BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BRID DAN GENNADIUS


__ADS_3

Setelah beberapa detik Brid berlari akhirnya ia melihat sebuah tikungan di depannya.


Saat Brid mencoba belok ke tikungan itu ia tiba - tiba merasakan ada hawa kehadiran seseorang di sana.


!


Dengan sigap Brid langsung bersembunyi dan bersandar ke dinding lalu ia mencoba mengintip ke tikungan itu, dimana di sana Brid melihat ada seorang pria tua berusia 54 tahun sedang berdiri tegak di tengah lorong sambil memakai kaos tangannya.


Pria itu memiliki kumis yang rapi dan mempunyai rambut putih yang tercampur dengan kemerahan sedikit, serta mengenakan kacamata lingkaran di mata kirinya saja.


Ia adalah pria yang telah mengantar Brid dan yang lainnya ke mansion ini, sekaligus kepala pelayan Jendral Alexei bernama Gennadius.


(Dari yang aku lihat sepertinya tidak ada orang lain di sana selain dia, apa mungkin ia mencoba menahan ku seorang diri? Heh itu sungguh bodoh.)


Pikir Brid. Namun saat itu juga Gennadius yang sejak tadi diam saja tiba - tiba bicara.


"Berhentilah bersembunyi, aku tau kau ada di situ, cepat keluarlah."


Mendengar hal itu sontak membuat mata Brid lansung melebar karena terkejut.


(Apa! Bagaimana bisa ia tau aku ada di sini?)


Gennadius seolah tau apa yang Brid pikiran dan langsung berkata...


"Aku yakin kau pasti bertanya - tanya kenapa aku bisa tau kau ada di situ. Kalau begitu biar aku jelaskan.-


-Pertama - tama fasilitas ini memiliki dua ruangan yang sangat penting. Ruangan pertama berada di bagian selatan tempat dimana penelitian para monster di lakukan. Sedangkan ruangan yang kedua berada di bagian Utara, tempat dimana ruang kontrol atau pusat komando di jalankan.-


-Masing - masing dari mereka memiliki 3 jalur. Dan salah satu di antara mereka pastinya adalah tempat tujuan kalian, benarkan?"


Tanya Gennadius sambil melihat ke depan. dimana Brid hanya diam saja dan tidak menjawab apa - apa.


"......"


Namun meski begitu Gennadius tidak berhenti dan terus bicara...


"Yaa maskipun kami sudah tau tempat tujuan kalian tetapi kami masih belum tau jalan yang kau ambil itu yang mana? Di tambah lagi kau memiliki kekuatan yang bisa menghilangkan dirimu, Karena itulah untuk bisa mengetahui posisimu aku memasang tanda(Cairan) di setiap jalur agar ketika kau menginjaknya maka sudah pasti jejak mu itu akan tertinggal di sana. Dengan begitu aku bisa tau jalur yang kau ambil yang mana."


Setelah mendengar penjelasan Gennadius Brid terlihat sangat terkejut. Sebab jika memang apa yang di katakan Gennadius benar maka itu berarti....


SEJAK AWAL CAIRAN ITU TIDAK DI MAKSUDKAN UNTUK MEMPERLIHATKAN KEBERADAAN BRID MELAINKAN ITU UNTUK MENUNJUKKAN POSISI BRID ADA DIMANA SEKARANG.

__ADS_1


Dengan mengetahui posisi Brid maka yang perlu Gennadius lakukan hanya menunggu di ujung jalur itu agar bisa berpapasan dengannya.


(Meski begitu tetap saja tidak ku sangka ia bisa tau secara tepat kapan aku sudah ada di sini, padahalkan seharusnya ia tidak tau apa lagi saat ini aku juga masih menggunakan kekuatan Senjata S Gear ku.) Pikir Brid.


Sementara itu Gennadius mengeluarkan sebuah rantai kecil dari dalam jas hitamnya dan melilitnya ke tangan.


"Oh iya ada satu hal lagi yang ingin ku katakan padamu. Sebaiknya kamu tidak perlu lagi menggunakan kekuatanmu itu, karena itu tidak ada gunanya sama sekali di hadapanku."


"Hah apa maksudmu?"


Setelah lama diam akhirnya Brid bicara. Hal itu membuat Gennadius sedikit senang dan langsung tersenyum.


"Ooh akhirnya kau bicara juga. Aku pikir kau akan diam terus."


"Tidak usah banyak bacot, cepat beritahu saja apa maksudmu mengatakan itu?"


"Baiklah akan ku beritahu. Kalau begitu pertama - tama mungkin lebih baik kalau aku memperlihatkan hal ini padamu terlebih dahulu."


Gennadius menjentikkan jarinya. Dan saat itu juga semua lampu di lorong itu secara tiba - tiba mati sendiri.


Lorong itu menjadi gelap. namun tidak jauh di depan Gennadius, tepatnya di sebuah tikungan, di sana terdapat sebuah cahaya hijau yang gemerlap, cahaya itu berasal dari semacam serbut yang menempel di sekujur tubuh Brid. Mulai dari kepala hingga kakinya.


"O-Oi apa - apaan ini!"


"Biar ku beritahu itu adalah Bubuk Fosfor."


"Bubuk Fosfor?"


"Yah, Bubuk itu akan bercahaya ketika dalam kegelapan. Selain itu bubuk itu juga sangat halus sehingga sangat sulit untuk di lihat oleh mata." Jawab Gennadius.


>ini lah Bubuk Fosfor yang ku maksud.



Lalu Tak berhenti sampai di situ Brid bertanya lagi..


"Tapi, sejak kapan bubuk ini menempel di tubuhku?"


"Saat kau melewati cairan hijau itu. Saat itu sebetulnya Fire sprinkler tidak hanya menyemburkan cairan hijau saja melainkan di Fire sprinkler itu juga terdapat satu alat yang menyemburkan bubuk Fosfor ini, hingga menyebar dan memenuhi tempat itu.-


-Jadi ketika kau melewati tempat(Atau cairan) itu maka tanpa kau sadari bubuk Fosfor itu akan lansung menempel di tubuhmu."

__ADS_1


"Hmm jadi begitu."


Dengan begini Brid sadar bahwa kekuatan Senjata S Gear nya memang tidak akan berguna lagi di hadapan Gennadius.


(Baiklah, apa yang harus ku lakukan sekarang.)


Sementara Brid memikirkan itu. Di sisi lain Gennadius terlihat sedang menjentikkan jarinya yang dimana hal itu membuat seluruh lampu di lorong yang tadinya mati sekarang sudah menyalah kembali.


"Baiklah, sekarang bisa tidak kamu keluar? jika kau masih ingin menyembunyikan keberadaan mu di situ maka aku tidak masalah mematikan seluruh lampu di lorong ini lagi dan melawan mu di dalam kegelapan.-


-Yaa meskipun itu pasti akan sangat merugikan mu sih." Ucap Gennadius.


Tentunya Brid menyadari itu juga, namun untuk sementara Brid memilih untuk diam dulu.


"........"


Lalu setelah beberapa detik terdiam Akhirnya Brid pun memutuskan pilihannya.


"Haa sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain melawan dia secara langsung."


Brid menyentil pipa rokoknya dan saat itu juga kumpulan asap keluar dari pipa rokok itu dan menutupi seluruh bagian tubuh Brid.


"........"


Lalu Setelah asap itu menghilang tubuh Brid mulai kembali kelihatan.


"~Fuuu! Ini pasti akan memakan waktu yang lama, aku harap dia tidak akan marah padaku."


Dengan langkah yang kuat


serta tatapan tajam Brid mulai berjalan keluar dari tempat persembunyiannya dan menghampiri Gennadius. Dimana mereka saling menatap satu sama lain sambil memberikan aura permusuhan nya masing - masing.


"Heh aku senang kau mau menunjukkan dirimu, Jujur Aku sering kali dengar soal diri mu dari tuan Alexei. Dan aku ingin sekali melawan mu.-


-Karena itulah aku senang, kau menerima tawaranku dan mau melawanku secara langsung."


"WOY PAK TUA TIDAK USAH BANYAK BACOT. AYO KITA MULAI SAJA PERTARUNGAN NYA."


"Kau benar, kalau begitu....."


Gennadius mulai mengatur posisinya dan mengambil ancang-ancang begitupun dengan Brid.

__ADS_1


Lalu tak lama kemudian pertarungan sengit pun terjadi di tempat itu.


__ADS_2