
Ketika aku berlari di pedalaman Hutan, aku mencoba mengejar jejak - jejak Erina.
Namun, Jauh di depanku, tiba - tiba muncul sebuah cahaya Putih. Dimana cahaya itu sangat terang sampai - sampai membuat mataku kesakitan hingga akhirnya ku tutup dan berhenti sejenak.
"Sial, cahaya apa itu?"
Tanyaku.
[Cahaya ini kan?]
"Ada apa PIX, apa kau tau sesuatu?"
[Yah, aku tau.]
Jawab PIX dengan ekspresi serius, kemudian ia berahli ke arahku dan berkata....
[Master, untuk sekarang sebaiknya anda tutup mata saja, karna jika anda memaksa untuk melihat(cahaya itu) kemungkinan mata anda bisa saja rusak.]
"Kau benar,...tapi, berapa lama aku harus menutup mata?" tanyaku dengan tenang.
[Tidak lama kok, sebentar lagi Cahaya itu pasti akan mereda.]
"Hmmm...Baiklah, aku mengerti."
Balasku dengan santai.
Setelah beberapa saat aku menunggu, tak lama kemudian akhirnya cahaya itu mulai mereda. Dimana aku lansung membuka mataku dan mencoba berlari ke arah cahaya itu.
Namun tidak jauh di depanku, tiba - tiba aku melihat sebuah jurang. Yang Dimana jurang itu sangat Dalam, hingga membuat aku lansung berhenti dan melihat ke arah bawah...
"Uwaa, jika aku jatuh tadi, bisa - bisa aku patah tulang."
[Anda benar...Tapi syukurlah kita masih ****** melihat sumber cahaya itu.]
"Setelah kau mengatakannya, benar juga."
Balasku sambil melihat ke arah depan, Dimana jauh di depanku, terlihat sebuah lingkaran Putih yang sangat besar, dimana Tinggi lingkaran itu sekitar 25m Sedangkan lebarnya 10m.
Itu sudah melebihi ketinggian Pohon - pohon di sekitar yang ada di Hutan ini.
"Lingkaran itu....jangan bilang....."
Seolah tau apa yang ingin aku katakan, PIX lansung menjawab....
[Yah, itu adalah..LUBANG DIMENSI!]
___________________________________
______________________________
Di wakru bersamaan tepatnya di kamar Carla. Terlihat Ia sedang tidur lelap di kasur, dimana kelopak matanya masih seperti biasa sangat Hitam.
Namun, di saat Carla lagi asiknya tidur tiba - tiba Noel muncul di layar Hp Carla yang berada di samping kepalanya. Dimana Noel mencoba membangunkan Carla...
[Master bangun, tolong cepat bangun, ada sesuatu yang harus anda lihat.]
"~Um...ada apa?"
Tanya Carla yang perlahan mulai bangun dan melihat ke arah Noel.
[Lihat di Monitor anda, Lubang itu akhirnya terbuka.]
"Umm? Lubang yang mana?"
Tanya Carla sambil menguap.
[Itu,..Lubang misterius yang ada di Kota Sulsel.]
Mendengar perkataan Noel membuat Mata Carla lansung melebar karena terkejut.
Kemudian ia buru - buru melihat 3 Monitornya tidak jauh di samping kasur. Dimana Monitor bagian kanan memperlihatkan sebuah Peta dunia diisi oleh beberapa Lingkaran kecil berwarna Hijau, Biru dan Ungu yang tersebar di seluruh dunia.
Yang dimana Lingkaran - Lingkaran itu adalah tempat Lubang Para Monster keluar.
Namun, di antara Lingkaran - lingkaran itu Ada satu Lingkaran baru yang berbeda, yang dimana warnanya itu berwarna Putih.
Dan letat Lingkaran itu berada tepat di Kota Sulsel, di Negara Indonesia.
"I-ini kan..."
Setelah melihat itu, Carla lansung turung dari tempat tidur dan buru - buru pergi duduk di Kursi Gamingnya, dimana ia menatap Lubang itu dengan Ekspresi Serius dan bertanya - tanya...
"Lubang apa ini? Baru kali ini aku lihat.."
[Yah Anda Benar.]
Balas Noel dengan nada Serius, kemudian Carla berahli ke arah Monitor bagian Tengah, dimana Noel sudah bwrada di sana.
"Omong - omong Noel, Lubang ini kapan terbukanya?" tanya Carla.
__ADS_1
[Baru saja Master.]
Jawab Noel.
"Eh baru saja, bukankah itu terlalu cepat? apa kau yakin?"
[Yah.]
Jawab Noel secara singkat. Kemudian Carla menatap kembali lingkaran putih itu dan berpikir...
Selama ini, sebelum Lubang dimensi Terbuka biasanya Noel menganalisanya terlebih dahulu supaya ia bisa memprediksi kapan Lubang itu akan terbuka.
kebanyakan Lubang yang akan terbuka biasanya sekitar satu Bulan atau mungkin setengah Bulan. Bahkan ada juga Lubang yang baru terbuka setelah 1 tahun.
Namun, lubang kali ini sangat berbeda. Dimana Lubang ini lansung terbuka tanpa bisa di prediksi oleh Noel sekalipun.
Terlebih lagi lubang ini baru pertama kali Carla lihat, dimana warna lubang ini berwarna putih.
Dengan kata lain, Lubang ini Kemungkinan adalah....
"LUBANG ABNORMAL BARU."
Bisik Carla dengan nada Tajam. Noel yang dengar bisikkan tersebut lansung membalas...
[Yah Anda benar, jadi apa yang akan anda lakukan? Apa Master ingin beritau soal ini pada Jendral Alexei?]
"Tidak, untuk sekarang kita amati terlebih dahulu, setelah itu kita baru beritau mereka, sekalian juga dia(Rangga)."
[Yah, aku pikir itu pilihan yang bagus.]
Balas Noel yang terlihat senang. Setelah itu Carla memghela nafas "haaa...!! Dan berkata....
"Baiklah, kalau begitu NOEL SAATNYA KITA LAKUKAN ANALISA TERHADAP LUBANG INI."
[AKU MENGERTI MASTER.]
___________________________________
_____________________________
Sementara itu kembali di tempatku. Di Saat aku terus menatap Lubang itu, tiba - tiba aku dengar ada suara seorang gadis yang lagi kesakitan di Bawah Jurang.
Saat aku coba melihat ke arah sana, aku tidak menemukan atau melihat apapun.
(Apa hanya perasaanku saja?)
Ketika aku memikirkan itu, PIX mendengarnya dan lansung bertanya...
"Tidak, Bukan apa - apa."
Balasku dengan tenang sambil kembali melihat Lubang itu, dimana Sorot mataku terlihat sangat tajam, seolah ingin cari tau kenapa Lubang ini bisa ada di tempat seperti ini.
"Jika aku ingat baik - baik, bukankah Rangga pernah membicarakan Soal Lubang baru yang akan terbuka di kota ini(waktu melakukan panggilan dengan Carla).-
-jangan Bilang, Lubang inilah yang ia maksud?"
[Sepertinya begitu.]
Balas Lansung PIX. Namun tidak berhenti sampai di situ, aku melanjutkan lagi...
"Tapi, jika itu memang benar, kenapa Lubang ini berwarna Putih? Bukankah Kamu pernah Bilang bahwa Lubang dimensi terdiri dari 4 kategori.-
-yang pertama Lubang Hijau dan yang kedua Lubang Biru sedangkan yang ketiga Lubang Merah dan yang terakhir adalah Lubang Abnormal, Lubang yang di sebut sebagai Lubang yang Bisa mengubah Warna dan Tingkatan Monster dari 3 Lubang sebelumnya(Hijau, Biru dan Merah).-
-Namun, apa yang kita lihat saat ini bukanlah dari 4 kategori tersebut, sebab jika Lubang Putih ini adalah Lubang Abnormal, Seharusnya di tempat ini sudah ada Lubang Hijau, Biru atau Merah sebelum Lubang Putih ini muncul. Tapi ketiga Lubang itu tidak pernah adakan?"
[Setelah di pikir - pikir benar juga.]
Balas PIX dengan Serius.
"Nah kalau begitu, Lubang apa ini?"
Ketika aku menanyakan itu, untuk sesaat PIX melirik mataku, dimana tatapanku terlihat seolah Ingin sekali tau soal Lubang ini.
Menyadari itu, PIX lansung terlihat kesusahan, dimana ia menjawab...
[Master, aku tau kamu mungkin tidak akan senang, tapi untuk Lubang yang satu ini, aku minta maaf aku tidak Bisa memberitaumu.]
"Memang Kenapa?"
Tanyaku.
[Itu karena, bagi kami Para TUPXION Lubang ini kami anggap Sebagai Lubang yang sangat - sangat Rahasia dan dilarang untuk memberitaukan hal ini pada Master kami.-
-itulah sebabnya aku tidak bisa memberitaumu.]
"Hmmm....."
[Namun, jika anda segitunya ingin tau soal Lubang ini, bukan berarti tidak ada jalan lain.]
__ADS_1
"Oh Apa masih ada cara lain?"
Di saat aku menanyakan itu, PIX lansung menatap mataku, dimana ia menjawab....
[YAH, ANDA BISA MENANYAKAN SOAL INI KE GADIS ITU. SEBAB DIA ADALAH SALAH SATU MANUSIA YANG SUDAH TAU SOAL LUBANG(PUTIH) INI.]
Mendengar ucapan PIX membuat Mataku lansung menyipit dengan tajam.
Dimana gambaran seorang Gadis yang di Sebutkan PIX barusan lansung muncul di dalam pikiranku. Yang dimana Gadis tersebut tidak lain adalah Gadis yang membawa 7 TUPXION ke dunia ini.
"Begitu....Jadi gadis itu yah."
Di saat aku mengumankan itu, tiba - tiba aku melihat Lubang itu Seolah mulai mengecil dan terhisap. hingga beberapa saat kemudian ia pun menghilang.
"Hah Lubang itu sudah hilang? Apa semua Lubang seperti ini?"
Tanyaku sambil melirik ke arah PIX. Dimana PIX dengan tegas menjawab...
[Tidak, biasanya sekali Lubang Muncul mereka tidak akan hilang semudah ini, Kecuali kalian yang menghilangkannya.-
-KEMUNGKINAN HANYA LUBANG INI SAJA YANG BISA HILANG SECEPAT ITU.]
"Eeeeh benar - benar Lubang yang sangat Misterius yah.-
-Selain itu, dari tadi aku juga tidak merasakan satupun keadiran di sana. Apa mungkin Lubang ini tidak mengeluarkan Monster?."
[........]
Di saat PIX tidak membalas apapun terlihat Sorot mataku lansung melirik ia dengan tajam dimana bibirku seringai.
"Heh."
Setelah itu aku meregangkan kedua tanganku dan berkata....
"Baiklah untuk sekarang kita Lupakan Saja soal Lubang ini dan Fokus mencari Erina.-
-lagi pula ini sudah hampir masuk tengah malam."
[Yah anda benar.]
Balas PIX.
"Yosh, kalau gitu ayo kita pergi."
Sambil meninggalkan kata - kata itu, aku pun lansung turung ke bawah Jurang kemudian aku berlari dan lanjut mencari Erina.
____________________________________
________________________________
Di waktu bersamaan, setelah Lubang Putih menghilang. Di Monitor kanan Carla, terlihat Lingkaran Putih yang tadinya ada di Kota Sulsel sekarang Hilang dan kembali ke bentuk awalnya.
Yang Dimana Bentuk awalnya itu Lingkaran Transparan berwarna Warni seperti pelangit dan memiliki sebuah tanda tanya Di atasnya. dimana Tanda tanya itu tidak lain adalah kapan waktu ia terbuka.
Carla Dan Noel yang melihat itu merasa kebingungan dan kaget, dimana Carla bertanya - tanya.....
"Apa - apaan ini?"
Noel yang dengar itu, lansung membalas....
[Aku juga tidak tau, tapi syukurlah kita masih ****** mengambil beberapa datanya jika tidak, kita tidak akan bisa menelitihnya.]
"Yaa Kau benar."
Balas Carla, namun tidak berhenti sampai di situ Noel melanjutkan lagi....
[Tapi Master, untuk sekarang sebaiknya kita rahasiakan saja terlebih dahulu soal Lubang Putih ini.]
"Eh memang kenapa?"
Tanya Carla.
[Itu karena data yang kita dapatkan tadi tidaklah banyak sehingga aku membutuhkan Waktu beberapa Bulan untuk menelitinya, agar kita bisa tau kapan Lubang ini benar - benar akan terbuka.-
-Selain itu, aku lupa mengatakan ini tapi saat ini anda dan Jendral Alexei sedang bermusuhan kan, jadi tidak ada masalah jika kita tidak beritau dia.]
"I- itu memang benar sih, tapi bagaimana dengan Rangga?"
"Tidak usah khawatir anda bisa memberitau dia kok, lagi pula ia sangat membutuhkan informasi ini untuk melindungi kotanya.-
-yang jelas anda harus ingat, UNTUK TIDAK BERITAU SOAL INI PADA JENDRAL ALEXEI MENGERTI?"
Tanya Noel dengan nada tegas, dimana ia menyipitkan matanya yang tajam ke arah Carla. Carla yang mengetaui itu hanya bisa terdiam dan tidak mengatakan apapun.
"......"
Namun beberapa detik kemudian, Ia menghela nafas "haaa...!!" dan menjawab....
"Baiklah aku mengerti,....kalau gitu mari kita mulai menelitih Lubang ini."
__ADS_1
[SIAP MASTER.]