
di atas pegunungan.
saat ini, Respati sedang berdiri di atas bebatuan yang tinggi, sambil terus membunuh setiap Monster yang sudah naik di atas pegunungan.
namun, karena Banyaknya Monster yang naik, sehingga membuat Respati tidak bisa menahan pergerakan mereka, yang terus mendekat ke arahnya.
"SIAL MEREKA TERLALU BANYAK."
Ucap Respati dengan wajah sedikit kesal.
setelah itu, ia mulai menembak para Monster yang mencoba mendekatinya, dengan menggunakan senjata Sniper yang ia genggam dan juga Granat.
DORR!!,.....DORR!!,.....DORR!!,....
ARGHH!!,...AGHRRR!!....UWAGRRRR!!
"CIH, MEREKA TERUS SAJA MAJU,...KALO BEGITU, MAKAN NIH GRANAT!?"
................BOMMMMMMMMMM!!
ARGHHHHHHHHHHHHH!!
DORR!!,.....DORR!!,.....DORR!!,....
ARGHH!!,...AGHRRR!!....UWAGRRRR!!
Respati terus melakukan itu, selama beberapa menit. dan tak lama kemudian, ketika Ia sudah di kepung Ribuan Monster di bawah bebatuan tempat ia berdiri,.....tiba - tiba.....
"SIAL, MEREKA SUDAH NAIK KE ATAS SINI!?"
ucap Respati, sambil menembak jatuh, beberapa Monster yang mencoba naik di atas batu.
DORR!!,.....DORR!!,.....DORR!!,...
ARGHH!!,...AGHRRR!!....UWAGRRRR!!
meskipun Respati terus membunuh dan menembak jatuh mereka. namun, karena banyaknya Monster yang mencoba naik, sehingga ia tidak bisa mengatasi semuanya.
"APA,....APA AKU AKAN MATI DISINI..."
saat Respati mengatakan itu, tiba - tiba ia lansung berhenti, sebab ia melihat ada 2 monster, yang sudah hampir naik di atas sini.
dan tampa menunggu lama Respati lansung menembak 2 monster itu.
DORR!!,.....DORR!!....
AGHHHHH!!......ARGHHHH!!
setelah 2 monster itu jatuh kebawah, untuk sementara Respati melihat ke arah bawah, dimana Ribuan Monster yang saling bertumpuk mencoba untuk naik ke atas sini.
namun, sayangnya, ketika Respati melihat itu, ia lansung menembaknya, sehingga Tumpukan itu, lansung Roboh dan jatuh ke tanah.
(Yaaa, meskipun mereka berhasil naik ke tempat ini, aku tetap tidak akan menyerah, sebelum aku berhasil membunuh Monster itu.)
ucap Respati di dalam pikirannya Sambil menatap ke arah Ogre King dengan tatapan Tajam.
setelah itu, ketika Respati melanjukkan, menembak Para Monster yang saling menumpuk, tiba - tiba dari belakang terlihat seekor Goblin yang sudah berhasil naik di atas batu. sambil mencoba menerjan Respati dengan mengayunkan sebuah pedang karatan di tangannya.
merasakan hal itu, Respati lansung membalikkan badannya ke arah belakang, dan melihat pedang Goblin yang hampir berada di depan wajahnya.
(sial, sudah terlambat jika aku menembaknya,....kalo begitu.)
dengan cepat Rangga lansung melepaskan Snipernya dari tangan, dan mulai mengambil sebuah belati di pinggannya.
setelah itu, ia langsung mengindari pedang karatan Goblin ke arah samping, dan dengan cepat menusuk belati di tangannya ke dalam mulut Goblin itu.
UGHRRRRRRRRR!!
setelah Goblin itu mati, Respati lansung mengeluarkan Belati itu dari dalam mulutnya.
sesaat itu juga, dari belakangnya, ia merasakan 3 keadiran Goblin yang sudah naik di atas Batu. dan mencoba menerjang Respati.
namun, hanya dalam waktu beberapa detik saja, mereka semua lansung di bunuh dengan sangat singkat, hingga Para Goblin itu tidak menyadari bahwa Badan mereka sudah terbelah menjadi dua.
dan saat 3 Goblin itu sudah jatuh ketanah, perlahan Respati melihat ke arah lokasi unit 13, sambil menghela nafasnya sedikit.
"haaa, seharusnya ini sudah waktunya mereka datang, tapi kenapa mereka belum datang juga?"
setelah Respati mengatakan itu, perlahan ia mulai berjalan dan mencoba mengambil Snipernya kembali.
namun, saat ia baru saja mau mengambilnya, tiba - tiba dari depan ia melihat ada seekor Goblin sedang mengintip dari balik batu. sambil di mulutnya terlihat sebuah Bambu kecil yang mengarah ke arahnya.
"bambu itu,...bukankah terlihat seperti bambu untuk menembak Jarum bius,...jangan - jangan...."
saat Respati mengatakan itu, dengan kuat Goblin itu lansung meniup bambunya, hingga dari ujung lubang bambu, terlihat sebuah jarum yang keluar dan lansung melaju ke arah Respati.
dengan cepat Respati lansung melompat ke arah samping, dan menghindari Jarum itu.
"hampir saja, kalo aku kena itu, bisa - bisa ak-!"
ketika Respati sedang mengatakan itu, tiba - tiba ia lansung berhenti bicara, sebab ia merasakan ada sesuatu yang sedang menusuk di belakang Lehernya.
saat ia mencoba meraba - raba di belakang lehernya, ia merasakan ada sebuah Jarum yang sedang Tertancap di sana.
"~~i-ini,...kau pasti bercandakan."
__ADS_1
ketika Respati mengatakan itu, ia mencoba melihat ke arah Belakang, dan melihat ada seekor Goblin beserta bambu dimulutnya sedang mengintip di balik batu.
setelah itu, Respati mencoba untuk berusaha berdiri, namun, ia tidak bisa mengerakkan badannya sedikitpun.
(Sial, aku tidak bisa bergerak,..apa karena Jarum ini)
ucap Respati di dalam pikirannya.
setelah itu, tak lama kemudian, tiba - tiba Ada sekitar Puluhan Monster yang jenisnya berbeda seperti, Goblin, Orc, Lizardman. yang sudah naik di atas batu, dan mencoba mendekati Respati.
(ugh, ini benar - benar sangat gawat.)
tampa mau menyerah, Respati terus mencoba untuk mengerakkan tubuhnya, namun tetap saja ia tidak bisa.
"sial, bergeraklah,....bergeraklah!?"
sambil membisikkan hal itu, puluhan Monster itu terus mendekat ke arahnya.
namun, tetap saja ia tidak bisa bergerak. hingga akhirnya ketika Para Monster itu mencoba menerjang ke arahnya dan membunuhnya.
Respati cuma bisa Pasrah sambil menutup kedua matanya.
(haaa kawan, Sepertinya, sebentar lagi aku akan bertemu dengan kalian!?)
saat Respati mengatakan itu di dalam pikirannya, Tiba - tiba terdengar sebuah panggilan di telinga kanannya.
{Maaf kami Terlambat, Kapten Respati.}
"eh!"
sentak Respati lansung membuka kedua matanya karena terkejut, dan sesaat kemudian ia melihat puluhan Monster di depannya, lansung di hujani Ratusan Peluru dari samping.
DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....
ARGHHHHHHHHHHHH!!
peluru itu terus menjebol setiap tubuh mereka, mulai dari Kepala, tangan, badan hingga kaki mereka dan lansung jatuh ke tanah.
Respati yang masih Tercengan dengan apa yang ia lihat didepan. tiba - tiba ia mendengar lagi suara itu di telinga kanannya.
{Kapten Respati, Apa anda baik - baik saja.}
"eh, y- yaa, aku baik - baik saja,...makasih Kapten Widura."
jawab Respati, sambil tersenyum.
_______________________________
___________________
terlihat ada banyak sekali Pasukan yang sedang berlari di atas bebatuan, sambil menembak setiap Monster yang Mencoba naik di atas Batu, tempat Respati berada.
mereka adalah pasukan dari lokasi Sayap Kiri, yang terdiri dari 3 unit yaitu. unit 13, unit 15 dan unit 17.
mereka saat ini terus mendekat ke arah Respati, Sambil menembak Ribuan dan beberapa tumpukan Monster yang ada di bawah Batu.
"BAGUS, TERUS TEMBAK, JANGAN BIARKAN SATUPUN DARI MEREKA SAMPAI MENDEKATI KAPTEN RESPATI, MENGERTI?"
"""""""""""""" SIAP, KAMI MENGERTI KAPTEN!?""""""""""""""
DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....
ARGHHHHHHHHHHHHHHHH!!
secara terus - menerus, mereka menembaki Para Monster yang mencoba menaiki batu itu.
bukan hanya mereka saja. jauh di belakang mereka lagi, terlihat ada 5 prajurit yang sedang merunduk di atas bebatuan tinggi, sambil menggunakan senjata Sniper.
mereka adalah prajurit yang di tugaskan untuk melindungi Respati, dari serangan Monster, yang berhasil naik, lewat di sebelah batu.
"LAPOR, 2 TARGET TERLIHAT DARI ARAH JAM 11."
"DI SINI PRAJURIT 3, SIAP MENEMBAK."
"PRAJURIT 1, SIAP MENEMBAK."
DORR!!
DORR!!
ARGHHHH!!.............UWARGGGGG!!
"5 TARGET TERLIHAT. 2 DARI ARAH JAM 1. 3 DARI ARAH JAM 12."
"DI SINI PRAJURIT 4, SIAP MENEMBAK, 2 TARGET DARI ARAH JAM 1."
DORR!!
UWRGGGG!!
DORR!!
ARGHHHHH!!
"DI SINI PRAJURIT 2, CUMA BISA MENGAMBIL 2 TARGET. DARI ARAH JAM 12"
__ADS_1
"PRAJURIT 3, SIAP MENGAMBIL TARGET YANG SATUNYA."
DORR!!
DORR!!
ARGHHHH!!............UGHRRRRRR!!
DORR!!
UWAGRRRRRR!!
saat para prajurit Sniper terus membunuh setiap Monster yang mencoba mendekati Respati dari sebelah batu.
beberapa saat kemudian, pasukan dari 3 Gabungan unit, akhirnya sudah hampir sampai di bebatuan Tinggi. tempat dimana Respati berada.
seusai mereka sampai di sana. beberapa pasukan lansung membersikan sisa - sisa Monster yang ada di bawah batu.
sedangkan beberapa pasukan yang lainnya, lansung menuju ke arah depan batu. dimana jalur para Monster itu datang, sambil membuat Formasi dan lansung membunuh mereka.
DORRRRRRRRRRRRRR!!,...DOR!!,..DOR!!,...DOR!!,....DORRRRRRRRRRRR!!....
ARGHHHHHHHHHHHHHHHHH!!
__________________________________
_________________________
di atas batu.
Respati yang saat ini tidak bisa bergerak, mencoba untuk berusaha mengerakkan jarinya. namun, tetap saja, ia tidak bisa mengerakkannya.
"sial, berapa lama lagi, aku tidak bisa bergerak."
ketika Respati sedang membisikkan itu dengan wajah kesal. tiba - tiba ia merasakan ada 3 orang yang sedang mencoba, mendekatinnya dari samping.
namun, karena Respati tidak bisa menggerakkan badannya, sehingga ia hanya bisa melirik meraka dari samping, dengan setengah badannya saja yang terlihat.
tap!!,.....Tap!!,.......TAP!!....
setelah beberapa saat mendengar langka kaki mereka, tak lama kemudian, akhirnya 3 orang itu sampai di dekat Respati.
setelah mereka sampai, salah satu dari mereka lansung berjongkok di dekatnya, sambil melihat Respati dengan wajah senang.
"Tidak ku sangka, anda bisa bertahan selama ini, Kapten Respati!?"
"heh, kaupun juga, tidak kusangka kau setelat ini datang, Kapten Widura."
jawab Respati sambil tersenyum.
seusai itu, melihat bahwa Respati baik - baik saja, membuat Widura lansung terlihat senang.
"hahaha, Maaf, maaf, saat di perjalanan, kami kena masalah,...jadi!?"
"begitu,....yaa, karena anda sudah datang ke sini, jadi bisa anda bantu saya hilangkan bius ini, aku tidak bisa bergerak sama sekali?"
"eh, ya, aku mengerti."
setelah Widura mengatakan itu, ia lansung mengambil sebuah Suntikan di kantong celana nya. setelah itu ia lansung menyuntikkannya ke leher Respati.
"baiklah, dengan begini selesai."
ucap Widura.
setelah itu, perlahan Respati mulai mencoba mengerakkan tangannya beberapa kali.
"bagus, aku sudah bisa bergerak."
setelah mengetaui bahwa ia sudah bisa bergerak, perlahan ia mulai berdiri, sambil melihat ke arah Widura.
"Kapten Widura, Makasih."
"ya. sama - sama."
jawab Widura.
setelah itu, Respati memperhatikan, bahwa ada 2 orang yang lainnya, sedang berdiri di belakang Widura sambil melihat ke arahnya.
namun, ketika ia melihat 2 orang itu, ia lansung mengenal mereka.
dimana yang satunya adalah Raditya Kapten dari unit 13, sedangkan yang satunya lagi, Surya, Kapten dari unit 17.
"ohh, tidak kusangka, kalian datang membantu juga!?"
"yaa, mau gimana lagi. lagi pula ini perintah lansung dari Kolonel."
jawab Raditya
"benar, selain itu, bukan hanya kami saja yang membantumu." ucap Surya
"eh, apa maksud kalian?"
saat Respati mencoba untuk bertanya, mereka bertiga lansung mengalihkan pandangannya ke arah bawah.
setelah itu, Respati lansung mengikuti pandangan mereka. dimana pandangannya mengarah, ke tempat Rombongan Monster itu berjalan.
__ADS_1