
Sementara Carla terdiam, Alexei menggunakan waktunya untuk mengamati sekitar dan mencari keberadaan Mael tapi seberapa keras pun ia berusaha ia tetap saja tidak bisa menemukannya, bahkan hawa kehadiran nya pun tidak bisa Alexei rasakan.
(Sial, kemana dia pergi?)
Kecemasan mulai menghampiri Alexei. Ia cemas jika sewaktu - waktu Mael bisa saja menyerang Vincent dan Sherlie dari arah yang tidak di ketahui. Karena itulah sebisa mungkin Alexei ingin menemukan Mael.
Dan jika Mael tetap saja tidak bisa di temukan maka satu - satunya cara yang bisa Alexei lakukan agar tidak membuat mereka berdua dalam bahaya adalah...MEMBATALKAN PERTEMUAN INI.
Meskipun ini sangat di sayangkan tapi Alexei harus melakukannya.
"Vincent."
Mendengar panggilan Alexei, Vincent segera berbalik dan melihat Alexei.
"Ya ada apa?
"Aku yakin kau pasti sudah menyadarinya juga, saat ini Mael telah menghilang. Kemungkinan besar ia telah bersembunyi di suatu tempat dan sedang bersiap mengincar kalian berdua(Vincent, Sherlie).-
-Karena itulah demi keamanan kalian, aku sarankan sebaiknya kita batalkan saja pertemuan ini dulu sebelum hal buruk terjadi, bagaimana?"
Untuk sementara Vincent diam saja dan berpikir. Namun tak lama kemudian ia pun memberikan jawaban nya.
"Yaa sebetulnya aku tidak masalah si, tapi Jendral Alexei anda seharusnya tau sendiri kan sebentar lagi dunia ini akan masuk dalam Fase kedua. Dan kita berdua tau sendiri seberapa berbahayanya itu.
-Karena itulah meskipun kami berdua di incar kami masih tetap ingin mensukseskan pertemuan ini, sebab jika tidak maka dunia ini akan dalam bahaya."
Ucap Vincent dengan serius. Kemudian ia lanjutkan lagi..
"Selain itu jika aku memang ingin membatalkan pertemuan ini, sejak tadi aku pasti sudah membatalkannya dan kabur tapi sampai sekarang tidak kan?"
"Itu benar."
"Nah karena itulah anda tidak usah khawatir, kami berdua pasti akan baik - baik saja. Apa lagi aku juga masih mempunyai ini, yang sejak tadi masih belum ku gunakan."
Vincent menunjukkan sebuah gelang yang terpasang di pergelangan tangannya. Gelang itu berwarna hitam mengkilap dan mempunyai 12 kristal merah kecil yang terpasang di sekelilingnya.
Gelang itu adalah sebuah item Box. Alat yang bisa menyerap segala macam barang dan menyimpan nya ke dalam di dimensi yang berbeda.
Alexei ingat. sebelum ia meninggalkan Pentagon, saat itu Vincent mengatakan kalau ia akan membawa beberapa Senjata S Gear nya ke pertemuan ini. Namun sampai sekarang Alexei masih belum melihatnya. Itu berarti ada kemungkinan kalau semua Senjata S Gear nya saat ini di simpan di dalam gelang itu.
(Memang benar, selama ia mempunyai itu maka seharusnya ia akan baik - baik saja.)
"Baiklah kalau begitu kita akan terus lanjutkan pertemuan ini sesuai rencana."
Ucap Alexei, dimana Vincent dengan kuat menganggukkan kepalanya sebagai balasan.
"Um."
Sementara itu di sisi lain Carla yang sejak tadi diam saja memperhatikan mereka(Vincent, Alexei) bicara, mulai mengalihkan pandangannya ke arah Sherlie.
Dimana Carla terlihat sedang mengeluarkan aura membunuh saat dirinya menatap Sherlie.
Tentu saja Sherlie menyadari itu dan langsung menjerit ketakutan..."~Hiii.."...kemudian Sherlie buru - buru bersembunyi di belakang Vincent.
__ADS_1
Vincent khawatir dan bertanya.
"Sherlie ada apa?"
Sherlie tidak mengatakan apa - apa dan hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya ke bawah, seolah dirinya tidak mau melihat ke arah depan.
Melihat hal itu Vincent dan juga Alexei mencoba melihat ke arah depan dan mereka berdua langsung menyadari alasan kenapa Sherlie tiba - tiba bersikap seperti itu.
Dengan cepat Vincent mencoba melindungi Sherlie di belakangnya dan menatap Carla dengan tajam.
"K-Kau, apa yang ingin kau lakukan?"
"Apa maksudmu?" tanya balik Carla.
"Kenapa kau menatap dia seperti itu?"
"...."
Carla tidak mengatakan apa - apa dan memilih diam saja sambil kembali melihat Sherlie yang sedang bersembunyi di belakang Vincent.
Untuk sementara Carla terus menatap Sherlie. Namun tak lama kemudian Ia mulai menghilangkan niat membunuhnya dan mencoba bicara dengan Sherlie.
"Anu Sherlie."
"Eh."
Sherlie sontak terkejut sebab tidak seperti sebelumnya, kali ini Carla mencoba berbicara dengan nada lembut tanpa di penuhi oleh emosi sama sekali.
Melihat hal itu, Sherlie yang tadinya ketakutan mencoba memberanikan dirinya untuk mengintip ke depan dan melihat Carla.
"Aku tidak akan banyak bertanya, jadi tolong jawab dengan jujur. Apa kamu kenal dengan Ketua kami(Dirman)?"
Sherlie buru - buru mengelangkan kepalanya sambil menjawab...
"Ti-Tidak, aku tidak kenal dia."
"Jadi, apa kamu punya dendam padanya ataukah mungkin ada orang yang telah menyuruhmu untuk membunuhnya?"
Sekali lagi Sherlie mengelangkan kepalanya.
"Tidak,...tidak ada orang yang menyuruhku melakukan itu dan aku juga tidak punya dendam sama sekali padanya."
"Kalau begitu bisa beritahu aku kenapa kau membunuhnya?"
"I~itu..."
Sherlie seolah terlihat kesulitan, Meski begitu Carla tidak punya niat untuk berhenti dan terus bertanya...
"Aku yakin kamu pasti punya alasan tersendiri kenapa melakukan hal itu kan? Karena itulah tolong beritahu aku."
"....."
Kali ini Sherlie benar - benar kesulitan untuk memberitahu Carla. melihat hal itu Vincent langsung maju ke depan dan menggantikannya.
__ADS_1
"Memang apa yang akan kau lakukan setelah mengetahui itu? Apa kau akan berubah pikiran dan tidak akan membunuh dia lagi?"
"Kau diam lah, aku tidak bertanya padamu."
Balas lansung Carla dengan nada yang sangat dingin. Kemudian Carla kembali melihat Sherlie dan bertanya lagi..
"Cepat beritahu aku alasan kenapa kau membunuhnya?"
"A~Alasanku...itu karena-!!"
Sebelum Sherlie selesai bicara Vincent sekali lagi menghalangi nya.
"Tunggu."
Hal itu tentu membuat Carla tidak senang dan lansung menatap Vincent dengan tajam.
"Apa yang kau lakukan? Berhentilah ikut campur."
"Tenanglah, Kau ingin tau alasan kenapa Sherlie membunuh Ketua kalian kan kalau begitu biar aku saja yang memberitahu mu.-
-Bukan hanya itu saja aku juga akan memberitahu kan semua hal yang tidak kamu ketahui."
"Yang tidak ku ketahui?"
"Yah, itu semua akan ku beritahukan padamu tapi dengan satu Syarat."
Carla penasaran dan bertanya..
"Apa?"
"KAU HARUS BERJANJI PADAKU, KAU HARUS BERGABUNG BERSAMA KAMI KE DALAM ALIANSI PARA PENGGUNA TUPXION."
Sontak saja hal itu membuat mata Carla langsung melebar karena terkejut. Sebab ia tidak pernah menyangka hal ini sama sekali.
"A-apa Aliansi para Pengguna TUPXION."
"Benar, sejak awal pertemuan ini di maksudkan untuk membentuk sebuah Aliansi dari para Pengguna TUPXION seperti kita.-
-Dan yang paling di butuhkan aliansi ini sekarang adalah kemampuan mu. Karena itulah selama kau berjanji ingin bergabung bersama kami maka aku akan memberitahukan semuanya padamu."
Sejak awal Carla terus bertanya - tanya kenapa mereka ini terus menahan diri menghadapi kelompok Carla, dan kenapa juga mereka berdua(Vincent, Sherlie) tidak ikut membantu, padahal jika mereka ikut membantu maka seharusnya kelompok Carla akan sangat kesulitan untuk menghadapi mereka.
Apa lagi Carla juga sudah sadar bahwa Gelang yang Vincent saat ini pakai di pergelangan tangannya adalah sebuah item Box.
Dimana Item Box tersebut kemungkin besar berisikan beberapa Senjata S Gear yang ia bawa ke sini.
Tapi sampai sekarang Vincent masih belum menggunakan nya. Itu berarti ia tidak ingin bermusuhan atau memperbesar permusuhannya dengan Carla. Yang ia inginkan adalah kemampuan Carla agar bisa menjadi bagian dari mereka(Aliansi TUPXION).
Meskipun mereka seharusnya tau bahwa hal itu tidak mungkin bisa terjadi karena Carla sangat membenci mereka tetapi mereka masih tetap melakukannya dan mengadakan pertemuan ini, Itu berarti mereka mempunyai suatu cara yang membuat mereka yakin bahwa mereka bisa membujuk Carla untuk masuk ke dalam Aliansi tersebut.
(Tapi, apa itu?)
Sementara Carla memikirkan itu. Tiba - tiba ia tertawa, ia tidak menyangka bahwa dirinya akan memikirkan hal itu dengan seserius ini.
__ADS_1
"Astaga ini sungguh bodoh." Bisik Carla dengan jengkel.