
Keesokan paginya, sekitar jam 04 : 37 pagi, terlihat aku yang mengenakan pakaian Olahraga sedang pemanasan di halaman Rumah.
Di mana, di saat aku sedang pemanasan, aku berguman...
"Omong - omong tadi malam itu sangat mengerikan yah?"
Ketika aku menanyakan itu, PIX yang berada di kaos tanganku lansung bertanya balik di dalam pikiranku..
[Maksud anda saat di ruang makan?]
"Yah, tidak ku sangkah saat aku baru datang, mereka semua lansung menghujani ku pertanyaan soal, apa aku punya pacar atau tidak-
-Jujur itu seperti aku sedang di introgasi saat di tangkap oleh musuh."
Ucapku sambil wajahku terlihat suram, melihat itu PIX lansung berkata...
[Kau benar, bahkan orang itu(ayahmu) yang biasanya terlihat tenang saja, bisa hilang kendali saat menanyakan Soal itu.]
"Setelah di ingat - ingat benar juga."
Ucapku sambil meneruskan pemanasanku.
Setelah beberapa menit aku pemanasan tak lama kemudian akhirnya aku selesai. Dimana saat ini aku sedang istirahat dan duduk di halaman Rumah sambil melihat ke atas langit yang masih terlihat gelap.
"Fuuu, aku merasa segar."
Ucapku sambil melap Keringatku yang menetes di wajah, kemudian aku berbalik ke arah Rumah dan bertanya..
"Apa Rina belum Keluar?"
[Sepertinya Belum.]
Jawab lansung PIX sambil melihat ke arah rumah. Dimana tidak ada satupun tanda - tanda kehadiran seseorang yang akan keluar. Kemudian ia berahli ke arahku dan bertanya..
[Omong - omong Master, sepulang sekolah nanti, apa anda akan menemui gadis itu lagi?]
"Gadis itu? Maksudmu Bulan?"
[Yah.]
Jawab PIX secara singkat, kemudian aku melihat ke arahnya dan bertanya balik...
"Buat apa aku menemui Bulan?"
[Yaa aku pikir, ini sudah waktunya anda bertanya soal alasan, kenapa mereka berlima tidak mau berurusan dengan anda secara lansung-
-lagi pula, selama ini anda ingin cari tau soal itu kan?]
Tanya PIX sambil menatapku dengan serius.
Memang benar alasan aku tidak melakukan apapun pada mereka Selama ini, itu karena aku belum tau alasan kenapa mereka berlima tidak mau berurusan denganku secara lansung.
Bukan berarti aku takut atau semacamnya, hanya saja aku tidak suka bergerak jika situasi di pihak sana belum kuketaui sama sekali.
Namun itu dulu berbeda dengan sekarang, dimana setelah aku membuat Bulan menjadi Pionku, ada satu hal yang kuketaui yaitu....
MESKIPUN AKU MENYERANG MEREKA, AKU TIDAK MENERIMA KOSEKUENSI APAPUN. Itulah Sebabnya, aku mulai bergerak sekarang.
Yaa meski aku belum tau alasan kenapa mereka melakukan itu, namun, cepat atau lambat aku pasti akan mengetaui hal tersebut.
Setelah aku memikirkan itu aku melihat ke arah PIX dan menjawab...
"Memang benar aku penasaran soal itu, tapi untuk sekarang aku tidak perlu bertanya hal itu pada Bulan."
[Kenapa?]
Ketika PIX bertanya aku menyipitkan mataku yang tajam ke arahnya, dimana aku menjawab...
"Yaa itu karena tidak lama lagi,..AKU BISA DENGAR HAL ITU, DARI MULUT MEREKA SENDIRI."
__ADS_1
Ucapku dengan pelan namun tajam, di tambah senyuman seringai terpancar di bibirku.
Melihat itu membuat PIX lansung meneteskan keringat dingin.
Namun sesaat kemudian tiba - tiba kami berdua merasakan ada seseorang yang keluar dari rumah.
Saat aku melihat ke arah sana, di situ terlihat Rina sedang mengenakan pakaian Olahraga yang bertipe jaket. sambil mengikat rambutnya yang panjang, Ponytail ke arah belakang.
"Tuan Muda, anda sudah di sini."
"Oh, selamat pagi Rina."
"Selamat pagi, kapan anda keluar?"
Tanya Rina sambil berjalan Ke arahku. Setelah ia sampai aku menjawab...
"Baru beberapa menit yang lalu."
"Benarkah?"
Ucap Rina sambil memperhatikan seluruh bagian badanku, dimana penuh dengan keringat.
Melihat itu Rina lansung tau kalau aku udah menunggunya dari tadi, sehingga ia lansung merasa bersalah.
"Rina ada apa?"
Di saat aku memanggilnya Rina lansung kembali sadar dan buru - buru melihat ke arahku.
"Tidak, bukan apa - apa."
Ucapnya sambil memaksakan senyumannya. Mengetaui itu, aku lansung berdiri di hadapannya dan menyentil dahinya.
TUKK!!
"~Aduh,..tu-tuan muda apa yang anda lakukan?"
Tanya Rina sambil menggosok dahinya. Namun tanpa pedulikan itu aku berkata...
Ucapku dengan tegas. Mendengar itu, Rina lansung menatapku dengan ekspresi rumit.
Namun karena ia tau, tidak ada gunanya bicara lama di sini, sehingga ia mendengarkan apa yang aku katakan..
"Ba- baik, aku mengerti."
Ucapnya sambil mulai pergi pemanasan.
___________________________________
______________________________
Setelah beberapa menit Rina melakukan pemanasan tak lama kemudian akhirnya ia selesai dan lansung berjalan ke arahku.
"Maaf membuat anda menunggu."
"Itu, tidak apa - apa, kalau begitu ayo kita pergi."
Sambil mengucapkan itu, kami berdua lansung berlari pelang dan pergi meninggalakan rumahku.
TAP!!....TAP!!....TAP!!....
Di saat kami berlari di pinggir jalan, Rina mencoba memperhatikan sekitar, dimana masih kurang kendaraan yang lewat.
Bahkan Orang yang ia lihat pun di jalanan, tidak mencapai 10.
"Tidak ku sangkah ini masih sangat sepi, bahkan suasana yang kurasakan saat ini sangat berbeda dengan ketika aku pergi ke pasar di jam segini."
"Eh benarkah?"
Saat aku bertanya, Rina lansung menjawabnya dengan anggukan "umm." kemudian ia melihat ke arahku dan berkata..
__ADS_1
"Meski begitu, aku kagum melihat tuan muda setiap pagi lari di jam segini. Apa anda tidak takut?"
"Tidak, malahan aku menyukainya. Selain itu, Coba kamu hirup udara sekitar, pasti kamu akan merasa nyaman."
Ketika aku mengatakan itu, Rina melihat ke arah depan di mana Hembusan angin menerbangkan Rambutnya yang di ikat ponytail ke belakang.
Kemudian ia mencoba menghirup Udara sekitar dan perlahan mengeluarkannya dari mulut.
"Fuuuu..."
"Bagimana, ini terasa nyaman kan?"
Tanyaku sambil melirik ke arahnya, dimana Rina terlihat senang.
"Anda benar, entah kenapa aku merasa sangat segar, terlebih udara sekitar terasa berbeda. Seperti aku merasa melayan saat menghirupnya."
Ucap Rina Dimana ekspresinya terlihat Ceria, melihat itu aku lansung tersenyum dan berkata...
"Itu tentu saja, lagi pula udara di jam segini, dengan udara di jam yang lainnya itu sangat berbeda."
"Maksud anda?"
Di Saat Rina Bertanya, sesaat aku melirik ke arahnya. Namun beberapa detik kemudian, aku melihat ke arah depan dan menjawab...
"Seperti yang kamu lihat di jam segini tuh, masih kurang kendaraan yang lewat kan?"
"Eh ya-yah anda benar."
Jawab Rina yang kebingungan sambil melihat ke tengah jalan, dimana hanya 2 sampai 3 kendaraan saja yang lewat. Setelah itu aku melanjutkan lagi..
"Nah alasan kenapa udara jam segini tu sangat segar, itu karena asap dari kendaraan belum tercampur dengan udara sekitar sehingga membuat kita merasa nyaman saat menghirupnya."
"Setelah di pikir - pikir benar juga."
Ucap Rina sambil mencoba menghirup udara sekitar, dimana membuatnya sekali lagi merasa nyaman.
Kemudian ia melihat ke arahku dan berkata.
"Meski begitu, tidak ku sangkah tuan muda bisa mengetaui hal - hal yang seperti ini, apa mungkin Tuan muda ini jenius?"
"Oh sepertinya kamu sudah sadar, benar, Tuan mudamu ini orang yang sangat Jenius, bahkan lebih jenius dari kak Rangga."
Jawabku sambil menunjuk diriku sendiri dengan bangga, Rina yang lihat itu lansung tertawa.
"Fufufu."
Namun berbeda dengan Rina, di sisi lain tepat di kaos tanganku, terlihat PIX sedang menatapku dengan datar, dimana ia berkata...
[Master, tidak sok bangga begitu. Jujur aku sangat jijik melihatmu begitu di depan cewek.]
(HAH, KAU BILANG APA.)
Ucapku sambil melirik PIX dengan tajam, dimana membuat Rina bertanya - tanya apa yang sedang ku tatap..
"Tuan muda, ada apa?"
Di saat Rina bertanya, aku buru - buru melihat ke arahnya dan menjawab...
"Ti-tidak, bukan apa - apa."
Ucapku dengan Panik, Kemudian aku melihat ke arah depan dan berkata...
"Omong - omong Rina, apa kau mau singga sebentar di taman."
"Eh, yah aku tidak masalah."
Ucap Rina yang sesaat terlihat terkejut. Kemudian aku melihat ke arahnya dengan senang dan berkata..
"Bagus, kalau begitu ayo kita pergi."
__ADS_1
Ucapku sambil menambah kecepatanku. Dimana membuat Rina yang melihatku berlari di hadapannya lansung tersenyum indah dan mulai mengikutiku dari belakang.