
setelah beberapa hari aku berada di rumah sakit.
di dalam ruangan, saat ini aku sedang duduk di kasur. di mana tepat di samping kiriku. terlihat Kak Siska sedang mengupas buah untuk ku.
"Kak Siska, biar aku saja yang kupas, aku tau kok caranya." ucapku
"Kamu tenang saja di situ, meskipun kondisimu sudah lebih baik, tapi kau harus tetap istirahat, sampai kondisimu sudah pulih 100% mengerti??"
ucap Kak Siska sambil mengarahkan pisau yang ia genggam di depan mataku.
melihat hal itu, sentak aku kaget dan lansung mengangkat kedua tangan ku ke atas, untuk membuatnya berhenti.
"ba- baik aku mengerti, jadi cepat jauhkan pisau itu."
"baguslah kalau kau mengerti."
ucap Kak Siska sambil tersenyum.
setelah itu ia lansung menjauhkan Pisau itu dari ku dan melanjutkan lagi mengupas Buahnya.
"fuuu..!!"
saat aku merasa Lega. tiba - tiba Kak Siska Memanggilku.
"ngomong - ngomong Leon..!!"
mendengar hal itu aku lansung melihat ke arahnya. dimana Kak Siska tidak melihat kearahku melainkan kearah buah yang ia kupas.
setelah itu aku tanya...
"ada apa Kak Siska??"
"aku ingin tau. Karena kau sudah hilang ingatan, itu berarti, apa kau juga sudah lupa ibu dan ayah??"
saat Kak Siska mengatakan itu. aku baru Sadar.
sejak aku Reinkarnasi di tubuh ini aku tidak pernah sekalipun Melihat Orang Tua mereka berkunjung Kesini, itu berarti...
(APA MEREKA SUDAH MATI?)
saat aku memikirkan itu, aku lansung melihat ke arah Kak Siska dan menjawab...
"yah, aku memang tidak ingat siapa ibu dan ayah."
"begitu,...jadi kau benar - benar sudah lupa senuanya?"
tanya Kak Siska sambil terlihat sedih.
melihat hal itu, aku mengira jika aku mengatakan 'yah' disini, maka dia pasti akan tambah sedih lagi, jadi..
"tidak...sebetulnya aku tidak lupa semuanya. aku masih ingat beberapa hal kok."
"eh..benarkah??"
tanya Kak Siska yang terkejut.
"yah"
jawabku dengan Singkat.
yaa jujur saja sebetulnya aku tidak tau apapun tentang bocah ini. sebab semua ingatan bocah ini sudah di hapus dan digantikan oleh ingatan ku.
tapi karena PIX mengatakan kalau ia sudah mencopy semua ingatan bocah ini sebelum ingatannya di hapus.
itu berarti aku bisa gunakan ia untuk mengelabui, semua orang yang dekat dengan bocah ini.
saat aku memikirkan itu, Kak Siska mencoba Bertanya.
"ka~kalau begitu, bisa beritau aku, apa makanan kesukaan ku Leon??"
"eeh, kalau tidak salah..."
sesaat aku berhenti, aku mencoba bicara dengan PIX di dalam Pikiranku.
__ADS_1
sebab menurut apa yang di katakan PIX, ia tidak mengirimkan Suaranya lewat Luar melainkan lewat dalam Otatku.
itu berarti kami berdua bisa saling berkomunikasi satu sama Lain lewat di dalam Pikirkanku. tanpa harus di ketaui orang lain.
(PIX.)
[Yah, aku tahu Master-]
seolah - olah sudah tau apa yang aku inginkan, PIX berkata....
[-menurut ingatan Leon, makanan kesukaan Kakaknya adalah Gado - Gado, yang sering di bawah Leon saat pulang sekolah.]
mendengar nama makanan itu membuat aku Bingun dan bertanya...
(Gado - Gado? makanan apa itu??)
[menurut data yang aku dapat, Gado - Gado adalah salah satu makanan yang paling diminati rakyat di negara ini. bukan hanya rakyat negara ini saja yang menyukai makanan tersebut, bahkan banyak para wisatawan yang menyukainya juga.]
(be- begitu, tidak ku sangka ternyata ada makanan sepopuler itu di negara ini, kenapa aku tidak pernah mendengarnya.)
ucapku di dalam pikiran.
ketika aku berpikir. (saat keluar nanti aku ingin Makan Gado - Gado itu.) tiba - Tiba Kak Siska memanggilku.
"Leon ada apa, kau melamun saja dari tadi??"
"Hah tidak, bukan apa - apa Kok."
jawabku.
namun, ketika aku mengatakan itu, entah kenapa Wajah Kak Siska terlihat Sedih.
"Leon, jika kamu tidak ingat tidak usah di paksakan. lagi pula aku sudah senang kok, jika kondisimu sudah baik - baik saja."
ucapnya sambil Tersenyum.
namun, ketika aku perhatikan, aku merasa kalau senyumannya itu terasa seperti di paksakan.
sehingga aku mencoba membantah apa yang ia katakan tadi dan berkata..
"be- benarkah?..Syukurlah kalau begitu-"
ucapnya sambil menyetuh dadanya karena merasa lega. setelah itu ia lanjutkan lagi..
"-aku pikir kau memaksakan dirimu, karena memikirkan makanan kesukaanku, ternyata tidak. jujur aku sangat khawatir."
melihat dirinya yang seperti itu. entah kenapa membuatku merasa bersalah. sebab sudah membuat Gadis ini merasa khawatir.
"aku benar - benar minta maaf."
"tidak perlu di pikirkan lagi pula-!"
sesaat ia berhenti angin kuat memasuki ruangan, dan menerbankan rambut Kak Siska.
namun, tanpa pedulikan itu, Kak Siska terus menatap wajahku dengan senyuman dan berkata...
"AKU SANGAT SENANG, TERNYATA LEON YANG AKU KENAL, BELUM MENGHILANG DARIKU."
melihat Pemandangan di depanku, membuat aku merasa kagum dengan kecantikan Gadis ini.
..sebab, tepat di depan mataku, aku melihat wajahnya yang Ceria, di tambah Senyuman nya yang sangat indah, seperti Seorang Malaikat. terlebih lagi ia di terangi oleh cahaya yang masuk lewat jendela.
melihat hal itu aku tidak bisa berkata apapun..
"....."
meskipun aku merasa bersalah karena sudah berpura - pura menjadi adeknya. namun melihat dirinya yang bahagia, aku tidak menyesal sama sekali.
walaupun suatu hari ia pasti akan membenciku, tetapi aku tidak masalah dengan itu, sebab...
"Aku Yakin Kau Berpikir Seperti Itu Juga Kan Bocah?..Tidak, Lebih Baik Aku Memanggil Namamu Saja!....LEON." Bisikku dengan senyuman.
>Skip...
__ADS_1
______________________________
_________________________
setelah beberapa saat kemudian di dalam Ruangan.
entah kenapa ruangan itu terasa sunyi dan tidak ada yang bicara apapun. baik aku ataupun Kak Siska.
bahkan saat aku melirik ke arahnya, aku bisa perhatikan kalau Kak Siska terus saja menghindari tatapanku.
mungkin karena ia merasa malu, karena tanpa sadar ia mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak dikatakan di depan adeknya, seperti....
itulah kenapa ia merasa malu....mungkin.
pada saat aku memikirkan itu, tiba - tiba aku ingat kalau ada sesuatu yang ingin ku tanyakan ke Kak Siska..
"Oh iya Kak Siska, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan??"
"a- apa??"
ucap Kak Siska, sambil berusaha menatapku. dimana aku bisa lihat kalau ia masih terlihat malu - malu.
namun, tanpa pedulikan itu, aku berkata...
"aku ingin tau, apa orang tua kita sudah mati??"
"....!!"
mendengar hal itu, Sentak membuat Kak Siska lansung membatu dan tidak bisa berkata apapun.
sebab ia tidak pernah menyangkah kalau aku akan mengatakan hal itu, sehingga tanpa sadar ia lansung melayankan sebuah pukulan tepat di atas kepalaku.
"K-K-K-KAU,..APA YANG KAU KATAKAN DASAR ADEK DURHAKA!!"
BUKK!!
Setelah Kak Siska memukulku, ia menarik telingaku juga ke atas. sehingga membuat telingaku terasa sakit.
"~Aghh,..Woy, apa yang kau lakukan, lepaskan itu sekarang!!"
ucapku yang melihat Kak Siska dengan marah. namun, tanpa pedulikan itu Kak Siska berkata..
"justru aku yang harusnya bilang, kenapa kau tiba - tiba mengatakan hal itu. lagi pula, orang tua kita itu belum meninggal tau..??"
ucapnya
"Ehh..kalau memang belum meninggal kenapa mereka tidak pernah datang kesi-!!"
'NI' ingin ucapku, namun sebelum aku mengucapkan itu, tiba - tiba Kak Siska menarik Telingaku lebih kuat lagi. hingga membuat Telingaku tambah sakit..
"~ADUH...ADUH...ADUH...WOY LEPASKAN SEKARANG ITU SANGAT SAKIT!!"
"ini salahmu sendiri. biar ku beritau yah, alasan orang tua kita tidak ada di sini, itu karena mereka sedang kerja di luar negeri!"
"HAH..TIDAK MUNGKIN AKU TAU KALAU ORANG TUA KITA KERJA DI LUAR NEGERI. LAGI PULA LEPASKAN TANGANMU DARI SITU GADIS SIALAAN!!"
tanpa sadar aku mengatakan apa yang ada di dalam pikiranku, sehingga membuat Kak Siska lansung terlihat marah.
"K- K- K- K- KA- KAU, KAU BILANG APA BARUSAAAN!!"
"tu- tunggu kak siska, tidak baik jika kau marah seperti itu, bisa - bisa kau cepat tua Loe."
bukanya aku memadamkan api malah aku menambahkan bahan bakar kedalam.
hingga membuat Kak Siska tidak bisa lagi menahan amarahnya dan lansung menatapku dengan tajam.
"BERANINYA KAU BILANG BEGITU. DASAR ADEK SIALAAAN!"
teriak Kak Siska, sambil memutar telingaku dengan kuat...
KRIIIKT!!
__ADS_1
..hingga membuat telingaku terasa.....
"~~SAAAAAKIIIIIIIIIIIIT!!"