terdengar, aku lansung melihat ke arah salah satu pasukanku, yang bernama Sigit, untuk menyuruhnya menghubungi dan melaporkan situasi kami saat ini.


"SIGIT, CEPAT HUBUNGI MARKAS MILITER, DAN BERITAU MEREKA, SOAL SITUASI KITA SAAT INI!?"


"BA- BAIK PAK!?"


Setelah Sigit mengatakan itu, tampa menunggu lama, ia lansung menghubungi markas militer dan mencoba melaporkan situasi kami saat ini.


"INI UNIT 14, APA KALIAN DENGAR?, GANTI!?"


{ya, kami dengar, ada apa?, Ganti.}


"DENGAR, KAMI SAAT INI SEDANG MELAWAN PULUHAN RIBU MONSTER, DAN JUGA MONSTER CLASS D, DAN JUGA C DI ATAS PEGUNUNGAN BEBATUAN, DAN SAAT INI, KAMI UNIT 14 AKAN MUNDUR DAN PER-!!"


Ketika Sigit sedang melaporkan situasi kita, tiba - tiba ia berhenti bicara, karena melihat sebuah objek, yang sedang terlihat di atas kepalannya.


dan saat Sigit menengot ke arah atas, dengan cepat, sebuah mata pedang besar terlihat tepat di depan matanya.


"eh!"


tampa menunggu lama. pedang besar itu lansung membela tubuhnya menjadi dua bagian, hingga darahnya lansung berhemburan dimana - mana.


sentak, semua pasukan dan juga aku lansung pucat dan merinding melihat hal itu.


tidak ku sangka, Ogre King yang jauhnya beberapa ratus meter dari kami, melompat ke arah kami dan lansung membunuh Sigit dengan membelahnya menjadi dua bagian, dari atas kepala sampai ke bagian bawahnya.


"ti~tidak munking kita bisa mengalahkan monster ini!?"


"su~sudah tidak ada harapan,...ki~kita akan mati!?"


ketika pasukanku mengatakan itu dengan nada ketakutan, perlahan Ogre itu membalikan badannya, sambil berjalan ke arah kami.


"sialan.....sialan....MENJAUHLAH DASAR MONSTER SIALAAAN!?"


ketika salah satu pasukanku meneriakkan itu dengan penuh kemarahan, ia lansung menembaki Monster itu, Dengan senjatanya yang Mesin Gun.


DOORRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!


ratusan peluru terus menghujani Ogre King. melihat hal itu, aku lansung sadar kembali dan menyuruh pasukanku yang lain, untuk menembaki Ogre itu.


"KALIAN SEMUA, APA YANG KALIAN TUNGGU, CEPAT TEMBAK MONSTER ITU!?"


saat aku meneriakkan itu, dengan cepat semua pasukanku lansung sadar dan menembaki Ogre King.


DORRRRRRRRRRRR,....DOR, DOR, DOR,...DORRRRRRRRRRRRRR


namun, setelah beberapa saat terus menghujani peluru ke Ogre itu, tak lama kemudian, mereka akhirnya sadar kalo tidak ada satupun peluru mereka, yang melukai Ogre King atau menembus tubuhnya sedikitpun.


"ti~tidak mungkin, bagaimana ini bisa terjadi?"


"~~~percuma saja, kita akan mati di sini!?"


suara ketakutan dari para pasukan terus terdengar, ketika Ogre itu terus berjalan ke arah kami, hingga akhirnya ia sampai di depan salah satu anggotaku.


"~~SIALAN,..JIKA AKU MATI, AKU AKAN MEMBAWAMU BERSAMAKU!?"


Ketika ia mengatakan itu, dimatanya tidak ada sedikitpun rasa takut yang terlihat, dan yang ada, hanya terus bertarung dan mati seperti layaknya seorang prajurit yang tangguh.


namun, sayangnya peluru Pasukan itu tetap tidak bisa melukai Ogre King, dan tampa menuggu lama, Ogre King lansung mengayunkan pedang besarnya ke arah samping, hingga memisahkan bagian badan orang itu, dan lansung terjatuh ke tanah.


ketika melihat hal itu, setiap pasukanku dan aku lansung berhenti menembak. dan tampa sadar kami semua melepaskan senjata kami, hingga jatuh Ketanah.


ketika Ogre King melihat hal itu, ia lansung tersenyum menyeringai dan mulai berlari ke arah kami, sambil membunuh satu persatu pasukanku yang sudah menyerah.


"me~menjauh,..menjaulah,.ARGGGGGG!!"


"ti~tidak,..tid..ARGGGG!?"


"ja- jangan mende-ARGGGG!!"


aku secara terus menerus mendengar suara pasukanku yang sedang di bunuh, hingga akhirnya menyisahkan aku seorang.


"a~aku,..aku tidak bisa bergerak,.."


ketika aku mengatakan itu dengan wajahku yang sangat pucat, perlahan Ogre itu mulai berjalan ke arahku, sambil menyeret pedang besarnya di tanah.


tap!!,...Tap!!,...TAP!!


setiap kali aku mendengar suara langkah kakinya, tubuhku terus gemetar karena katakutan, hingga di wajahku meneteskan banyak keringat dingin.


"a~aku,...apakah aku akan mati!?"


ketika aku mengatakan itu, aku memperhatikan Ogre King sudah berada di depanku, dan perlahan ia mengangkat pedang besarnya, tepat berada di atas kepalaku, sambil menunjukkan senyum menyeringai di bibirnya.

__ADS_1


"Kapten Respati,...maafkan aku"


setelah aku membisikkan itu, sambil tersenyum sedikit. dengan cepat Pedang itu lansung berayun ke arah bawah, hingga darah lansung muncret dan tersebar dimana - mana.


__ADS_2