BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MISI DI PANGKALAN Bagian 2


__ADS_3

Pada saat Mael meledak kan Bomnya, di waktu bersamaan semua Lampu di pangkalan itu lansung Mati, dan membuat Pangkalan itu menjadi Gelap gulita.


Beberapa prajurit di sana ada yang bersiaga, beberapa lagi ada yang menyalahkan Senter mereka dan melihat - lihat di sekitar.


Ketika Semua Prajurit melakukan itu, dari dalam kantor keluar seorang Pria, dimana Pria tersebut salah satu pemimpin Pangkalan ini.


"Oi apa yang terjadi?"


Saat Pria Itu bertanya ke salah satu Prajurit. Prajurit itu memberi Hormat dan menjawab.


"saat ini kami belum tau pak, apa yang terjadi."


"Apa kalian Sudah mengeceknya."


Tanya Pria itu.


"Yah, kami sudah mengeceknya tapi tidak ada kerusakan sama sekali."


Jawab Prajurit itu.


Di sisi lain, si Pria yang dengar itu lansung berpikir. Namun ketika ia sedang berpikir tiba - tiba ada salah satu prajurit mendekatinya.


"Lapor pak. Kami mendapatkan Laporan kalau kemungkinan besar Mesin di pihak sana yang mengalami kerusakan."


"Hmm, jadi mesin di pihak sana yah, yang Rusak,...berapa lama mereka akan perbaiki?" Tanya Pria itu


"Saat ini mereka Belum tau kapan Mesin mereka di perbaiki."


"Begitu."


Ucap Pria itu sambil terdiam dan berpikir.


"......."


Setelah beberapa saat ia berpikir ia melihat ke arah Semua Prajurit yang berkumpul dan berkata....


"Baiklah, untuk saat ini kalian semua tetap Bersiaga, aku ingin beberapa dari kalian Patroli juga di Sekitar, MENGERTI."


""""""""KAMI, MENGERTI PAK.""""""""


Jawab mereka semua secara Serentak.


Di sisi lain, Brid yang perhatikan mereka dari Balik mobil sedang bersembunyi, sambil melihat ke belakang, dimana Semua anggotannya berada.


"Baiklah, apa kalian semua sudah siap?"


Saat Brid bertanya, semua anggota lansung mengangguk.


""""""""'Umm!"""""""""


"YOSH, KALAU BEGITU, AYO KITA MULAI."


Sambil mengucapkan itu, Brid berserta Anggotanya yang lain lansung memakai kacamata NVI.


************


Note: Night Vision Infraret.


************


Setelah itu mereka semua lansung bergerak di dalam kegelapan.


meski mereka harus bergerak secara sembunyi - sembunyi sih, karena beberapa di pihak musuh, juga mengenakan kacamata NVI😅


>Skip.....


__________________________________


_____________________________


Setelah beberapa saat mereka bergerak, Saat ini di Fasilitas bawah tanah.


Terdapat 4 orang yang sedang bersembunyi di salah satu Ruangan, mereka adalah Brid, Selena, Dux dan Gregori.


Sedangkan 3 anggotanya yang lain, yaitu Greg, Mavra dan Betris. mereka saat ini berada di atas pangkalan untuk mengamankan jalur pelarian.


"kalian sudah mengertikan, sebisa mungkin jangan bunuh orang - orang ini."


Ucap Brid sambil menatap Selena dan Gregori dengan Serius. Di sisi lain Selena yang dengar itu merasa Bingun dan bertanya.


"Memang kenapa?"


"Aku juga tidak terlalu tau, yang jelas Carla menyuruh kita sebisa mungkin tidak membunuh mereka. Tapi jika keadaannya menjadi buruk.."


Sesaat Brid berhenti Selena lansung menyambung nya.


"Kita bolah membunuh mereka."


"Yah."

__ADS_1


Jawab lansung Brid.


Setelah itu, Brid Melihat mereka semua Serius dan berkata....


"Kalau begitu, seperti yang di rencanakan, Selena ikut denganku, sedangkan Dux ikut dengan Gregori. mengerti?"


Saat semua orang Mengangguk. Brid berahli ke arah Pintu dan berkata...


"Baiklah,....BERGERAK SEKARANG."


Sambil mengucapkan itu, mereka berempat lansung keluar dari ruangan itu dan mulai berlari Di koridor yang gelap.


Dimana tak satupun cahaya masuk di Koridor ini.


Namun, karena mereka mengenakan Kacamata NVI, sehingga mereka masih bisa melihat. Apa yang ada di hadapan mereka.


__________________________________


_____________________________


Setelah beberapa detik mereka berlari, tak lama kemudian mereka melihat sebuah pembelokan.


Dimana Pembelokan tersebut jalur lain dari tujuan mereka.


Melihat hal itu Brid lansung melirik ke arah Dux dan berkata...


"Dux, kita berpisah di sini."


"Um, aku mengerti." jawab Dux.


Setelah mereka sampai di perbelokan tersebut, Brid dan Selena lansung berlari di belokan itu, sedangkan Dux Dan Gregori terus berlari ke arah depan.


Saat mereka sudah berpisah, Brid dan Selena melihat ada 2 Prajurit yang sedang patroli Di Koridor.


Mereka tidak menggunakan kacamata NVI, melainkan hanya menggunakan Senter. Untuk menerangi pandangan mereka.


Melihat hal itu, Tanpa menunggu lama, Brid dan Selena lansung bersembunyi di balik Vas bunga yang ada di Koridor.


Setelah mereka sembunyi, Brid melihat ke arah Selena dan menatap matanya.


Seolah - olah tau apa yang di inginkan Brid, Selena lansung mengangguk dan keluar dari tempat persembunyiaannya.


>Sementara itu...


Di sisi lain, Merasa ada seseorang yang sedang mendekatikannya. Perajurit tersebut lansung mengarahkan senternya ke arah depan dan melihat seorang wanita berlari ke arah Mereka.


Melihat hal itu, mereka berdua lansung kaget. "Apa!" dan dengan cepat mengarahkan senjata mereka kedepan.


"A~apa bagaimana bisa ia..."


Tanpa menunggu lama, Wanita itu lansung melilit salah satu leher Perajurit hingga membuatnya tak bernapas. Dan jatuh Pingsan.


Sedang prajurit yang satunya lagi ia mencoba memberitau teman - temannya bahwa ada penyusup di fasilitas bawah tanah.


Namun, sebelum ia melakukan itu, dari belakang sebuah Tangan melilit juga lehernya. Hingga membuat ia susah bernapas.


"~Ughhh...."


Meski begitu, Prajurit itu tidak menyerah ia berusaha melihat ke arah belakang dan perhatikan kalau yang melilit lehernya itu adalah seorang Pria.


"~Ughh, Ka~Kalian,...kalian ini siapa?"


Saat Prajurit itu bertanya Pria itu malah menambahkan kekuatan lilitannya dan berkata...


"Kau tidak perlu tau, siapa kami."


Setelah mendengar suara pria itu, Prajurit tersebut lansung jatuh pingsan juga di lantai.


Melihat Prajurit itu Pingsan, membuat Brid lansung mendesah dan melihat ke arah Selena.


"Selena, kau tidak membunuh Prajurit itu kan?" Tanya Brid


"Yah, aku hanya buat ia pingsan seperti yang kau suruh."


jawab selena dengan Santai.


"Baguslah, kalau pegitu ayo kita pergi."


Sambil mengucapkan itu Brid melanjutkan lagi perjalanannya di Koridor tersebut, sambil diikuti Selena di belakangnya.


_____________________________________


_______________________________


Setelah beberapa saat perjalanan. Tidak jauh di depannya, akhirnya mereka melihat ruangan tempat Tujuan mereka.


Namun sayangnya ruangan itu di jaga ketat oleh 2 Prajurit yang sepertinya sangat terlatih.


Terlebih lagi, tembok di samping mereka berdiri, terlihat sebuah Saklar. Dimana saklar tersebut, sebuah tanda Peringatan kalau Ada seorang penyusup di Fasilitas ini.

__ADS_1


"Sepertinya ini sangat sulit."


Ucap Brid dan lansung di jawab Oleh Selena.


"Kau benar."


Sebab, jika mereka bertindak secara gegabah, bisa - bisa itu hanya membuat mereka ketauan, jadi....


"..Brid, apa yang harus kita lakukan?"


Saat Selema bertanya, Brid terus menatap kedua prajurit itu dengan tajam dan berkata...


"Dari yang aku lihat, sepertinya kita tidak punya pilihan lain selain membunuh mereka."


"Sepertinya begitu. jika kita tidak membunuh mereka. Mereka pasti akan menekan sakral itu sebelum kita membuatnya Pingsan."


"Yaa, kalau begitu, ayo kita lakukan."


Sambil mengucapkan itu, mereka berdua lansung bersiap - siap menyerang.


Sedangkan Di sisi lain, Salah Satu Prajurit yang menjaga ruangan itu merasakan, ada sesuatu yang yang aneh tidak jauh di depannya.


Meskipun ia mengenakan kacamata NVI, namun karena Ruangan ini sangat Gelap sehingga sebagian pandangannya masih tertutupi oleh kegelapan.


"Apa hanya perasaanku saja?"


Saat prajurit tersebut mengucapakan itu, temannya yang berdiri di sampingnya bertanya.


"Ada apa?"


"Tidak, bukan apa apa kok."


Ucapnya. Namun setelah ia mengucapakan itu, tidak jauh di depannya terlihat sebuah benda sedang melayan ke arah mereka.


Si prajurit yang melihat lansung perhatikan kalau Benda tersebut adalah Bom asap.


"Apa!!"


Ketika Prajurit itu terkejut, sesaat itu juga Bom asap itu meledak di dekat mereka. Hingga membuat di sekitar mereka di penuhi oleh asap.


"Cih. Apa ada seorang Penyusup. Oi cepat tekan Saklarnya."


Saat prajurit itu menyuruh temannya untuk menekan Saklar, temannya itu lansung bersandar di tembok dan mencoba menekan Saklar itu.


Namun sebelum ia menekan Saklar tersebut sebuah tangan bergerak dari dalam asap. Dimana Tangan tersebut sedang genggam belati dan lansung menusuk Tangan prajurit itu.


"~~Arghhhhhhhhh!!"


"Fuuu, untung tepat waktu."


Bisik Brid.


Mendengar teriakan temannya, membuat Prajurit itu lansung melihat ke arah sana. Namun...


"Oi, apa kau tidak apa - ap-!!"


Sebelum menyelesaikan ucapannya sebuah belati lansung menembus Lehernya dari belakang ke depan, Hingga membuat darahnya lansung muncret ke mana - mana.


Sedangkan di sisi lain, setelah Brid menusuk tangan Prajurit itu, ia berputar ke arah samping dan Menusuk Lagi lehernya.


Hingga membuat prajurit itu sesaat kejang - kejang dan akhirnya meninggal.


Setelah asap itu hilang, di situ terlihat 2 sosok mayat Prajurit tergeletak di lantai sambil berlumuran dengan darah.


Dan di samping mayat tersebut terlihat dua sosok orang sedang berdiri sambil menatap mayat tersebut.


Mereka berdua tidak lain adalah Selena dan Brid.


"Fuu, akhirnya selesai juga. Bagaimana bagianmu Selena?"


Sambil bertanya Brid melihat ke arah Selena. Disisi lain Selena yang lagi bersihkan darah di belatinya menjawab..


"Sama, ini sangat mudah."


Ucapnya dengan santai.


Melihat itu, Brid hanya tersenyum dan lansung beralih ke arah Pintu Ruangan.


Dimana tepat di samping Pintu ruangan, di situ terlihat sebuah Benda yang tertempel di tembok.


Dimana benda tersebut adalah benda pendeteksi kartu identitas, agar bisa membuka Pintu Ruangan ini.


Tanpa menunggu lama Brid lansung mengambil Kartu Identitasnya, dan menggeseknya di situ.


Setelah ia menggesekkan kartunya, sesaat itu juga Pintu tersebut terbuka. Layaknya Pintu lift. Hingga memperlihatkan Sebuah Ruangan yang sangat besar.


Namun, ketika Selena melihat Ruangan itu ia terlihat sangat kaget. Sebab di dalam Ruangan itu. Terlihat beberapa kaplus besar berjejeran di dalam sana. Terlebih lagi Di setiap kapsul itu, di dalamnya terdapat Mahkluk aneh. Yang biasanya ia lihat Di Film - Film saja.


"~~Wo-Woy Brid, apa maksudnya ini."

__ADS_1


Saat Selena bertanya. Ia menatap Brid dengan tajam. Begitupun dengan Brid.


Sehingga mereka berdua untuk sementara Saling menatap satu sama lain....


__ADS_2