
Rapat yang mereka lakukan ternyata cukup lama juga. Setidaknya mereka membutuhkan waktu hingga malam.
Di tambah lagi dalam rapat itu mereka mendiskusikan beberapa hal seperti bagaimana tingkah monster yang akhir - akhir ini menjadi aneh dan waktu pertemuan mereka yang tiba - tiba di percepat oleh Alexei, serta yang paling utama dalam rapat itu adalah Rencana untuk membunuh orang yang telah membunuh ketua mereka.
Setelah Carla selesai mengatakan itu semua, ia kembali melihat semua anggotanya.
"Baiklah kalian semua sudah mengertikan? Apa masih ada yang ingin bertanya?"
Di saat Carla menanyakan itu, awalnya mereka semua diam saja. Namun tak lama kemudian tiba - tiba Selena mengangkat tangannya ke atas dan mencoba bertanya.
"Carla jujur saja masih ada satu hal yang tidak ku mengerti dari apa yang kau katakan tadi.-
-Jika kita memang berniat melawan Jendral Alexei seharusnya kamu juga sadar bahwa kita harus mempersiapkan diri kita menjadi buronan dari negara dia?"
"Tentu saja aku tau itu."
"Oh kalau begitu apa kau sudah menyiapkan rencana agar hal itu tidak terjadi?"
Carla secara singkat dan tegas menjawab...
"Yah."
Mendengar hal itu Brid lansung terlihat terkejut sebab Carla belum pernah memberitaukan hal itu sebelumnya.
"Carla, apa kau serius?"
"Yah, meskipun kita membunuh Alexei sekalipun kalian akan baik - baik saja. Karena setelah rencana yang ku beritaukan pada kalian tadi itu berhasil maka kalian akan mempunyai kekuatan yang bahkan bisa menghadapi mereka(Negara RS).-
-Bukan hanya mereka tapi dunia ini juga. Karena itulah kalian tidak usah khawatir."
"Memiliki kekuatan yang bisa menghadapi dunia ini ya."
Di saat Selena mengumankan itu, Selena mengingat lagi kata - kata Leon waktu ia berkunjung di kamar Selena. Saat itu Leon berkata bahwa ada kemungkinan Carla berniat membuat KSP menjadi kuat hingga bisa menyaingi kekuatan dari negara - negara besar seperti AS, RS dan CN.
Tentu saja awalnya Selena tidak mempercayai hal itu dan menganggap bahwa itu hanya lelucon semata. sebab ia pikir itu adalah hal yang gila untuk bisa menyaingi kekuatan dari 3 negara super power.
Namun setelah Selena melihat keseriusan Carla saat ini dan rencana yang sudah ia susun sampai sekarang, Ia merasa bahwa apa yang di katakan Leon mungkin saja bisa terjadi.
"Fufufufu."
Saking senangnya, Selena sampai tertawa hingga membuat yang lainnya kebingungan. Tanpa kecuali Carla yang bertanya - tanya..
"Selena, apa yang kamu tertawakan di situ? Apa ada yang lucu?"
"Tidak, bukan apa - apa. Maafkan aku."
Balas Selena dengan santai. Lalu setelah itu rapatnya pun selesai. Dimana selain Carla mereka semua mulai berjalan meninggalkan tempat itu dan kembali ke markas.
Sedangkan Carla yang masih tinggal di ruangan itu menghela nafasnya. Lalu setelah itu ia mengeluarkan Hpnya dari saku dan memanggil Partner Tupxion nya.
"Noel."
Sebuah karakter atau AI lolita muncul di Hp Carla.
{Ada apa Master?}
"Apa kamu sudah melakukan apa yang ku suruh?"
{Sudah Master.}
__ADS_1
"Begitu baguslah, sekarang kita tinggal menunggu pilihan apa yang akan di ambil Alexei nanti, apa ia masih mau melindungi orang itu atau tidak.-
-Jika ia masih mencoba melindungi orang itu maka...AKU TIDAK PUNYA PILIHAN LAIN SELAIN MEMBUNUHNYA."
_____________________________________
__________________________________
Di malam hari, Brid dan Mael jalan - jalan di sekitar markas sambil melihat beberapa anggota KSP sedang membersihkan persenjataan mereka.
Di antara mereka ada juga yang sedang bermain judi, salah satunya adalah Greg.
"Astaga ia(Greg) tidak pernah berubah ya, ia masih saja suka main judi."
Ucap Brid. Mael yang dengar itu lansung membalas....
"Kau benar, jika saja Ketua masih ada di disini aku yakin ia pasti akan lansung di hukum."
"Ketua ya,....kau benar. Seandainya saja aku berhasil membawanya kesini aku yakin Carla pasti akan senang."
"Eh!"
Mael terkejut mendengar apa yang di katakan Brid.
"Brid, apa yang barusana kau bicarakan?
"Huh!"
Brid seolah baru sadar kalau ia baru saja keceplosan, sehingga ia buru - buru memalingkan pandangannya ke arah lain.
"Tidak, bukan apa - apa. Tolong lupakan saja apa yang ku katakan tadi.-
"Baik. Sebetulnya tidak ada masalah sih, para anggota yang bergabung dengan kita tetap melakukan tugasnya dengan baik dan persediaan kita juga masih banyak, Di tambah lagi beberapa hari terakhir ini ada banyak negara yang ingin menyewa jasa kita, terutama negara barat Hanya saja....."
"Ada apa?"
"Yaa kau tau sendirikan. Terima atau tidaknya permintaan mereka itu hanya bisa di putuskan oleh Carla, tapi karena aku tidak berani masuk ke dalam kamarnya sehingga aku mengirim pesan padanya dan ini balasan yang ku dapat."
Mael mengeluarkan Hpnya dan memperlihatkan pada Brid, dimana di layar Hp itu Brid melihat sebuah pesan dari Carla yang berisikan sebuah perintah agar Mael menolak semua permintaan dari mereka.
Carla juga menambahkan bahwa untuk sementara KSP akan berhenti beroperasi.
Melihat hal itu sontak membuat Brid merasa sangat shock. Sebab hal itu bisa membuat orang - orang yang bergabung dengan KSP menjadi tidak senang.
Alasannya itu karena mereka mau bergabung ke KSP hanya untuk bisa membalaskan dendam mereka terhadap para Monster yang telah menggugurkan teman mereka.
Oleh karena itulah jika Carla sampai menghentikan Kelompok ini beroperasi maka sama saja ia mencoba menghentikan orang - orang itu untuk balas dendam terhadap para Monster.
(Cih, sepertinya aku harus bicara dengan Carla setelah ini.-
-Namun sebelum itu masih ada yang ingin ku tanyakan pada Mael terlebih dulu.)
Brid kembali melihat Mael dan menatapnya dengan serius.
"Mael, apa sudah ada orang yang kau beritaukan ini?"
"Tidak, aku belum beritau siapapun."
"Bagus, untuk sekarang kita rahasiakan saja dulu soal ini dan jangan beritau siapapun mengerti?"
__ADS_1
Mael dengan kuat mengangguk kan kepalanya.
"Um, aku mengerti."
Setelah itu mereka jalan - jalan sebentar dan kembali ke Mansion.
_____________________________________
________________________________
Brid dan Mael masuk ke dalam Mansion dan di ruang tamu ia melihat Dux sedang memasankan beberapa Drone nya dengan sebuah peledak.
Di sana ada juga Selena dan Gregori, mereka sedang duduk di sofa sambil menikmati minuman Bir yang di berikan oleh Leon.
"Kyaa sudah kuduga, minum Bir setelah melakukan perjalanan panjang memang sangat nikmat."
Sepertinya Selena sudah mabuk di lihat dari wajahnya yang sudah merah.
"Un! Ooh Brid, Mael kalian sudah kembali, sini - sini minum bersama kami."
Selena menyodorkan Bir pada mereka berdua. Dimana Mael ingin menolaknya tapi karena ia di paksa sama Selena sehingga ia pun menerimanya.
Sementara itu Brid mencoba melihat sekeliling ruangan untuk mencari keberadaan Carla namun ia tidak melihatnya di manapun.
"Dux, apa kau lihat Carla?"
"Tidak,..aku sudah dari tadi di sini tapi belum lihat ia sama sekali. Aku rasa ia masih berada di ruang rahasia."
"Hmm begitu."
Brid berpikir ingin pergi ke ruang rahasia lagi dan bicara dengan Carla tapi sayangnya ia malah lansung di tahan oleh Selena.
"~Heey Brid, kenapa kamu diam saja di situ dari tadi? Cepat duduk sini, ikut bersama kami minum - minum."
"Tidak, aku harus pergi ke tempat Carla. Masih ada yang ingin ku bicarakan dengannya."
"~Astaga, kamu bisa menunggunya di sini, lagi pula tidak lama lagi ia pasti akan kembali kok.-
-Sekarang ayo kita minum, malam ini kita akan berpesta."
Selena menyeret Brid dan memaksanya duduk di sofa. Setelah itu ia menyodorkan sebotol Bir ke arah wajah Brid. Namun Brid masih berusaha menolak nya.
"Selena tolong dengarkan, aku benar - benar harus pergi ke tempat Carla dan bicara dengannya."
"Lupakan saja itu, nih sekarang minumlah."
Selena secara paksa menuangkan sebotol Bir ke dalam mulut Brid. Brid mencoba melawan tapi sayangnya ia lansung di tahan oleh Gregori yang udah mabuk juga.
(Gregori! Bukankah kau ini pria tenang kenapa kau malah ikutan juga?)
Brid seolah tidak mau menyerah, ia berusaha melawan namun sayangnya di karenakan perbedaan kekuatan ia dan Gregori terlampau jauh sehingga membuat Brid tidak bisa melakukan apa - apa.
Pada akhirnya Selena terus menuangkan Bir ke dalam mulut Brid hingga ia mabuk.
"Kalian bertiga, apa sih yang kalian lakukan."
Dux mengumankan itu sambil mengawasi mereka dari jauh.
Sementara Mael, ia dengan tenang menikmati minumannya.
__ADS_1