BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PENYERBUAN MONSTER Bagian 5


__ADS_3

di lokasi unit 9.


ketika Rangga sedang duduk di atas Tank. ia terus memperhatikan setiap pasukannya yang sedang bertarung, melawan para monster di depan.


"SEMUANYA TEMBAK!!"


DORRRRRRRRRRRR,..DOR!!,..DOR!!...DOR!!....DORRRRRRRRRRRRRR!!


suara tembakan dari senjata Rifles dan juga Mesin Guns, secara terus - menerus terdengar di depan Rangga, dan membunuh setiap monster yang keluar dari dalam hutan.


namun, ketika Rangga memperhatikan hal itu, tak lama kemudian, tiba - tiba, ia mendengar suara panggilan dari benda seperti Headset di telinga kanannya.


{Rangga, ini aku.}


"oh, kolonel, ada apa?"


{aku ingin memberitaumu sesuatu, kalo Respati sudah memilih usulan keduamu!?}


ketika mendengar hal itu, bibir Rangga perlahan melengkun seperti bulan sabit, sambil menatap ratusan mayat monster di depan, yang di bunuh oleh pasukannya, dengan tatapan tajam.


"baiklah,..kalo begitu, ayo kita mulai Rencana kita?"


{ya,...ngomong - ngomong Rangga, aku ingin tanya sekali lagi. apa kau benar - benar tidak membutukan unit bantuan, dari unit 17 dan juga unit 11??}


"yah,..seperti yang aku katakan sebelumnya, Kolonel tidak perlu kirimkan unit bantuan untukku, kirim saja mereka Ke lokasi unit 13 dan juga unit 16, yang sudah kita rencanakan tadi.!?"


{...baiklah, jika kau bilang begitu, aku tidak akan bertanya lagi,...kalo begitu, semoga berhasil, Rangga!?}


"ya."


jawab Rangga secara Singkat.


setelah pembicaraan mereka sudah berakhir. perlahan Rangga mengalihkan pandangannya ke arah dua belati yang mirip seperti keris. tepat berada di sampingnya.


ketika Rangga memperhatikan dua Belati Keris itu. di genggamannya, terdapat sebuah pola seperti kepala hewan.


yang satu kepala Singa sedangkan yang satunya lagi kepala Serigala.


Pedang ini di sebut sebagai (S 94 Gears). salah satu dari 100 senjata (S Gears) yang dibuat dan di berikan oleh anggota keamanan PBB.


Alasan kenapa Anggota keamanan PBB Membuat Senjata (S Gears) ini, itu karena, agar setiap negara bisa melawan para Monster, yang tidak mempan atau di bunuh dengan senjata modrem sekarang, seperti Monster Class D dan juga di atasnya.


meskipun masih ada beberapa senjata Modrem yang bisa membunuh Monster Class D. namun, itu hanya bisa di bunuh menggunakan senjata Sniper laras panjang ataupun Alusista.


sedangkan untuk Monster Class C sampai Class A, itu hanya bisa di bunuh menggunakan senjata (S Gears) yang di berikan oleh Anggota Keamanan PBB.


itulah kenapa, aku, salah satu dari 100 pengguna (S Gears) di dunia ini, sedang di tugaskan di Lokasi ini.


itu karena, menurut informasi orang itu, di lokasi ini, akan terjadi penyerbuan Monster.


(....meskipun aku tau, kalian menugaskan ku di lokasi ini. namun, apa perlu aku sampai menyamar, di negaraku sendiri,...)


ketika Rangga sedang memikirkan itu, perlahan ia menghela nafasnya sedikit.

__ADS_1


"Haaa..."


setelah itu, Rangga melihat ke arah dua belati kerisnya lagi, sambil memperhatikan di bagian mata, kepala hewan itu.


di mana, bagian mata Hewan itu terdapat sebuah batu Kristal berwarna merah mengkilat. sambil di kelilingi dengan manik - manik putih di sekitanya.


"kalo begitu, ayo kita mulai."


setelah Rangga mengatakan itu, perlahan ia menggigit jarinya hingga berdarah, dan lansung meneteskan darahnya ke kristal merah.


setelah ia meneteskan Darahnya ke dalam kristal, perlahan kristal itu mulai mengeluarkan sebuah cahaya merah gelap, sambil di ikuti dengan aura dan garis - garis merah, yang terbentut di seluruh mata belatinya.


melihat hal itu, Rangga lansung tersenyum dan menatap Keris itu dengan tatapan tajam, sambil menyeringai.


"baiklah, sudah saatnya kita menangkap belut, yang mengaku - ngaku sebagai seekor naga, dan memasukkannya ke dalam jaring!?"


ketika Rangga membisikkan itu, perlahan ia mengarahkan pandangannya ke arah atas pegunungan, sambil di ikuti dengan tatapan tajam, di balik matanya yang menyipik.


"cepatlah, datanglah kesini, Boss Monster!?"


kata Rangga, sambil diikuti dengan senyum menyeringai di bibirnya.


__________________________


_______________


di kaki pegunungan, tempat dimana saat ini Respati berada.


ketika Respati, masih bersembunyi di balik batu, sambil memperhatikan para monster di atas sana,


"apa, apa yang monster itu lakukan??"


kata Rangga sambil terlihat terkejut dan kebingungan.


untuk sementara Ogre King terus menatap ke arah sana. namun, tak lama kemudian, tiba - tiba ia mulai menyerigai sambil ekspresinya terlihat senang.


melihat hal itu, Respati tidak bisa menyembunyikan ekspresi kebingungannya.


"Mo- Monster itu, baru saja ia se-!!"


ketika Respati mencoba mengatakan sesuatu, tiba - tiba ia di potong dengan teriakan keras Ogre King. meskipun tidak sekeras yang tadi.


namun, itu mencapai telingaku Respati yang jauhnya sekitar beberapa ratus meter darinya.


seusai ia berteriak, tak lama kemudian, puluhan atau bahkan hampir sampai Ratusan Ribu monster di atas sana, lansung berlari kearah unit 9, seperti sedang tergesa - gesa oleh sesuatu, sambil di ikuti dengan teriakan mengerikan mereka.


melihat kejadian itu, Respati tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


"apa, apa yang sedang terjadi?"


kata Respati, sambil terus memperhatikan puluhan atau bahkan sampai ratusan ribu monster yang berlarian di atas sana.


untuk sementara Respati terus memperhatikan para monster di atas sana, namun tak lama kemudian, perlahan Respati mengarahkan pandangannya ke arah Ogre King.

__ADS_1


ketika ia sudah melihat Ogre King, Respati memperhatikan bahwa Ogre King sedang menatap dirinya lagi sambil menyeringai.


sentak itu membuat Respati kaget dan ketakutan, meski begitu ia tetap melihat Ogre King di balik teropongnya, yang sedang menatap dirinya.


setelah beberapa saat kemudian, perlahan Ogre King mengalihkan pandanganya ke arah lokasi unit 9, dan tampa menunggu lama, ia lansung berjalan, sambil mengikuti puluhan atau bahkan hampir sampai ratusan ribu Monster di depannya.


melihat Ogre King yang tidak mempedulikannya, membuat Wajah Respati sangat Tercengan dan tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


"eh,..dia,..dia benar - benar mengabaikanku, seperti yang di katakan orang itu!?"


kata Respati sambil terus tercengan, ketika melihat Ogre King terus berjalan ke arah unit 9.


(meski begitu, siapa orang yang di maksud Kolonel ini??)


saat Respati sedang memikirkan itu, tiba - tiba suara panggilan masuk, terdengar di telinga kanannya.


{Kapten Respati, apa anda dengar?}


mendengar suara itu, membuat mata Respati melebar karena sangat terkejut, ia tidak pernah menyangkah bahwa orang yang dimaksud Kolonelnya ternyata Kapten Dari Unit 9, yaitu Rangga.


"y- ya, aku dengar dengan baik, Kapten Rangga!?"


jawab Respati.


{bagus, kalo begitu, aku yakin kau sudah di beritau oleh Kolonel, tapi, pertama - tama aku ingin kau ikuti intruksiku. meskipun aku tau, banyak hal yang ingin kau tanyakan padaku, tapi aku tidak punya waktu untuk memberitaumu,....anda mengertikan Kapten Respati??}


tentu saja Respati tau hal itu, meski ia mempunyai banyak pertanyaan seperti, apa orang ini benar - benar yang memberiku kesempatan untuk balas dendam atau, Kenapa Kolonel mengikuti perintah orang ini, apa pangkat ia lebih tinggi dari Kolonel. dan masih banyak lagi.


meski begitu, ia tetap menahan semua pertanyaan itu. itu karena, ia tau bahwa di bandingkan dengan unit yang lain, situasi dari unit 9 saat ini sangatlah buruk.


"yah, aku mengerti Kapten Rangga!?"


Jawab Respati sambil tersenyum.


{baiklah,....kalo begitu, pertama - tama aku ingin anda pergi ke lokasi yang sudah aku tunjuk, setelah itu....}


________________________________


__________________________________


setelah beberapa saat, selesai mendengarkan Intruksi Rangga.


Respati saat ini sedang berlari di dalam hutan, untuk pergi ke Lokasi yang sudah di tunjuk, tidak jauh dari lokasinya.


setelah beberapa saat berlari, tak lama kemudian, ia akhirnya sampai di lokasi yang sudah di tunjuk, dimana, disitu terdapat sebuah koper Silver, yang panjangnya hampir mencapai 2m.


ketika Ia berjalan ke arah koper itu, dan perlahan mulai membukanya, sentak mata Respati lansung melebar, ketika melihat isi Koper itu.


"i- ini ya,..tunggulah, aku pasti akan membalaskan kematian kalian!?"


setelah membisikkan itu dengan nada tajam, perlahan Respati mulai menutup koper itu kembali, sambil berdiri dan membawa koper itu di tangan kanannya.


"kalo begitu, ayo kita pergi!?"

__ADS_1


setelah mengatakan itu, dengan cepat Respati mulai berlari masuk kedalam hutan. sambil membawa koper itu di tangannya.


__ADS_2