
Noel mengumpulkan semua alutsista yang ia panggil ke belakang Carla. hal itu membuat semua orang yang ada di sana merasa terkejut, tanpa kecuali Carla sendiri.
"i~ini...." Carla.
[Aku memanggil semuanya ke sini Master.]
"Tapi untuk apa?"
[Tentu saja untuk membantu anda agar bisa mendekati Gadis itu(Amaliya).]
"Aku mengerti itu, yang ingin ku tanyakan mengapa kamu harus memanggil semuanya ke sini? bukankah mereka bisa membantu kita dari bawah sana(Pegunungan)-
-Selain itu jika semua Alutsista ini sampai di hancurkan maka itu akan sangat mengurangi kekuatan tempur kita."
Bagi Carla satu - satunya senjata dia sekarang adalah Alutsista - Alutsista ini. jika Alutsista ini sampai di hancurkan maka itu sama saja Carla akan melawan Alexei dan yang lainnya dengan tangan kosong.
Karena itulah Carla sedikit khawatir jika Noel mengumpulkan semua Alutsista nya di sini.
Namun di sisi lain, Noel malah berpikir sebaliknya dan berkata....
[Master, anda tak usah khawatir, mereka tidak akan berani menghancurkan semua Alutsista ini.]
"Apa maksudmu?"
[Coba anda perhatikan baik - baik pak tua itu(Valdo), sejak ia bertarung dengan anggota anda, aku sesekali mengirim satu helikopterku ke sana untuk membantu mereka, namun...]
Satu helikopter Noel mencoba menyerang Valdo dari belakang, Valdo dengan sigap lansung menebas semua serangan itu menggunakan lima pedangnya yang melayang - layang di sekitarnya.
Jika di lihat Ini mungkin terlihat biasa - biasa saja tapi jika di perhatikan baik - baik Carla bisa merasakan ada sedikit kejanggalan di sana.
"i~ini...."
[Sepertinya anda juga sudah menyadarinya.-
-Benar, sejak tadi pak tua itu tidak berniat menghancurkan helikopter yang menyerangnya sama sekali, ia hanya mengambil posisi bertahan saja, padahal jika di pikirkan baik - baik helikopter itu sangat mengganggu pertarunganya tapi ia malah membiarkannya.]
"Setelah di perhatikan baik - baik, itu benar juga...."
[Omong - omong Bukan hanya dia saja Master, masih ada lagi...]
Kali ini Noel mengalihkan pandangannya ke arah Amaliya, dimana ia mengirim tiga helikopter nya ke sana dan mencoba menyerang Amaliya dari segala sisi.
DORRRRR! DORR!! DORRRRRRRR!!
Semua serangan helikopter itu berhasil di tangkis dengan rantai es yang mengelilinginya, namun anehnya rantai itu tidak menyerang balik, ia malah diam saja di situ menunggu serangan lainnya datang. padahal jika ELSIE mau, ia bisa saja menghancurkan ketiga helikopter itu dengan rantai es nya tapi sayangnya tidak ia lakukan.
SUDAH JELAS KALAU INI ANEH.
__ADS_1
[Anda lihat kan Master, mereka tidak berniat menghancurkan alutsista yang menyerang mereka. aku tidak tau alasannya namun aku rasa kita bisa gunakan kesempatan ini untuk menyerang mereka agar anda bisa mendekati gadis itu.]
Carla tidak mengatakan apa - apa dan hanya menganggukkan kepalanya dengan kuat sebagai balasan.
"Um."
[Baiklah sudah di putuskan, kalau begitu sebelum kita serang gadis itu, kita urus mereka dulu...]
Semua Artileri yang tadinya di arahkan ke Amaliya sekarang kembali lagi di arahkan ke Penghalan Vincent. ini supaya mereka tidak bisa ikut campur saat Carla menyerang Amaliya.
[Seharusnya mereka tidak akan bisa lagi mengganggu anda, Sekarang waktunya kita serang gadis itu.]
"Yah."
Satu Drome hitam berbentuk segitiga mendarat di samping Carla. Carla menaiki Drome itu dan terbang menuju Amaliya.
Carla terbang di samping kiri Amaliya sambil di ikuti 8 Drome di belakangnya.
Sedangkan unit helikopternya terbang di samping kanan. lalu ada juga puluhan kendaraan tempur yang berada di belakangnya, menyerang Amaliya dari depan.
ELSIE tentu tidak tinggal diam saja, ia lansung menciptakan ribuan duri es di atasnya dan menahan semua tembakan dari kendaraan tempur itu di depannya.
ELSIE juga menggerakkan tiga rantainya ke samping kanan untuk menahan serangan dari unit Helikopter. Sedangkan tiga rantai lainnya ELSIE gunakan untuk menangkap Carla dan unit Drome nya terbang di samping kiri.
[Master tiga Rantai itu sedang menuju ke arah anda, sepertinya ia mencoba menangkap anda.-
"Aku tau."
Carla memegang erat Drome yang di naikinya. Noel mulai menambah kecepatan Drome tersebut dan berhasil menghindari ketiga rantai itu tapi sayangnya 2 dari 8 Drome yang mengikutinya di belakang berhasil di tangkap dan langsung di bekukan menjadi Es.
"Noel itu..."
[Yah, sepertinya rantai itu bisa mengubah segala hal yang di tangkapnya menjadi es.-
-Mulai dari sini kita harus ekstra hati-hati agar tidak tertangkap, jika tidak maka semuanya akan berakhir.]
"Um."
Noel dan Carla berusaha menghidari ketiga rantai itu. sesekali Drome yang mengikutinya di belakang melepaskan tembakan juga ke arah rantai tersebut namun sayangnya itu tidak berguna karena rantai itu memperbaiki dirinya kembali seperti semula.
Namun setidaknya serangan dari Drome tersebut berhasil memberikan Carla ruang untuk mendekati Amaliya.
(Bagus sebentar lagi kita akan menyampai dia.) Pikir Carla.
Ketika Carla sudah hampir sampai di tempat Amaliya tiba - tiba ELSIE seringai serta mengumamkan sesuatu...
[Tidak semudah itu kalian bisa mendekati Masterku.]
__ADS_1
Setelah ELSIE mengatakan itu, 4 rantai es la gsung muncul kepermukaan dari bawah tanah dan mengelilingi Carla.
"SIAL KITA DI KEPUNG!"
[Master, peganganlah.]
Noel buru -buru berusaha membawa Carla menjauh dari tempat itu, ia bahkan sampai mengorbangkan 4 Drome nya agar bisa lolos dari situ.
[Master, apa anda tidak apa - apa?]
"Yah aku tidak apa - apa, itu nyaris sekali."
Carla melihat ke belakang dan memperhatikan tinggal 2 Drome yang mengikutinya di belakang.
"Sisa 2 Drome ya. jika begini terus kita tidak akan bisa mendekati Gadis itu. di tambah lagi rantai es nya juga tambah banyak dari yang sebelumnya."
Awalnya rantai es Amaliya ada 6. tiga di gerakkan ke samping kanan untuk menahan serangan dari unit Helikopter, sedangkan tiga lainnya di gerakkan ke samping kiri untuk menangkap Carla.
Namun saat ini bertambah lagi 4 rantai es yang mencoba menangkap Carla yang jika di jumlah berarti ada 7.
Hal ini tentunya membuat Carla makin kesulitan untuk mendekati Amaliya.
"Cih."
Carla mendecatkan lidahnya dan terlihat kesal.
[Master tenanglah, ini belum selesai, kita belum menggerakkan seluruh kekuatan kita.]
"Maksudmu?"
Noel sepertinya telah menyiapkan sesuatu, namun Carla belum tau apa itu.
Noel lalu melihat ke arah selatan begitu juga dengan Carla.
Alexei seolah penasaran juga dan mengikuti arah pandangan mereka. Dan di sana mereka melihat ada sesuatu yang sedang terbang menuju ke arah mereka.
Dan tidak hanya satu atau puluhan tapi ada lebih dari ratusan.
Bentuknya mirip seperti pesawat dan warnanya abu kehitaman, ukurannya lebih kecil dari Drome tempur yang saat ini Carla naiki.
"I~Itukan!"
Alexei seolah tau benda apa itu. itu adalah sebuah Drome, namun berbeda dengan Drome tempur yang saat ini di kendalikan Noel, itu adalah Drome peledak, alias Drome penghancur.
Alexei juga tidak melihat andanya Garis - Garis hijau di Drome itu, seperti Alutsista lainnya yang di kendalikan Noel.
(Bagaimana bisa Drome - Drome itu berada di sini? Tidak mungkin Drome itu di kendalikan oleh dia(Noel) lagi pula Drome itu tidak berasal dari tempat ini, itu semua berasal dari tempat lain yang jaraknya sekitar puluhan Kilometer dari tempat ini. jadi bagaimana bisa?)
__ADS_1
Dari wajahnya terlihat jelas bahwa Alexei saat ini benar - benar kebingungan.