BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PERGI KE LOKASI SELENA


__ADS_3

Beberapa Menit kemudian Setelah Brid meninggalkan Ruanganku. saat ini Pintu ruanganku terbuka lagi dan terlihat Ibu yang sedang berjalan masuk ke dalam, dimana ia membawa 2 Air Botol besar di kedua tangannya.


Bukan hanya dia saja yang berjalan masuk ke dalam tetapi di belakangnya ada juga Kak Rangga, Kak Siska serta Kak Rani.


"Leon, kami datang."


Ucap Kak Siska.


"Ooh Kak Siska kau sudah datang aku sangat merindukanmu."


Ucapku sambil melebarkan tanganku seolah ingin memeluknya. Tetapi bukannya malu Malahan Kak Siska terlihat kesal dan lansung mengetuk kepalaku dengan keras.. BUKK!!.. Hingga membuat aku kesakitan.


"~Aduh!!...Apa yang tiba - tiba kau lakukan?"


"Justru aku yang tanya, apa yang coba kau lakukan pada Kakakmu?"


"I~Itu,...tadi aku cuma mau bercanda saja."


"Bercanda? Kau pikir itu lucu dasar Adek Mesum."


"APA KAU BILANG..."


Di saat kami Berdua mulai bertengkar, Kak Rani buru - buru mendekat dan melerai pertengkaran kami.


"Ara - Ara Kalian berdua Berhentilah, lagi pula bukankah kalian ini Kakak adek yang sangat akur."


""KAMI TIDAK AKUR SAMA SEKALI.""


Bentak aku dan Kak Siska secara bersamaan, tetapi bukannya takut atau Pun marah Kak Rani malah tambah terlihat Senang.


"Lihat, sudah kuduga kalian memang akur." ucapnya.


Baik aku ataupun Kak Siska tentu saja mau mencoba Membatah apa yang Kak Rani katakan, tetapi Karena saat ini kami berada di rumah sakit di tambah lagi tidak baik Ribut di tempat seperti ini jadi kami berdua pun terdiam dan lansung berhenti bertengkar.


Melihat hal itu Kak Rani merasa sangat senang. Lalu kemudian ia Mengalihkan pandangannya ke arahku dimana ia mencoba menanyakan Kondisi tubuhku.


"Omong - Omong Leon, bagaimana Kondisi tubuhmu apa sudah baik - baik saja?"


"Yah, seperti yang Kak Rani lihat aku sudah baik - baik saja."


"Begitu syukurlah."


Setelah Kak Rani mengatakan itu ia memperhatikan Fira sedang Tidur nyenyak di Pangkuanku, Dimana Ia benar - benar terlihat sangat lengket padaku.


"Ara Sepertinya anak ku sudah mulai menyukaimu yah."


Guman Kak Rani dengan tatapan Hangat, dimana aku hanya membalas ia dengan Senyuman.


Lalu Setelah itu aku mencoba Melihat ke arah Kak Rangga, dimana sejak dari tadi aku perhatikan sepertinya ia sedang mencari sesuatu dengan melihat sekeliling Ruanganku. Kemungkinan ia sedang mencari Brid.


Dan seperti yang aku pikirkan, setelah beberapa saat Kak Rangga Melihat Ruanganku tak lama kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arahku kemudian bertanya....


"Leon, dimana Paman Brid, aku dari tadi tidak melihat ia di manapun."


"Setelah Di perhatikan itu benar juga."


Balas Ibu yang mencoba ikutan juga, dimana aku dengan tenang menjawab...


"Jika Kak Rangga Cari Paman Brid ia sedang keluar tak lama setelah kalian datang, sepertinya ia punya urusan yang harus di lakukan."


Mendengar hal itu entah kenapa tiba - tiba mata Kak Rangga menyipit dengan tajam.


Dan tanpa bilang apapun ia lansung berbalik kemudian mencoba meninggalkan Ruanganku.


Tentu saja Kak Rani memperhatikan itu dan merasa khawatir jadi ia pun bertanya...

__ADS_1


"Sayang kamu mau kemana?"


"Aku mau keluar dulu sebentar, aku baru ingat ada urusan yang harus kulakukan juga."


"Hmm Begitu, yah sudah kalau gitu hati - hati yah di jalan."


"Umm."


Balas Kak Rangga dengan anggukkan. Setelah itu ia berlari keluar dari ruanganku dan Lansung pergi ke tempat parkiran yang berada di dekat halaman Rumah Sakit.


Di mana di situ ia lansung menaiki sebuah Motor Ninja berwarna Merah yang Sedang terparkir di sana, sambil mengeluarkan Hpnya dari dalam Saku.


(Menurut apa Yang Leon katakan, sepertinya Paman Brid belum Lama Meninggalkan Rumah sakit ini, itu berarti...)


Rangga mencoba membuka Apk Seperti Map di Hpnya, dimana Apk itu memperlihatkan sebuah titik merah yang sedang berjalan di peta. Titik merah itu tidak lain adalah titik lokasi dari alat Pelacat yang Rangga Pasang di bawah Mobil Brid.


"Seperti yang aku duga Ia masih belum cukup jauh. Kalau begitu...."


Rangga buru - buru mengenakan Helmnya kemudian ia Menempelkan Hpnya Di depan Meteran Motor. Setelah itu ia menyalahkan Motornya dan lansung pergi meninggalkan tempat itu.


____________________________________


________________________________


Di waktu bersamaan tepatnya di sebuah jalan tol, di sana Terdapat Sebuah Mobil putih yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi. dan di dalam Mobil tersebut terlihat Brid yang sedang menyetir sambil sesekali ia melihat ke arah sebuah Peta Yang ia letakkan di samping tempat Duduknya.


(Baiklah, Lokasiku saat ini berada di Jalan Tol xxxxx, Jadi sekarang aku hanya perlu Lurus saja selama lebih dari 700 meter, kemudian berbelok ke arah Kanan agar bisa memasuki lokasi Hutan itu berada.)


Setelah memikirkan itu, Brid lansung tambah tancap gas dan buru - Buru pergi ke tempat itu.


_____________________________________


__________________________________


"~Fuuu...Akhirnya sampai juga."


Brid turung dari Mobil sambil membawa Peta itu di tangan kanannya, kemudian ia mencoba melihat Ke arah depan, Dimana terdapat Sebuah Jalan setapat di Dalam Hutan terlebih lagi jalan itu di beri pembatas.


Kemungkinan Jalan itu Menuju ke tempat dimana ketiga Bangunan terbengkalai itu berada.


Tanpa Menunggu Lama Brid lansung pergi mengambil Senjata S Gearnya serta mengambil beberapa Kristal Monster yang berada di bagasi Mobil.


Setelah itu ia Simpan semua Barangnya itu ke dalam tas Hitam yang tergantung di belakang Punggungnya, kemudian ia kembali ke tempat sebelumnya.


"Yosh, semua persiapan sudah selesai sekarang waktunya aku masuk."


Brid mulai berjalan masuk ke dalam Hutan secara perlahan agar Keberadaan nya tidak di ketaui oleh Selena.


____________________________________


_________________________________


Sementara itu Di sebuah Gudang Terbengkalai yang terdapat di dalam Hutan, di salah satu Ruangannya di sana Selena sedang terbaring lemas di Sebuah Kasur yang sudah cukup tua.


Dimana Wajahnya Terlihat Sangat Pucat dan keringat dingin Terus mengalir di wajahnya. Bukan hanya itu saja Bahkan Luka Yang terdapat di kakinya Pun terlihat sangat memar di karenakan peluru yang tertanam di kakinya masih belum di keluarkan.


Jujur saja ia Benar - benar berada dalam kondisi yang sangat buruk. Nafasnya pun terlihat tidak teratur dengan baik.


~Haaa...~haa...~haaa...~haa..


(Cih ini benar - benar gawat, bagaimanapun caranya Aku harus cepat keluarkan Peluru - peluru ini dari kakiku, jika tidak aku benar - benar akan dalam bahaya.-


-Tapi bagaimana caranya? Tidak mungkin aku pergi ke rumah sakit. Lagi pula Bukannya aku di rawat di sana malahan aku hanya memanggil Dewa kematian ke tempat itu.)


***********

__ADS_1


Author: Maksudnya memanggil Orang - orang yang mengicar nyawanya atau mungkin Hadiah buronan nya.


***********


Selena benar - benar terlihat sangat kebingungan dan tidak tau apa yang harus ia lakukan.


Sampai - sampai ia Merasa sangat kesal dan mengutuk orang yang telah membuat Kondisinya menjadi seperti ini.


"SIAL, SIAL, SIAAAAL!!....INI SEMUA GARA - GARA BOCAH BRENGSEK ITU, JIKA SAJA AKU TIDAK TERTIPU DENGAN PERKATAANNYA SAAT ITU, AKU PASTI TIDAK AKAN MENGALAMI HAL INI.-


-LIHAT SAJA, AKU PASTI AKAN MEMBALASMU..AKU PASTI AKAN MEMBALASMU BERKALI - KALI LIPAT DASAR BOCAH SIALAAAAN...~AGHH!!"


Pada saat Selena berteriak, Tiba - tiba Kakinya merasa perih dan ia terlihat sangat kesakitan, meski begitu ia Berusaha untuk mencoba menahannya.


Lalu saat itu jugalah tiba - tiba Selena Merasakan ada sebuah keadiran Dari Luar Gudang.


Meskipun keadiran itu sangat Tipis dan hampir tidak bisa ia rasakan tetapi untuk Jaga - jaga ia mencoba untuk bangkit dan pergi ke tepi kasur.


Dimana ia bersiap - siap ingin membuang dirinya dari Kasur, Supaya ketika Keadiran itu datang ia bisa lansung menggunakan Kekuatan S Gearnya.


Sebab kekuatan S Gearnya hanya bisa digunakan Ketika Badannya tidak menyentuh apapun, Jadi ketika ia membuang dirinya dari kasur Otomatis Kekuatannya itu pasti bisa digunakan.


"....."


Selena terus Menunggu Keadiran itu masuk ke dalam ruangannya sambil terlihat waspada, namun Tiba - tiba keadiran itu lansung Hilang entah kemana, yang membuat Selena sangat terkejut sekaligus kebingungan dan bertanya - tanya...


(A-Apa yang sedang terjadi? Kemana keadiran itu pergi?)


Biasanya ketika seseorang mencoba menghilangkan hawa keadirannya, Setidaknya akan ada dilei agar keadiran itu bisa Hilang sepenuhnya.


Tetapi Keadiran ini tidak, Keadiran ini lansung hilang total sepenuhnya seolah ia tidak pernah ada di luar sana layaknya seperti makhluk Halus.


(Sial, Aku tidak tau Trik apa yang ia gunakan, tapi jangan pikir kau bisa menipuku semudah itu, aku yakin ia pasti masih ada di Luar.-


-Baiklah pertama - tama aku harus Pergi dari tempat ini dulu, setelah itu aku akan memikirkan langkah selanjutnya.)


Pikir Selena. Lalu Tanpa menunggu lama ia lansung pergi mengambil Tasnya yang berada di samping kasur kemudian ia bersiap - siap ingin membuang dirinya dari Kasur agar kekuatan S Gearnya bisa di gunakan.


Tetapi Sayangnya sebelum ia melakukan itu ia malah terpeleset yang membuat tubuhnya tidak seimbang dan ingin terjatuh.


(SIAL KENAPA HARUS TERPELESET SEGALA, PADAHAL KAKIKU MASIH MENYENTUH KASUR.-


-JIKA BEGINI AKU TIDAK BISA MENGGUNAKAN KEKUATANKU.)


Di saat Selena Mulai Terjatuh, tiba - tiba pintu ruangan terbuka Sendiri tanpa ada sosok.


Sementara Selena yang mulai terjatuh tiba - tiba tubuhnya berhenti Bergerak Seolah Ada sesuatu yang menahan Tubuhnya agar tidak terjatuh.


(Eh aku tidak jatuh?)


Selena terkejut sekaligus penasaran jadi ia mencoba melihat ke arah depan, dimana ia sangat kaget dan Shock saat mengetaui Bahwa Sesuatu yang menahan tubuhnya itu ternyata tidak ada atau tidak bisa dilihat sama sekali.


Benar, Ini mirip seperti kayak Hantu saja....


(Woy, Woy, Woy kau pasti bercandakan, Mana mungkin ada Hantu di Gudang ini? Padahal aku sudah tinggal di sini selama beberapa Hari tapi tidak pernah mengalami kejadian seperti ini.)


Wajah Selena sangat pucat dan Tubuhnya benar - benar terlihat sangat gemetar karena ketakutan.


Meski begitu ia berusaha untuk menenangkan dirinya dan mencoba menjauh dari sesuatu yang menahan tubuhnya itu. Namun tiba - tiba...


"Woy Apa kau tidak apa - apa?"


...Sebuah suara Muncul entah dari mana, yang membuat Selena benar - benar sangat kaget dan lansung menjerit dengan Sangat keras.


"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!"

__ADS_1


__ADS_2