
Setelah beberapa saat, aku sampai di depan kamarku. aku perlahan membuka pintu kamar dan lansung masuk ke dalam, sambil menutupnya kembali.
"haaa...haaa...haaa..!!"
ketika aku terlihat sangat kelelahan, aku mencoba untuk menyandarkan punggungku ke arah pintu.
dan tak lama kemudian, tiba - tiba suara PIX mulai terdengar di dalam kepalaku.
[master, apa kau tidak apa - apa??]
"apanya??"
tanyaku kepada PIX, ketika wajahku terlihat sangat kesakitan.
[tentu saja, yang ku maksud lutut master?!]
ketika PIX mengatakan itu. aku perlahan duduk di lantai sambil membentangkan kakiku ke depan dan tetap menyandarkan punggungku di pintu.
"...begitu, sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan sesuatu darimu!?"
[tentu saja!!]
memang betul, ketika aku melawan anak berandalan itu, aku belum tau kalau tubuh bocah ini ternyata sangatlah lemah.
sehingga ketika aku menghantamkan Lututku ke wajah mereka dengan kuat, tampa aku sadari ternyata lututku mengalami keseleo.
aku baru merasakan rasa sakitnya ketika sudah berada di dalam rumah. mungkin karena aku berlari tampa menyadari lututku keseleo, sehingga membuatnya tambah parah.
setelah aku memikirkan itu sambil melihat lututku yang sakit di kaki kiri, aku perlahan mulai menggulung celana panjangku sampai ke paha, sehingga memperlihatkan lututku yang sedang keseleo berwarna ungu kehitaman.
"ugh...ini lebih parah dari yang aku kira!?"
[sepertinya begitu!?]
saat aku mengatakan itu dan terus menahan rasa sakitnya. aku mulai megenggang lututku, sambil perlahan memijaknya.
"ughh!!"
ketika PIX memperhatikanku memijak lutut sambil menahan rasa sakit. dia tidak mengerti apa yang sedang ku lakukan.
[master, apa yang sedang kau lakukan ??]
"aku hanya mencoba untuk Terapi lututku yang keseleo!?"
[emang, apa master tau caranya??]
"tentu sajalah, lagi pula aku ini dulunya tentara bayaran jadi aku sudah biasa mengalami hal seperti ini, makanya untuk bisa menagani keseleo suatu saat. aku mencoba belajar caranya untuk terapi!"
[hmm, jadi begitu!?]
setelah pembicaraan kami, aku mencoba untuk mulai terapi lututku yang sedang keseleo sambil menahan terus rasa sakitnya.
setelah beberapa saat, aku akhirnya selesai.
[apa itu sudah, baik - baik saja??]
"yah, untuk sekarang aku sudah menanganinya dengan baik jadi, aku hanya perlu istirahat sambil menunggu rasa perihnya ini hilang.!?"
[baguslah kalo begitu!]
setelah PIX mengatakan itu, untuk sementara aku hanya terus duduk. namun, tak lama kemudian, aku perlahan mulai berdiri.
[master, kau mau pergi kemana??]
"kamar mandi!"
aku mengatakan itu, sambil memperlihatkan PIX bajuku yang sedang basah karena keringat.
[benar juga,...aku dari tadi bertanya - tanya, dari mana bau busuk ini berasal, ternya itu berasal dari keringat master?!]
"hmm,..PIX apa kau bisa mencium bauku??"
[tidak!]
"kalo begitu, bagaimana kau bisa tau kalau aku ini berbau??"
[bukankah sudah jelas, melihat wajah (yang sudah di penui keringat) master yang jorok, sudah pasti kalo master sangat berbau!]
"SIALAAN KAU!!"
aku lansung teriak dan melepaskan Kaos tanganku sambil membuangnya ke kasur.
setelah itu, aku berjalan pincang dan mulai masuk ke arah kamar mandi, yang ada di dalam kamarku.
Sweeeeas
setelah beberapa saat, aku sudah selesai mandi, aku mulai berjalan pincang lagi, ke arah kasurku.
Tap...tap...tap
ketika aku sudah sampai, aku dengan santai duduk, sambil perlahan membuang diriku ke kasur.
"haaa..aku sangat capet hari ini, aku ingin tidur secepatnya!?"
[bagaimana dengan hp anak itu master, kau mau apakan?]
ketika PIX mengatakannya, aku baru ingat kalo aku membawa hp anak itu, ketika mau pulang ke rumah.
karena ada sesuatu yang ingin ku lakukan dengan hp ini. makanya aku mengambilnya.
tapi,...untuk sekarang aku sangat lelah hari ini, jadi..
"besok saja aku pikirkan itu, aku mau tidur sekarang!!"
[begitu..kalau begitu selamat tidur master!?]
"yah,"
ketika aku membalasnya dengan nada singkat, aku perlahan menutup mataku, dan tak lama kemudian aku mulai tertidur.
___________________
____________
keesokan harinya.
di pagi hari, sebelum matahari mulai terbit, aku bangun sekitar jam 05 : 46.
ketika aku bangun, aku merasakan kalo lututku yang sangat perih kemarin, sudah tidak sakit lagi.
"baguslah, ini sudah sembuh,...kalau begitu....!?"
aku perlahan bangun dari kasur, dan berjalan mengambil celana olahragaku di lemari, sambil memakainnya.
setelah itu, aku keluar dari kamarku dan menutupnya kembali, sambil mulai berjalan meninggalkan ruangan.
__ADS_1
saat aku turung dari tangga, aku melihat, ada beberapa pelayang yang sedang membersihkan rumah.
dan saat mereka melihatku, mereka lansung menundukkan kepala dan mengucapkan selamat pagi ke arahku.
setelah aku membalas sapaan mereka, aku lansung berjalan ke arah pintu dan keluar dari rumah.
Knock
ketika aku sudah berada di luar, dimana pagi masih terlihat sedikit gelap. aku mengambil sepatuku yang berada di tempat penyimpanan sendal, tidak jauh dari pintu.
ketika aku sedang memakai sepatuku dan mulai mengikatnya, ada seseorang yang sedang menyapaku dari depan.
"selamat pagi tuan muda?!"
ketika aku mengalihkan pandanganku ke arah suara itu, di depanku terdapat seorang wanita yang berusia sekitar 20 tahunan.
dia mempunyai rambut panjang berwarna merah kecoklatan sedikit, sambil mengikatnya seperti mangkok ke arah belakang kepalanya, sambil memakai pakaian pelayan.
(kalo tidak salah, nama dia Rina kan??)
saat aku memikirkan itu ketika memperhatikan dia, aku mencoba untuk membalas sapaan rina.
"selamat pagi juga Rina!!"
ketika aku menyebut namanya, untuk sesaat Rina terlihat sangat terkejut namun, tak lama setelah kemudian, dia kembali sepertu semula.
namun ketika aku perhatikan, wajahnya, ia sepertinya terlihat sangat senang.
"tidak ku sangka tuan muda masih mengingat namaku, aku kira tuan muda sedang hilang ingatan?!"
"ah, soal itu,..sebetulnya aku tampa sengaja mengetaui namamu dari ibu, ketika dia menyuruhmu membawaku ke ibu...!"
"saat itu yah,...jadi begitu!?"
ketika ia mengatakan itu, wajah ia terlihat sangat kecewa di suatu tempat.
namun tak lama kemudian, dia mulai melihatku lagi.
"ngomon - ngomon, tuan muda mau pergi kemana pagi - pagi begini??"
"aku,..aku cuma mau lari - lari pagi sebentar,!?"
"lari - lari pagi??"
katanya sambil memiringkan kepalanya ke samping.
"yah, karena aku sudah lama di rawat di rumah sakit, sehingga membuat tubuhku sangat lemah, makanya aku mencoba untuk berolahraga, supaya bisa menambah staminaku!?"
"jadi begitu,..aku pikir itu sangat bagus, apa lagi, itu bisa menyehatkan tubuh tuan muda!?"
kata Rina, sambil terlihat sedang tersenyum, ketika menatapku.
"umm,..terima kasih!?"
kataku, dan mulai melihat ke arah sepatuku dan melanjutkan mengikatnya lagi.
setelah beberapa saat, aku selesai memakai sepatuku, aku perlahan berdiri dan melihat ke arah Rina.
"kalo begitu, aku pergi dulu!"
"umm, hati - hati di jalan tuan muda??"
"yah,!!"
setelah aku membalasnya dengan nada singkat, aku mulai berlari dengan santai sambil meninggalkan rumah.
_______________
________
setelah beberapa saat, aku sekarang sudah berada di jalan raya, yang terlihat masih sepi.
saat ini aku sedang berlari di tepi jalan, sambil melihat beberapa orang yang sedang berolahraga sepertiku.
ketika aku melihat ke arah jalan raya, sepertinya sudah ada beberapa kendarahan yang mulai melakukan aktifitas.
setelah itu, aku melihat ke arah depan. dan mulai mengingat apa yang terjadi kemarin malam.
setelah pertarungan kemarin, aku sadar kalo tubuh ini ternyata sangatlah lemah, sehingga membuatku sangat cepat kelelahan ketika menghadapi beberapa bocah nakal itu.
apa lagi setelah melihat pesan itu, dimana saat ini ada beberapa orang yang sedang menargetkanku agar mendapatkan uang orang itu.
jujur saja, jika aku berkelai sekarang dengan bocah - bocah ini, besar kemungkinan aku pasti akan kalah jika tubuhku tetap selemah ini.
karena, meski aku bisa menghadapi mereka, tapi jika tubuhku sudah mencapai batasnya dan tidak bisa mengikuti gerakanku lagi karena terlalu lemah, maka sudah jelas aku pasti akan kalah.
meskipun, aku mengandalkan keahlian bertarungku sekalipun.
itulah kenapa, untuk saat ini, aku ingin menfokuskan melatih tubuhku, agar tidak mudah kelelahan saat menghadapi anak berandalan itu.
dan untuk melakukan itu, untuk sementara aku harus menghindari beberapa bocah yang sedang menargetkanku saat ini, terlebih dahuluh...
ketika aku sedang memikirkan itu, sambil terus berlari santai dan menatap kearah depan dengan tatapan tenang.
tiba - tiba suara PIX terdengar dari dalam kepalaku.
meskipun bentuk PIX berada di kaos tanganku, namun aku tidak melihat ke arah sana, karena itu bisa kelihatan aneh saat orang melihatku.
[jadi, apa yang akan master lakukan, untuk menghindari anak - anak yang sedang menargetkan master??]
saat PIX mengatakan itu, aku sangat terkejut dan tidak bisa mengatakan apapun, sambil perlahan melambatkan lariku seperti sedang berjalan.
"...."
[ada apa master??]
kata PIX, ketika melihatku dengan wajah khawatir, yang tergambar di kaos tanganku.
(PIX,..apa selama ini kau bisa mendengarkan apa yang aku pikirkan??)
aku mengatakan itu di dalam pikiranku, sambil melihat ke arah depan dengan tatapan tenang.
[tidak!]
PIX, lansung membalasnya dengan secara singkat.
(kalo begitu, bagaimana kau bisa tau, apa yang aku pikirkan tadi??)
[kalau soal itu??.....untuk saat ini, pertama - tama aku minta maaf dulu sama master karena mendengarkan pikiran master. tidak kusangka master akan semarah ini!!]
"tidak usah minta maaf, jawab saja pertanyaanku,..bagaimana kau bisa mendengarkan apa yang aku pikirkan tadi??"
[.....]
__ADS_1
ketika aku memaksanya, untuk sesaat PIX tidak mengatakan apapun,namun tak lama kemudian, ia akhinya mau menjelaskannya padaku.
[baiklah, kalo master memaksa aku akan menjelaskannya,..sebetulnya, alasan kenapa aku bisa mendengar apa yang di pikirkan master barusan, itu karena ketika aku sedang dalam kondisi notifikasi atau biasa manusia menyebutnya ketika mereka sedang tidur. aku sebetulnya berada di kedalaman pikiran master!?]
"kedalaman pikiran ku??'
kataku, ketika terlihat sedang bingun saat mendengarkan apa yang di katakan PIX.
[yah, ketika manusia sedang memikirkan sesuatu, mereka biasanya tampa sadar kalau kesadaran mereka, sedang berada jauh di dalam pikiran mereka, sehingga biasa, membuat manusia tidak bisa menyadari keadaan sekitar meraka..-]
(hmm, itulah kenapa, kebanyakan orang, saat mereka sedang menabrak sesuatu yang ada di depannya, tampa sadar mereka tidak bisa mengetauinya.
itu karena, ketika mereka sedang memikirkan sesuatu, tampa sadar, kesadaran mereka sebetulnya pergi jauh dari tubuh mereka, dan masuk di kedalaman pikirannya, sehingga membuat dia tidak bisa merasakan, apa yang ada di depannya.
itulah kenapa, ketika mereka memikirkan sesuatu. meskipun mereka tetap bisa melihat ke arah depan, namun pikiran mereka sebetulnya ke arah lain,...!?)
ketika aku sedang memikirkan itu, PIX untuk saat ini sepertinya, tidak mengetaui apa yang sedang aku pikirkan tadi dan itu membutku ingin bertanya - tanya.
namun, PIX sepertinya tidak menyadari ekspresiku dan terus melanjutkan penjelasannya.
[-makanya, ketika aku sedang aktif di kedalaman pikiran master, tampa sengaja saat itu aku mendengarkan apa yang master pikirkan tadi,...makanya aku tadi minta maaf sama master karena, gara - gara aku aktif di waktu yang kurang tepat. sehingga membuat master marah!!]
(aku tidak marah!?)
[benarkah??]
(yah!)
setelah mendengarkan penjelasa PIX, aku mulai berlari lagi dengan santai.
sambil bicara dengan PIX di pikiranku lagi, agar orang lain tidak melihatku dengan aneh.
(baiklah, untuk saat ini aku mengerti apa yang kau katakan barusan..)
[baguslah kalo master sudah mengerti!!]
setelah itu, untuk sementara kami berdua tidak mengatakan apapun dan aku terus berlari dengan santai.
namun, tak lama kemudian, aku mulai bertanya sesuatu, apa yang tadi aku pikirkan.
(ngomon - ngomon PIX, ada satu hal lagi yang ingin aku tau??)
[apa itu master??]
(ketika kau berbicara denganku di dalam pikiranku, aku ingin tau, apa itu berbeda dengan ketika kau mendengarkan apa yang aku pikirkan??)
[yah, itu sangat berbeda master,...karena, ketika master sedang berbicara denganku di pikiran master, kesadaran master bisa di bilang, masih berada di tubuh master. berbeda saat aku mendengarkan, apa yang master sedang pikirkan, dimana, kesadaran master sudah pergi, masuk ke dalaman pikiran master..!?]
kata PIX di dalam pikiranku. jujur aku merasa bingun, karena belum paham apa yang dikatakan PIX barusan.
(PIX, bisa kau jelaskan lebih baik, aku tidak mengerti sama sekali?!)
[haaa...baiklah, aku akan mengatakannya secara sederhana,..aku lupa kalo master orang bodoh!!]
"Woy!!"
tampa pedulikan aku yang sedang kesal, PIX terus melanjutkan penjelasannya.
[sebagai contoh, master pasti sudah mengetaui kalo manusia memiliki 2 otak di kepala mereka. otak kecil yang ada di belakang dan otak besar yang berada di depan kan?]
(yah,!)
aku menjawabnya secara singkat, dan PIX mulai melanjutkan penjelasannya lagi.
"ketika kita sedang berbicara di pikiran master, kita sebetulnya sedang berada di otak besar master, yang berada di depan.
sedangkan, saat master sedang memikirkan sesuatu atau ketika aku masa notifikasi. kesadaran master sebetulnya berada jauh di dalam otak kecil master, yang berada di belakang,...!?]
(umm, aku mengerti...)
kataku, sambil terus berlari dengan santai dan mendengarkan penjelasan PIX dengan serius.
[ini bisa di bilang, satu tempat untuk kita berdua berkomunikasi di pikiran master, dan satunya lagi tempat di mana ketika master sedang memikirkan sesuatu, atau saat aku dalam masa notifikasi,...apa master sudah mengerti??]
(yah, kalo ini lebih mudah di mengerti,..dibandingkan dengan yang tadi, kau menjelaskannya dengan sangat susah aku mengerti!!)
[begitu,..yah, mau gimana lagi, lagi pula master memang orang bodoh]
(woy, berhentilah kau bilangin aku bodoh terus, lagi pula, aku yakin tidak ada yang bisa mengerti dengan penjelasanmu yang tadi??)
kataku, sambil terlihat sangat kesal.
[itu tidak benar,..aku yakin para pembaca mengetaui apa yang aku katakan tadi!?]
kata PIX, sambil aku terlihat bingun, dan mulai bertanya balik ke PIX.
(para pembaca?...siapa yang kau maksud??)
[master tidak perlu tau,..lupakan saja apa yang baru saja aku katakan tadi!?]
(tidak mungkin aku bisa lupakan semudah itu tolol!?)
[tidak,..master bisa melupakannya, jika master membenturkan kepala master ke tiang listrik itu!?]
PIX mengatakan itu, dengan nada serius, dan itu membuatku tambah jengkel.
(woy, apa kau se senang itu mengolokku terus??)
[mungkin,...yah, hanya melihat wajah master saat menderita, jujur aku sangat bahagia master, terima kasih!?]
(kurang ajar kau, apa kau ingin ku pukul?)
[oh, kalo begitu, silahkan pukul saja aku yang berada di dalam kepala master, aku berjanji tidak akan melawan master!]
(tidak mungkin aku memukul kepalaku sendiri tolol!?)
[yang tolol itu master, sudah tau begitu, tapi kenapa malah ingin memukulku,..ternyata master benar - benar orang terbodoh yang aku tau!?]
(sudah ku bilang, berhentilah memanggilku orang bodoh terus..!!)
[sudah ku bilang juga itu tidak mungkin,..lagi pula saat ini aku benar - benar sangat bahagia, melihat wajah master yang saat ini terlihat sangat kesal..Ha, ha, ha, ha, ha!!]
kata PIX, sambil menertawaiku dengan suara datar yang terpotong - potong untuk mengejekku, dan jujur itu membuatku lebih jengkel lagi dan marah.
(sialan kau..jangan coba - coba menertawaiku!!)
[sudah ku bilang, itu tidak mungkin master....Hahahaha...!!!"
"BERHENTILAH TERTAWA, DASAR BRENGSEET!!"
Tampa sadar aku mengatakan itu dengan sangat keras di depan umum. sentak beberapa pejalan kaki yang ada di sekitarku, melihat ke arahku dengan tatapan aneh.
setelah itu, aku dengan cepat lansung meninggalkan area ini.
sambil terus bertengkar dengan PIX di dalam pikiranku, ketika aku berlari.
__ADS_1