
Aku sampai di sekolah dan saat ini aku berjalan Di koridor kelas, dimana tidak jauh di belakangku ada Lia dan Rusli yang sedang memperhatikan diriku dan berlari menghampiriku.
"Leon selamat pagi."
"Oh Selamat pagi."
Balasku terhadap sapahan Rusli. Lalu Lia berjalan di sampingku dan bertanya...
"Leon, kemarin setelah Pulang sekolah kau pergi kemana saja? Kami cari - cari gak ketemu."
"Kemarin aku pergi ke tempat Bu Linda, ada sesuatu yang ingin ku lakukan. Memang ada apa?"
"Bukan apa - apa, hanya saja...."
Lia berhenti bicara dan lansung berahli ke arah Rusli, dimana ia Seolah menyuruh Rusli untuk mengatakannya.
Sementara Rusli yang tau akan hal itu mulai menjelaskan.
"Kemarin, Saat kami pulang, kami di adang oleh beberapa Kakak Kelas di gerbang Sekolah. Mereka semua sepertinya sedang mencarimu."
"Mencariku?"
Tanyaku, dimana Bukan Rusli yang lansung Jawab Melainkan Lia yang lansung jawab.
"Yah, Aku tidak tau alasannya, tapi aku merasa mereka punya niat Buruk padamu-.
-Itulah sebabnya Leon jika mereka menemuimu nanti, aku ingin kau menjauh saja dari mereka. kita tidak tau apa yang akan mereka lakukan padamu, mengerti?"
".....Baiklah aku mengerti. Tapi untuk memastikan saja, mereka tidak apa - apain kalian kemarin kan?"
"Yah tenang saja kami tidak di apa - apain kok, hanya saja salah satu di antara mereka terus saja mengganggu Sara dan menggodanya.-
-Sepertinya ia jatuh Cinta ke Sara pada pandangan pertama."
"Oh."
Seolah tertarik akan hal itu, mataku lansung menyipit dengan tajam.
Lalu beberapa menit kemudian setelah kami berjalan di Koridor, akhirnya aku pun Berpisah dengan mereka dan aku sampai di depan pintu kelasku.
Dimana ketika aku buka Pintu kelasku, tepat di bangku Sara aku melihat ada tiga Anak Yang sedang mengganggunya.
Terlebih lagi salah satu di antara mereka terus melekat ke Sara dan menggodanya.
"Anak itu, apa ia Kakak Kelas yang Lia dan Rusli bicarakan Tadi?"
[Sepertinya begitu.]
Balas lansung PIX yang dengar Bisikanku.
Lalu tanpa pikir panjang aku lansung berjalan masuk ke dalam sambil mencoba mendengar pembicaraan mereka.
"Neh..neh tidak usah sedingin itu lagi pula kita sudah berkenalan kemarin, setidaknya berikanlah No Hpmu."
Meskipun Sara terus di ganggu tetapi ia tetap mengabaikan mereka.
Namun bukannya menyerah Anak itu malah tambah terlihat senang, seolah ia suka dengan Sikap Sara yang seperti itu.
"Astaga kamu masih mengabaikan aku, kamu ini benar - benar gadis yang sangat dingin yah. Tapi itulah yang aku suka darimu."
Ucap Anak itu, lalu dengan berani ia mencoba mengelus Rambat Hitam panjang Sara yang indah.
Sayangnya sebelum ia melakukan itu, Dari berlakang aku lansung menahan tangannya dengan erat yang membuat ia lansung terkejut.
Bukan hanya dia, dua temannya yang lain dan juga beberapa murid di kelas ini juga ikutan terkejut.
Namun tanpa pedulikan itu, aku menatap anak itu dengan tenang tapi tajam.
"Senior, Bukankah tidak sopan menyentuh Rambut Seseorang tanpa seijinnya?"
"Ka-Kau....kau pikir kau itu siapa, berani - beraninya ikut campur dengan urusanku."
Ucap anak itu yang sangat kesal.
Sementara itu Sara yang baru menyadari keadiranku kaget dan lansung memanggilku.
"Le-Leon."
__ADS_1
"Sara Selamat pagi."
"Se-Selamat pagi. Apa yang sedang kau lakukan?"
"Yaa seperti yang kau lihat, aku sedang menahan Serangga Nakal yang mencoba menyentuh Rambutmu."
Jawabku sambil memperlihatkan tanganku yang menahan pergelangan Tangan anak itu. Dimana membuat Sara lansung tersenyum.
Sementara itu di sisi lain, Seolah tidak senang melihat Sara tersenyum padaku anak itu terlihat geram dan lansung mementalkan tangannya untuk lepas dari genggamanku
"LEPASKAN TANGANKU SIALAN!, BERANI - BERANINYA KALIAN MENGABAIKANKU."
"Astaga, Senior Tidak usah semarah itu, memang apa sih yang membuatmu Marah?"
"Kau bilang apa? KAU DATANG ENTAH DARI MANA DAN TIBA - TIBA MENGGANGGU KAMI."
"Aku mengganggu? Sara Emang aku ganggu kalian ya?"
"Tidak, kamu tidak mengganggu kok."
"Lihatkan Senior, aku tidak mengganggu sama sekali."
Ucapku sambil pura - pura bodoh untuk mengejek dia dan ingin membuatnya marah.
Dan seperti yang aku pikirkan anak itu benar - benar marah dan tanpa pikir panjang ia lansung mencengkram kerah bajuku ke atas.
"DASAR ANAK SIALAN, APA KAU SEDANG MAIN - MAIN DENGANKU?"
"Kalau iya, memang kenapa?"
"~Ka~Kau...."
Seolah tidak bisa lagi menahan amarahnya anak itu lansung mengepalkan tangannya dan bersiap ingin memukulku.
Sayangnya sebelum ia melakukan itu, Suara bel berbunyi. Yang menandahkan waktu kelas sudah masuk.
"Sial, sudah waktunya masuk."
Guman anak itu, lalu ia melihatku dan melepas kerah bajuku dengan Kesal.
"Hmm, Apa kau sedang mengancamku?"
"Yah, aku sedang mengancanmu."
Balas Anak itu dengan menunjukkan senyum Seringainya. Dimana membuat tatapanku lansung menyipit dengan tajam.
"Begitu, kalau gitu....."
Tanpa pikir panjang aku lansung mencengkram kerah baju anak itu lalu aku tarik ia ke Jendela yang terbuka.
Dimana sebagian Tubuhnya itu aku keluarkan dari Jendela yang Membuat ia dan Seisi kelas lansung kaget sekaligus panik.
Tanpa kecuali dua temannya yang ada di belakangku.
"DASAR SIALAN, APA YANG KAU LAKUKAN BOCAH?"
"BENAR CEPAT MASUKKAN DIA KEMBALI."
Aku mengabaikan Mereka berdua dan lebih menfokuskan tatapanku ke anak itu.
"Senior aku peringatkan, sebaiknya kau jangan coba - coba mengancamku, karena jika tidak, maka..."
Aku mencoba melepaskan Kerah bajunya sedikit untuk menakutinya. Tetapi bukannya takut anak itu malah menatapku dengan sombong seolah menganggap aku main - main saja.
"Heh ada apa, apa kau ingin buang aku dari sini, kalau begitu cepat buang saja aku jika kau Memang berani?"
"Apa kau pikir aku tidak berani?"
"Anak penakut sepertimu mana mungkin berani."
Balas Anak itu, seolah percaya bahwa aku benar - benar tidak punya nyali untuk membuangnya dari sini.
Lalu saat itu juga, tiba - tiba aku dengar suara langkah kaki yang mendekati kelasku. Yang Dimana Suara langkah kaki itu kemungkinan adalah milik Bu Linda.
Tanpa pikir panjang aku lansung lepas kerah baju anak itu. Yang Dimana membuat ia sangat shock dan lansung terjung ke bawah dari lantai dua.
"UWAAAAAAAAAAA!!"
__ADS_1
Melihat hal itu, seisi kelas lansung merasa panik, Seolah mereka tidak percaya dengan apa yang aku lakukan. tanpa kecuali kedua temannya yang lansung berlari mendekati jendela untuk melihat kondisi anak itu.
Dan sesaat mereka melihat ke bawah sana, Mereka lansung merasa lega karena anak itu ternyata jatuh tepat di tumpukan sampah yang membuat tubuhnya tidak mengalami luka parah dan terlihat baik - baik saja.
"Syukurlah ia tidak apa - apa."
Gumam salah satu di antara mereka, lalu ia berahli ke arahku dan mendekatiku, kemudian ia Mencengkram Kerah Bajuku dan Menatapku dengan sangat marah.
"DASAR BOCAH SIALAN, APA KAU TAU APA YANG BARU SAJA KAU LAKUKAN?"
"Tentu saja aku tau."
"KALAU KAU TAU, KENAPA KAU MELAKUKAN ITU? APA KAU MAU BERTANGGUNG JAWAB JIKA TERJADI SESUATU PADANYA?"
"Hah😦 Bodoh amat, siapa yang peduli."
"KA~KAU...DASAAAR BOCAH SIA-!!"
Sebelum ia selesai Bicara, tiba - tiba Pintu Ruangan Kelas terbuka dan memperlihatkan Sosok Bu Linda yang lagi memperhatikan kami.
"Apa yang sedang terjadi?"
Di saat Bu Linda menanyakan itu, tidak ada satupun Murid di kelas ini yang berani jawab.
Mungkin mereka semua Takut, mereka bisa saja di tindas oleh Kakak Kelas jika memberitau Bu Linda yang sebenarnya.
Karena tidak ada satupun yang jawab, Akhirnya Bu Linda memutuskan untuk mendekatiku.
Melihat itu, Anak itu Seolah takut dan lansung melepas kerah bajuku, kemudian ia buru - buru mencoba meninggalkan Kelas ini, di ikuti oleh temannya yang satunya lagi di belakang.
"Hey Kalian Berdua berhenti dulu di situ."
Bu Linda mencoba memanggil mereka Sayangnnya mereka mengabaikannya dan lansung pergi meninggalkan Kelas ini.
TAP!!...Tap!!...tap!!.....
Di saat mereka berdua sudah pergi, Bu Linda mengalihkan pandangannya padaku dan bertanya...
"Leon, apa kau buat masalah lagi?"
"Hah Tentu saja tidak. Lebih tepatnya merekalah yang buat masalah denganku."
"Kau pasti bohongkan?"
"Tidak, aku serius."
"Hmm,...yah sudah kalau gitu cepat duduk di tempatmu, pelajaran sudah mau di mulai."
"Eh, apa anda tidak menghukumku?
"Apa kamu mau di hukum?"
"Tidak."
"Kalau begitu, cepat pergi duduk sana."
"Baik."
Setelah aku bicara dengan Bu Linda, aku lansung pergi duduk di tempat dudukku, kemudian aku mengeluarkan buku pelajaranku, dimana dari samping aku merasakan tatapan Sara yang sedang memperhatikan diriku.
Karena penasaran aku pun bertanya padanya.
"Sara ada apa, apa ada yang ingin kamu tanyakan?"
"Hah ti-tidak aku,...aku hanya ingin minta maaf karena sudah melibatkanmu."
"Hahaha kalau itu tidak perlu di pikirkan, lagi pula aku juga bersenang - senang kok."
"Bersenang - senang? maksudmu mengolok - ngolok mereka?"
"Yah itu memang benar, tapi bukan hanya itu saja."
"Apa masih ada lagi?"
Di saat Sara menanyakan itu. Aku tidak menjawab apapun dan hanya memperlihatkan senyumanku yang seringai.
"Heh😏"
__ADS_1