BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
KEBODOHAN SELENA


__ADS_3

Aku menyentil kaos tanganku sambil mencoba memberi pujian pada PIX, sebab ia berhasil mengetaui Alasan kenapa aku berkata kasar seperti itu pada Firdaus.


(Seperti yang di harapan dari PIX, tidak ku sangka kau mengetaui semuanya, sudah ku duga kau ini memang hebat.)


PIX yang dengar itu wajahnya menjadi merah dan malu.


[Hehehe Master, tidak usah memujiku begitu, aku jadi malu. Selain itu aku bisa tau semuanya karena ingat aku ini bisa membaca pikiranmu tau.]


(Hah setelah di pikir - pikir kau benar juga.)


Balasku. Lalu setelah itu aku menghela nafasku "~Haaa..!!" dan kembali bicara dengan PIX.


(Yaa jujur saja sebetulnya awalnya aku tidak punya maksud untuk melakukan hal itu sih.)


[Maksud anda, memanipulasi pikirannya?]


(Yah. Namun karena aku lihat dia belum terlalu berpengalaman dalam menahan emosinya jadi aku gunakanlah cara ini untuk memanipulasi pikirannya.)


[Hmm jadi begitu. Itu berarti jika saja ia sudah berpengalaman dalam menahan emosinya maka anda tidak mungkin mau menggunakan cara seperti ini kan?]


(Yah, karena dulu, aku pernah sekali mencoba menggunakan cara seperti ini pada Polisi yang sudah memiliki banyak sekali pengalaman.-


-Saat itu aku benar - benar memutar otak ku agar bisa membuat ia emosi, sampai - sampai otakku terbakar, Namun tetap saja ia bertahan, ia tidak mengeluarkan emosinya sama sekali.-


-Sampai pada akhirnya aku menggunakan kekerasan dan mengalahkan ia lalu kabur dari tempat itu. Jika tidak aku pasti sudah di tangkap.)


[Begitu, tidak ku sangka ternyata anda pernah juga di buat kesulitan oleh mereka(Polisi) ya.]


Ketika aku dengar itu, aku lansung melirik PIX dan menatapnya dengan serius.


(PIX kau mungkin berpikir bahwa selama ini aku meremehkan mereka karena sampai saat ini mereka kesulitan untuk menangkapku.-


-Tapi kau harus ingat, alasan kenapa mereka tidak bisa menangkapku, itu karena mereka tidak mempunyai bukti kuat bahwa aku lah pelakunya.-


-Walaupun mereka sudah mencurigaiku sekalipun, seperti orang ini(Firdaus) tetapi selama mereka belum mempunyai bukti kuat bahwa akulah pelakunya maka mereka tidak akan pernah bisa menangkapku.)


Ucapku, kemudian aku menghela nafasku dan melanjutkan lagi....


(Yaa itu tak bisa di pungkiri sih, lagi pula orang dunia bawah sangat ahli dalam menghilangkan jejak mereka. Jadi tak bisa di pungkiri jika pihak kepolisian kesulitan menangkap mereka.)


[Seperti anda?]


(Benar sekali.)


Jawabku dengan percaya diri. Lalu setelah itu PIX melirik Firdaus yang masih kelihatan kesal, dan bertanya padaku.

__ADS_1


[Jadi, apa yang harus kita lakukan padanya Master?]


(Hmm pertama - tama aku ingin menjadikan ia Pionku.)


PIX sontak terkejut mendengar itu, sebab ia pikir aku hanya bercanda saja saat mengatakan itu sebelumnya tapi ternyata tidak.


[Master, apa anda serius? Bukankah sebelumnya anda bilang bahwa itu hanya candaan saja?]


(Yang canda itu waktu aku pura - pura memainkan karakter penjahat yang ada di film - film. Sedangkan waktu aku bilang ingin menjadikan ia sebagai Pionku. Aku Serius.)


[Tapi, bagaimana caranya agar bisa membuat ia menjadi Pionmu, di lihat dari wajahnya, sepertinya ia sangat membencimu.]


(Kalau itu, kau tidak usah khawatir karena aku sudah memikirkan cara agar bisa membuat ia menjadi Pionku.)


Balasku di iringi dengan senyuman seringai yang terpancar di bibirku.


Lalu di saat aku mencoba untuk bicara dengan Firdaus, tiba - tiba di tengah ruangan muncul sebuah cahaya yang sangat terang, dimana cahaya itu menerangi ruangan ini.


Lalu di saat cahaya itu mulai memudar, aku membuka mataku dan melihat Selena di sana.


"Selena, akhirnya kau kembali, kenapa kau lama se..ka....li-!!"


Aku shock dan membatu, sebab di samping Selena aku melihat kulkas yang di rumah.


(Apa - apaan ini? Kenapa ia sampai membawa Kulkasnya segala? Apa wanita ini gila? Apa ia benar - benar tidak punya otak?)


Aku merasa jengkel dan buru - buru mendekati Selena, kemudian aku tarik telinganya dan mulai memarahinya.


"SELENA, CEPAT KATAKAN APA MAKSUDNYA INI? KENAPA KAU SAMPAI MEMBAWA KULKASNYA SEGALA?"


"~Aghhh!! Aduh..du..du!! Telingaku sakit. Le-Leon aku akan beritau tapi pertama - tama tolong lepaskan dulu telingaku, itu sakit!!"


Jujur aku masih ingin menghukumnya tetapi karena aku sadar kita tidak punya waktu untuk melakukan itu jadi aku pun melepaskan telinganya.


"Nih, aku sudah melepaskan telingamu, sekarang beritau aku, kenapa kau membawa kulkas itu ke sini?"


"~Aduh..du..du!! Ini sakit sekali, telingaku pasti merah."


"WOY"


"~Hiii y-yah aku tau, tidak usah marah begitu."


Selena mengembungkan pipinya dan ia terlihat cemberut. Lalu setelah itu ia mulai memberitaukan apa yang sebenarnya terjadi.


"Yaa sebetulnya awalnya aku juga tidak punya niat untuk membawa kulkas ini ke sini, Karena tujuanku ke sana hanya ingin mengambil makanan dan minum seperti yang kau perintahkan. Tapi karena aku ketauan sama kakak perempuanmu jadi-!!"

__ADS_1


"Jadi kau ambil sekalian dengan kulkasnya, ketika Dia(Kak Siska) sudah pergi?"


Sambungku lansung, dimana Selena dengan pelang menganggukkan kepalanya.


"Um, tapi bukan hanya itu saja, aku juga takut jika ketauan lagi.-


-Apa lagi, ingat kamu hanya memberiku waktu 10 menit, sedangkan ini sudah lewat lebih dari 20 menit, jika aku berlama - lama lagi di sana, bisa - bisa kau akan marah, karena itulah aku memutuskan untuk membawa kulkas ini sekalian ke sini."


"Hmm aku mengerti, jadi begitu."


Selena yang dengar itu sedikit terkejut, sebab ia tidak melihat adanya kemarahan di wajahku.


"A-anu Leon, apa kamu tidak marah padaku?"


"Un tidak, lagi pula aku tidak punya waktu untuk melakukan itu. Yang lebih penting...."


Aku pergi membuka Kulkas itu dan melihat ada beberapa makanan di dalam sana seperti Sup Daging, sayuran, Telur, Tahu, tempe, Ayam, kue dan masih banyak lagi.


Aku hanya mengambil Sup daging saja, karena aku lihat yang lainnya sepertinya sudah dingin dan hanya ini saja(Sup Daging) yang tidak dingin - dingin amat dan bisa lansung di makan, sehingga aku mengeluarkannya.


Lalu kemudian aku ambil 2 air botol dan menutup kulkas itu kembali.


"Baiklah, Selena kau bisa bawa kulkas ini kembali ke rumah."


"A-aku mengerti, tapi Leon apa kamu yakin hanya itu yang ingin kamu ambil? Bukankah di dalam masih ada banyak makanan?"


"Memang di dalam ada banyak, tapi kebanyakan sudah dingin, setidaknya harus di panaskan terlebih dahulu, baru bisa di makan.-


-Dan dari yang aku lihat hanya ini saja(Sup Daging) satu - satunya yang bisa lansung dimakan."


"Tunggu, kalau begitu kenapa kau menyuruhku tadi membawa semua makanan itu ke sini, jika memang hanya itu saja(Sup Daging) yang bisa di makan?"


"Woy sejak kapan aku menyuruhmu membawa semuanya ke sini? Aku hanya bilang untuk mengambil makanan dan minum di kulkas ini, itu saja dan tidak pernah menyuruhmu untuk membawa semuanya ke sini."


"I-itu benar sih, tapi tetap saja-!!"


Sebelum Selena selesai bicara aku lansung memotongnya dan berkata...


"Sudah cukup, aku tidak punya waktu bicara denganmu sekarang.-


-Cepat bawa saja kulkas itu kembali ke rumah."


".....um baiklah, aku mengerti."


Balas Selena sambil mengangguk pelang, lalu kemudian ia menyetuh kulkas itu dan tak lama kemudian ia menghilang bersama dengan kulkas itu.

__ADS_1


__ADS_2