
Setelah Bu Nara mendengar cerita Bu Linda, ia lansung mengerutkan keningnya dan terlihat sangat kesal.
"Apa - apaan itu, bisa - bisanya ia melakukan itu padamu. Meskipun memang benar ia berkorban untukmu, tapi tetap saja ia tidak bisa memperlakukan kamu seperti itu, apa lagi sampai memukul mu."
"......"
Bu Linda hanya diam saja mendengar kemarahan Bu Nara, Lalu setelah itu Bu Nara mencoba menenangkan dirinya dan melihat Bu Linda.
"Jadi Linda, mulai sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
Bu Linda terlihat kebingungan dan bertanya balik.
"Maksudmu?"
"Yaa kamu tau kan, karena suamimu sudah tidak ada jadi apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu masih ingin menabung uang mu untuk melunasi utangnya?"
"Hmm aku rasa tidak. Lagi pula semua utang suamiku sudah di lunasi oleh dia."
Jawab Bu Linda sambil melihat ke arahku. Tentu saja Bu Nara sudah tau itu, bagaimanapun juga aku sendiri yang memberitaunya. Namun tetap saja itu membuat Bu Nara merasa senang.
Lalu kemudian Bu Linda mengalihkan pandangannya ke arah Kana dan lanjut bicara....
"Yaa meskipun semua utang suamiku sudah Lunas, tapi bukan berarti aku akan berhenti menabung. Karena setidaknya itu bisa buat jaga - jaga jika situasi yang tak di inginkan terjadi. apa lagi itu juga bisa membantu kebutuhan anakku di masa depan nanti."
"Hmm aku mengerti."
Balas Bu Nara sambil tersenyum. Lalu setelah itu mereka pun lanjut bicara.
___________________________________
________________________________
Tak lama setelah Bu Nara dan Bu Linda bicara. Bu Linda memperhatikan bahwa jarum jam di dinding sudah menunjukkan Pukul 5 lewat 43 menit yang artinya sebentar lagi malam.
"Hah Bu Nara, sebentar lagi malam."
"Kau benar, omong - omong Linda, bisa tidak kamu panggil aku Nara saja, lagi pula kita tidak berada di sekolah sekarang kan?"
"Eh y-ya kamu benar, kalau begitu Nara sebelum kamu dan murid - murid lainnya Pulang, bagaimana kalau kalian makan malam di sini?"
"Yaa aku tidak masalah sih, tapi bagaimana dengan kalian?"
Tanya Bu Nara sambil mengalihkan pandangannya ke arah gadis - gadis itu, dimana mereka semua kelihatan senang.
"Tentu saja kami mau."
Ucapnya. Seolah tak mau tinggal diam, Sara lansung bangun dari sofa dan mengangkat tangannya ke atas.
"Aku juga Bu."
"Bagus, bagaimana denganmu Leon?"
"Tentu saja aku juga. Lagi pula aku sudah memutuskan untuk makan malam terus di sini selama beberapa hari."
"Eh apa maksudmu?'
Bu Nara terlihat kebingungan. Jadi Bu Linda mencoba menjelaskannya...
"Nara, sebetulnya kemarin, Leon......"
_____________________________________
__ADS_1
__________________________________
>Beberapa saat kemudian, setelah Bu Linda menjelaskan.
"Jadi begitu....Dengan kata Lain kamu membiarkan Leon makan malam di sini selama beberapa hari sebagai ganti dari bahan - bahan yang ia berikan padamu?"
"Lebih tepatnya di belikan."
Balas Bu Linda dengan senyuman. Melihat itu Bu Nara lansung seringai lalu ia buru - buru berlari ke arahku dan menampar punggungku, yang dimana membuat aku sedikit kesakitan.
"Agkk! Apa yang kau lakukan?"
"Leon. Kamu boleh juga, tidak ku sangka kau sebaik itu pada Linda.-
-Oh iya Bagaimana kalau habis ini, setelah kita pulang kita singgah ke super market dan belikan aku juga beberapa bahan makanan, bagaimana?"
Tentu saja aku lansung tolak dan berkata....
"Tidak, enak saja siapa juga yang mau membelikanmu bahan makanan."
"Eh tapi kamu membelikan Linda kan?"
"Aku membelikan dia karena ia butuh, kalau kau tidak kan?"
"Itu memang benar sih, tapi tetap saja setidaknya belikan aku juga dong."
"Kalau aku bilang tidak yah tidak, mengerti?"
Mendengar aku berkata begitu membuat Pipi Bu Linda mengembung dan ia kelihatan sangat cemberut.
"Hmph dasar Leon pelit. Aku membencimu."
"Ooh kebetulan sekali, aku juga membencimu."
"Sebelum kau bilang begitu, sebaiknya kau cermin dulu, dasar SHOTACON."
Melihat tingkah kami berdua yang seperti anak kecil, membuat bibir Bu Linda lansung melengkun. Lalu kemudian ia mendekati kami dan mencoba menghentikan pertengkaran kami.
"Kalian berdua sudah cukup sampai di situ."
"Jika Bu Linda berkata begitu, baiklah aku akan berhenti." ucapku.
"Makasih Leon."
Balas Bu Linda. Lalu setelah itu Bu Linda melihat semua orang dan berkata...
"Baiklah, karena semua orang sudah setuju, kalau begitu aku akan segera menyiapkan makan malam untuk kalian semua."
Mendengar hal itu, Bu Nara tak mau tinggal diam, ia lansung mengangkat tangannya ke atas sambil mencoba mengajukan dirinya untuk ikut membantu Bu Linda.
"Hah bisa tidak aku ikut bantu?"
Dengan senang hati, Bu Linda menjawab...
"Tentu saja."
Lalu setelah itu mereka mulai pergi ke dapur dan menyiapkan malan malam untuk kami semua.
_____________________________________
________________________________
__ADS_1
Di waktu bersamaan, di kamar Brid. Di sana Brid terlihat sedang duduk di atas kasur sambil menulis sebuah laporan di laptopnya, yang nantinya laporan itu akan di kirimkan ke Carla.
Lalu tak lama setelah Brid buat Laporan, tiba - tiba terdengar pintu kamarnya sedang di ketok oleh seseorang.
TOK!!....TOK!!...TOK!!
Tanpa melihat ke arah sana, Brid mempersilahkan orang itu untuk masuk ke dalam.
"Masuklah."
Pintu kamarnya mulai terbuka dan di sana terlihat Selena berjalan masuk ke dalam, dimana ia berhenti tepat di depan Brid.
"Jadi ada apa memanggilku kemari? Apa kau ingin bersenang - senang denganku?"
"Berhentilah bicara omong kosong. Cepat lihat ini."
Brid mengulurkan Hpnya ke Selena. selena lansung mengambil Hp itu dan melihat ada sebuah Email dari Carla.
Dimana email itu berisikan sebuah perintah yang menyuruh mereka berdua untuk secepatnya kembali ke markas, karena ada hal penting yang ingin Carla bicarakan dengan mereka berdua.
Selana sangat penasaran hal apa itu dan bertanya ke Brid...
"Woy menurutmu apa yang ingin Carla bicarakan dengan kita?"
"Aku juga kurang tau, namun ada kemungkinan ini soal pertemuan kita dengan Alexei.-
-Karena itulah, sebelum kita berangkat aku ingin minta bantuanmu sebentar."
"Bantuan?"
"Yah, aku ingin kau teleportasi aku ke Lokasi ini."
Ucap Brid sambil memperlihatkan Map di Hpnya dan menunjukkan Lokasi yang ia tuju. Dimana lokasi itu berada tepat di pedalaman hutan. Tempat dimana Lubang Putih terbuka.
"Hutan? Untuk apa kau ke tempat ini?"
Tanya Selena.
"Aku ingin mengambil beberapa Alat pendeteksi yang ku tinggalkan di sana, sekalian aku juga ingin mengekstra data yang ku dapatkan di tempat itu untuk ku kirimkan ke Carla nanti."
"Hmm begitu, tapi bukankah lebih baik jika kau naik Mobil saja."
"Dasar bodoh, naik mobil itu membutuhkan waktu yang lama untuk bisa sampai ke sana, sementara Carla akan menghubungiku nanti, jadi setidaknya aku harus secepatnya menyelesaikan ini."
"Hmm aku mengerti, tapi tetap saja kamu tau sendirikan kristal yang ku punya itu tinggal sedikit lagi. Jadi aku rasa mungkin agak sulit untuk membawa ke sana."
"Astaga kau ini terus saja mengeluh."
Brid merasa geram dan lansung pergi membuka lacinya, dimana ia mengambil sekantong kain yang berisikan kristal Monstar di dalamnya.
Lalu kemudian Brid melempar kantong itu ke Selena.....
"Nih ambillah."
.....Selena menangkap kantong itu dan wajahnya lansung kelihatan senang.
"Hehehe ini yang aku inginkan, kalau begitu cepat pegang tanganku, aku akan bawa kamu ke sana sekarang."
Brid turung dari kasur dan menyimpan laptopnya ke dalam laci. Lalu setelah itu ia memegang tangan Selena.
Sementara itu Selena yang sudah selesai mengisih Senjata S Gearnya dengan energi dari Kristal Monster, tubuhnya lansung di selimuti oleh cahaya dan cahaya itu memenui ruangan ini.
__ADS_1
Lalu di saat cahaya itu mulai memudar, mereka berdua sudah tidak ada di sana.