BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PEMBICARAAN SOAL LUBANG PUTIH


__ADS_3

Sesampainya mereka di lantai bawah mereka melihat sebuah koridor putih yang terbentang jauh kendepan serta di terangi juga oleh cahaya.


Di bagian kanan lorong terdapat sebuah kaca yang sangat tebal, yang memperlihatkan lansung bagian dalam gunung berapi tempat ini.


"Ayo."


Brid mulai berjalan menelusuri koridor itu sambil di ikuti Dux di di belakangnya


TAP!!...TAP!!...TAP!!.....


Setelah beberapa saat mereka berjalan akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan. Dimana terdapat sebuah meja bundar di sana di sertai monitor besar yang terpasang di dinding.


Carla juga ada di dalam sana dan sedang duduk di salah satu meja bundar.


Sepertinya Ia sedang menulis sesuatu di laptopnya.


"Carla, aku sudah membawa Brid."


Di saat Carla mendengar suara Dux ia lansung menghentikan pekerjaan nya dan melihat ke arah mereka berdua.


"Ooh kalian sudah datang, duduklah."


Brid lansung pergi duduk, begitu juga dengan Dux.


Di sisi lain Carla baru sadar kalau Selena tidak ikut bersama mereka, sehingga Carla melihat Brid dan mencoba bertanya padanya.


"Omong - omong aku tidak lihat Selena, apa dia tidak ikut denganmu?"


"Tenang saja ia ikut kok hanya saja ia mengalami sedikit masalah jadi ia pergi ke suatu tempat.-


-Tapi kau tidak usah khawatir karena aku sudah menyuruh Mael membawanya kemari. Jadi sebentar lagi mereka pasti akan datang ke sini."


"Begitu."


Carla kembali mengerjakan pekerjaannya. Sementara Brid dan Dux, mereka diam menunggu kedatangan Selena.


Namun karena Brid tidak suka dengan suasana sunyi seperti ini jadi ia mulai mencoba mencari topik pembicaraan.


"Oh iya bagaimana dengan lubang putih yang kau teliti Carla, apa kau sudah menemukan sesuatu?


Carla menghentikan pekerjaannya lagi dan melihat Brid.


"Yah, berkat data yang kau berikan padaku. Aku berhasil menganalisa lubang putih itu, hanya saja...."


"Ada apa?"


"Aku masih bingun, kenapa lubang itu tidak mengeluarkan Monster. Padahal kamu tau sendirikan di setiap lubang yang terbuka di dunia ini pasti akan mengeluarkan monster tapi lubang ini tidak sama sekali.-


-Apa lagi menurut analisa Noel, tingkat berbahaya yang di miliki lubang ini adalah 0℅ yang artinya..."


"Lubang ini aman."


Sambung lansung Brid, dimana Carla membalasnya dengan wajah serius.


"Benar. Dan yang lebih penting lagi, ini hanya perkiraanku saja tapi ada kemungkinan lubang ini bisa di masuki oleh manusia."


"APA!!"


"Kau Bercandakan."

__ADS_1


Baik Brid maupun Dux terlihat sangat terkejut, sebab mereka tau manusia seharusnya tidak bisa masuk ke dalam sana.


Sebab dulu ada banyak negara yang mencoba mengirim pasukan khusus mereka ke dalam sana untuk melakukan penyelidikan. namun sayangnya mereka semua tidak pernah kembali.


Sampai pada akhirnya mereka mencoba melakukan percobaan dimana mereka memasangkan rantai ke setiap pasukan yang masuk ke dalam lubang, tapi ketika rantai itu di tarik kembali yang tersisa dari para pasukan itu hanya tulang mereka saja sedangkan daging dan darah mereka sudah hilang entah kemana.


Dari situlah semua orang menganggap bahwa lubang dari dimensi lain tidak bisa di masuki oleh manusia.


"Ca-Carla, jika apa yang kau katakan itu benar maka aku rasa sebaiknya kita sembunyikan saja dulu informasi soal keberadaan Lubang putih ini."


Benar jika keberadaan lubang putih ini sampai di bocorkan maka akan terjadi kekacauan.


Carla seolah menerima saran itu dan mengangguk setuju.


"Um, Kau benar."


Namun di sisi lain Dux seolah terlihat kebingungan. Ia tidak mengerti sama sekali kenapa informasi lubang putih ini harus di sembunyikan. Padahal jika di sebarkan maka pasti akan ada banyak negara yang mau membantu Carla untuk meneliti Lubang Putih ini dan itu juga pastinya akan sangat membantu Carla menyelesaikan penelitiannya.


(Jadi kenapa?)


Brid seolah tau apa yang di pikirkan Dux. Jadi ia pun mencoba menjelaskannya agar ia mengerti.


"Dux, kau seharusnya taukan ada banyak negara yang ingin mengirim pasukan mereka ke dalam lubang?"


"Y-yah aku tau."


"Nah menurutmu kenapa mereka melakukan itu?"


Ketika Brid menanyakan itu, untuk sesaat Dux terdiam dan berpikir. Setelah beberapa detik kemudian ia pun mulai menjawabnya...


"Yaa itu karena mereka ingin mengetaui medan di tempat itu supaya mereka bisa membangun base militer atau benteng pertahanan untuk menghalangi para monster agar tidak masuk lagi ke dunia ini."


"Benar, tapi sebetulnya bukan hanya itu saja, masih ada lagi."


Tanya Dux yang penasaran. Namun kali ini bukan Brid yang jawab melainkan Carla yang lansung jawab.


"Dux, Mereka juga ingin mencari sumber daya alam di dalam sana."


Dux yang dengar itu merasa sangat terkejut sampai - sampai ia berdiri dari tempat duduknya.


"Apa!! Oi Brid apa itu benar?"


Dux seolah ingin mengkonfirmasi hal itu dari Brid. dan Brid pun menjawabnya dengan serius.


"Yah itu benar. Dari depan mereka memang mungkin terlihat seperti ingin melindungi dunia ini dengan mengirim pasukan mereka ke dalam sana(Lubang) tapi pada kenyataannya tidak seperti itu.-


-Yang paling mereka inginkan hanya menyedot sumber daya alam di dalam sana agar bisa mengkayai diri mereka sendiri."


Dux yang dengar itu merasa sangat kesal hingga memukul meja bundar di depannya.


"Sial Apa - apaan itu, bagaimana bisa mereka memikirkan hal itu di saat dunia kita dalam kondisi seperti ini."


Brid mencoba menenangkan Dux, dan menjelaskannya...


"Dux mau dunia kita dalam bahaya atau apapun itu. Yang jelas dalam bernegara itu hal yang biasa untuk mengkayai diri mereka sendiri, sebab jika tidak maka negara itu pasti tidak akan bisa bertahan."


"Hmm itu berarti alasan kalian merahasiakan soal lubang putih ini?"


"Benar, itu untuk menghindari hal buruk yang terjadi. Sebab jika kita menyebarkannya maka ada banyak negara kuat yang menginginkannya. Yang dimana itu bisa menyebatkan hubungan setiap negara menjadi memburuk.-

__ADS_1


-Karena itulah kita harus menghidari hal itu, karena jika tidak maka kau seharusnya tau sendirikan apa yang akan terjadi?"


"Yah."


Tentu saja Dux tau. Kemungkinan besar dunia ini akan dalam bahaya. Karena untuk bisa menang dari para monster setidaknya semua negara harus bersatu dan menyatukan kekuatan mereka untuk melawan para Monster. terutama negara super power.


"Bagaimana, sekarang kamu sudah mengertikan?"


Di saat Carla menanyakan itu, Dux dengan kuat menganggukkan kepalanya.


"Yah, aku sudah mengerti."


Lalu setelah itu beberapa detik kemudian tiba - tiba pintu ruangan terbuka dan terlihat Mael sedang menyeret Selena masuk ke dalam.


Gregori juga ada di sana dan sedang mengikuti mereka dari belakang.


"Mael, sudah ku bilang aku kurang enak badan, aku mau istirahat." Ucap Selena.


"Kau bilang begitu, padahal aku lihat tadi kau hanya asik minum - minum saja di belakang gudang." Balas Mael.


"Ka-Kau salah, aku hanya sedang mencoba menghilangkan rasa mualku itu."


"Ala tidak usah banyak alasan cepat masuk ke dalam. Lihat Carla sudah menunggumu di sana."


"Apa!"


Selena kaget dan buru - buru melihat ke dalam, dimana ia melihat Carla sedang memberikan tatapan dingin.


Tentu saja hal itu membuat Selena merasa ketakutan dan lansung bersembunyi di belakang Mael.


"Hah woy apa yang kau lakukan di situ? Sana menjauh dariku." ucap Mael.


"Diamlah, aku hanya pinjam punggungmu sebentar."


Balas Selena. Mael merasa kesal walau begitu Selena tidak mempedulikannya sama sekali dan lansung mengalihkan pandangannya ke arah Carla.


"Ca~Carla maaf aku datang terlambat. Aku sungguh tadi tidak enak badan, makanya aku kabur."


Carla seolah tidak terlalu peduli soal itu. Sebab tanpa di beritaupun


Carla sudah tau bahwa kondisi Selena memang tidak baik - baik saja setelah melihat wajahnya yang kelihatan pucat.


"Sudahlah aku tau kok, yang lebih penting apa kamu tidak apa - apa menghadiri rapat ini? Jika kamu memang masih kurang enak badan sebaiknya kamu kembali saja ke kamarmu dan istirahat."


Carla mencoba menyarankan itu. Tapi Selena malah lansung menolaknya dan berkata...


"Tidak usah, aku akan tetap menghadari rapat ini, lagi pula aku juga sudah berada di sini.-


-Selain itu aku juga ingin tau langkah apa yang akan kau lakukan selanjutnya."


Selena terlihat sangat serius. Melihat hal itu Carla lansung tersenyum.


"Begitu, yaa udah kalau begitu jangan diam saja di situ, cepat duduk."


"Ba~Baik, tapi Carla kamu sudah tidak marah lagi kan padaku?"


"Tenang saja, aku tidak marah kok."


Selena merasa senang mendengar itu dan lansung pergi ke tempat duduknya, Kemudian Di susul oleh Mael dan Gregori yang duduk berdampingan dengan Brid.

__ADS_1


Setelah mereka bertiga duduk. Carla berdiri dari tempat duduknya dan menatap semua orang dengan serius.


"Baiklah, karena semuanya sudah ada di sini, kalau begitu mari kita mulai rapatnya."


__ADS_2