BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
TIBANYA RANGGA DI BANDARA


__ADS_3

pada jam 1 malam, ketika aku sedang tidur di kamar. tiba - tiba aku dibangunin oleh PIX.


[Master bangun, ini sudah waktunya latihan malam.]


perlahan aku mulai bangun dan menguap "~~uwaah" setelah aku menguap aku lansung melihat ke arah PIX.


"~~umm, jam berapa sekarang PIX!"


[sama seperti biasa, aku membangunkan Master, Pas Jam 1 malam.]


"~~begitu."


jawabku dengan lesu. setelah itu perlahan aku berdiri dari kasur dan berjalan masuk ke kamar mandi.


setelah membasahi wajahku. aku lansung keluar dan mengganti celanaku dengan celana Olahraga, yang sering aku gunakan saat latihan.


"~fuuaa, Baiklah, ayo kita pergi."


sambil memgucapkan itu, aku lansung keluar dari kamarku dan pergi ke lantai 1.


dengan menghendap - hendap berjalan Agar tidak di ketaui.


sesampainya aku di lantai satu, aku melihat semua lampu sudah di matikan. meski begitu Cahaya bulan yang lewat di sela - sela jendala masih menerangi ruangan ini.


dan ketika aku memperhatikan keadaan sekitar. aku tidak melihat siapapun bahkan suara langkah kaki tidak terdengar sama sekali.


"Sepertinya, mereka semua sudah tidur."


sambil membisikkam itu, aku mulai berjalan keluar dari rumah. setelah aku keluar, aku lansung pergi ke tempat dimana aku sering latihan saat di malam hari.


dimana tempat itu adalah sebuah gudang yang berada tepat di belakang Rumahku.


sesampainya aku di sana. aku lansung masuk, dan menyalakan lampu.


ketika Lampu di nyalakan. sebuah peralatan Fitnes terlihat di depan mataku. dimana awalnya peralatan ini tidak pernah di pakai dan hanya di tinggalkan terus di gudang ini.


namun, setelah aku membersihkan Gudang ini. aku menggunakan peralatan ini, sebagai latihanku sehari - hari.


(yaa, meskipun aku menggunakannya, hanya di malam hari sih.)


setelah memikirkan hal itu, perlahan aku berjalan masuk ke dalam, sambil menutup Pintunya kembali.


_________________________________


___________________________


di pagi hari. ketika Siska keluar dari Kamar, ia sedang mengenakan seragam sekolahnya. sambil melihat ke arah kamar Leon.


setelah itu ia berjalan ke arah sana sambil membuka Pintu Kamar Leon.


"Leon, kau sudah bangun?"


namun, ketika Siska melihat ke dalam. ia tidak menemukan Leon di manapun.


"apa ia sudah Turung."


sambil mengucapkan itu. perlahan Siska menutup Pintu kamar Leon kembali. setelah itu ia berjalan turung ke lantai 1.


sesampainya di sana. ia lansung pergi ke ruang makan. dimana Ibu dan ayahnya sudah ada di sana.


"Pagi ayah, ibu."


"Oh, Siska selamat pagi" ucap ibu


"pagi." ucap ayah secara singkat.


setelah Siska menyapa mereka berdua, ia melihat Di Ruangan sekitar. tetapi, ia tidak menemukan Leon di manapun.


"Eh ibu, di mana Leon?"


"bukannya ia ada di kamar?"


"tidak, Leon tidak ada di sana. aku sudah mengeceknya tadi."


mendengar apa yang di katakan Siska membuat ibu lansung terlihat Khawatir. namun, melihat hal itu Ayah lansung ikut bicara juga.


"kalian tenanglah. Leon mungkin saja belum pulang Dari lari pagi."


"Lari pagi. tapi, bukankah Leon biasanya sudah pulang jam segini?"


ucap ibu.


"yah, mungkin saja Leon lupa lihat Jam. bagaimanapun kita Tunggu saja sebentar lagi."


setelah ayah mengatakan itu, mereka bertiga mulai menunggu Leon pulang. dan setelah beberapa saat mereka menunggu. akhirnya Leon pun Pulang.


"~aku pulang"


mendengar suara Leon, Siska lansung berdiri dari kursi dan pergi ke Ruang tamu. dimana dekat dengan Pintu Rumah.


setelah Siska sampai di Ruang Tamu, ia melihat Leon sedang berjalan naik ke lantai atas. dan lansung memanggilnya.


"Leon, kenapa kau lama sekali pulang?"


"~umm, oh Kak Siska ya, maaf aku mengalami masalah saat di jalan tadi" ucap Leon dengan Lesu


"Masalah?"


"~yaa, saat aku mengejar seekor anjing, entah kenapa tiba - tiba aku tersesat. tapi, untunglah ada Kakek - jaman now yang membantuku. jika tidak, aku pasti masih tersesat sampai sekarang."


"be-begitu yah."


jawab Siska dengan gugup, saat melihat Leon sedang kesusahan.


namun, sesaat Leon mencoba berjalan naik. Siska memperhatikan bahwa mata Leon seperti orang yang baru saja bangun. tidak seperti ia habis kecapean mengejar seekor anjing.


melihat hal itu, Siska mencoba bertanya sekali lagi.


"omong - omong Leon, apa kau baru saja bangun?"


"hah, tentu saja tidaklah. kenapa Kak Siska menanyakan hal ini?"


"yaa, karena matamu seperti orang yang baru saja bangun. jadi aku pikir kau mungkin saja tiduran di luar, setelah mengejar anjing itu."


"~Gi- Gitu ya,..."


ucap Leon, sambil meneteskan keringat dingin di pipinya. setelah itu, Leon melanjutkan lagi.


"yaa, apapun itu, Kak Siska tenang saja. aku tidak tiduran Kok diluar."

__ADS_1


"benarkah?"


"ya."


jawab lansung Leon. setelah itu untuk sementara mereka berdua saling menatap satu sama lain.


namun, setelah beberapa saat kemudian. Siska mulai berjalan pergi ke Ruang makan.


"haaa, sudahlah,...kalau begitu, cepat ganti pakaianmu, Kita sudah hampir terlambat ini."


"ba- baik, aku mengerti Kak Siska."


setelah itu, Siska mulai berjalan masuk ke Ruang makan.


di sisi Lain, ketika aku (Leon) melihat Kak Siska sudah menjauh. aku lansung merasa lega, sambil menghela nafasku.


"haaa, Syukurlah dia tidak bertanya lebih jauh lagi. jika tidak, ini akan jadi sangat merepotkan."


[Maksudmu, saat Latihan tadi malam?]


"yah, tidak ku sangkah aku masih saja Pingsan Saat latihan."


ucapku, sambil terlihat lelah. setelah itu PIX melanjutkan.


[yaaa, mau gimana lagi. lagi pula, anda terlalu memaksakan diri tadi malam Master.]


"jika di pikir - pikir benar juga."


ucapku, setelah itu, aku melanjutkan lagi.


"tapi, meski begitu. bagaimanapun caranya aku harus cepat - cepat memperkuat tubuh ini."


[aku mengerti itu. tapi, jika Master terus - terusan begini. bisa - bisa keluarga ini bakalan tau, apa yang Master lakukan selama Ini. apa Master tidak masalah dengan itu.]


"yaaa, kalau itu,..tentu saja aku masalah."


[nah kalau begitu, mulai sekarang Master latihan saja secukupnya. meskipun lama, tapi itu lebih baik dari pada Keluarga ini tau?]


untuk sementara, aku tidak mengatakan apapun. namun, setelah beberapa detik kemudian, aku mulai menjawabnya.


"haaa, baiklah aku mengerti."


setelah itu, aku mulai berjalan naik ke lantai dua dan lansung pergi ke kamarku untuk bersiap - siap.


____________________________


____________________


setelah aku bersiap - siap. aku saat ini sedang berjalan masuk ke Ruang makan. dimana Ayah, Ibu dan Kak Siska sudah duduk di sana.


ketika mereka semua Melihatku. ibu lansung melambaikan Tangannya.


"Oh, Leon kau sudah selesai. kalau gitu, cepat, cepat duduk di situ."


"........"


tanpa menjawabnya aku lansung berjalan ke arah kursi. setelah itu aku menggesernya dan lansung duduk di situ.


"baiklah,..karena semuanya sudah berkumpul. kalau begitu. ayooo kita sarapan."


setelah ibu mengatakan itu, kami semua mulai sarapan bersama.


"Omong - omong, Kak Rangga akan datang hari ini kan?"


saat aku bertanya, perlahan ibu berhenti makan dan melihat ke arahku.


"yah, kau benar leon."


"kalau gitu, jam berapa Kak Rangga akan sampai."


"hmm, mungkin sekitar jam 9 atau 10 pagi."


"9, 10 kah."


jawabku dengan tenang. setelah itu aku melajutkan Sarapanku. sambil memikirkan sesuatu.


(jadi, Sebentar lagi Orang itu akan tinggal di rumah ini yah. aku tidak sabar bertemu dengannya.)


ucapku, sambil tatapanku seperti memancarkan Cahaya saat sedang menunduk. tanpa di sadari siapapun.


__________________________________


__________________________


Di gerbang Sekolah.


"kalau gitu, aku pergi dulu."


sambil mengucapkan itu, aku mulai keluar dari dalam Mobil sambil menutupnya kembali.


setelah itu, Mobil ayahku lansung berjalan dan meninggalkan sekolah ini.


ketika mereka sudah tak terlihat. perlahan aku berbalik dan melihat seorang Satpan sedang mencoba menutup gerbang.


mungkin karena, sudah waktunya kelas masuk, sehingga ia menutup Gerbangnya.


namun, tanpa pedulikan hal itu, aku lansung berlari dan melompati Gerbang itu seperti sedang parkour.


Setelah melompati Gerbang itu, Satpan yang mencoba mengunci Gerbang lansung terlihat terkejut.


"AP-APA YANG KAU LAKUKAN BOCAAAAAH!"


"maafkan aku pak."


sambil meninggalkan kata - kata itu. aku lansung berlari masuk ke dalam sekolah.


______________________________


_______________________


setelah beberapa saat aku berlari di lorong kelas. tak lama kemudian, akhirnya aku sampai di depan pintu kelas.


saat aku membukanya, Bu Linda dan semua Murid di kelas ini lansung melihat ke arahku.


"Leon, tidak biasanya kau terlambat."


"maaf Bu, saat di jalan aku melihat nenek jaman now sedang mengangkat barang banyak, jadi aku tidak bisa meninggalkannya."


"nenek jaman now?"

__ADS_1


ketika Bu Linda terlihat bingun dan mencoba bertanya. dengan ekspresi kasihan aku mulai menjawabnya.


"benar, ia terlihat sangat kesakitan, sehingga aku membantunya."


"Be-Begitu yah."


ucap Bu Linda, setelah itu ia melanjutkan lagi.


"yaa sudah, kalau gitu, cepat pergi duduk sana. lagi pula pelajaran baru saja di mulai."


"eh, apa aku tidak di hukuman?"


"apa kamu mau di hukum?"


"tidak." jawabku lansung


"kalau begitu, cepat pergi ke tempat dudukmu sana."


"ba- baik."


setelah mengatakan itu. aku lansung berjalan ke arah bangku ku dan duduk di sana.


setelah aku duduk. Sara yang duduk di sebalahku, untuk sementara melirik ke arahku.


namun, setelah beberapa detik kemudian, ia melihat ke arah depan lagi.


di sisi lain. ketika aku sedang duduk sambil mengeluarkan buku pelajaran. tiba - tiba Aku mengingat, apa yang di katakan PIX malam itu.


dimana ia mengatakan kalau yang membuat Laser di video itu adalah Salah satu dari 7 pengguna TUPXION.


meski begitu bukan berarti aku percaya atau tidak mempercayainya. hanya saja jika benar, Laser itu perbuatan dari seorang Pengguna TUPXION. itu berarti mereka juga ikut serta dalam menghadapi para Monster. yang artinya......


(APA AKU HARUS IKUT SERTA JUGA DALAM PERTEMPURAN MEREKA, ATAU..........)


Saat aku mencoba memikirkan banyak hal, aku lansung menyerah. sebab tidak ada gunanya memikirkan hal itu Sekarang.


selain itu. masih ada yang harus aku urus selain ini. yaitu Mengatasi para Bocah Pembuli terlebih dahulu.


________________________________


_________________________


di sebuah Bandara, di sana terdapat seorang Pria sedang duduk di kursi sambil memainkan Hpnya.


ia adalah Rangga, Kakak Pertama Leon dan juga Siska.


ketika Rangga sedang memainkan Hpnya, ia mengirim sebuah pesan ke ibunya. yang mengatakan.


.


setelah mengirim pesan itu, tak lama kemudian sebuah balasan datang dari ibunya.




balas Rangga. setelah itu ia memasukkan kembali hpnya ke dalam Kantong.


setelah itu, ia menyandarkan punggungnya ke kursi. sambil mulai membisikkan sesuatu.


"Sudah dua tahun kah. aku ingin tau bagaimana keadaan Leon dan Siska sekarang."


ketika Rangga sedang membayankan


wajah adek, adiknya. tiba - tiba ia di panggil oleh seorang wanita dari samping.


"sayang, apa yang kau lakukan?"


saat Rangga melihat ke arah suara itu. di sana terlihat seorang wanita sedang menggendong seorang anak gadis berumur 1 tahun.


ia adalah Istri Rangga yang bernama Airani sekaligus anaknya bernama Fira


"Airani ya. bukan apa - apa kok,....selain itu, apa kamu sudah selesai?"


"iya, aku sudah selesai mengurus semua dokumen."


jawab Airani dengan senyuman indah di bibirnya. setelah itu, ia mencoba bertanya.


"omong - omong, kamu sudah memberitau ibu kan?"


ketika Airani bertanya, perlahan Rangga bangkit dari Tempat duduknya. dan melihat ke arah Airani.


"ya, aku sudah beritau dia. Ibu bilang ia sudah berada di perjalanan. bagaimana jika kita menunggunya di luar saja?"


"aku tidak masalah."


jawab Airani. setelah itu Rangga mulai mendorong Kopernya dan mencoba berjalan keluar dari Bandara.


namun saat Rangga baru saja mau berjalan, Tiba - tiba ia dipanggil oleh anaknya dari Samping.


"papa."


"umm, Fira ada apa sayang."


"endong."


ucap Fira, sambil mencoba pergi ke papanya. Rangga.


melihat hal itu, Airani lansung tersenyum dan mengalihkan pandangannya ke arah Rangga.


"Sayang, Sepertinya Fira mau di gendong sama papanya."


"eeeh, kalau gitu, sini Papa Gendong kamu."


perlahan Rangga mengambil Fira dari tangan Airani. setelah itu ia mulai menggendongnya.


ketika Fira sedang di gendong oleh papanya, ia terlihat sangat senang. sambil mulai mencubit - cubit pipi Rangga. melihat hal itu, Airani lansung Tertawa.


"fufufu, sepertinya Fira sangat senang."


"sepertinya begitu."


ucap Rangga, setelah itu ia melihat ke arah Airani, sambil melanjutkan lagi.


"baiklah, bagaimana kalau kita pergi sekarang."


"umm."


jawab Airani dengan senyuman. setelah itu Rangga mulai berjalan keluar sambil mendorong koper dan menggendong anaknya.

__ADS_1


__ADS_2