
ketika Mael Melawan Boss Monster. pada saat bersamaan Dux yang berada di dalam Helikopter, sedang menggabunkan Beberapa Tas Peledaknya menjadi satu.
Sehingga daya Ledakan yang di keluarkan nanti makin kuat.
Setelah beberapa saat Dux melakukan hal itu. Tak lama kemudian Dari depan sang Pilot Bicara dengan Dux lewat Headphone.
{Lapor pak, kita sudah hampir sampai}
"Baik, aku mengerti."
Jawab Dux dengan santai. Setelah itu ia mengumpulkan beberapa Tas peledak yang sudah ia satukan dan membawanya ke dekat Pintu Heli.
Setelah ia membawa Semua peledaknya. Ia lansung melihat ke arah Luar. Dimana Pandangannya hanya terlihat Gurun pasir saja.
"Di sekitar Sini yah. Intinya berada?"
Saat Dux bertanya ke Sang Pilot. Sang pilot lansung menjawabnya.
{Benar. Menurut koordinat Di Tap ini. Seharusnya ia ada di sekitar sini.}
"Hmm Kalau Begitu, ayo kita mulai."
{Baik.}
Jawab sang Pilot. Setelah itu Sang Pilot mulai menjalankan Helinya untuk mengelilingi Koordinat tersebut.
ketika Helinya sedang mengelilingi Koordinat. di sisi lain. Dux sedang melempar beberapa Tas peledak yang belum ia satukan ke bawah. Sehingga ia bisa mengepun dan menutup jalur pelarian Tentakel itu.
{Lapor, kita sudah selesai mengelilingi Koordinatnya Pak.}
"Aku mengerti,....sekarang..."
Setelah mereka menutup jalur pelariannya. Dux lansung mengambil salah satu Tas peledak yang sudah ia satukan dan lansung melemparnya tepat di tengah Koordinat itu.
Saat Tas itu perlahan jatuh ke bawah. Dux lansung melihat ke arah Sang pilot. Dan menyuruhnya untuk menjauh.
"Bisa kau jauhkan Helinya dari tempat ini?"
{Baik, aku mengerti.)
Jawab Sang Pilot. Setelah itu ia mulai menjauhkan Helikopternya dari Tempat ini.
Dan saat Dux merasa kalau ia sudah cukup jauh dari tempat ia tadi berada. Tanpa menunggu lama ia lansung menekan Sebuah Tombol merah di tangannya dan saat itu juga sebuah Ledakan besar terjadi di tempat itu.
BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOMM!!
Karena Daya ledakannya yang sangat kuat. Sehingga membuat Helikopternya menjadi bergetar.
Setelah beberapa saat Getarannya mulai berhenti. sang Pilot lansung melihat ke arah belakang.
{Pak, apa anda baik - baik saja.}
"Ya. Aku baik - baik saja."
Jawab lansung Dux, setelah itu ia melihat ke arah Ledakan itu terjadi. Dimana Areanya Sudah di penuhi oleh Debu.
Namun, ketika Dux melihat ke arah sana. Dari dalam Debu ia bisa melihat sebuah bayangan, yang keluar dari bawah pasir.
Dan saat debu di sekitarnya mulai Menghilang. Secara perlahan Bayangan itu mulai terlihat.
Di mana Bentuknya adalah Tentakel Boss Monster. yang Di ujungnya terdapat sebuah Bola Kristal Hitam yang di lindungi beberapa Penjepit kepiting di sekitarnya.
Kristal itu Adalah inti dari Monster yang di lawan Mael saat ini.
"Baiklah, karena ia sudah keluar....sekarang."
Sambil mengucapkan itu, Dux lansung masuk ke dalam, dimana ia sedang mengambil koper yang isinya sebuah DRONE.
Setelah ia mengeluarkan DRONE tersebut. Ia lansung mengambil Tas peledak yang sudah ia satukan tadi dan mengaitkannya di bawah DRONE.
Setelah Dux Kaitkan Tas itu. Ia lansung menerbankannya dan mencoba mendekati Tentakel itu.
Namun, saat ia mencoba mendekatinya. Dari depan Tiba - tiba Tentakel itu Mencoba menyerang.
Melihat hal itu, Dux hanya tersenyum saja. Sebab ia sudah tau kalau Inti Monster itu pasti, akan mencoba menghancurkan DROMEnya.
Dan saat Intinya itu sudah Hampir mendekati DRONE tersebut. dengan cepat Dux menekan sebuah tombol. Dan sesaat itu juga sebuah Ledakan besar Terjadi di tempat itu
BOOOOOOOOOOOOOOOOOOMM!!
Setelah beberapa Detik Dux menatap ke arah Ledakan itu. Tak lama kemudian ia memperhatikan, kalau Penjepit yang melindungi Intinya itu sudah Hancur dan membuat Intinya itu terbuka Lebar.
Mengetaui hal itu Tentakel tersebut lansung masuk ke dalam pasir dan mencoba kembali ke Tubuh utamanya.
Namun, ketika ia baru beberapa detik bergerak di bawah Pasir. Dari atas tiba - tiba sebuah Ledakan Terjadi lagi.
BOOOOOOOOM!!
Sesaat Ledakan itu terjadi. Tentakel tersebut lansung bergerak ke arah depan, sambil mencoba keluar dari bawah pasir sehingga ia bisa menghindari Ledakan itu.
__ADS_1
Namun, ketika tentakel itu baru saja mau keluar tiba - tiba ia berhenti bergerak. Sebab di atasnya ia melihat sebuah DROME sedang terbang, Tepat di dekat Intinya berada.
"Heh, HANCURLAH SIALAN!"
Sambil mengucapkan itu dengan Senyuman menyeringai.
dengan cepat Dux lansung menekan sebuah Tombol. Dan sesaat itu juga sebuah ledakan besar terjadi tepat di Intinya berada.
BOOOOOOOOOOOOOOOOOOOM!!
Sesaat Ledakan itu terjadi, Dux Bisa melihat beberapa Potongan Tentakel sedang berterbangan di udara.
Begitu pun dengan Bola Kristal yang sudah hancur berkeping - keping. sedang berterbangan dan jatuh tepat di Tumpukan pasir di bawah.
"haaa,..Akhirnya selesai juga. sekarang....."
sambil memgucapkan itu, Dux mulai menghubungi seseorang.
_________________________________
__________________________
Di sisi lain. setelah beberapa saat Mael Bertarung dengan Monster itu. saat ini ia sedang di penuhi luka sayatan di sekujur tubuhnya.
mulai dari paha, tangan, Punggung, perut, hingga Dahinya.
sehingga Hampir seluruh wajah dan Tubuh Mael di penuhi oleh darah.
namun, meski begitu Mael masih tetap bertarung. meskipun kakinya sangat gemetar dan pandangannya mulai kabur.
"~~~a~aku,..aku harus tetap bertahan, agar ia tidak pergi ke kota."
ketika Mael mengucapkan itu, ia mencoba menjauh dari Monster itu.
namun, ketika baru saja mau berjalan. ia tidak bisa mengerakkan kakinya sama sekali.
sebab. saat ini ia sangat kelelahan, di tambah lagi Darahnya yang terus keluar dari luka yang ia terima.
Sehingga ia tidak bisa lagi menahan beban tubuhnya dan lansung terjatuh berlutut di tanah.
"~~haaa!!....haaaa!!!...haaa!!..a~aku, aku sudah tidak bisa bergerak."
Ucapnya sambil mendengar langkah kaki Monster itu. yang terus mendekat ke arahnya.
"~~a~aku, apa aku benar - benar akan menemui Ketua sekarang."
Saat Meal mengatakan itu. Tiba - tiba ia mendapatkan panggilan seseorang di telinga kanannya.
(Suara ini,...Dux.)
Ucap Mael di dalam pikiran. Setelah itu ia mencoba bertanya.
"~~Dux, apa kau baik - baik saja?"
{Yaaa, aku tidak apa - apa. Selain itu aku juga dah selesai di sini.}
"~~Selesai?...itu berarti..."
Saat Mael melihat ke arah depan. Ia memperhatikan Monster itu Sudah berhenti bergerak.
Setelah beberapa detik ia tidak bergerak. Tak lama kemudian secara perlahan Monster itu menjadi debu dan melayang di udara hingga akhirnya ia menghilang.
(Begitu, jadi aku masih selamat yah.)
Ketika Mael memikirkan itu. Secara perlahan kesadarannya mulai menghilang. hingga akhirnya ia terjatuh dan pingsan di tempat itu.
______________________________
___________________
Setelah beberapa saat Mael tidak sadarkan diri. Perlahan ia membuka matanya.
Dan saat ia buka mata ia melihat kalau ia sedang berbaring di dalam Helikopter. Sambil di penuhi beberapa perban di bagian tubuhnya.
"Oh. Mael kau sudah sadar?"
Ketika mendengar suara itu. Mael lansung melihat ke arah Sana. Dimana Dux sedang duduk di dekat pintu Heli.
"Dux yah, sekarang kita ad~~aghh!"
Saat Mael mencoba bangun. Ia merasakan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
"~Ughhh...."
"Oi, berhentilah bergerak lukamu masih belum sembuh."
Ucap Dux sambil menghampiri Mael dan membantunya berbaring kembali.
Setelah Mael berbaring ia melihat ke arah Dux dan mencoba bertanya.
__ADS_1
"~~Dux, kita ada dimana sekarang?"
"Kita,...kita sedang menuju ke kota."
"Kota?"
"Yah, Carla bilang, kita harus tinggal di negara ini selama beberapa hari Sampai kau sembuh. Setelah itu, kita akan bergerak lagi."
"Begitu yah."
Ucap Mael sambil menghela nafasnya. Setelah itu tanpa melihat ke arah Dux, ia bertanya lagi.
"Omong - Omong Dux, saat aku pingsan tadi. Apa kau berhasil mengambil Inti Monster itu."
"Yaa kau tenang saja, aku sudah mengambilnya."
"Baguslah kalau begitu."
Ucap Mael sambil terlihat senang.
setelah itu Dux mengambil Plastik obat di dalam kantongnya. dimana di dalamnya terdapat beberapa Kristal Hitam yang sudah hancur.
dimana Kristal itu adalah Inti dari Boss Monster.
Setelah Dux mengeluarkan Plastik itu, ia lansung memperlihatkannya ke Mael dan bertanya.
"Meski begitu, kenapa Carla menyuruh kita mengambil Kristal ini. Bukankah biasanya kita menyerahkannya ke orang - orang itu?"
"Maksudmu, Anggota PBB?"
"Yah,"
Jawab Dux secara singkat. Setelah itu Mael mulai menjelaskan.
"Jujur saja aku juga tidak terlalu tau, kenapa Carla mulai mengumpulkan Kristal dari para Monster. Tapi, setidaknya kita bisa tau kalau Carla sedang merencanakan sesuatu."
"...Yah, kau benar."
Jawab Dux dengan santai.
__________________________________
______________________________
Di ruangan Carla.
Ketika ia sedang memantau, pembersihan Mayat Monster yang dilakukan oleh pasukan di padang pasir.
Di Monitor bagian Kiri. Terlihat Noel sedang Menghack sesuatu. Setelah beberapa saat ia Menghack ia lansung melihat ke arah Carla.
{Master, kita sudah menemukan Lokasinya.}
"Oh, seperti biasa kau sangat Cepat."
Jawab Carla yang terlihat senang. Setelah itu, Noel bertanya lagi.
{Jadi, apa kita akan melakukannya sekarang}
"Tidak, belum saatnya kita bergerak. Kau tandai saja Lokasinya terlebih dahulu."
{Baik, aku mengerti Master.}
Setelah Noel mengatakan itu. Carla kembali melihat ke arah depan sambil mengingat lagi apa yang ia dengar beberapa hari yang lalu.
Dimana ketika Jendral Alexei dan Gennadius, pelayan terdekatnya Sedang bicara di Ruangan yang penuh dengan Capsul.
Disana Carla mendengar pembicaraan mereka, lewat Hp Gennadius yang sudah ia Hack.
Dimana Jendral Alexei mengatakan kalau ia akan melindungi Salah satu Pengguna TUPXION yang sudah membunuh ketua mereka.
Mendergar hal itu Carla lansung keget, sebab dari perjanjian mereka berdua. Alexei tidak pernah mengatakan kalau ia tidak Akan melindungi Orang itu. Melainkan hanya mempertemukan Mereka berdua.
Itulah sebabnya ketika Carla mendengar itu, ia terlihat sangat kesal. Sebab ia tidak pernah menyangkah kalau Alexei, salah satu orang terdekat Ketua akan melindungi Orang itu.
Setelah Carla mengingat hal itu. Ia melihat sebuah Lokasi yang sudah di tandai oleh Noel.
"Di sini yah, Lokasinya?"
{Benar Master.}
"Hmmm...."
saat Carla memperhatikan Lokasi itu. Tiba - tiba Bibirnya melengkun seperti bulan Sabit. Sambil tatapannya terlihat senang.
"Jujur aku tidak tau kenapa kau mau melindungi Orang itu,....tapi."
Sesaat Carla berhenti, tiba - tiba tatapannya seperti memancarkan Cahaya di dalam kegelapan.
Setelah itu ia lanjutkan lagi.
__ADS_1
"TAPI, MESKIPUN KAU BERUSAHA MELINDUNGI ORANG ITU, AKU PASTI AKAN TETAP MEMBUNUHNYA."
Ucap Carla sambil tersenyum menyeringai.