BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BERDAMPINGAN BERDIRI


__ADS_3

setelah beberapa saat, semua pelajaran kami selesai. saatnya waktu untuk kami pulang sekolah.


"haaa..akhirnya selesai juga?!"


ketika aku mengatakan itu sambil meregangkan tanganku, PIX bicara denganku di dalam pikiran.


[kerja bagus master!]


(yah,...meski begitu, tidak kusangka pelajaran akan semerepotkan ini??)


[benarkah?..bukankah jika master serius, master bisa menjawab semua soal itu, dengan mudah kan??]


(tentu sajalah, tidak mungkin aku susah menjawab soal seperti ini,..lagi pula, ini cuma pelajaran anak kecil!?)


[pelajaran anak kecil yah,..kalo begitu, kenapa master bilang barusan, kalo pelajaran itu sangat merepotkan??]


[yang aku maksud merepotkan itu, bukan karena menjawab soal - soalnya, tapi mencari jawaban salah, supaya aku tidak terlalu di perhatikan!?)


[hmm, jadi begitu!?]


ketika aku dan PIX selesai bicara, satu sama lain di dalam pikiranku, aku perlahan mulai memasukkan semua buku mata pelajaranku yang ada di atas meja ke dalam tas.


dan saat aku melirik ke arah sampingku. gadis itu melakukan hal yang sama seperti yang sedang ku lakukan.


setelah beberapa saat aku sudah selesai memasukkan semua buku mata pelajaranku, aku perlahan berdiri dan berjalan ke arah pintu, sambil di ikuti gadis kecil di belakangku, yang sudah selesai juga.


ketika aku sudah sampai di depan pintu, aku perlahan membuka pintu kelas tampa menutupnya kembali, dan lansung berjalan di Lorong kelas.


TAP....TAP....TAP...


Tap...Tap...Tap...


ketika aku sedang berjalan di Lorong, aku meresa kalo gadis itu masih tetap mengikutiku dari belakang.


tapi, karena arah jalan untuk keluar dari sekolah kami sama, jadi untuk sekarang aku membiarkanya saja.


______________________


_________


setelah beberapa menit, aku saat ini sedang berada di depan pintu gerbang sekolah, sambil menunggu Rusli dan juga Lia.


ketika aku sedang menunggu mereka, aku sedang menyandarkan punggungku ke tembok dan memasukkan kedua tanganku ke dalam kantong celanaku.


sambil memperhatikan beberapa siswa yang sedang berjalan keluar dari sekolah.


namun, meski begitu wajahku terlihat sangat terganggu, ketika menatap bocah - bocah itu.


bukan berarti aku terganggu karena para bocah itu, tapi melainkan aku terganggu karena ada seorang gadis kecil yang dari tadi mengikutiku dari belakang sedang berdiri di sampingku sambil melipat tangannya.


ketika aku melirik ke arah gadis itu, dia lansung merasakan tatapanku, namun dia tidak melihat kearah ku dan hanya terus melihat ke arah depan dan mulai bicara denganku.


"apa kau butuh sesuatu dariku, Leon??"


"tidak,..tidak ada sama sekali!?"


kataku dengan sangat tenang sambil mengarahkan pandanganku ke arah depan lagi dan melihat para Bocah itu meninggalkan sekolah.


"bagitu!?"


"...."


"...."


setelah dia mengatakan itu, suasana di dekat kami menjadi sunyi, sehingga aku mencoba untuk mencari topik Lain.


"ngomon - ngomon, apa kau sedang menunggu seseorang??"


"yah, aku sedang menunggu kakak ku!?"


"hmm, jadi kau punya kakak juga?"


"yah."


"...."


"...."


saat dia mengatakan itu secara singkat, suasana di tempat kami sakali lagi menjadi sunyi.


namun, setelah beberapa detik, Gadis itu perlahan memanggilku dari samping.


"Leon!!"


"ada apa??"


kataku sambil melirik ke arah dia.


"bisa tidak, kau memanggilku dengan namaku saja,..jujur aku tidak suka jika kau memanggilku 'Kau' terus...??"


"maaf, meskipun kau bilang begitu tapi aku tidak tau namamu,..lagi pula kau seharusnya juga sudah tau, kalo sekarang, aku ini sedang hilang ingatan kan?"


"yah, aku sudah tau itu,...tapi bukankah kau setidaknya bisa tau, kalo setiap nama siswa bisa kita lihat di sini!?"

__ADS_1


ketika ia mengatakan itu, dia menunjuk kearah *********** di sebelah kanan,


disana terdapat sebuah emblem berbentuk persegi panjang, yang didalamnya menuliskan setiap nama siswa di sekolah ini.


meskipun aku sudah tau kalo di sana tercantung setiap nama Siswa, namun aku tetap tidak berani untuk melihat ke arah sana, ketika pertama kali bertemu dengan dia.


itu karena, tempat itu sangat berbahaya, karena tepat berada di payudara seorang gadis...jadi, jika aku melihat ke arah sana, itu bisa jadi tindakan kriminal.


dan yang lebih penting, aku itu bukanlah seorang pecinta Loli.


"maaf, aku tidak memperhatikannya sama sekali!?"


saat aku mengatakan itu, aku tidak melihat ke arah ***********, melainkan melihat ke arah wajahnya sambil terus menatap matanya.


"....??"


setelah beberapa detik kami terus saling menatap satu sama lain, dan tak lama kemudian, dia akhirnya mengerti apa yang aku maksud.


"begitu,..sepertinya kau sangat berbeda di bandingkan dengan Pria yang lainnya!?"


"benarkah, begitu??"


"yah"


setelah dia mengatakan itu, ia perlahan mengulurkan tangannya ke arahku dan mulai memperkenalkan diri.


"kalo begitu,..perkenalkan namaku Sara!?"


ketika ia mengatakan itu, aku perlahan mengerakkan tanganku dan megenggam tanganya, yang di ulurkan ke padaku.


"Sara yah, kalo aku,..perkenalkan Namaku Leon!?"


"aku sudah tau!?"


"begitu,...ngomon - ngomon, berapa ukuran payudaramu??"


ketika aku mencoba untuk bercanda dengannya. untuk sesaat Sara melebarkan matanya karena terkejut.


namun, setelah beberapa detik dia kembali seperti semula, dan untuk pertama kalinya saat dia melihat ke arahku di terlihat sedikit tersenyum.


"hmm, aku pikir kau berbeda dengan pria yang lainnya Leon, tapi ternyata aku salah!!...ngomon - ngomon, apa kau ingin ku tampar ??"


meskipun Sara mengatakan itu, dia tidak terlihat marah sama sekali. mungkin karena ia sudah tau kalo aku sedang bercanda dengannya.


"tidak,..maafkan aku,..aku cuma bercanda!?"


"aku sudah tau!?"


"yah, lagi pula......."


setelah itu aku dan Sara terus ngobrol satu sama lain, sambil menunggu seseorang yang sedang kita tunggu masing - masing.


__________________


___________


setelah beberapa saat aku dan Sara saling ngobrol, tiba - tiba ada sebuah mobil mewah Lamborghini tampa penutup di atasnya berhenti di depan kami.


ketika aku memperhatikan pengendara mobil itu.


disana terdapat seorang Pria yang berumur sekitar 20 tahun ke atas, dia memiliki rambut berwarna hitam yang disisir dari samping dengan rapi, dan mengenakan jaket kulit hitam, sambil memiliki kilatan tajam di matanya.


ketika aku memperhatikan tatapan Pria itu, dan warna rambutnya, aku perlahan melirik ke arah Sara dari samping.


(jangan bilang dia ini...)


saat aku memikirkan itu, Pria itu mengarahkan pandanganya ke arah kami berdua dan melihat ke arah Sara.


"maaf aku terlambat,..apa kau sudah lama menunggu??"


"tidak,...aku tidak lama kok menunggu!?"


(tidak, kau jelas - jelas dari tadi terus berdiri di sini menunggu dia?!)


saat aku mengatakan itu di dalam Pikiranku, aku mencoba untuk menanyakan sesuatu ke Sara.


"Sara, apa dia Kakakmu??"


kataku, ketika melihat Pria di mobil, setelah itu, Sara sesaat melirik ku kemudian melihat ke arah Pria itu juga.


"yah, dia Kakak ku, namanya Firdaus!"


"Firdaus yah,!!"


ketika aku mengumankan itu, Sara perlahan Berjalan ke arah Kakaknya dan membuka pintu mobil, sambil menutupnya kembali ketika sudah duduk di dalam.


"Sara, apa dia temanmu??"


"umm, dia teman kelasku, namanya Leon!?"


"Leon yah,!!"


ketika Firdaus mengatakan itu, dia mengarahkan pandanganya ke arahku, sambil bibirnya melengkung dan tersenyum sedikit.

__ADS_1


"Leon,..makasih sudah menjaga adikku?!"


"tidak,..itu bukan apa - apa!!'


kataku dengan sikap tenang ketika melihat Kakaknya Sara.


"ngomon - ngomon Leon, apa kau ingin naik juga? aku akan mengantarmu pulang??"


saat Sara mendengarkan Kakaknya menyuruhku naik ke dalam mobil, ia melebarkan matanya karena tertegun,


dan melihat ke arah kakaknya dengan tatapan dingin.


"Kakak, apa yang kau katakan??"


"ada apa?..tidak apa - apakan jika kita antar sekalian dia pulang??"


"itu emang benar,...tapi..."


ketika aku memperhatikan Sara terlihat Kesusahan, aku mencoba masuk ke dalam pembicaraan mereka berdua.


"maaf, untuk kali ini, sepertinya aku harus menolak tawaranmu!?"


"eh!!"


dengan cepat Sara lansung berbalik melihat ke arahku sambil terkejut.


begitupun dengan Kakaknya yang sedang menatapku.


"hmm,..apa kau sedang menunggu seseorang??"


ucap Kakaknya Sara.


"yah, seperti yang kau bilang, aku emang sedang menunggu teman - temanku dan ingin pergi bermain setelah ini!?"


"begitu!?"


setelah mengatakan itu, ia mulai menyalakan mobilnya dan mengarahkan pandanganya ke arahku lagi.


"kalo begitu, kami pergi duluan Leon!?"


"yah!?"


jawabku secara singkat dengan ekspresi tenang. setelah itu, Sara melihat ke arahku juga.


"Leon, Sampai jumpa!?"


"yah, Sampai jumpa!!"


setelah aku mengatakan itu, dengan cepat mobil mereka lansung melaju dan meninggalkan sekolah ini.


ketika aku terus melihat, arah dimana mobil mereka Pergi, tak lama kemudian aku mendengar suara Rusli memanggilku.


"Leoon!!"


saat aku mengarakan pandanganku ke arah suara itu, dari jauh aku melihat Rusli dan Lia sedang berlari sambil melambaikan tangannya ke arahku.


setelah beberapa detik mereka sampai di dekatku, Rusli lansung melihatku dengan tatapan rasa bersalah.


"maaf Leon, kau pasti sudah lama menunggu kami kan??"


(yah, itu betul sekali Bocah sialan, aku sudah dari tadi berdiri dan menunggu kalian di sini!!)


jujur aku ingin mengatakan itu kepada mereka, tapi ketika aku melihat wajah mereka berdua, untuk sekarang aku lupakan saja itu.


"aku memang menunggu kalian, tapi tidak terlalu lama kok?!"


"benarkah!?"


"yah!!"


saat aku mengatakan itu dengan wajah serius, mereka berdua lansung merasa lega.


"baguslah kalo begitu, aku pikir Leon akan lama menunggu kita di depan!?"


kata Lia dengan wajahnya terlihat sangat senang.


"sama, aku juga pikir begitu!?"


kata Rusli ketika melihat ke arah Lia dengan wajah yang sama sepertinya.


setelah itu, Rusli melihat ke arahku.


"kalau begitu, ayo kita pergi sekarang!?"


"ayooo!?"


ketika Lia mengatakan itu, ia mengangkat kedua tangannya tinggi - tinggi ke atas, sambil terlihat sangat gembira.


"yah."


jawabku secara singkat.


setelah itu, Rusli dan Lia mulai berjalan meninggalkan sekolah, sambil aku mengikuti mereka dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2