BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
KEKALAHAN GENNADIUS


__ADS_3

>Beberapa menit yang lalu di lorong ruang bawah tanah.


Saat ini, kondisi Brid terlihat sangat lelah. dia juga terlihat sedikit kesakitan, Hal ini disebabkan oleh tubuhnya yang dipenuhi dengan luka memar akibat pukulan dari Gennadius.


Sementara Gennadius sendiri masih terlihat baik-baik saja. Meskipun punggungnya berhasil di lukai oleh belati yang digunakan Brid, tetapi dia masih tetap dalam kondisi yang baik.


(Sudah ku duga ia sangat kuat.) Pikir Brid dalam hati.


Kedua belah pihak kemudian melanjutkan pertarungan mereka. Mereka terus saling menyerang satu sama lain hingga terjadi gesekan antara senjata mereka yang menghasilkan sebuah percikan.


TINNG!!...SLINGG!....TINNG!!...SLINGG!!..


Setelah beberapa menit bertarung, kaki kanan Brid mulai terasa lemas, sehingga postur tubuhnya menjadi agak tidak stabil.


Memanfaatkan momen tersebut, Gennadius dengan cepat melepaskan pukulan kuat ke arah perut Brid.


BUKKK!!


~UGHHHH!!


Pukulan itu begitu kuat hingga menyebabkan tubuh Brid terlempar jauh dari tempat mereka bertarung.


Brid mengalami beberapa kali benturan dan berguling di lantai sampai akhirnya ia berhenti tepat ketika tubuhnya menabrak dinding baja di belakangnya.


~AGHHHHH!!


Brid terlihat sangat kesakitan, bahkan cairan merah keluar dari mulutnya. Meski begitu, Brid tidak melepaskan belatinya dan masih mencoba untuk bertarung.


(Sial ini sangat menyakitkan.)


Brid melap cairan merah di mulutnya, saat itu juga tiba-tiba Brid mendapatkan panggilan dari salah satu anggotanya.


{Brid, ini Mael, aku sudah sampai di titik lokasimu.}


Sebelumnya, Brid telah meminta bantuan dari Carla karena dia menyadari bahwa dirinya tidak mampu menghadapi Gennadius sendirian.


Maka dari itu, Carla mengirim Mael ke sini untuk membantu Brid. Namun, saat ini Brid tidak melihat Mael di manapun, yang berarti ada kemungkinan kalau Mael saat ini berada di atas sana dan bersiap menembak kan senjata S Gear nya ke bawah sini.


(Aku mengerti, dengan kata lain dia(Mael) akan menembak orang ini(Gennadius) dari titik buta nya.) Pikir Brid.


Setelah itu, Mael mulai menjelaskan rencananya kepada Brid.


____________________________________________


______________________________________


Setelah Mael selesai menjelaskan rencananya, Brid dengan kuat menganggukkan kepalanya sebagai balasan.


"Um, aku mengerti." Ucapnya.


{Bagus kalau begitu beritahu aku saat ia sudah berada di tempatmu, aku siap menembaknya kapan saja.}

__ADS_1


"Ok." Jawab Brid.


Kemudian, Brid mengalihkan pandangannya ke arah depan dan melihat Gennadius yang mulai berjalan mendekatinya.


(Baiklah, datanglah ke sini. Kali ini aku pasti akan mengalahkan mu.)


Tap!!....Tap!!....TAP!!!....


Ketika Gennadius tiba di dekat Brid, dia melihat Brid masih memegang erat belatinya dengan tatapan yang dingin. Sepertinya Brid masih memiliki keinginan untuk melawan.


"Tidak ku sangka kau masih punya tekat untuk melawanku, padahal tubuhmu sudah terluka parah begitu.-


-Baiklah, jika itu memang yang kamu inginkan maka aku rasa sudah saatnya aku mengakhiri ini."


Gennadius menundukkan kepalanya dan mencoba mencekik Brid yang sedang duduk lemas di lantai.


Namun, sebelum Gennadius berhasil mencekik Brid, Brid tiba-tiba menunjukkan senyuman seringai di wajahnya.


"Heh."


Brid lalu meludahi wajah Gennadius dengan cairan merah yang terkumpul di mulutnya.


PUHH!!


"APA!!"


Gennadius terkejut dan tidak bisa melihat apa - apa. Saat itulah Brid memanfaatkan kesempatan itu untuk menjauh dari tempat itu.


Setelah Brid menjauhi tempat itu, Brid segera memberi isyarat kepada Mael untuk menembakkan senjata S Gear nya.


"Mael, Sekarang!"


Mael yang berada di atas sana segera mengarahkan Senjata S Gear nya ke bawah dan menembakkan laser merahnya ke tanah


PUSTTT!!


Laser merahnya menembus tanah dan terus turung ke bawah hingga akhirnya menembus atap lorong tempat Gennadius berdiri.


Meskipun Gennadius saat ini tidak bisa melihat tetapi ia sadar bahwa ada serangan yang datang dari atas.


Dengan cepat Gennadius mencoba menghindar dengan lompat ke arah samping tapi sayangnya Laser itu berhasil mengenai kaki kanannya Yang mengakibatkan kaki kanannya terputus.


~Ughhhh!!


(Sial, sepertinya kaki kanan ku kena.)


Gennadius berusaha untuk bangkit, tapi dia tidak merasakan kaki kanannya sama sekali.


"Tunggu sebentar! Apa kaki kanan ku putus?"


Ketika Gennadius mengucapkan kata-kata itu, Brid tiba-tiba muncul di belakangnya dan berbisik di telinganya.

__ADS_1


"Itu benar, satu kakimu sudah terputus, dengan begini kau sudah tidak bisa bertarung lagi, ini adalah kekalahan mu."


"TIDAK,..A-AKU BELUM KALAH!"


Gennadius mencoba untuk melawan, tetapi upaya itu sia - sia. Ia langsung di setrum dan akhirnya kehilangan kesadaran. Lalu jatuh tak berdaya di lantai.


"~Fuuu akhirnya selesai juga."


Setelah berhasil menumbangkan Gennadius, Brid langsung menghela nafasnya dan duduk sejenak di tempat itu.


"Tidak ku sangka ia sangat kuat, Tanpa bantuan Mael, aku pasti sudah kalah."


Setelah Brid mengatakan itu, Ia tiba - tiba mendapatkan panggilan dari Mael.


{Brid, kamu mendengarku?}


"Ya, aku dengar."


{Jadi bagaimana, apakah tembakan barusan berhasil?}


"Ya tembakanmu berhasil, seperti biasa tembakanmu itu selalu tepat sasaran,. Dia sudah diatasi. sekarang Kamu sudah bisa kembali ke tempat Carla."


{Begitu... Baguslah. Yaa udah Kalau begitu aku pergi dulu. Aku serahkan sisanya padamu.}


"Aku tau."


Balas Brid dengan santai, dan mereka pun mengakhiri panggilan.


"Sekarang, sudah saatnya aku pergi. Tapi sebelum itu...."


Brid mengambil kapsul kecil dari dalam jaketnya, Kapsul itu berisikan sebuah ramuan penyembuh yang pernah Brid berikan kepada Leon pada saat Leon di lukai oleh Selena.


Ramuan itu di sebut juga dengan potion heal.


Yaa meskipun saat ini Brid sedang terluka parah akibat pukulan Gennadius tetapi ia tidak punya niat menggunakan potion itu pada dirinya, melainkan ia ingin menggunakan potion itu pada Gennadius.


Alasannya itu karena Leon telah memerintahkan Brid untuk tidak membunuh siapa pun di dalam Fasilitas ini, termasuk Gennadius.


Karena itulah, Brid memberikan potion ini pada Gennadius. Sebab jika tidak maka Gennadius bisa saja mati.


"Yah aku rasa tidak masalah memberikan satu potion padanya, lagi pula menurut Carla, kita masih mempunyai beberapa potion lagi yang telah berhasil ia curi saat kami masih berada di tempat Leon. Jadi seharusnya tidak ada masalah."


Brid mulai membuka penutup potion itu dan menuangkan nya ke dalam mulut Gennadius, yang dimana tak lama kemudian kaki kanan Gennadius regenerasi kembali seperti semula. Seolah - olah kakinya tidak pernah putus sama sekali.


Tidak hanya itu saja, nafasnya juga sudah mulai kelihatan sedikit tenang di bandingkan tadi.


"Yosh seharusnya ia akan baik - baik saja. Sekarang tinggal mengikat ia. Akan bahaya jika ia mencoba mengejar ku lagi ketika ia sudah sadar kembali."


Brid melepaskan rantai kecil yang melilit tangan Gennadius. Lalu kemudian ia gunakan rantai itu untuk mengikat tangan Gennadius pada tiang di lorong. Tidak lupa Ia juga mengikat kakinya.


"Yosh aku rasa ini sudah cukup. Sekarang waktunya aku pergi sebelum dia sadar kembali."

__ADS_1


Brid berlari meninggalkan Gennadius yang terikat di tempat itu.


__ADS_2