BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
KEMUNCULAN GREGORI


__ADS_3

Setelah Mael melepaskan sebuah tembakan. Valdo dengan cepat mengeluarkan beberapa pedang besarnya dari lingkaran sihir dan menaruhnya 2 meter tepat di depan Amaliya. Dimana pedang - pedang itu akan melindungi Amaliya dari serangan Laser Mael.


(Seharusnya ini sudah cukup.)


Valdo pikir begitu tapi sayangnya ia salah. Sebelum laser itu menabrak pedangnya laser itu tiba - tiba mengubah arah dengan berbelok ke arah atas.


Kemudian laser itu menyebar menjadi beberapa bagian hingga tidak hanya menargetkan Amaliya saja melainkan laser itu juga menargetkan Valdo dan yang lainnya yang ada di sana.


Valdo memegang erat pedangnya dan bersiap menebas laser - laser itu. Tapi sayangnya laser itu malah menghindar dengan berbelok ke arah bawah sehingga mengenai tumpukan salju di dekatnya. Hal itu juga terjadi di tempat Amaliya.


"Sial ini lagi!" Ucap Amaliya.


Tumpukan salju yang di kena langsung berhemburan dan bertebaran dimana - mana hingga membuat mereka semua tidak bisa melihat apa - apa.


Namun setelah Amaliya menghilangkan semua tebaran salju itu, Alexei akhirnya memperhatikan bahwa Selena sudah tidak ada di sana(Di tempat Carla).


(Di-Dia tidak ada? Kemana dia? Jangan bilang....)


Alexei buru - buru mengalihkan pandangannya ke arah Amaliya dan mencoba memperingatinya.


"Amaliya hati - hatilah Selena tidak ada di sana, ia mungkin sedang mencoba melakukan serangan lagi."


Amaliya menyadari itu juga dan sudah menyiapkan ratusan duri es di atasnya. Tidak lupa ia juga mengumpulkan energi di tangannya agar bisa langsung membekukan Selena ketika Selena muncul di hadapannya.


(Dimana,...Dimana ia akan muncul.)


Amaliya memperhatikan sekitar begitupun dengan Alexei dan yang lainnya. Namun berapa lama pun mereka menunggu Selena tidak kunjung muncul juga hingga akhirnya mereka pun mulai menurunkan kewaspadaannya.


"Aneh, dia tidak muncul - muncul, apa mungkin dia tidak melakukan serangan?"


Vincent menanyakan itu dimana Alexei yang langsung jawab..


"Sepertinya begitu."


"Kalau begitu, kemana dia pergi?"


Sementara Sherlie menanyakan itu mereka semua hanya terdiam. Lalu saat itulah dua meter tepat di atas kepala Carla tiba - tiba muncul sebuah cahaya terang, Dan dari dalam Cahaya itu dua orang melompat keluar dan mendarat tepat di depan Carla.


Satunya adalah Selena sedangkan yang satunya lagi adalah seorang pria berumur sekitar 38 tahun.


Pria itu memiliki tubuh yang tinggi tidak seperti manusia pada umumnya serta mempunyai otot yang besar dan juga tatapan tajam. Yang dimana tatapannya itu entah kenapa bisa membuat orang merasa ketakutan saat melihatnya.

__ADS_1


Tanpa perlu di katakan lagi, pria itu adalah salah satu orang yang di takuti di dunia bawah serta orang yang di sebut - sebut memiliki kekuatan yang setara dengan Ketua KSP sebelumnya.


Dia adalah.....GREGORI.


"Carla aku sudah membawanya ke sini."


Ucap Selena. Dimana Carla langsung mendekati mereka dan membalas..


"Kerja bagus."


Sebelum Carla berbicara dengan Gregori, ia ingin bicara dengan Selena terlebih dulu.


"Omong - omong Selena, bagaimana dengan situasi di sana(gerbang masuk)? Apa mereka(Trio bodoh dan lainnya) melakukannya dengan baik."


"Yah, tenang saja mereka melakukannya dengan baik kok.-


-Saat aku singgah di sana aku melihat Greg dan yang lainnya sudah menghabisi semua penjaga di sana. Di tambah lagi mereka juga telah berhasil memblokade gerbang itu jadi seharusnya tidak akan ada lagi yang bisa datang ke sini membantu mereka(Alexei dan lainnya) kecuali mereka mengirim pasukannya lewat udara."


Selena memandang langit dengan tatapan serius. Begitupun dengan Carla.


"...Kau benar. Tapi kamu tidak usah khawatir karena aku sudah menyiapkan beberapa cara agar bisa mengatasi itu."


"Ooh Cara apa itu?"


Carla lansung mengalihkan pandangannya ke arah Mael. Dari itu saja Selena bisa langsung tau maksudnya.


"Hmm jadi begitu, memang benar dengan kemampuan dari Senjata S Gear yang Mael miliki maka kita tidak perlu lagi khawatir dengan serangan udara mereka."


Selena merasa senang, Carla pun membalas dengan senyuman ringan.


Lalu kemudian Carla berahli ke arah Gregori, dimana sejak tadi Gregori terus menatap Valdo dengan tajam.


"Gregori."


Gregori sontak kaget saat di panggil dan buru - buru melihat Carla.


"?"


"Dari yang aku lihat sepertinya kamu sudah tau situasi kita saat ini. Jadi seharusnya kamu juga sudah tau kan apa yang harus kamu lakukan?"


Tanya Carla, dimana Gregori dengan kuat menganggukkan kepalanya sebagai balasan.

__ADS_1


"Um."


"Baguslah, kalau begitu......"


_________________________________________


___________________________________


>Sementara itu di tempat Alexei.


Saat ini Alexei terlihat sangat terkejut. Penyebabnya tentu saja karena pria yang barusan Selena bawa.


Pria itu bernama Gregori, ia di kenal sebagai salah satu orang terkuat dan di takuti di dunia bawah.


Saking kuatnya bahkan Dirman sendiri pun sampai mengakui kekuatan pria itu(Gregori).


(Aku sudah menduganya tapi tidak ku sangka kalau dia benar - benar akan datang ke sini.-


-Selain itu di lihat dari tatapan ia barusan sudah jelas kalau ia sedang menargetkan Valdo.)


Alexei langsung mengalihkan pandangannya ke arah Valdo, dimana ia mencoba memperingatinya.


"Valdo, hati - hatilah pria itu sangat berbahaya."


Awalnya Valdo tidak terlalu percaya namun saat ia melihat tatapan serius Alexei, ia pun merasa bahwa ini bukanlah peringatan biasa, melainkan ini adalah sesuatu yang harus di anggap dengan sangat serius.


"Baik aku akan berhati - hati, tapi Jendral Alexei bisa beritahu aku, siapa pria itu?"


"Tentu, pria itu bernama Gregori, dia adalah Ketua dari kelompok tentara bayaran yang telah menyerang salah satu fasilitas penelitian monster yang kita sebutkan tadi."


"Ooh jadi dialah orangnya."


Valdo terlihat terkejut, Begitupun dengan yang lainnya. Namun tak berhenti sampai di situ Alexei melanjutkan lagi bicaranya..


"Dari yang aku dengar setidaknya ada 4 Senjata S Gear yang hilang saat penyerangan itu. Dan sampai saat ini kita sudah mengetahui bahwa tiga orang dari mereka telah menggunakan nya(Brid, Mael dan Selena) itu berarti masih tersisa satu lagi.-


-Kemungkinan besar satunya itu di pegang oleh dia(Gregori)."


Vincent seolah setuju juga dan mengangguk.


"Um, Jika pria itu memang memegang senjata S Gear maka sudah pasti ia akan jadi lawan yang sangat merepotkan."

__ADS_1


__ADS_2