
"Baiklah, jika kau berkata seperti itu, kalau gitu ayo kita lanjutkan."
Seusai mengatakan itu, aku pun mulai memberitau dia...
"Setelah aku membakar kedua temanmu, aku mengambil Tangan Luis yang udah ku potong dan ku masukkan ke dalam kantong.-
-kemudian aku gunakan tangan itu untuk....yaa seharusnya kamu sudah tau kan?"
Di saat aku menanyakan itu, Bulan dengan wajah yang masih terlihat suram berusaha menjawab...
"Y~Yah, setidaknya aku tau. Kau gunakan tangan itu untuk buat Bekas darah dan Sidik jari di sana kan(Hutan)?-
-itulah kenapa hanya Jekak Luis saja yang di temukan di sana."
Mendengar jawaban Bulan membuat Bibirku lansung Seringai dan menatap ia dengan Senang.
"Benar, aku melakukan itu Supaya aku bisa buat Skenario yang ku mau dan menuntung mereka ke Rute yang ku mau, itulah kenapa semua orang bergerak seperti yang aku harapkan dan pada akhirnya mereka sampai Di danau itu."
"Hmm baiklah aku mulai mengerti, tapi masih ada satu hal yang ingin ku tau."
"Apa?"
Tanyaku. Dimana Bulan lansung melihat ku dengan Serius dan bertanya....
"Leon, dari yang aku lihat, bekas Darah dan sidik jari Luis yang terdapat di Hutan, Semuanya berada di tempat yang pernah kau beri tandai.-
-itu berarti, apa kau beri juga di tebing itu?"
Di saat Bulan menanyakan itu aku dengan santai menjawab...
"Yah Tentu saja aku beri, lagi pula aku tandai juga di sana kan?"
"I-itu memang benar, tapi....kalau begitu, kenapa Mereka malah lansung berbelok ke arah samping, bukankah seharusnya mereka melakukan penyelidikan juga di sana?-
-lagi pula di lihat dari manapun, seharusnya mereka bisa mengirah bahwa ada kemungkinan Luis memanjat di atas sana."
"Oh kalau itu, tidak mungkin."
Di saat aku mengatakan itu, Bulan lansung menatapku dengan Rasa penasaran dan bertanya..
"Kenapa bisa?"
"Coba kau pikir baik - baik, seandainya kau di kejar oleh orang yang berniat membunuhmu, apa kau pikir punya waktu berpikir untuk memanjat di tebing itu? Tentu saja tidak. palingan kau akan cari jalan lain."
"I-itu benar juga."
Guman Bulan seolah sependapat denganku. Namun saat itu juga tiba - tiba ia ingat kata - kataku dulu waktu kami berada di tebing saat menelusuri Hutan.
Dimana Saat itu aku berkata..
Setelah mengingat perkataan tersebut, Bulan Buru - buru melihatku dan berkata...
"Hah! Itulah kenapa waktu di tebing kamu bilang begitu, Jadi ini maksudmu."
"Benar, terlebih lagi di samping kanan Tebing itu ada sebuah danau besar yang bisa ku gunakan sebagai Skenario, dimana Luis yang sedang di kejar oleh Orang dunia bawah berakhir Loncat ke danau itu dan Hilang entah kemana."
Setelah mendengar penjelasanku, Bulan yang akhirnya mulai paham lansung meminum minumannya.
__ADS_1
Glup!!....Glup!!...Glup!!...
Setelah ia minum, ia kembali melihatku dan berkata..
"Begitu, jadi semuanya benar - benar bergerak seperti yang kamu harapkan.-
-itu berarti, apa mereka(Para Polisi) sudah tidak bisa lagi menemukan Luis dan yang lainnya?"
Tanya Bulan, dimana aku dengan tenang menjawab.
"Yah, meskipun mereka melakukan penyelidikan di atas tebing itu, mereka tetap tidak akan bisa menamukan keberadaan Luis dan Felik, karena mereka sudah bercampur dengan tanah. Adapun Erina...."
"Oh benar juga, bagaimana dengan Erina? Apa kau sudah menemukan keberadaannya?"
Di saat Bulan menanyakan itu, aku lansung melihat ke atas langit yang mulai terlihat Gelap, lalu aku menjawab...
"Tidak, aku belum menemukannya. Aku Rasa ia masuk ke dalam sana"
Bulan yang dengar itu terlihat kebingungan dan bertanya - tanya...
"Eh Sana? Dimana maksudmu?"
"Hah! tidak bukan apa - apa"
Balasku lansung sambil mencoba berdiri dari tempat duduk dan melihat ke arah Bulan.
"Baiklah, kalau gitu kita akhiri pembicaraan kita sampai di sini, lagi pula ini sudah mulai malam."
"Hah, kamu benar."
Ucap Bulan Sambil melihat ke atas langit yang udah mulai Gelap.
Di saat aku baru saja mau berjalan, tiba - tiba Bulan menarik tanganku, lalu ia bertanya...
"Tunggu, aku ingin tanya satu hal lagi?"
"Apa?"
"Leon, Semua jejak kita yang hilang di sana karena Hujan,....semua itu kamu sudah memprediksinya kan?"
Tanya Bulan sambil menatap mataku dengan Serius. Di sisi lain aku yang dengar itu, untuk sementara tidak mengatakan apapun dan hanya diam dan menatap ia saja.
"......"
Setelah beberapa detik aku menatapnya, tak lama kemudian aku pun mulai menjawab..
"Ya seperti yang kau katakan aku memang sudah memprediksinya. Atau lebih tepatnya aku tau kalau di malam itu akan terjadi Hujan deras yang akan menghilangkan jejak kita semua."
"APA!!"
Tentu saja Bulan yang dengar itu merasa sangat terkejut, sebab bagaimanapun juga ini sesuatu yang sulit di percaya...
"Ba-bagaiamana bisa kau tau kalau malam itu akan Hujan?" Tanya Bulan.
"Tentu saja Aku mengetauinya dari TV."
"Eh TV?"
__ADS_1
"Yah, Beberapa hari sebelum aku membawa Luis dan yang Lainnya ke dalam Hutan, aku sering Melihat Siaran Cuaca di TV dan mengetaui bahwa di malam itu akan terjadi Hujan Deras.-
-itulah kenapa aku membawa mereka di malam itu, agar Jejak kita semua hilang di sana."
Mendengar itu semua membuat Bulan merasa sangat terkesan. Sebab ini bukan sesuatu yang bisa di pikiran anak Kecil sepertiku.
"Eeeh Jadi begitu."
(Tidak kusangka dia menggunakan Siaran Cuaca dengan Cara seperti ini. Sudah kuduga dia ini bukan anak biasa,...Tidak, lebih tepatnya dia ini Bukan Leon yang aku tau.)
Pikir Bulan dimana ia lansung menatap mataku dengan Serius dan bertanya...
"Leon, kamu ini sebenarnya siapa?"
Di saat aku di tanya seperti itu, aku lansung menatap Balik Bulan, Dimana tatapanku terlihat memancarkan Cahaya di balik bayangan yang membuat tubuh Bulan lansung merasa merinding.
Namun mengabaikan itu, aku mencoba bertanya balik.
"Bulan, kenapa kau ingin tau itu?"
"A-aku,...aku ingin lebih tau tentang dirimu. Selama ini aku sudah memperhatikanmu dan mengetaui bahwa kau itu bukanlah Leon yang aku kenal."
Balas Bulan dengan Serius.
Di sisi lain, untuk sementara aku tidak berkata apapun dan hanya diam dan memperhatikan dia terus.
"....."
Setelah beberapa detik aku perhatikan, tak lama kemudian aku menghela nafas "haaa..!!" lalu menjawab.
"Seperti yang kau katakan, aku memang Bukan Leon yang kau kenal."
"Sudah kuduga,...Ka~Kalau begitu, bisa beritau aku, kamu itu Siapa?"
Di saat Bulan menyakan itu, untuk sesaat suasana di tempat itu menjadi hening.
Dimana Angin kencang menerbangkan Rambut kami berdua yang saling menatap satu sama lain.
"....."
Setelah beberapa detik kami saling menatap, tak lama kemudian dengan Nada tajam aku menjawab..
"KAU BISA MENYEBUTKU SEBAGAI IBLIS."
Tentu saja Bulan yang dengar lansung merasa sangat terkejut. Sebab ini diluar dugaannya.
"Eh Ib-Iblis?"
"Yah iblis,....aku Iblis yang seharusnya berada di neraka dan di Siksa karena sudah membunuh banyak Orang.-
-tapi, karena perbuatan kalian yang membunuh anak ini, Sehingga aku di tarik kembali ke atas dan mengambil ahli tubuh anak ini."
Bulan hanya bisa terdiam setelah mendengar itu. Karena bagaimana pun juga, ini adalah sesuatu yang sulit di percaya.
Meski begitu, aku hanya mengabaikannya dan lansung melepaskan Tangannya dari tanganku, kemudian aku berkata..
"Sudah tidak ada lagi kan yang ingin kau bicarakan? Kalau gitu aku pergi dulu."
__ADS_1
Sambil meninggalkan kata - kata itu, aku lansung berjalan pergi meninggalkan tempat itu, dimana Hanya menyisahkan Bulan Seorang yang masih melamun.