
setelah aku bangun, aku mencoba mengingat, apa saja yang terjadi sebelum aku Pingsan.
dimana aku yang seharusnya seorang Pria berumur 36 tahun, tiba - tiba berubah jadi Bocah berumur sekitar 13/14 tahun.
di tambah lagi, waktu aku baru bangun, saat itu aku dengar sebuah suara di Ruangan ini.
dimana suara tersebut tidak memiliki wujud apapun. seolah - olah ia seperti layaknya makluk gaib.
namun, yang mengejutkannya lagi adalah, aku yang seharusnya tidak takut dengan Hal Gaib seperti ini. malah sangat ketakutan saat dengar suara itu.
meskipun aku tidak tau alasannya tetapi, karena suara itu sehingga membuat aku pingsan dan lansung tidak sadarkan diri.
"sepertinya ini bukan mimpi?"
sambil mengucapkan itu, aku perhatikan telapat tanganku, dimana yang seharusnya besar tapi sekarang sudah menjadi kecil.
setelah beberapa saat aku perhatikan, tak lama kemudian aku mulai melihat sekeliling ruangan dimana tidak ada satupun Orang di sini selain aku.
"apa dia sudah pergi?"
ketika aku bertanya - tanya apa suara itu masih ada atau tidak, tiba - tiba suara itu muncul lagi di ruangan ini.
[tidak, aku masih ada di dekat Master!]
".....!"
mendengar hal itu. sentak membuatku terkejut dan lansung ketakutan.
meski begitu, bukannya aku lari seperti sebelumnya melainkan aku berusaha untuk tetap tenang.
sebab, berbeda dengan yang tadi di mana aku tidak mengerti apapun, sekarang setidaknya aku sudah mengerti apa yang terjadi dengan diriku saat ini.
setelah memikirkan itu, perlahan aku menghembuskan nafasku. "fuuu...!" setelah itu, aku mencoba berkomunikasi dengan suara itu.
"boleh aku tahu, kamu ada dimana?"
[aku berada di dekatmu, Master!]
"...."
saat aku melihat sekeliling untuk mencari sosoknya. aku tidak melihat apapun. sehingga aku mencoba bertanya lagi.
"bo- boleh tidak, kamu tunjukkan dirimu? aku tidak bisa melihatmu sama sekali??"
[itu tidak bisa di pungkiri. lagi pula aku tidak mempunyai wujud seperti kalian para manusia!!]
mendengar hal itu, aku merasa bingun dan mencoba bertanya lagi
"manusia?..apa maksudmu??"
[jika Master ingin melihat wujudku, Master bisa melihat kearah bawah!!]
"bawah??"
ketika aku melihat ke arah bawah, aku perhatikan ada sebuah selimut yang menutupi kakiku, di tambah lagi di atas selimut itu aku bisa melihat salah satu tanganku sedang memakai kaos tangan biru.
namun, karena aku belum menemukan sosoknya sehingga aku lansung turung dari kasur dan mencarinya di bawah kasur.
tetapi, tetap saja aku tidak menemukan apapun.
"WOY, AKU SAMA SEKALI TIDAK BISA MELIHATMU??"
aku berteriak karena marah dan wajahku terlihat sangat jengkel, sebab aku merasa seperti sudah di permainkan oleh dia, namun....
[Master, aku tidak tau apa yang kau cari disitu. tapi, yang aku maksud berada di bawah itu bukan disitu, melainkan tepat berada di tanganmu!]
"tangan??"
saat aku perhatikan tanganku, aku hanya bisa melihat Kaos tangan yang ku lihat tadi. sehingga membuatku marah lagi.
"WOY, AKU HANYA MELIHAT KAOS TANGAN DI SINI??"
[bukan disitu master, tapi. aku berada tepat di belakang tanganmu!!]
saat aku membalikkan tanganku aku lansung terkejut. sebab Kaos tangan ini sangat mirip dengan Kaos tangan yang sering ku gunakan saat menjalankan misi.
meskipun warnanya agak berbeda. dimana, yang aku pakai itu berwarna hitam, sedangkan yang ini berwarna biru. namun desingnya tetap sama, dimana ada sebuah kotak putih, bergaris - garis , yang terbentuk di atasnya,...tapi....
"aku tidak melihat apapun yang aneh di sini?....WOY, APA KAU MEMPERMAINKANKU LAGI??"
[itu tidak benar Master. coba Master perhatikan kotak putih. di kaos tanganmu?]
saat aku perhatikan Kotak Putih tersebut. beberapa detik kemudian tiba - tiba beberapa garis yang ada di kotak itu mulai menghilang dan memperlihatkan sebuah wajah berbentuk emoji.
emoji itu berwarna Hijau dan ia berada tepat di dalam Kotak tersebut.
[halo, senang bertemu denganmu Master!]
"UWAAAA!!"
aku langsung kaget, dan terjatuh duduk di lantai. sebab emoji itu tiba - tiba bergerak sambil menunjukkan ekspresi seperti Orang yang bahagia.
meskipun aku tidak tau apa yang terjadi. namun ketika Emoji itu melihat kalau aku sedang ketakutan. Ekspresinya tiba - tiba berubah lagi menjadi khawatir.
[Master, apa kau baik - baik saja??]
sesaat ia bertanya, aku dengan cepat melepaskan kaos tanganku dan lansung melemparnya ke arah depan.
"ka- kau jangan bilang?...kau itu?"
pada saat aku bertanya. kaos tangan tersebut perlahan melayang di udara. setelah itu ia memperlihatkan wajahnya yang sedang tersenyum ke arahku.
[yah, seperti yang Master pikirkan. akulah suara yang dari tadi bicara dengan Master!]
"~i-ini tidak mungkin, aku pasti sedang bermimpi??"
__ADS_1
sambil membisikkan itu wajahku tidak terlihat karena di tutupi oleh bayangan.
di sisi lain, ketika emoji tersebut melihatku seperti itu. ia terlihat khawatir dan mencoba bertanya, namun...
[master, apa kau baik - baik saja??]
tanpa pedulikan dia, aku terus membisikkan sesuatu sambil meremas kepalaku.
"memang benar, aku tidak mengerti bagaimana tubuhku ini bisa jadi bocah??.....tapi!...meski begitu!!"
[Master, apa kau dengar??]
"aku lebih tidak mengerti!...kalau!"
[Master sepertinya kau kurang sehat? bagaimana jika mas-!]
sebelum ia menyelesaikan kata - katanya, tiba - tiba aku teriak dengan sangat keras.
"BAGAIMANA BISA KAOS TANGAN INI BICARA SENDIRI, BAHKAN BISA BEREKSPRESI SEPERTI LAYAKNYA MANUSIA SIALAAAN!"
saat aku Teriak, emoji tersebut terlihat sedang Panik dan mencoba mendekatiku. namun...
[Ma- Master tenang saja, ini memang susah di terima. tapi aku yakin Master akan terbiasa, seiring berjalannya waktu!]
sesaat Kaos tangan itu melayan ke arahku, aku lansung mengarahkan kedua tanganku kedepan untuk mengusirnya.
"MENJAUHLAH DARIKU BRENGSEET!!"
[namaku bukan brengseet Master. tapi namaku-!!]
"SIAPA YANG PEDULI NAMAMU SIALAAAAAN!!"
aku berteriak dengan sangat keras hingga menganggu beberapa pasien.
sehingga para dokter lansung memasuki ruanganku dan aku lansung bersujud meminta maaf.
_______________________________
_________________________
setelah aku tenang kembali, saat ini aku sedang duduk di kasur, sambil melihat sesosok emoji di kaos tanganku.
di mana ia saat ini sedang melihatku dengan ekspresi bahagia. namun bukannya aku senang malahan aku merasa merinding saat di tatap seperti itu.
sebab di lihat dari manapun, dia ini hanyalah sebuah Emoji, tetapi ia bisa berekspresi seperti layaknya manusia, hingga aku sekalipun merasa bingun saat melihatnya.
meski begitu, untuk saat ini aku biarkan saja. sebab ada sesuatu yang lebih penting ingin kutanyakan ke dia.
"boleh aku tahu, kau itu siapa??"
saat aku bertanya, dengan wajah Senang Emoji itu jawab...
[baik, perkenalkan aku PIX di panggil sebagai Code Name TUPXION 04]
"PIX?....TUPXION 04?"
"Oi..jika kau menyebut dirimu sebagai Nomor 04, itu berarti masih ada yang lain selain kamu kan??"
[yah, seperti yang di harapkan dari Master, meski tubuhmu sudah jadi kecil namun otakmu masih saja tetap besar.]
"WOY!"
tanpa pedulikan aku yang terlihat kesal, PIX terus melanjutkan lagi, namun...
[seperti yang Master katakan, kami dibawah ke dunia ini cuma berjumlah 07 TUPXION dan-!!]
"tu- tunggu dulu, kau bilang dibawah kedunia ini? apa kalian bukan berasal dari dunia ini??"
saat aku bertanya, dengan tenang PIX menjawab...
[benar, kami berasal dari dunia yang berbeda di bandingkan dengan dunia Master yang sangat damai. meskipun masih ada peperangan, namun, itu hanya ada di beberapa tempat dibandingkan-!!]
"DI DUNIAMU YANG SERING BERPERANG YAH." sambungku lansung.
[yah.] jawab PIX.
setelah itu, Wajah PIX lansung terlihat sedih dan mulai menjelaskannya.
[di dunia itu, kami para TUPXION sering di gunakan sebagai alat tempur. karena kekuatan kami yang di luar akal sehat manusia, sehingga banyak kerajaan dan orang - orang yang mati akibat peperangan itu!!]
sambil mendengarkan ceritanya, aku
terus memikirkan apa yang di katakan PIX.
mulai dari TUPXION yang memiliki kekuatan di luar akal sehat manusia, sampai mereka yang di gunakan sebagai alat tempur. untuk menghancurkan sebuah Kerajaan.
meskipun aku tidak ingin mempercayai cerita tersebut. namun ketika melihat diriku yang terjadi sekarang, di tambah lagi Emoji yang ada di depanku. (maksudnya PIX).
aku tidak punya pilihan lain selain mempercayainya.
"aku mengerti dengan apa yang kau katakan, tapi sebelum itu aku ingin bertanya sesuatu terlebih dahulu??"
[apa itu Master??]
"kau bilang setiap TUPXION mempunyai kekuatan di luar akal sehat manusia?..itu berarti kau dan enam lainnya apa masih bisa menggunakan kekuatan itu, di dunia ini?"
saat aku bertanya, aku Menatap PIX dengan serius. PIX yang melihat itu dengan tenang menjawab...
[yah, aku dan 6 lainnya masih bisa menggunakan kekuatan kami meski berada di dunia ini. salah satunya, seharusnya Master sudah menghadapinya saat itu.]
saat PIX mengatakan itu, aku langsung tau siapa orang yang dia maksud PIX, yaitu...
"Maksudmu,..GORILA ITU KAN?"
[yah.] jawab Lansung PIX
__ADS_1
memang benar, Kekuatan tubuh orang itu sudah malampaui diluar akal sehat manusia.
bahkan aku sekalipun sampai harus menggunakan cara Licik, hanya untuk bisa menahannya.
sebab, jika aku tidak menahanya saat itu. aku yakin, tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkannya.
alasannya, itu karena aku tau betul kalau ia sama sekali tidak bisa di bunuh. bahkan memakai Tank sekalipun.
sehingga satu - satunya cara yang kupikirkan saat itu adalah...
MENGUBURNYA HIDUP - HIDUP.
(yaa, meski aku tidak tau sih, apa iya masih Hidup atau tidak?)
sambil memikirkan itu, perlahan aku melihat ke arah PIX, setelah itu aku mencoba bertanya.
"Omong - Omong PIX boleh aku tau, kekuatan Orang itu apa?"
[orang itu? maksudmu Si Gorila?]
"yah, si Gorila."
ucapku, setelah itu PIX mulai menjawab...
[Orang itu memakai kekuatan PERISAI TAK TERTEMBUS, dari Code Name TUPXION 06, sedangkan untuk kekuatanku-!]
tanpa perlu ia sebutkan, aku sudah tau kekuatan ia apa, yaitu....
"REINKARNASI SESEORANG KAN??"
[seperti yang di harapkan dari Master, bisa lansung mengetauinya!]
"itu bukan sesuatu yang patut di puji!"
lagi pula satu - satunya penjelasan bagaimana situasiku bisa saat ini, karena kekuatan dia.
"baiklah, setidaknya aku mulai mengerti sekarang. tapi masih ada satu hal yang ingin ku tanyakan?"
[apa itu master??]
"aku ingin tahu, siapa orang yang membawamu ke sini dan apa tujuannya membawa kalian kedunia ini??"
saat aku bertanya, aku menatap PIX dengan tatapan tajam. dimana tatapan itu seperti memancarkan cahaya di balik bayangan.
"ayo cepat jawab? jangan bilang..."
sesaat aku berhenti, aku mengeluarkan niat membunuh yang sangat kuat, hingga ruangan ini terlihat seperti sedang di penuhi aura Hitam.
"JANGAN BILANG TUJUAN ORANG ITU MEMBAWA KALIAN KESINI INGIN MEMBUAT DUNIA INI PENUH DENGAN PEPERANGAN SEPERTI DUNIA KALIAN..AH"
[sayangnya, meski itu Master sekalipun aku tidak bisa memberitaumu!]
jawab PIX dengan Tenang.
meskipun aku sudah mengeluarkan niat membunuhku. tetapi ketika melihat PIX yang biasa - biasa saja.
sehingga membuatku lansung menghilankan niat membunuh kembali.
namun, meskipun aku menghilankan niat membunuhku, bukan berarti tandanya aku menyerah. sebab aku masih ingin mencoba sesuatu yang lain, yaitu...
"memang benar saat ini aku tidak tau tujuan kalian. tapi, setidaknya aku bisa tau siapa yang membawa kalian ke dunia ini??"
[memang siapa??]
"...GADIS DI PULAU ITU KAN, YANG MEMBAWA KALIAN KEDUNIA INI??"
sesaat aku mengatakan itu. untuk pertama kalinya aku melihat ekspresi PIX terlihat sangat terkejut.
[Ma~Master bagaimana bisa kau tau itu??]
saat aku mendengar itu, aku sentak terkejut sebab aku juga tidak menyangkah kalo jawaban asal - asalanku ternyata benar.
"ehh apa benar? padahal aku cuma menebaknya saja..tidak ku sangka ternyata gadis cantik itu, yang membawa kalian kesini...hahaha!"
ucapku sambil terlihat senang.
sebab, sejak awal aku sudah merasa aneh, kenapa Gadis yang masih berumur sekitar 17/18 tahun bisa jadi orang terpenting di dalam ******* itu.
bukan hanya itu saja, bahkan ia juga menjadi target kami, yang harus kami tangkap hidup - hidup apapun yang terjadi.
meskipun awalnya aku tidak mengerti, namun karena aku sudah tau kalau Gadis itu pembawa TUPXION, jadi...
(INILAH ALASANNYA, KENAPA MEREKA BERDUA MENGINGINKAN GADIS ITU.)
*************
Author: maksudnya di sini pihak ******* dan pihak yang menyuruh Mc menangkap gadis itu yah.
*************
sambil memikirkan itu, perlahan Bibirku melengkun seperti bulan Sabit. sambil tatapanku memancarkan cahaya di balik bayangan.
(Aku Tidak Tau Kenapa Mereka Berdua Menginginkan Gadis Itu. Tetapi Yang Jelas, Sepertinya Ada Sesuatu Yang Tidak Aku Ketaui, Sedang Terjadi.)
saat memikirkan itu, tiba - tiba terdengar suara ketukan dari arah Pintu.
TOK!!...TOK!!..TOK!!....
saat aku melihat ke arah sana. aku mencoba bertanya...
"siapa itu?"
"Leon, apa kau sudah bangun? aku masuk ya?"
dari balik pintu, terdengar suara seorang wanita. dan perlahan ia mulai membuka pintu tersebut.
__ADS_1
KNOCK!!