BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BERPISAH DENGAN REYNA


__ADS_3

>Di luar bandara.


Saat ini kami duduk di salah satu bangku yang ada di tepi jalan. orang - orang biasanya menggunakannya sebagai tempat beristirahat atau bersantai dan minum dengan teman mereka.


"Jadi ada apa kau menarik ku keluar ke sini?"


Aku menanyakan itu sambil menaruk tasku di kursi yang berada tepat di sebelahku.


"Bukan apa - apa, aku hanya ingin bicara denganmu sebentar." jawab Reyna.


"Apa yang ingin kau bicarakan?"


Aku bertanya lagi. Untuk sementara Reyna tidak menjawab apa - apa dan diam saja. Namun tak lama kemudian tiba - tiba ia menatap mataku dengan serius dan mulai bicara....


"Leon aku ingin bertanya padamu, apa tujuanmu datang ke negara ini ingin melakukan sesuatu yang berbahaya?"


"Maksudmu?"


"Contohnya saja...KAU INGIN MEMBUNUH SESEORANG."


Sontak saja hal itu membuat mataku langsung melebar karena terkejut, namun Sesaat kemudian aku kembali tenang kemudian bertanya balik padanya.


"Boleh aku tau, kenapa kau berpikir seperti itu?"


"...Maaf, sebelumnya tadi pagi, saat kau masih tidur aku tidak sengaja menjatuhkan minuman ke tasmu."


"Minuman!"


(Jadi itulah kenapa tasku bisa basah.)


Pikirku. Lalu tak berhenti sampai di situ Reyna melanjutkan lagi...


"Yaa karena aku khawatir ada barangmu yang basah sehingga aku mencoba mengeceknya dan aku menemukan sebuah pistol di dalam sana."


Sorot mata Reyna melirik ke arah tasku yang ku taruh di atas kursi yang berada tepat di sebelahku.


"Awalnya aku kira itu hanya pistol mainan tapi setelah aku perhatikan baik - baik aku bisa pastikan kalau itu adalah pistol betulan."


"Hmm jadi begitu, itulah kenapa kau berpikir kalau aku datang ke negara ini ingin membunuh seseorang?"


"Yah, karena jika tidak mana mungkin kau sampai berani membawa barang seperti itu."


Memang benar, biasanya orang tidak akan berani membawa senjata api ke negara lain karena jika ia sampai di temukan maka ia bisa langsung di tahan.


Jangankan di negara lain, negara sendiripun jika kau sampai mempunyai senjata api tanpa surat perizinan maka kau akan langsung di tangkap.


Tapi aku....meskipun aku sudah tau semua itu, aku tetap saja masih membawanya bersamaku ke negara ini(CN), Karena apa? Tentu saja bukan karena aku ingin membunuh seseorang seperti yang Reyna pikirkan, melainkan ini untuk melindungi diriku sendiri dari orang - orang yang mencoba mengincar nyawaku, terutama...PARA PENGGUNA TUPXION DARI DUNIA LAIN.


(Yaa bisa di bilang Reyna hanya salah paham saja padaku.)

__ADS_1


Aku yakin jika aku tidak menjelaskannya sekarang, Reyna pasti akan terus mengungkit hal itu jadi sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain memberitahunya.


Tentu saja aku tidak akan beritahu semuanya, seperti alasanku datang ke negara ini.


Karena keberadaan Boktis masih harus tetap di rahasiakan.


Aku hanya memberitahu ia satu hal saja yaitu alasan kenapa aku membawa pistol ini bersamaku ke negara ini(CN). Itu saja, yang lainnya tidak.


"Reyna, aku mengerti semua yang kau katakan tapi aku rasa kau sepertinya telah salah paham padaku."


"Salah paham?"


"Yah, alasan kenapa aku membawa Pistol itu bukan karena aku ingin membunuh seseorang melainkan itu hanya untuk melindungi diriku sendiri dari orang - orang yang mencoba mengincar nyawaku."


"Apa!!"


Reyna shock mendengar hal itu namun di saat bersamaan ia juga terlihat sedikit ragu untuk mempercayai perkataan ku Jadi aku mencoba menjelaskannya lebih jauh lagi agar ia mengerti.


"Reyna, aku yakin kau pasti sudah mendengarnya dari Genus bahwa aku ini mempunyai hubungan dengan orang - orang dunia bawah."


"Setelah kau mengatakannya memang benar Pak tua itu memberitahukan hal itu padaku sebelumnya.-


--Tapi jujur saja sebetulnya aku tidak terlalu percaya, karena bagaimanapun juga mana mungkin anak kecil sepertimu bisa membangun hubungan dengan orang - orang dunia bawah, Bahkan kami sendiripun sangat sulit untuk melakukannya."


Memang benar seperti yang Reyna katakan. Membangun hubungan dengan orang - orang dunia bawah tidaklah mudah. Sebab di butuhkan beberapa aturan yang harus di tahati agar bisa membangun hubungan dengan mereka.


Selama mereka(orang dunia bawah) tidak memperyaimu maka selama itu juga kalian tidak akan pernah bisa membangun hubungan dengan mereka.


"Aku mengerti alasan kenapa kau mengatakan itu Reyna, tapi percayalah aku ini memang mempunyai hubungan dengan Orang Dunia Bawah, dan di antara mereka ada juga yang mencoba mengincar keluargaku.-


-Aku tidak tau alasannya yang jelas dari yang ku dengar dari ayahku, saat ini mereka sepertinya sedang mencoba mengincar anak - anaknya, salah satunya adalah aku."


"Jadi begitu, itulah kenapa kamu membawa pistol itu bersamamu supaya...."


"Benar, supaya aku bisa melindungi diriku saat mereka menyerang ku."


Setelah aku menjelaskannya, Reyna beberapa kali menganggukkan kepalanya seolah ia sudah mulai mengerti semuanya.


Tentu saja yang ku beritahukan itu hanya omong kosong belaka. Sebab yang benar - benar mencoba mengincar nyawaku bukan orang dunia bawah melainkan Para Pengguna TUPXION dari dunia lain.


Namun aku tidak memberitahu Reyna yang sebenarnya, karena menurut Brid keberadaan TUPXION masih harus di rahasiakan dari dunia ini, karena itulah aku tidak memberitahunya.


"Aku mengerti, makasih Leon sudah memberitahuku."


"Tidak apa, lagi pula ini bukan sesuatu yang harus ku sembunyikan, selain itu kau juga sudah sangat membantu ku membawaku ke negara ini jadi setidaknya aku harus membalasmu sedikit."


"Ara begitu, fufufu."


Reyna tertawa dan terlihat senang. Lalu kemudian Reyna menatapku sambil memberikan aku senyuman ringan.

__ADS_1


"Meski begitu Leon aku salut padamu, meskipun kamu sudah tau bahwa dirimu sedang di incar tapi kamu tetap saja masih mau keluar negeri. Biasanya orang tidak akan melakukan itu tau."


"Yaa itu karena tujuanku datang ke sini lebih penting dari pada nyawaku."


Mendengar hal itu mata Reyna langsung menyipit dengan tajam.


"Ooh lebih penting dari nyawamu ya, aku semakin penasaran tujuanmu datang ke sini itu sebenarnya apa?"


"......"


Aku diam saja dan tidak menjawab apa - apa. Lalu saat itulah aku merasakan ada orang yang sedang mencoba mendekati kami. Tanpa melihat ke arah sana aku bisa langsung tau bahwa itu adalah Pengawalnya Reyna.


"Nyonya."


"Oh ada apa?" Tanya Reyna.


"Semua barang sudah di turunkan dan di masukkan ke dalam mobil box. Sudah saatnya kita berangkat."


"Oh begitu." Guman Reyna.


Aku lihat tidak ada lagi yang ingin di bicarakan jadi aku berdiri dari tempat dudukku dan mengambil tasku kemudian aku gantung di belakang punggung ku.


"Baiklah, aku rasa sudah saatnya kita berpisah."


Reyna terkejut mendengar itu dan bertanya - tanya...


"Eh apa maksudmu? Apa kamu tidak ikut dengan kami? Padahal kami bisa mengantarmu sampai ke tempat tujuanmu?"


Dengan tenang aku menolak tawarannya dan berkata...


"Tidak perlu, aku pergi sendiri saja. Kalau begitu aku permisi dulu."


Di saat aku baru saja mau meninggalkan tempat itu, Reyna langsung berdiri dari tempat duduknya dan mengejar ku kemudian ia menahan tanganku.


"Leon, tunggu dulu."


"Ada apa? Apa masih ada yang ingin kau bicarakan?"


"Tolong ambillah ini."


Reyna memberikan kartu namanya padaku, di situ tertera juga nomor teleponnya.


"Jika kamu dalam bahaya tolong hubungi aku, aku pasti akan langsung datang ke tempatmu untuk membantu mu."


Jujur aku terkejut, tidak ku sangka Reyna menawarkan bantuan untukku.


"Makasih, kalau begitu aku pergi dulu."


Sambil memasukkan kartu nama Reyna ke dalam saku ku, aku mulai berjalan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2