BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PERTEMUAN BRID DENGAN RANGGA


__ADS_3

Setelah Brid Turung dari pesawat Rangga lansung pergi menghampiri dia dan menyapanya.


"Paman Brid, aku sudah menunggumu."


"Hahaha benarkah. meski begitu kau sudah besar ya? Kira - kira sudah berapa tahun kita tidak bertemu?-


-terakhir kali kita bertemu, kalau tidak salah saat Kau bertugas di Rusia kan?"


Tanya Brid, dimana Rangga membalas..


"Yah, saat itu aku ditugaskan untuk melakukan latihan bersama dengan angkatan Darat Militer Rusia dan tidak sengaja bertemu dengan kalian."


"Hahaha itu benar juga."


Ucap Brid yang tertawa dan terlihat senang. Sementara itu Rangga yang ingat kejadian itu lansung bertanya ke Brid.


"Tapi, aku masih bertanya - tanya bagaimana kalian bisa ada di sana saat itu?-


-aku ingat kalian bahkan sampai duduk di tempat para tamu."


"Yaaa sebetulnya saat itu kami di undang sama teman dekat ketua."


"Teman dekat Guru?"


"Yah, Kau seharusnya juga sudah tau kan? kenalan Ketua yang punya pangkat Tinggi di angkatan militer Rusia?"


Tentu saja Rangga tau siapa Orang itu, karena bagaimanapun juga dari yang ia ingat satu - satunya kenalan Guru ia yang Punya pangkat tinggi di Rusia adalah....Jendral Alexei.


"Begitu, Jendral Alexei yang mengundang kalian yah."


"Benar, saat itu kami mendapatkan undangan untuk menghadiri acara Latihan bersama antara angkatan Darat Militer Indonesia dan Angkatan Darat Militer Rusia.-


-Jujur saja saat itu Ketua tidak punya niat untuk Datang dan menghadiri acara itu, karena ia sudah punya janjian dengan para Wanita untuk pergi ke Klub Malam bersama."


"Eeehhh😓."


(Seperti biasa, otak Guru cuma di penuhi para Wanita.)


Pikir Rangga dengan tatapan Kosong. Lalu Brid melanjutkan lagi.


"Namun, karena Ia diberitau bahwa kau akan hadir dan Ikut serta dalam Acara itu, jadi mau tidak mau ia pun menolak semua janjiannya dan pergi melihatmu."


"Hmm Begitu😐"


(Syukurlah, sepertinya Guru masih memikirkan Muridnya di bandingkan para Wanita itu.)


Pikir Rangga dengan tatapan datar. Lalu ia mengelankan kepalanya untuk buat kesadarannya kembali dan melihat Brid.


"Omong -omong bagaimana kalau kita Masuk ke dalam dulu, di luar sini sangat dingin?"


"Kau benar, dari tadi aku memang sudah kedinginan. Kalau begitu Rangga tolong tunjukkan jalannya."


"Baik Ikuti aku"


______________________________


___________________________


Setelah Brid di tuntung masuk. Ia di bawah ke sebuah Ruangan tempat dimana Rangga Kerja.


Dan Di tengah Ruangan terdapat Dua Sofa panjang yang saling menghadap satu sama lain.


Tanpa menunggu lama Brid lansung duduk di salah satu Sofa tersebut sambil menunggu Rangga yang lagi buat Teh.


"Oh iya, Rangga aku lupa mengatakan ini. Maaf ya karena sudah Meminjam Pangkalan kalian untuk Lepas landas."


"Tidak, itu tidak apa - apa, lagi pula aku juga sudah mendapatkan izin dari atasan untuk membiarkan kalian Lepas landas di sini."


"Benarkah, syukurlah kalau begitu." Ucap Brid yang merasa Lega.


Kemudian Rangga yang udah selesai membuat Teh lansung menaruknya di atas meja kaca yang berada tepat di depan Brid.


Lalu ia pergi duduk di salah satu Sofa yang berhadapan lansung dengan Brid.


"Baiklah Minumlah dulu, selagi masih hangat."


"Umm."


Balas Brid dengan anggukkan terhadap perkataan Rangga.


Lalu ia pun mulai meminum teh tersebut yang membuat ia lansung merasa sejuk sekaligus segar.


"Fuuu, aku merasa segar kembali."


"Syukurlah kalau anda suka."


Ucap Rangga yang senang.

__ADS_1


Setelah mereka berdua selesai minum - minum, Rangga tiba - tiba menghela nafasnya "Haaa..." dan melihat Brid dengan Serius.


"Baiklah, kalau begitu bagimana kalau kita ke topik utama.-


-Bisa beritau aku sekarang, apa yang membawa paman Brid datang kemari? Tentu saja bukan hanya untuk menemuiku kan?"


Tanya Rangga dengan Serius dimana membuat suasan di antara mereka berdua menjadi tegan dan sunyi.


"........."


"........."


Setelah beberapa detik kemudian Brid pun menjawab.


"Kau benar, aku datang kemari memang bukan untuk menemuimu tapi aku datang kemari itu karena aku di perintahkan oleh Carla untuk menangkap seseorang."


"Menangkap? Siapa yang ingin anda Tangkap?"


"Dia....dia adalah Selena."


"APA! SELENA!"


Tentu saja Rangga yang dengar itu merasa sangat terkejut, Sebab bagaimanapun juga akhir - akhir ini nama itu sering kali ia dengar dan sedang di cari - cari oleh beberapa Pihak, Contohnya Pihak kami(PBB) dan juga Pihak Dunia Bawah.


Alasan ia di cari, itu karena ia beserta kelompoknya di ketaui telah melakukan Penyerangan di salah satu fasilitas yang di bangun oleh Pihak PBB.


Sehingga ia di jadikan sebagai salah satu Buronan Internasional, Namun sampai saat ini keberadaan mereka sepertinya masih belum di ketaui.


"Tapi, di lihat dari Paman Brid yang datang kemari untuk menangkap dia, itu berarti dia sudah ada dan bersembunyi di kota ini."


Guman Rangga yang merasa Frustasi. Karena bagi dia Kota ini sama saja seperti wilayah ia sendiri.


Jadi sudah pasti ia akan kesal jika seorang Buronan internasional berhasil masuk dan memasuki kota ini tanpa ia ketaui.


"Cih."


Sementara itu Brid yang lihat kekesalan Rangga lansung berkata...


"Rangga, tidak usah sekesal itu lagi pula bukan hanya kau saja yang tidak tau Bagaimana Selena bisa masuk ke kota ini, mungkin hampir semua negara juga Tidak akan bisa tau."


"Eh Apa Maksudmu?"


Tanya Rangga yang terkejut sekaligus kebingungan.


"Kau seharusnya sudah taukan, Selena sudah di jadikan sebagai salah satu Buronan internasional?"


"Yah, aku dengar itu karena gara - gara ia dan kelompoknya menyerang salah satu Fasilitas yang di bangun oleh Pihak PBB?"


"Tidak, aku tidak tau."


"Itu....Fasilitas tempat Penelitian Para Monster."


Sentak saja Rangga yang dengar itu lansung terkejut.


"APA FASILITAS PENELITIAN PARA MONSTER!"


"Benar. Di lihat dari wajahmu, sepertinya kau belum tau soal Fasilitas itu yah?"


Tentu saja Rangga tidak tau, lagi pula ini kali pertama ia dengar itu.


"Yah. Ini pertama kalinya aku dengar." balas Rangga.


"Begitu,...ya sudah kalau begitu aku akan memberitaumu Fasilitas apa itu.-


-Seperti namanya, Fasilitas itu adalah tempat dimana Para Monster di jadikan sebagai riset penelitian agar bisa lebih mengetaui makluk apa mereka itu dan seperti apa mereka menjalani kehidupan di Balik Lubang itu.-


-Contohnya saja kekuatan yang mereka miliki, di lihat dari manapun kekuatan mereka benar - benar terbilang sangat kuat di bandingkan dengan kekuatan yang di miliki oleh manusia.-


-Terlebih lagi Batu Kristal yang ada di Tubuh mereka itu apa? Sampai saat ini masih belum ada yang bisa mengetaui batu apa itu sebenarnya?"


"....anda benar."


Balas Rangga, seolah ia setuju dengan Brid. Lalu ia pun kembali melihat Brid dan mencoba bertanya sesuatu yang lain.


"tapi boleh kita berhenti dulu sebentar, aku ingin bertanya sesuatu?"


"Apa?"


"Memang apa hubungannya Fasilitas itu dengan Selena yang berhasil masuk ke kota ini? Bukankah itu tidak ada Hubungannya?"


"tidak, sebetulnya ada hubungannya. Lagi pula alasan kau tidak tau bagaimana ia bisa masuk ke kota ini, itu karena ia mengambil sesuatu di Fasilitas itu."


Penasaran akan hal itu, Rangga lansung menyipitkan matanya dan mencoba untuk bertanya...


"Apa yang dia Ambil?"


"Dia Mengambil...SENJATA S GEAR."

__ADS_1


"APA!"


Rangga lansung melebarkan Mata karena saking terkejutnya. Lalu ia bertanya...


"A~Anu apa anda Serius?"


"Yah. Aku serius."


Jawab Brid dengan tegas. Sementara itu Rangga yang masih terkejut mencoba menenangkan dirinya kembali.


Setelah ia tenang ia tiba - tiba menyadari sesuatu dan buru - buru melihat Brid.


"Huh! Tapi Paman Brid, bagaimana kamu bisa tau semua itu? Apa Kak Carla yang memberitaumu?"


"Tidak."


"Kalau begitu siapa?"


Rangga mencoba bertanya sekali lagi. Tetapi Brid lansung terdiam dan tidak mengatakan apapun, Seolah ia sedang memikirkan Sesuatu.


"......"


Jujur saja bagi Brid, segala sesuatu yang ia lakukan saat itu(Menyerang Fasilitas PBB) adalah hal yang tidak bisa ia biarkan orang lain mengetauinya.


Karena jika ada satu saja yang mengetaui bahwa Kelompok ia terlibat juga dalam penyerangan itu maka besar kemungkinan Kelompok ia akan di lenyapkan.


Maka dari itu ia harus tetap diam dan merahasiakan soal penyerangan itu.


Namun jika itu Rangga,....seharusnya tidak ada masalah. Lagi pula ia adalah Orang yang sangat menghormati ketua sekaligus satu - satunya murid ketua, jadi tidak apa - apa jika ia memberitaunya.


(Aku yakin, Carla pasti berpikiran sama juga denganku.)


Pikir Brid. Lalu ia pun melihat Rangga tetapi ia tidak lansung memberitaunya melainkan ia mencoba memastikan satu hal terlebih dahulu, yaitu...


"Omong - Omong Rangga apa Ruangan ini Kedap Suara?"


Benar, apa yang Ingin Brid pastikan adalah Apakah Ruangan ini kedap Suara atau tidak. Karena jika tidak maka Brid akan menghentikan niatnya untuk memberitau Rangga.


Sebab jika sampai ada orang Luar yang dengar pembicaraan mereka, maka sudah pasti Brid tidak punya Pilihan lain selain membunuh mereka. Yang tidak lain adalah Bawahan Rangga.


Jadi sebisa mungkin Brid ingin menghindari itu.


"Bagaimana Rangga?"


Tanya Lagi Brid, dimana Rangga dengan Santai menjawab.


"Paman Brid tenang saja, Ruangan ini kedap suara kok.-


-apapun yang kita bicarakan di sini, Orang di luar sana tidak akan bisa di dengar"


"Begitu Syukurlah."


Ucap Brid yang merasa lega. Lalu ia pun melihat Rangga dengan Serius dan mulai memberitaunya.


"Baiklah kalau begitu saatnya aku beritau alasan kenapa aku bisa tau semua itu.-


-Itu karena Waktu Selena menyerang Fasilitas tersebut, sebetulnya aku ada di sana saat itu, atau lebih tepatnya...-


-AKU BESERTA KELOMPOKKU YANG LAIN IKUT TERLIBAT JUGA DALAM PENYERANGAN ITU."


"Eh a~apa yang barusan anda katakan?"


Rangga mencoba bertanya, seolah tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan, Tetapi bukannya Menjawab Brid malah menambahkan lagi...


"Bukan hanya itu saja, Kami juga yang suruh mereka(Selena dan Gregori) untuk menyerang Fasilitas itu dan-!"


"Tunggu...Tunggu dulu sebentar, apa yang dari tadi anda katakan? Kenapa Anda Berkata seperti itu?"


"Kenapa? Bukankah sudah jelas itu karena kamu adalah Murid ketua jadi aku percaya padamu.-


-Maka dari itu Rangga, mulai sekarang aku akan bertau Semua yang seharusnya orang lain tidak ketaui. kamu bisa menolaknya jika kamu ingin."


Dari lubuk hati dalam Rangga ia tau bahwa apa yang ingin Brid Ceritakan Sekarang adalah Sesuatu yang sangat berbahaya dan Seharusnya tidak boleh ia ketaui.


Tetapi sebagian Dari dirinya juga penasaran akan Hal itu. Contohnya apa yang membuat Brid dan yang lainnya menyerang Fasilitas itu dan kenapa Pula mereka melakukan itu, jadi.....


"Tidak, tolong beritau aku Paman Brid."


"Apa kamu yakin?"


"Yah. Aku tau akan ada konsekuensi jika aku dengar ini tapi....aku tetap ingin tau alasan kalian melakukan itu."


Balas Rangga dengan Tegas, dimana membuat Bibir Brid lansung melengkun.


"Begitu.....Baiklah, kalau Gitu mari kita mulai."


Lalu Brid pun mulai menceritakan Semuanya Ke Rangga alasan kenapa ia melakukan itu.

__ADS_1


Mulai dari Ia dan Selena berkomplotan mencuri Senjata S Gear di Fasilitas itu sampai Carla Mengajak Selena dan kelompoknya bergabung ke Kelompok kami.


Tidak lupa Ia juga memberitau Rangga soal Penghianatan Alexei yang mencoba melindungi Orang yang telah membunuh Ketua mereka dan juga Rencana Carla yang ingin menggunakan Senjata S Gear yang mereka Curi untuk melawan ke 4 Pengguna TUPXION dari Pihak Alexei dan juga Alexei Sendiri.


__ADS_2