BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PUNYA KAKAK BARU YANG SANGAT CANTIK


__ADS_3

KNOOOOCK!!


pada saat pintu itu terbuka di sana memperlihatkan seorang gadis yang sangat cantik berumur sekitar 16/17 tahun.


ia memiliki rambut berwarna hitam panjang, yang di ikat Ponytail ke arah samping.


ia juga mengenakan seragam SMA sambil membawa sebuah Tas di belakang punggungnya.



"hmm!"


sesaat gadis itu tahu kalo aku sedang melihat dirinya, ia lansung masuk ke dalam dan perlahan menghampiriku.


"syukurlah, sepertinya kau sudah sadar yah, Leon?"


(Leon?...apa nama tubuh bocah ini, Leon?)


saat aku memikirkan itu. perlahan gadis itu melepaskan Tasnya sambil menaruknya di atas meja.


setelah itu ia mengambil kursi yang ada di dalam ruangan ini dan mendudukinya tepat di sebelah kasurku.


"Leon, apa kau sudah tidak apa - apa?"


"ya- yah, seperti yang kamu lihat."


jawabku


jujur saja aku tidak tau apa yang ingin ku bicarakan dengan dia.


namun, pertama - tama aku ingin cari tahu, siapa sebenarnya gadis ini, dan hubungan apa yang ia miliki dengan Bocah ini.


"Omong - omong boleh aku bertanya??"


"ada apa?"


"aku ingin tahu, hubungan apa yang kamu miliki dengan Bocah ini?"


"Bocah ini?..siapa yang kamu maksud Leon?"


"tentu saja tubuh orang ini!"


ucapku sambil menunjuk diriku sendiri menggunakan jari jempol.


sedangkan di sisi lain, si gadis yang melihat itu merasa Bingun dan terlihat khawatir.


sebab aku menunjuk diriku sendiri layaknya Orang lain, sehingga ia merasa kalau aku masih sakit dan mencoba menempelkan tangannya di dahiku.


"Leon, apa kau benar, baik - baik saja?"


"te- tentu saja, dan juga, apa yang sedang kau lakukan? jauhkan tanganmu dari situ!"


"Hah, ma- maafkan aku!"


ia dengan cepat melepaskan tangannya dariku, dan lansung duduk di kursinya kembali.


namun, ketika ia duduk, ia terus menundukkan kepalanya ke arah bawah, sambil wajahnya terlihat agak pucat.


karena khawatir dengan kondisinya sehingga aku mencoba bertanya.


"anu....apa kau baik - baik saja? kamu sepertinya seda-!!"


"Leon!"


"ya- yah ada apa?"


"Leon, kau dari tadi terus saja memanggilku kamu? apa kau sudah tidak ingat aku, atau...apa kau sedang hilang ingatan??"


saat ia bertanya, aku tidak mengatakan apapun. sebab meskipun aku ingin mengatakan yang sebenarnya.


tetapi jika aku memberitaukan kalau aku ini bukanlah Bocah yang ia kenal, melainkan seorang tentara bayaran yang sudah membunuh banyak orang.


kemungkinan besar ia akan terseret dalam bahaya.


alasannya, itu karena aku mempunyai banyak sekali musuh yang ingin membunuhku. di tambah lagi aku mempunyai 1 TUPXION yang Orang - orang itu incar.


**************


Author: maksudnya para Terroris.


**************


jadi jika mereka semua tau kalau aku saat ini masih hidup, sudah pasti mereka semua akan mencariku. dan otomatis gadis ini juga akan terseret jika ia tau identitasku yang sebenarnya.


makanya untuk saat ini aku akan memakai identitas Bocah ini. meskipun aku merasa bersalah karena membohongi gadis ini.


namun, aku tidak berniat untuk memakai identitas ini selamanya, sebab jika sudah waktunya tiba, aku pasti akan mengungkapkan semuanya.

__ADS_1


setelah memikirkan itu, perlahan aku melihat ke arah gadis itu. seusai itu aku jawab pertanyaannya yang tadi.


"kau benar, jujur aku tidak tau siapa namaku dan kamu itu siapa? itulah kenapa aku bertanya tadi, kamu punya hubungan apa denganku?"


"jadi begitu!..kau benar - benar hilang ingatan yah?"


"umm!" angguk ku.


ketika aku perhatikan Gadis itu. ia sepertinya sedang melamun di tambah wajahnya terlihat sedih.


karena khawatir dengan dirinya lagi. sehingga aku megenggam pundaknya. dimana membuat ia lansung kaget dan melihat ke arahku.


"Leon?"


"kau,...apa kau tidak apa - apa?"


tanyaku


"iy- iyah, aku baik - baik saja!"


"benarkah?"


meskipun ia mengatakan itu dengan senyuman. tetapi aku bisa lihat kalau senyumannya itu bercampur dengan kesediaan.


meski aku tidak tau apa alasannya. tetapi untuk saat ini aku biarkan saja dan kembali ke topik sebelumnya.


"omong - omong boleh aku tanya lagi, kamu itu punya hubungan apa denganku??"


saat aku bertanya sesaat Gadis itu terlihat terkejut. namun setelah beberapa detik kemudian ia mulai menjawab.


"benar juga, aku juga merasa tidak enak jika Leon memanggilku kamu terus."


ia meletakkan tanganya di dada dan mulai meperkenalkan diri.


"perkenalkan namaku Siska, aku anak kedua dari 3 bersaudara dan aku adalah Kakak perempuanmu! kau bisa memanggilku Kak Siska saja?"


"Kakak!"


saat aku mendengar kata Kakak, aku langsung terlihat murung karna apa yang aku harapkan ternyata tidak sama.


Kak Siska yang melihat itu, merasa agak khawatir. dan lansung bertanya


"Leon, kau kenapa? tiba - tiba kelihatan murung?"


"aku tidak apa - apa!"


"tentu sajalah!!"


jawabku lansung


Kak Siska yang mendengar itu lansung menundukkan kepalanya sambil terlihat sedih.


di tambah lagi, aku tidak bisa lihat ekspresinya karena di tutupi oleh bayangan.


meski begitu, bukannya khawatir malahan aku terus bicara di hadapannya.


"Jujur Aku Tidak Menyangkah, Kalau Kamu Itu Adalah Kakak Ku! Padahal.."


"betul juga, tidak mungkin kau menerimaku sebagai kakakmu yah?"


ucap Kak Siska sambil terlihat sedih. namun, tanpa pedulikan itu aku terus bicara.


"padahal....AKU KIRA KAMU ITU ADALAH PACARAKU, SIALAAAAN!"


sambil terlihat kesal aku meremas tanganku dengan kuat. di sisi lain Kak Siska yang mendengar itu lansung terlihat kaget.


"EHH!!...Le-Leon, tadi kau bilang apa??"


"SEPERTI YANG KU BILANG, AKU PIKIR KAU ITU PACAR-!!"


'Ku' ingin ucapku. namun sebelum aku mengucapkan itu, tiba - tiba..


"DASAR ADIK BODOH!!!"


Kak Siska lansung melanyakan sebuah tamparan tepat di pipiku.


PLAAAK!!


"~Aghhh!!"


aku lansung terlempar dan jatuh terduduk di lantai.


(~ughhh,...sial, beraninya ia menamparku.)


karena kesal aku lansung berdiri dan menatap gadis itu dengan tajam. sambil mengelus pipiku yang merah, akibat tamparannya tadi.


"WOY, APA YANG KAU LAKUKAN? INI SAKIT?"

__ADS_1


"K- K- K- K- KAU, APA YANG KAU KATAKAN PADA KAKAKMU SENDIRI?"


"HAH??"


"BAGAIMANA BISA KAU BERKATA SEPERTI ITU?"


melihat wajahnya yang tersipu malu, aku mencoba menjelaskannya.


"oi, coba kau pikir lagi, tidak mungkin aku tahu kalo kau itu kakak ku tadi?"


"setelah di pikir - pikir benar juga!"


ucapnya.


saat Kak Siska mulai agak tenang, aku naik kembali di atas kasur dan duduk, setelah itu aku ambil kain basah untuk mengelus pipiku yang sakit.


"~Ughh,..sa~sakit, ini sakit sekali sialan!!"


"ma- maaf, aku tidak sengaja!"


tidak sengaja apanya, jelas - jelas kau menamparku di sini. kau bilang tidak sengaja.


ingin aku katakan, tapi aku lansung hentikan itu, sebab aku merasa akan tambah merepotkan jika aku mengatakannya.


setelah itu, dengan wajah yang tersipu malu Kak Siska mulai bicara.


"i- ini semuakan salahmu sendiri? tiba - tiba mengatakan kau pa- pa- pacarku...tentu saja aku marah!"


"yah, aku tahu aku salah! maafkan aku Siska!"


"jangan panggil aku Siska tapi Kak Siska mengerti?"


"baik, Kak Siska!"


"umm, sangat bagus!"


ucap Kak Siska sambil menganggukkan kepalanya. setelah itu ia lanjutkan lagi...


"tapi syukurlah, aku pikir kau tidak bisa menerimaku sebagai Kakakmu?"


mendengar hal itu aku lansung melirik ke arahnya. dimana ia terlihat merasa lega.


"yah, untuk sekarang kau akan ku anggap seperti kakak ku dulu!"


"untuk sekarang? apa maksudmu?"


saat Kak Siska bertanya, perlahan aku menutup kedua mataku setelah itu aku jawab...


"seperti yang ku bilang, untuk sekarang kau akan ku anggap seperti kakak ku dulu. namun, jika waktunya tiba, akan ku pastikan kau akan jatuh ke pelukanku nanti?!"


"Leon~"


"apa?"


saat Kak Siska memanggilku perlahan aku membuka mataku dan melihat ke arahnya.


namun sesaat aku melihat ke arahnya, tiba - tiba aku merasa merinding.


sebab meski pun ia melihatku dengan senyuman. namun, senyumannya itu jujur sangat menakutkan. hingga aku sekalipun merasa ketakutan saat melihat senyumannya itu.


"~~ka- Kak ada apa? sepertinya kau terlihat sangat marah?"


"Heee, benarkah?"


sambil mengucapkan itu, Kak Siska mencoba mendekat ke arahku. merasa kalau aku dalam bahaya aku mencoba untuk mundur.


namun, Kak Siska terus saja mendekat. hingga aku tak bisa lagi mundur dan lansung melihat ke arahnya dengan ketakutan.


"Ka- Kak aku tahu aku salah jadi-??"


"heeee, kau bilang apa tadi?"


"a- aku!!..ja- jangan mendekat!!...kakak jangan mendekat!"


"HEHEHE...wajahmu yang sekarang sangat ganteng adikku?"


"be- benarkah? wajahmu juga sangat cantik kakak!"


"HEEEEE..TERIMA KASIH!!"


"ti- tidak perlu berterima kasih, wajah kakak memang sangat can-!!"


"KAU PIKIR AKU SENANG KAU MENGATAKAN ITU! DASAR ADIK BODOH!!"


sambil teriak Kak Siska lansung melayankan sebuah tamparan tepat di sebelah pipiku yang sakit.


PLAAAK!!

__ADS_1


"SAKIIIIIIIIIIIIIIIIIT~~~!!!"


__ADS_2