
"jadi Rusli,..apa yang ingin kau tanyakan padaku??"
setelah aku mengatakan itu, ekspresi Rusli tiba - tiba berubah dan menatapku dengan wajah khawatir. sambil mulai bertanya.
"Le- Leon,...aku ingin tanya, apa kau benar - benar tidak ingat denganku??"
"yah,"
aku lansung menjawabnya secara singkat.
ketika dia mendengarkannya, ekspresi ia mulai terlihat sedih lagi, sambil memaksakan senyumnya ketika melihatku.
"jadi begitu....!!"
saat aku melihat ekspresi wajah bocah ini, aku merasa sangat bersalah atas bocah ini karena sudah membohongi dia...jadi.
"memang benar aku sudah hilang ingatan, tapi, ingatanku sebetulnya tidak hilang semua, masih ada beberapa yang saat ini aku masih ingat."
ketika aku mengatakan itu, keduanya lansung melebarkan matanya karena terkejut.
"benarkah itu Leon??"
ucap Putri, yang pertama kali sadar dari keterkejutannya.
"yah, sebagai contoh..."
setelah aku mengatakan itu, aku mulai memanggil PIX di dalam pikiranku. untuk meminta bantuan ia.
(PIX..)
ketika aku mengatakan itu secara singkat, PIX sepertinya sudah mengetaui apa yang aku mau.
[yah, aku sudah tau master. jadi ingatan siapa yang master ingin tau??]
saat PIX mengatakan itu di dalam pikiranku. aku melirik ke arah Bocah itu yang dari tadi masih kelihatan sedih.
(Bocah itu saja dulu, dia dari tadi kelihatanya sudah mau menangis!?)
[benar juga, dan penyebabnya itu master sendiri kan??]
(Cih....aku tau itu, jadi beritau saja aku cepat??)
[...baiklah!?]
setelah itu, PIX mulai memberitauku salah satu ingatan yang sudah ia copy tentang Leon dengan Bocah itu.
setelah beberapa detik, saat aku sudah memgetauinya, aku perlahan melihat ke arah Bocah itu.
"Rusli, kau masih ingatkan saat kita pergi ke tempat Game Center di dekat sekolah??"
"tentu saja"
"saat itu kau lupa membawa uangmu, sehingga kau meminjam uangku 30rb dan sampai saat ini kau belum membayarnya kan?"
ekspresinya yang dari tadi sedih, tiba - tiba terkejut saat aku mengatakan itu.
"Le- Leon kau masih ingat itu?"
"tentu sajalah..."
(lagi pula itu soal uang)
aku ingin mengatakan itu tapi, untuk saat ini aku menahannya saja. karna jika aku mengatakannya, mungkin saja, ia akan tambah sedih.
namun, berbeda dari yang aku harapkan. saat aku memperhatikan bocah itu, ia sepertinya terlihat sangat senang.
"syukurlah, aku pikir Leon benar - benar sudah tidak ingat aku lagi-!!"
ketika dia mengatakan itu, tiba - tiba ia merasakan kalo kakaknya sedang memperhatikan dia dari samping.
"umm??"
ketika ia perlahan melihat ke arah kakanya, tiba - tiba ia lansung merinding saat melihat wajah kakaknya yang sedang tersenyum tapi mengeluarkan aura yang menyeramkan.
"Ka- Kakak, kenapa kakak melihatku seperti itu??"
"tidak tau,...lagi pula, tampa aku sadari, sepertinya kau sudah jadi anak nakal juga yah,...Rusli!!"
kata putri, sambil menyeringai ketika menatap adeknya dengan sangat menyeramkan.
"kak, tu- tunggu dulu aku bisa jelaskan ini jadi-!!"
__ADS_1
sebelum bocah itu selesai bicara, dengan cepat sebuah pukulan mengarah lansung ke kepalanya.
BUK...BUK....BUK!!!
"sakiiiit!!"
Setelah beberapa detik, bocah itu sekarang sedang berjongkok sambil memegangi kepalanya yang sakit.
(RASAIN TUH BOCAH SIALAN..)
Kataku sambil menyeringai, ketika aku memperhatikan bocah itu, terus mengelus kepalanya yang sakit, sambil mengeluarkan air mata.
saat aku memperhatikan Bocah itu, suara PIX mulai terdengar lagi di dalam kepalaku.
[master,...sepertinya kau masih jengkel dengan bocah ini, apa karna sikapnya yang tadi??]
(yah,..asal kau tau saja, aku tuh paling benci melihat bocah cengen seperti dia!!)
[bunkah itu tidak baik master, jika kau jengkel hanya karena seorang Bocah. lagi pula, dia itukan sahabatmu??]
(sahabat apanya,..dia tuh bukan sahabatku, tapi sahabat Bocah (Leon) ini!?)
ketika aku mengatakan itu, aku dan PIX terus beradu mulut di dalam pikiranku, tampa memperhatikan dua saudara, yang ada di depanku.
setelah itu, saat Rusli masih mengelus kepalanya yang sakit, dia melihat ke arah Kakaknya, sambil seperti sedang ingin menangis.
"kak, kenapa kau pukul kepalaku sangat keras, ini sakit sekali!?"
"itu salahmu sendiri, lagi pula kau pantas mendapatkan itu!?"
setelah Putri mengatakan itu, dia perlahan mengalihkan pandangannya ke arahku.
"Leon!!"
saat aku mendengar suara Putri, aku lansung sadar dan berhenti beradu mulut dengan PIX di dalam pikiranku, sambil melihat ke arah Putri.
"ada apa??"
"maaf yah, Leon,...aku tidak tau, kalo adek bodohku ini ternyata punya utang di kamu, dan sampai sekarang belum mengembalikannya,..."
"tidak apa - apa,..aku tidak masalah sama sekali.."
"itu tidak boleh,...lagi pula, adekku sudah meminjam uangmu, jadi dia harus membayarnya kembali,...tunggu sebentar, biar aku yang bayar utangnya!?"
"sudah ku bilang, itu tidak perlu, lagi pula itu sudah lama sekali jadi, Kak Putri tidak perlu bayar, aku sudah mengiklaskan uang itu kok!?"
"benarkah??"
"yah, lagi pula aku mengatakan itu, hanya untuk membuat kalian berdua percaya, kalo semua ingatanku benar - benar belum hilang sepenuhnya!?"
"....."
untuk sesaat Putri tidak mengatakan apapun, dan hanya melihatku saja.
namun, setelah beberapa detik, ia mulai berbicara.
"....benar juga!"
setelah mengatakan itu, ia mulai menyimpang kembali dompeknya di dalam kantong calananya.
setelahnya, ia melihat ke arahku lagi. dengan tatapan seperti, ia sedang ingin mencari sesuatu dariku.
"Ngomon - ngomon Leon, jika kau masih ingat tentang adekku, itu berarti,apa kau masih ingat tentangku juga??"
katanya, sambil mengarahkan jari telunjuknya ke dirinya sendiri.
"hmm,...coba kita lihat..."
sambil megenggang daguku, aku mencoba untuk pura - pura seperti sedang memikirkan sesuatu.
saat itu juga, PIX mulai bicara di dalam pikiranku, seolah olah ia sudah mengetaui apa yang aku inginkan.
[master, aku tau apa yang kau inginkan tapi,..aku tidak tau, apa master bisa mengatakannya ke dia atau tidak...!?]
(apa maksdumu??)
[sebetulnya......]
setelah itu, PIX mulai memberitauku, ingatan tentang Leon dan perempuan ini.
setelah beberapa detik, tiba - tiba aku lansung melebarkan mataku karena terkejut mendengarkan apa yang di katakan PIX barusan, di dalam pikiranku.
__ADS_1
(woy,...a- apa kau serius??)
[tentu saja, makanya tadi aku bilang, apa master bisa mengatakannya ke dia atau tidak....!?]
(.....)
ketika PIX mengatakan itu, aku tidak bisa mengatakan apapun dan hanya terus diam sambil terlihat sedang kebingungan untuk memilih.
apa aku benar - benar akan mengatakan ke dia atau tidak.
(......!!)
ketika Putri melihatku hanya diam terus sambil kebingungan. dia terlihat sedang khawatir, kalo aku bisa saja sedang memaksakan diriku.
dan perlahan ia mulai memanggilku.
"Le- Leon, apa kau baik - baik saja?"
ketika aku mendengar suara Putri, aku lansung sadar kembali, dan melihat ke arah Putri yang sedang khawatir denganku.
"emang ada apa??"
"yah,..aku lihat kau sepertinya sedang kebingungan!?...jadi tidak perlu kau memaksakan dirimu, jika memang belum ingat tentangku..?!"
"tidak, aku baik - baik saja. lagi pula, sebetulnya aku sudah ingat salah satu kenangan tentang kau dan aku.."
"benarkah??"
"yah,...hanya saja.....!!"
"umm??"
ketika aku ingin mengatakannya, aku lansung berhenti, dan bicara dengan PIX di dalam pikiranku lagi.
(PIX, apa aku benar - benar harus mengatakan ini, tidak adakah kenangan lain lagi tentang dia dan Leon..?)
[sayangnya sudah tidak ada, lagi pula, interaksi antara Leon dan perempuan ini tidaklah banyak, sehingga data yang aku bisa dapatkan tentang dia hanya sedikit.]
(....begitu!)
kataku secara singkat, sambil terlihat sedang kesusahan untuk memilih, aku harus memberitaukan perempuan ini atau tidak.
"....."
saat Putri melihat aku sedang kesusahan lagi, perlahan dia dengan tenang menyentuh pundakku.
dan ketika aku merasakan kalo Putri sedang menyentuh pundakku , aku mengubah ekspresiku yang sedang kesusahan menjadi tenang, kemudian melihat ke arah ia.
"Leon, jika kau susah untuk mengatakanya, tidak perlu di katakan. lagi pula, aku sudah senang kok kalo kau masih ingat salah satu kenangan tentangku..!?"
saat aku melihat wajahnya yang sangat khawatir denganku, dan mendengarkan apa yang ia katakan.
aku lansung sudah memutuskan, kalo untuk sekarang, aku tidak akan mengatakanya ke dia. apa yang di beritaukan PIX kepadaku tadi.
"...maafkan aku, aku tidak bisa memberitaumu, kenangan apa yang aku ingat dengan Kak Putri..!?"
"tidak apa - apa, meski kita sering berinteraksi dan hanya satu yang kau ingat, aku sudah senang kok Leon!?"
kata putri sambil terlihat sedang tersenyum.
namun, berbeda dengan Putri, saat aku mendengarkan apa yang ia katakan, sentak aku lansung terkejut.
karena apa yang di katakan PIX tadi dengan Putri barusan, sangatlah berbeda.
(jangan bilang....PIX-!!)
ketika aku sedang ingin memikirkan sesuatu. tiba tiba aku lansung berhenti, karena aku mendengar suara Putri yang sedang memanggilku dari samping.
"Leon apa kau tidak apa - apa??"
kata Putri, sambil terlihat sedang khawatir denganku.
(jangan bilang dia khawatir padaku, saat aku terkejut barusan??)
ketika aku memikirkan itu, sambil melihat wajah Putri yang masih khawatir.
aku perlahan menenangkan emosiku. setelah aku tenang, aku lansung melihat ke arah wajahnya dan mulai mengatakan sesuatu, sambil tersenyum.
"umm...aku tidak apa - apa!?"
"...begitu."
__ADS_1
setelah itu, mereka berdua duduk di dekatku, dan mulai mengobrol denganku.