
Setelah Valdo mengeluarkan kekuatan nya. Brid dan Mael langsung berhenti bergerak dan terlihat waspada. sebab mereka menduga bahwa kekuatan Valdo sangat berbahaya apa lagi dengan lingkaran sihirnya yang sudah memenuhi ruangan ini. Yang dimana itu bisa menyerang mereka kapan saja.
Sementara itu di satu sisi Alexei memperhatikan Carla, dimana ia masih terlihat sangat tenang seolah tidak takut sedikitpun.
Lalu tak lama kemudian Alexei melihat Carla tiba - tiba melirik Mael. Mael seolah menyadari itu juga dan langsung menganggukkan kepalanya.
"Um."
Namun bukan hanya Mael saja yang Carla lirik tapi Brid juga. Yang dimana hal itu membuat Alexei entah kenapa memiliki firasat buruk.
(Carla, apa yang sedang kau rencanakan?)
Sementara Alexei memikirkan itu, Carla kembali melihat Alexei dan mengajukan pertanyaan..
"Alexei, ini peringatan terakhir dariku Apa kau benar - benar berniat menghalangi ku membunuh mereka berdua(Sherlie, Vincent)?"
Meskipun di tatap tajam seperti itu tetapi Alexei tidak gentar sama sekali, ia dengan tegas menjawab..
"Yah. Lagi pula sejak awal perjanjian kita hanya untuk membuatmu bertemu dengan mereka bukan untuk membunuhnya.-
-Jadi jika kau sampai mencoba membunuh mereka maka sudah tugasku sebagai tuan rumah untuk melindunginya."
Carla seolah menyindir perkataan Alexei dengan senyuman sinis di wajahnya.
"Sebagai tuan rumah? Kukuku Alexei tidak usah banyak alasan begitu, aku sudah tau kalau sejak awal kau memang tidak berniat membiarkan ku membunuh mereka. Jadi tidak usah mengatakan hal - hal seperti ini sudah tugasku lah atau apa lah. Itu hanya membuat aku sangat muat sialan."
Alexei mencoba untuk tetap diam. Karena ia sadar kali ini Carla benar - benar sangat marah.
"......."
Lalu saat itulah Carla tiba - tiba menghela nafasnya dan menyipitkan matanya dengan tajam ke arah Alexei.
"Haaa aku rasa tidak ada gunanya lagi bicara dengan kalian. Kalau begitu Brid, Mael lakukan sekarang."
Tanpa banyak tanya Brid langsung mengeluarkan sebuah pipa rokok dari balik jaketnya. Dimana pipa rokok itu tidak lain adalah Senjata S Gearnya.
Sedangkan Mael ia membuka kopernya, dimana koper itu ternyata memiliki penyimpanan 2 tingkat.
__ADS_1
Tingkat pertama di isi oleh Sniper baru Mael, Dimana Sniper itu adalah Senjata S Gear milik Mael.
Sedangkan tingkat kedua di isi oleh beberapa barang seperti bom cahaya, Drone darat peledak yang bentuknya seperti laba - laba berukuran tangan orang dewasa dan juga Keyboard kecil yang tombolnya cuma berisikan angka doang dari angka 1 sampai angka 20. Di tambah lagi keyboard itu memiliki sebuah antena di atasnya.
Mael mengambil keyboard itu dan mulai menekan angka 1 dan 2.
TIP!!...TIP!!...
Pada saat angka 1 dan 2 lampunya sudah menyalah menjadi hijau, Mael langsung menekan satu - satunya tombol merah yang terdapat di keyboard itu. Dan saat itu juga sebuah ledakan besar terjadi di lantai bawah yang mengakibatkan tempat ini berguncang dengan hebat.
""Kyaaaa!!"" Amaliya, Sherlie.
"""~Ughhhhh!""" Alexei, Valdo dan Vincent.
Sayangnya di karenakan Struktur Mansion ini sangat kokoh sehingga tidak membuat Mansion ini roboh.
Meski begitu Carla tidak mempermasalahkan sama sekali sebab sejak awal tujuan Carla memang bukan untuk merobohkan Mansion ini melainkan untuk mengalihkan perhatian mereka sejenak agar Brid dan Mael bisa bergerak.
Dan seperti yang Carla perkirakan, Brid langsung menggunakan kekuatan Senjata S Gearnya sedangkan Mael mengambil bom cahaya dan melemparnya ke arah Alexei.
Tentu Alexei menyadarinya dan dengan sigap ia menyuruh semuanya untuk menutup mata.
Kecuali kelompok Carla, semuanya mendengarkan perkataan Alexei dan langsung menutup mata.
"DAN JUGA VALDO TOLONG LINDUNGI MEREKA."
Alexei sadar ada kemungkinan Carla melakukan serangan ketika mereka menutup mata sehingga ia menyuruh Valdo untuk melindungi Sherlie dan yang lainnya.
Lalu saat itulah ruangan ini di penuhi oleh cahaya hingga sulit untuk melihat.
Untuk jaga - jaga Valdo membuka matanya sedikit dan memasang beberapa Lingkaran sihir di sekitar Sherlie, Vincent dan Amaliya agar bisa bersiap - siap jika kelompok Carla melakukan serangan.
Namun berapa kali pun Valdo menunggu ia tidak merasakan adanya serangan sama sekali.
Malahan ia merasa ada yang aneh saat melihat bom cahaya itu, Dimana ledakan dari cahaya nya itu tidak hanya sekali terlihat tapi ada dua kali yang dimana hal itu seharusnya tidak terjadi, sebab dari yang ia ingat Mael hanya melempar satu bom cahaya saja sedangkan cahayanya dua kali terlihat. jadi dari mana cahaya satunya itu berasal?
(Sial, aku tidak mengerti sama sekali apa yang mereka rencanakan?) Pikir Valdo.
__ADS_1
Lalu tak lama kemudian cahaya itu perlahan mulai mereda di susul oleh Valdo yang mulai menyuruh semua orang untuk membuka mata mereka masing - masing.
"Sepertinya sudah selesai, kalian semua bisa membuka mata kalian sekarang."
Baik Amaliya, Sherlie, Vincent dan juga Alexei mulai membuka matanya, namun sesaat kemudian tiba - tiba mereka semua kaget saat mengetahui kelompok Carla sudah tidak ada di ruangan ini.
"Eh dimana mereka?" Amaliya.
"Apa mereka kabur?"
Ucap Vincent. Tapi itu langsung di bantah oleh Alexei yang berkata...
"Itu tidak mungkin, lagi pula sejak awal tujuan mereka datang kesini adalah membunuh kalian berdua jadi tidak mungkin mereka kabur."
Valdo seolah setuju juga dan membalas..
"Anda benar, jika mereka memang kabur seharusnya mereka meninggalkan beberapa kerusakan di ruangan ini agar bisa lari dari tempat ini tapi dari yang aku lihat sepertinya tidak ada kerusakan sedikitpun di sini, baik dinding di sekitar, jendela ataupun pintu ruangan ini."
"Setelah di perhatikan baik - baik memang benar tidak ada kerusakan sama sekali. Jadi kemana mereka pergi?"
Pada saat Sherlie menanyakan itu, semua orang mulai mencoba berpikir.
Lalu saat itulah tiba - tiba Valdo dan Alexei mendengar suara gesekan dari atap ruangan ini Dan saat mereka mencoba melihat ke arah atas mereka sontak lansung terlihat sangat shock.
Sebab apa yang mereka lihat di atas sana adalah gerombolan laba - laba hitam yang berukuran seperti tangan orang dewasa. Dimana laba - laba itu menempel di langit - langit sana.
Tanpa perlu di katakan lagi laba - laba itu adalah sebuah Drone darat peledak milik Carla yang Alexei lihat tadi saat Mael membuka kopernya.
"Apa - apaan ini!" Valdo.
"Sial! Semuanya cepat keluar dari ruangan ini sekarang juga."
Alexei berteriak dan mencoba memperingati mereka tetapi tiba - tiba sekumpulan laba - laba muncul lagi dari bawah sofa dan menempel ke tubuh mereka semua.
"Kyaaa!! Menjauh dariku, Aku benci laba - laba." Sherlie.
"Cih aku tidak tahan lagi!"
__ADS_1
Amaliya merasa kesal. Ia mengulurkan tangannya ke depan dan mencoba membekukan semua laba - laba itu. Namun sayangnya laba - laba itu lebih dulu meledak hingga terjadilah sebuah ledakan di ruangan itu.
BOM!!