BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MENYIKSA LUIS


__ADS_3

"I-ini kan..."


Setelah Luis melihat pesan itu ia terlihat sangat terkejut. Sebab bagaimanapun juga pesan itu adalah pesan yang ia buat di Grup untuk membuat para berandalan mengincar diriku, tetapi.....


(Bagaimana Dia bisa punya itu? Bukankah aku sudah mengapusnya?)


Pikir Luis yang terlihat kebingungan. Kemudian ia menatapku dengan marah dan bertanya...


"Kau...bagaimana kau bisa dapat itu?"


"Maksudmu pesan ini?"


Tanyaku.


"Yah, dari yang aku ingat, seharusnya aku sudah hapus semua pesan yang ku buat di Grup, tapi bagaimana bisa kau dapat itu?"


Tanya Luis sekali lagi yang terlihat marah. Namun, tanpa pedulikan itu aku berkata....


"Soal itu kau tidak perlu tau. Yang jelas cepat jawab saja, kenapa kalian menggunakan Cara seperti ini untuk menggangguku?"


Di saat aku menanyakan itu, untuk sementara Luis dan dua temannya(Felik,Erina) terdiam dan tidak menjawab apapun.


Namun, setelah beberapa detik kemudian Luis menatapku dengan tajam dan berkata...


"Bocah kau pikir aku mau jawab, cepat jauhkan saja Hp itu dari hadapanku,... lagi pula, jika kau ingin tau, Bukankah lebih baik jika kau bertanya ke dia."


Ucap Luis sambil berahli ke arah Bulan, dimana ia melotot Bulan dengan tajam, namun tanpa pedulikan itu aku dengan santai membalas...


"Memang benar, jika aku ingin tau soal itu, aku bisa bertanya ke Bulan, tapi aku rasa itu tidak seru sama sekali, karena aku lebih suka jika kalian yang jawab."


"He benarkah, Kalau gitu sayang sekali, karena berapa kalipun kau bertanya, kami tetap tidak akan jawab."


Ucap Luis dengan bangga sambil seringai, seolah ingin membuatku kesal.


menyadari itu Bibirku lansung melengkun seperti Bulan sabit, sambil mengeluarkan Sebuah tang dari dalam Tasku kemudian menatap mereka dengan tajam.


"Kalian,...sepertinya kalian tidak menyadari posisi kalian sekarang yah?"


"Hah, apa yang kau bicarakan?"


Ketika Luis menanyakan itu, aku berjongkok di hadapan mereka kemudian mencoba bertanya sekali lagi.


"Ini yang terakhir kalinya aku tanya, KENAPA KALIAN MENGGUNAKAN CARA SEPERTI INI UNTUK MENGGANGGUKU?"


Di saat aku menanyakan itu, Sebuah kilatan petir lansung menghantan Hutan tempat kami berada.


Meskipun cahaya dari kilatan tersebut hanya sesaat menerangi Ruangan ini, namun baik Luis, Felik maupun Erina dapat melihat tatapanku, dimana tatapanku terlihat sangat tenang namun tajam. Seolah sedang memperingati mereka.


Erina yang menyadari itu lansung mencoba menjawab pertanyaanku, sayangnya ia lansung di hentikan oleh Luis, yang dimana membuat mataku lansung menyipit dengan tajam.


"Kalian.....Sepertinya, kalian benar - benar tidak mau jawab pertanyaanku yah."


"Itu tentu saja, lagi pula berapa kalipun kau bertanya, kami tetap tidak akan jawab."


Ucap Luis sambil tertawa, seolah sedang mengejekku, mengetaui itu aku lansung menghela nafas "haaa.." kemudian aku pergi ke belakang mereka dan berkata..


"Jika kalian memang segitunya tidak mau jawab, kalau gitu aku tidak punya pilihan lain, selain menggunakan cara ini."


Sambil mengucapkan itu, aku lansung genggam tangan Luis yang sedang terikat di belakang, kemudian aku jepit kuku jari telunjuknya menggunakan Tang yang ku pegang, dimana membuat Luis lansung terlihat ketakutan..

__ADS_1


"O~Oi apa yang kau lakukan?"


Sesaat Luis menanyakan itu. Tanpa ragu sedikitpun aku lansung mencabut Kuku jarinya 'Crack!!' dimana membuat jarinya lansung mengeluarkan darah dan menjerit kesakitan.


"~~ARGHHHHHHHHHHHHH,..~SIAL, SIAL, SIAL APA YANG KAU LAKUKAN BRENGSET?"


"Apa yang ku lakukan? Apa kau tidak lihat, aku sedang melakukan ini."


Sambil mengucapkan itu, aku sekali lagi mencabut kuku jarinya yang berada di tengah, dimana Membuat Luis sekali lagi menjerit kesakitan...


"~~ARGHHHHHHHHHHHHH,...~TI-TIDAK,..INI SAKIT SEKALI TOLONG HENTIKAN."


Mendengar jeritan Luis yang kesakitan, membuat Felik, Erina maupun Bulan terlihat sangat pucat, dimana tubuh mereka terlihat sangat gemetar.


Namun tanpa pedulikan itu, aku sekali lagi menjepit kuku jari jempol Luis, yang dimana membuat ia makin ketakutan.


"~~Tu~Tunggu, aku mohon tolong hentikan ini, a~aku janji aku akan jawab semua pertanyaanmu jadi-!!"


Sebelum Luis selesai Bicara, aku sekali lagi mencabut kuku jarinya dengan kuat 'CRACK!!' dan membuat darahnya sampai muncret dan mengenai wajahku.


"~ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!,.~TIDAAAAAK!!..AKU MOHON TOLONG BERHENTI."


"Hah, apa yang kau katakan? Aku baru mencabut 3 kukumu dan masih ada 7, Jadi bertahanlah sebentar lagi, mengerti?"


Ucapku di dekat telinganya sambil seringai. Menyadari itu Luis tambah ketakutan dan mencoba memberontak untuk Melepas ikatannya.


Sayangnya karena ikatan yang kulakukan bukanlah ikatan biasa. Sehingga membuat Luis kesulitan untuk lepas, karena bahkan para penjahat Pro sekalipun tidak mudah lepas dari ikatan tersebut.


"~Ughh,..Sial,..Sial..Sial, kenapa ini susah sekali di lepas."


Bisik Luis sambil berusaha keras untuk melepas ikatannya, sampai - sampai membuat pergelangan tangannya terluka.


Namun, tetap saja tidak mau terlepas. hingga akhirnya aku mendekatkan bibirku di dekat telinganya dan berbisik...


"~Hiii,...Ka~Kau, apa kau bercanda, siapa juga yang mau membiarkanmu melakukan itu?"


Ucapnya, kemudian Luis menatapku dengan tajam dan berkata....


"LIHAT SAJA, SETELAH AKU LEPAS DAN KELUAR DARI TEMPAT INI, AKU PASTI AKAN MEMBALASMU.-


-BUKAN HANYA KAU SAJA, ORANG ITU JUGA(RANGGA) PASTI AKAN KU BALAS DIA."


"Oh...oh, sepertinya kau masih punya tenaga untuk melawan yah, kalau gitu biar ku lihat apa kau masih bisa bertahan."


"Eh,...Tu~Tunggu, Tunggu dulu, aku-!!"


Sebelum Luis selesai Bicara, aku lansung mencabut salah satu Kuku jarinya lagi, dan membuat Luis menjerit kesakitan...


"~ARGHHHHHHHHHHHHHHHH!!...~SA~SAKIT...~INI SAKIT SEKALI SIALAAAN!!"


"Eeeh, sesakit itukah kukumu di cabut."


"TENTU SAJALAH, APA KAU PIKIR INI TIDAK SAKIT? ~UGHHH."


"Hmm, aku pikir tidak Heh."


Jawabku sambil Seringai, dimana membuat Luis lansung mengertakkan Giginya dan terlihat sangat kesal.


(Sial, Dasar Bocah brengset, dia benar - benar sudah Gila. Apa ia mau membunuhku?....tidak, Aku tidak akan membiarkan ia membunuhku di sini.)

__ADS_1


Pikir Luis, kemudian ia menghisap nafasnya dalam - dalam dan mulai teriak dengan sangat keras....


"TOLOOOOOOONG...TOLONG AKUUUUUU SIAPAPUN ITU, ADA ORANG YANG INGIN MEMBUNUHKU DI SINIIIII!!"


Ucap Luis dengan sangat keras, dimana membuat temannya yang lain lansung kaget, begitupun denganku.


"Woy berhentilah teriak tiba - tiba sialan, kau membuat telingaku sakit."


Ucapku sambil menampar kepalannya 'PATT!!' kemudian aku berjalan ke depannya dan berkata..


"Lagi pula, sekeras apapun kau teriak, tidak ada satupun orang yang akan menolongmu."


"Hah, apa kau bercanda?"


"Tidak, aku tidak bercanda sama sekali, sebab saat ini kita berada di tengah Hutan."


"A-apa, di tengah Hutan?"


Ucap Luis yang terlihat sangat terkejut, begitupun dengan Felik dan Erina. Namun tanpa pedulikan mereka aku melanjutkan lagi..


"Benar, kita berada di tengah Hutan, itulah sebabnya jika kau teriak terus seperti itu, bisa - bisa kau hanya memanggil hewan liar ke sini bukannya orang.-


-Yaaa, aku tidak masalah sih jika kau memanggil mereka, lagi pula...SUDAH LAMA AKU TIDAK LIHAT ORANG, DIMAKAN HEWAN LIAR HIDUP - HIDUP."


Ucapku sambil seringai, dimana membuat mereka bertiga lansung Pucat dan terlihat sangat ketakutan. begitupun dengan Bulan.


Menyadari itu, aku lansung berahli ke arahnya, kemudian berkata...


"Bulan, kalau kau,...kau tidak usah khawatir, lagi pula aku sudah berjanji akan melindungimu. Jadi kau tenang saja Ok."


Ucapku sambil memberinya sebuah jari jempol, dimana membuat Bulan lansung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Seolah ia tidak mau ekspresinya di lihat.


Melihat tingkahnya yang seperti itu membuat bibirku lansung tersenyum. Kemudian aku berahli ke arah Mereka bertiga lagi dan menatap Luis dengan tajam.


"Woy ada apa? Apa Kau sudah berhenti berteriak?"


Di saat aku menanyakan itu, Luis tidak menjawab apapun dan hanya diam saja.


"......"


Menyadari itu aku lansung menghela nafas, "haaa.." kemudian berkata...


"Sepertinya, kau benar - benar sudah berhenti berteriak yah? kalau gitu, ayo kita lanjutkan lagi."


"Lanjutkan? Tu~Tunggu,..Le-Le-Leon, aku mohon tolong hentikan, aku minta maaf karena sudah membulimu dulu. aku berjanji tidak akan menganggu atau balas dendam lagi, jadi...."


"Diamlah, sudah terlambat untuk minta maaf, sekarang tutup saja mulutmu itu rapat - rapat, Jika kau tidak mau di makan hewan Liar Hidup - Hidup."


Sesaat aku mengucapkan itu, aku lansung menjepit Salah satu kuku jarinya lagi menggunakan Tang, kemudian aku cabut Kukunya itu dengan Kuat 'CRACK!!' di mana Membuat Luis berusaha sekuat tenaga menahan Rasa sakitnya.


"~AHMMMMM!!,..~AHMMM!!,..~AHMMMMM!!."


"Oh Sepertinya kau masih bisa bertahan, kalau gitu selanjutnya."


CRACK!!


"~~ARGMMMMMMMMMMMMMM!!"


"Baiklah, Berikutnya."

__ADS_1


CRACK!!


"~~UGHHHHHHHHHH!!"


__ADS_2