BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PERTARUNGAN SESUNGGUHNYA DI MULAI


__ADS_3

"Senjata S Gear yang mengalami kegagalan bentuknya akan berubah menjadi seperti mahkluk hidup." Ucap Vincent.


Bukan hanya Alexei saja yang shock mendengar itu tetapi Sherlie, Amaliya dan juga Valdo yang masih bersiaga di depan ikutan terkejut.


"Apa!!"


Amaliya kemudian bergerak ke arah mereka dan mencoba untuk bergabung ke dalam percakapan.


"Anu jika senjata S Gear itu memang mengalami kegagalan. Kalau begitu, mengapa orang itu(Gregori) memakainya?


"Kalau itu Aku juga tidak tau." Jawab Vincent.


"Mungkinkah orang itu hanya mencoba menggertak kita saja?"


Sherlie mencoba memberikan pendapatnya tetapi itu langsung di tolak oleh Alexei yang berkata...


"Itu tidak mungkin, lagi pula Gregori tidak akan menggunakan trik seperti itu, apalagi mencoba menipu kita."


"Kalau begitu kenapa dia memakainya?"


Sekali lagi Amaliya bertanya yang dimana membuat mereka semua terdiam. Dan saat itu juga Carla tiba - tiba tersenyum menyeramkan lalu memberikan tatapan tajam pada mereka semua.


"Sepertinya kalian semua penasaran kenapa Gregori memakai Senjata S Gear ini, yang kalian yakini tidak bisa di gunakan.Kalau begitu biar ku beritahukan."


Carla melangkah ke depan kemudian mulai memberitahukan alasannya.


"Pertama alasan kenapa Gregori memakai Senjata S Gear ini itu karena ia memang bisa memakainya."


Yang pertama kali merespon perkataan Carla adalah Vincent yang terlihat sangat shock.


"Apa! Ia bisa memakainya! Itu tidak mungkin, lagi pula semua Senjata S Gear yang mengalami kegagalan seharusnya sudah tidak bisa di gunakan, karena ia akan mendapatkan penolakan dari roh Monster yang tertanam di dalam Senjata S Gear itu."


Carla seolah membenarkan perkataan Vincent dan mengangguk.


"Benar, tapi apa kamu tau kenapa penolakan itu bisa terjadi?"


"Tentu saja aku tau, itu karena Roh Monster memiliki tingkat kesadaran yang tinggi sehingga ia menolak untuk di gunakan.-


-Sebab mereka masih menganggap kalau manusia itu adalah makanan mereka bukan tuan mereka yang harus mereka patuhi."


Alexei tampak terkejut saat mendengar itu untuk pertama kalinya.


"Eh! lalu bagaimana caranya agar Senjata S Gear itu bisa di gunakan?"


Vincent menjawab pertanyaan Alexei.


"Dari apa yang kudengar, setidaknya kita harus menghilangkan tingkat kesadaran mereka(Roh Monster) terlebih dahulu.-


-Setelah tingkat kesadaran mereka hilang, maka secara otomatis pemikiran mereka juga akan kembali seperti semula. Sama seperti saat mereka masih bayi.-

__ADS_1


-Dengan begitulah senjata S Gear dapat digunakan. Sebab pada saat itu Roh Monster di senjata S Gear itu menganggap kalau orang yang pertama kali memegangnya adalah induknya atau bisa di bilang tuan mereka. Jadi tidak akan ada yang terjadi penolakan."


"Hmm jadi begitu."


Alexei tampaknya mulai memahami. Vincent tak berhenti sampai disitu dan melanjutkan lagi penjelasannya.


"Tapi sayangnya kemampuan TUPXION ku belum bisa sampai menghilangkan tingkat kesadaran mereka(Roh Monster), TUPXION ku hanya bisa mengubah pola pikir mereka yang dimana aku membuat mereka berpikir seolah - olah manusia itu adalah tuan mereka dan bukan mangsa mereka."


"Hmm dengan kata lain, pada dasarnya ini sama saja seperti kau membuat mereka layaknya hewan peliharaan kan?"


Sambung Amaliya, dimana Vincent dengan kuat langsung menganggukkan kepalanya sebagai balasan.


"Benar."


Lalu kemudian Alexei mencapai kesimpulannya.


"Hmm itu berarti alasan kenapa Gregori bisa memakai Senjata S Gear itu, itu karena tingkat kesadaran dari Roh Monster di Senjata S Gear itu telah di hilangkan, sehingga tidak terjadi lah penolakan saat Senjata S Gear itu di gunakan."


"Benar, karena Roh Monster di Senjata S Gear itu telah menganggap Gregori sebagai tuannya." Balas Vincent.


"Tapi, meski begitu siapa yang telah menghilangkan tingkat kesadaran dari roh Monster itu? Bahkan kamu(Vincent) sendiripun tidak mampu melakukannya kan?"


Vincent menanggapi pertanyaan Amaliya dengan serius.


"Yah. Satu - satunya yang bisa menghilangkan tingkat kesadaran dari Roh Monster itu kemungkinan besar adalah dia."


Vincent lansung mengalihkan pandangannya ke arah depan begitupun dengan yang lainnya, dimana mereka melihat Carla yang sedang berdiri tegas di paling depan di iringi dengan tatapannya yang terlihat tajam.


Guman Alexei. Vincent segera menganggukkan kepalanya sebagai balasan.


"Um, dengan kekuatan TUPXION dia, maka bukan tidak mungkin kalau ia bisa melakukan hal tersebut.-


-Masalahnya apa yang harus kita lakukan sekarang? Jujur saja ini pertama kalinya aku melihat Senjata S Gear yang mengalami kegagalan dapat di gunakan. sehingga aku tidak bisa tau tingkat kekuatan orang itu(Gregori) seperti apa.-


-Bisa saja tingkat kekuatannya sama seperti Monster Class A atau mungkin saja bisa lebih. Aku tidak tau."


"Kau benar, akan berbahaya jika kita tidak mengetahui tingkat kekuatannya."


Balas Alexei yang setuju juga. Lalu kemudian Alexei menambahkan lagi..


"Namun meski begitu Valdo seharusnya masih bisa mengatasinya...benarkan?"


Alexei menanyakan itu sambil melirik ke arah Valdo, dimana Valdo saat ini menunjukkan tatapan kuat di wajahnya.


"Tentu, serahkan saja orang itu(Gregori) padaku." Jawabnya.


Lalu setelah itu Alexei melihat ke depan dan menatap Carla dengan serius.


"Bagus, kalau begitu sudah saatnya kita akhiri ini."

__ADS_1


_____________________________________________


_________________________________________


>Sementara itu di sisi lain.


Carla memperhatikan Alexei dan yang lainnya sudah selesai bicara. Carla samar - samar merasakan aura mereka sudah mulai sedikit berubah.


(Ooh sepertinya mereka juga sudah mulai sedikit serius.)


Carla tidak tau apa yang ia pikirkan ini benar atau salah, yang jelas ia tau bahwa mereka sudah tidak akan menahan diri lagi menghadapi Carla dan yang lainnya.


"Kalau begitu sudah saatnya kita serius juga."


Carla menggumamkan itu sambil menoleh ke arah Gregori. Dimana ia memanggilnya.


"Gregori."


Gregori dengan tenang berbalik dan melihat ke arah Carla.


"Un?"


"Waktunya kau menggunakan senjata S Gearmu."


Gregori tidak mengatakan apa - apa dan hanya memberikan anggukkan kuat sebagai balasan.


Lalu setelah itu Gregori berjongkok dan mengambil posisi seolah - olah ia sedang bersiap untuk berlari.


~Fuuu!!


Satu tarikan nafas membuat aura sekitar Gregori berubah dan terasa lebih kuat.


Kristal yang terdapat di tubuh parasit yang tertanam di dada Gregori perlahan mulai memancarkan cahaya, di ikuti dengan beberapa garis ungu gelap yang menjalar di sekitar tubuh parasit itu.


Lalu tak lama kemudian Gregori menutup matanya. Yang dimana sesaat ia membuka matanya kembali, matanya sudah berubah menjadi merah darah seperti layaknya mata Monster.


Bukan hanya itu saja bahkan tubuhnya juga mengalami perubahan, dimana warna kulitnya berubah menjadi hitam gelap mengkilap dan juga keras bagaikan baja yang sulit untuk di tembus.


Sontak saja hal itu membuat Alexei dan yang lainnya makin waspada.


"Semuanya hati - hatilah, dia akan segera menyerang." Ucap Alexei.


Dan saat Gregori sudah menyelesaikan perubahan nya ia langsung berlari sekencang - kencangnya ke arah Alexei.


Saking kencangnya. langkah kakinya sampai membuat salju di sekitarnya berhemburan.


PUSSSST!!


Melihat hal itu Amaliya segera menaikkan tangannya ke atas dan mulai menciptakan ratusan duri es di atasnya.

__ADS_1


Kemudian ia menembakkan duri - duri es tersebut ke arah Gregori dengan kecepatan yang hampir sulit untuk di lihat oleh mata telanjang.


__ADS_2