
Selena mulai menceritakan semuanya padaku, apa yang terjadi kemarin malam.
Menurut apa yang Selena katakan, Saat itu ia terus mengikuti Firdaus dari atap bangunan di pinggir jalan, ketika Firdaus sedang melakukan patroli di seluruh kota di malam hari.
Namun ketika Firdaus sampai di Pinggiran kota, Selena melihat Firdaus singgah ke sebuah warung untuk makan.
Dan karena saat itu tempatnya sangat sepi dan hampir tidak ada kendaraan ataupun pejalan kaki yang lewat, sehingga Selena memutuskan untuk turung ke bawah dan mengeleda Mobil Firdaus untuk mencari sesuatu apa ada yang bisa ia berikan ke Leon.
Namun di saat ia lagi asiknya mencari, Firdaus malah kembali lebih awal dari yang ia duga dan menangkap Basah Selena yang sedang mengeleda Mobilnya.
Di tambah lagi Firdaus juga lansung mengenali Selena. Kalau ia adalah Buronan yang sedang di cari - cari oleh beberapa organisasi dan kelompok di seluruh dunia.
Selena yang saat itu mulai panik lansung mengambil belatinya dan mencoba menyerang Firdaus.
Namun tiba - tiba Selena ingat kalau tugas ia itu bukan untuk membunuh Firdaus melainkan mengawasinya saja serta mencari informasi soal penyelidikan yang ia lakukan. Sehingga ia buru - buru menghentikan niatnya itu.
Pada akhirnya Selena pun memilih menangkap Firdaus dan meneleportasi ia beserta mobilnya ke Bangunan ini.
Tentu saja waktu mereka sampai di sini, Firdaus melakulan perlawanan dengan berusaha menempak Selena. Tetapi karena level mereka sangat berbeda jauh sehingga Firdaus dengan mudah di tumbangkan oleh Selena.
Yang pada akhirnya tubuh Firdaus pun di ikat dan di masukkan ke ruangan ini, sedangkan mobilnya. Itu di kembalikan ke tempat sebelumnya.
Setelah mendengar cerita itu, aku benar - benar merasa sangat lemas. Sebab aku tidak pernah menyangkah Selena melakukan pengeleda di situasi seperti itu. Padahal jika di pikir baik - baik hal itu memang bisa membuat ia tertangkap basah, tapi ia malah......
(Haaa aku tidak tau lagi harus berkata apa. apa dia ini benar - benar salah satu wanita yang di takuti di dunia bawah?)
Sementara aku memikirkan itu, PIX melirikku dan menjawab....
[Hahaha Master sudahlah, tidak usah kecewa begitu, lagi pula semua orang pasti pernah buat 1 atau 2 kesalahan saat menjalankan tugas.-
-Selain itu, bukankah ada yang lebih penting dari pada itu.]
PIX berahli ke arah Firdaus. Dimana kondisinya benar - benar terlihat sangat buruk.
(Kau benar.)
Aku mendekatinya dan mencoba memeriksa kondisinya, dimana ia terlihat sangat lemas. bahkan aku bisa perhatikan bibirnya sangat kering, seolah - olah ia tidak pernah di beri minuman selama ia berada di sini.
"SELENA, SINI KAU."
Suaraku tenang tapi tajam, yang dimana membuat sekujur tubuh Selena lansung gemetar dan terlihat ketakutan.
"~Hiiii.."
__ADS_1
Namun meskipun Selena ketakutan ia tetap berusaha memberanikan dirinya untuk mendekatiku dan jongkok di sampingku.
"A~Ada apa Le-!!"
Sayangnya Sebelum Selena selesai bicara tiba - tiba aku mengetok kepalanya dengan kuat, Hingga membuat Selena lansung merintih kesakitan di lantai.
"~AGHHH KEPALAKU!!....~KEPALAKU SAKIT, INI AKAN BENJOL."
"Bodoh amat, cepat bangun sialan atau kau ingin di tampol lagi?"
"~Ti-Tidak,...A-aku mengerti, aku akan bangun."
Selena buru - buru bangun sambil mengelus kepalanya yang sakit.
"~Aduh..du..du!!"
"Baiklah Selena, jujur saja sebetulnya aku tidak terlalu mempermasalahkan soal kau menculik dia(Firdaus.) karena aku pikir itu adalah keputusan yang tepat yang bisa kau ambil untuk tidak menyebarkan keberadaanmu dari orang - orang yang sedang mengincarmu.-
-Tapi, kenapa kau tidak beri ia makanan dan minuman? Apa kau ingin membunuhnya?"
Aku melotot Selena yang dimana membuat tubuhnya lansung merasa merinding.
"Ti~Tidak Leon,...se~sebetulnya ada alasan kenapa aku tidak bisa beri ia makanan."
"Y~yah aku tau."
Balas Selena dengan suara Gemetar. Lalu setelah itu ia mulai memberitaukan padaku alasan kenapa ia tidak memberi Firdaus makanan.
"Sebetulnya setelah aku mengurung ia di ruangan ini dan kembali ke Rumah, aku baru sadar kalau Kristal ku ternyata sudah habis sehingga aku tidak bisa kembali ke sini dan membawakan ia makanan.-
-Tentu saja aku berpikir untuk naik mobil. Tapi seperti yang kamu tau, hal itu sangat berbahaya, karena bisa saja orang - orang yang mengincarku akan melacat keberadaanku.-
-Dan lebih buruknya lagi, jika mereka sampai berhasil menemukan tempatku bersembunyi maka bukan hanya aku saja yang kena masalah tapi keluargamu juga akan ikut kena masalah, karena itulah aku memutuskan untuk meninggalkan ia di sini."
"Hmm begitu, aku mengerti apa yang kau katakan tapi Selena, kau bilang kristalmu sudah habis. Kalau begitu dari mana kau mendapatkan kristal yang tadi kau pakai itu untuk membawaku kesini?"
"Hah itu....sebetulnya aku mendapatkannya dari Brid beberapa waktu yang lalu."
"Dari Brid?"
"Yah. Ia memberikan semua kristal yang ia punya sebagai ganti aku membawa ia ke tempat yang ia mau."
Aku sedikit penasaran tempat apa itu yang di datangi Brid. Namun untuk sekarang aku akan fokus dengan apa yang ada di depanku terlebih dahulu.
__ADS_1
"Begitu....baiklah, aku mengerti, aku terima alasanmu itu."
Selena yang dengar itu merasa sangat senang dan matanya berbintang - bintang seperti layaknya anak kecil.
"Benarkah? Itu berarti apa kamu sudah memaafkanku?"
"......Yah, aku sudah memaafkanmu."
Ucapku dimana membuat Selena menjadi bersemangat. Aku menghela nafasku melihat tingkahnya itu.."~Haaa..!!"...Lalu setelah itu aku lanjut lagi bicara...
"Baiklah, Selena bisa aku minta bantuanmu sebentar?"
Selena penasaran dan bertanya...
"Bantuan? Apa?"
"Kau lihat sendirikan tubuhnya(Firdaus), saat ini ia benar - benar sangat membutuhkan makanan dan minuman, karena itulah kau kembalilah ke rumah dan ambil beberapa makanan dan minum di kulkas lalu bawa ke sini.-
-Aku akan beri kau waktu 10 menit. kau bisakan?"
Selena dengan percaya diri menjawab.
"Heh tentu saja aku bisa, serahkan saja padaku."
Lalu setelah itu Selena pergi ke tengah ruangan dan berdiri di situ.
"Yosh, kalau begitu aku pergi dulu."
Selena melompat, lalu saat itu juga sebuah cahaya yang sangat terang menyinari tubuhnya. hingga menerangi ruangan ini.
Lalu di saat cahaya itu mulai memudar Selena sudah tidak ada di sana dan hanya menyisahkan aku dan Firdaus saja di ruangan ini.
"Baiklah,...Kak Firdaus sekarang kau sudah boleh membuka matamu, aku tau sejak tadi kau sudah bangun."
Di saat aku mengatakan itu, perlahan mata Firdaus mulai terbuka dan ia memaksakan dirinya untuk bangun lalu duduk bersandar di tembok.
"~Ungh..~Haaa...haa..haa!!...Tidak ku sangka kau sadar kalau aku sudah bangun, padahal aku masih ingin mengumpulkan informasi soal kalian."
(Informasi?...Begitu, jadi kau sengaja pura - pura tidur supaya kau bisa mendapatkan informasi dari pembicaraanku dengan Selena.-
-Kukuku kau boleh juga, Firdaus.)
Pikirku sambi tersenyum seringai.
__ADS_1