BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
GREGORI MENYERANG


__ADS_3

Gregori menyaksikan ratusan duri es diluncurkan ke arahnya. Namun, meski begitu Gregori tidak mencoba menghindari nya dan malah terus maju ke depan.


Fakta bahwa Gregori tidak berusaha menghindarinya, membuat Amaliya merasa terkejut. Sebab ia pikir itu adalah tindakan yang bodoh.


(Dasar bodoh, kamu pikir bisa menahan ratus duri es itu? Itu hanya akan membuat kau mati.)


Itu yang Amaliya pikiran, tapi begitu duri es tersebut mengenai tubuh Gregori, wajah Amaliya sontak langsung berubah kaget, karena tidak ada satupun dari duri es itu yang berhasil melukai tubuh Gregori.


Malahan duri esnya itu pecah menjadi serpihan kaca hingga menghilang di udara.


"A~Apa - apaan ini!"


Amaliya merasa sangat kebingungan. Valdo lalu memberikan penjelasan.


"Sepertinya tubuh orang itu sudah di perkuat dengan kemampuan Senjata S Gearnya, Kalau begitu biarkan aku mencobanya."


Kali ini Valdo yang mencoba menyerang Gregori. Dimana ia mengulurkan tangannya ke depan. Sesaat kemudian beberapa lingkaran sihir tercipta di belakangnya.


Dari dalam lingkaran sihir itu keluar beberapa pedang dengan bentuk yang berbeda - beda, Pedang itu meluncur ke arah Gregori dengan kecepatan tinggi hingga sulit untuk di lihat oleh mata.


~SHUTTTT!!...SHUUTT!!...SHUT!!...


Namun meskipun ada banyak pedang yang mengenai tubuh Gregori tetap saja tidak ada satupun yang berhasil melukainya.


Malahan pedang - pedang itu terpental tinggi ke atas dan menghilang di udara.


"Kau bercandakan! Bahkan serangan Paman Valdo tidak mempan padanya. Seberapa kuat tubuh orang itu(Gregori)?" Bisik Amaliya, tampak tidak percaya.


Kemudian, begitu Gregori sudah hampir sampai di tempat mereka, ia langsung lompat tinggi ke atas dan mencoba mendaratkan sebuah pukulan kuat ke arah mereka.


Melihat hal itu Alexei buru - buru mencoba memperingati mereka semua.


"SIAL!! SEMUANYA CEPAT MENJAUH DARI SINI!"


Mereka semua mendengarkan perkataan Alexei dan segera menjauh.


Dimana Amaliya lompat ke arah kiri dan Valdo lompat ke arah kanan.


Sedangkan Alexei, Vincent dan Sherlie. mereka bertiga lompat ke arah belakang. Dan saat itu juga pukulan Gregori menghantam tanah hingga terjadi sebuah ledakan yang cukup besar di tempat itu.


BUURKKKKKK!!


Saking besarnya, sampai - sampai membuat salju di sekitarnya berhemburan dan berhasil menghempaskan mereka semua.


"~Ughh sial! Tidak hanya tubuhnya saja yang keras tapi kekuatan dia juga sangat kuat."


Vincent berusaha mengatur posisinya kembali, begitupun dengan yang lainnya.


Adapun Amaliya yang masih terhempas. Tidak jauh di belakangnya tiba - tiba muncul sebuah cahaya, dan dari dalam cahaya itu dua orang berlari keluar.


Satunya adalah Mael, ia berlari melewati Amaliya dan menghilang ke dalam kumpulan salju yang berterbangan.


Sedangkan yang satunya lagi adalah Selena, Ia menyentuh punggung Amaliya dan mereka berdua lansung di selimuti oleh cahaya.


"A-apa yang kau lakukan?"


Selena tidak merespon pertanyaan Amaliya dan hanya menunjukkan senyum seringai di wajahnya.


Lalu ketika cahaya itu sudah mulai menghilang Amaliya dan Selena sudah tidak ada di sana.


_________________________________________

__ADS_1


____________________________________


>Di waktu bersamaan.


Di karenakan salju yang berterbangan dimana - mana membuat Valdo agak sedikit kesulitan untuk melihat area sekitar.


(Sial jika begini, aku tidak akan tau dia akan menyerang dari arah mana.)


Valdo sadar bahwa dirinya adalah target utama Gregori. Jadi untuk jaga - jaga ia telah menyiapkan satu pedang besar di tangannya agar bisa memblokir serangan Gregori.


Tidak lupa ia juga memunculkan beberapa lingkaran sihir di sekeliling nya.


Yaa meskipun ia tau bahwa lingkaran sihir ini tidak akan bisa melukai Gregori namun setidaknya ini bisa menghambat gerakannya.


"......"


Valdo masih memperhatikan sekitar, Dan tak lama kemudian dari depan ia dengar suara langkah kaki yang mendekati nya.


tap!!..Tap!!...TAP!!


Makin lama suara langkah kaki itu makin mendekat hingga akhirnya Gregori muncul dan lansung mencoba melayangkan sebuah pukulan ke arah wajah Valdo.


Valdo dengan sigap langsung menangkis pukulan itu menggunakan pedang besarnya.


Tapi sayangnya pukulan Gregori sangat kuat hingga membuat Valdo kesulitan menahannya.


(~Ughh pukulannya terlalu kuat, aku tidak bisa menahannya!)


Pada akhirnya Valdo berhasil di pukul mundur. meski begitu Valdo masih berusaha bertahan, ia menembakkan lusinan pedangnya dari lingkaran sihir ke arah Gregori.


Gregori yang hendak menyerang lagi gerakannya langsung di hentikan, di karenakan banyaknya pedang yang menghantam tubuhnya sehingga ia kesulitan untuk maju ke depan.


Menggunakan kesempatan itu, Valdo lansung berlari memutari Gregori sambil mengganti pedang besarnya dengan pedang silver yang memancarkan cahaya.


(Aku tidak tau apa pedang ini bisa melukai dia atau tidak. Tapi tidak ada salahnya jika aku mencobanya.) Pikir Valdo.


Tentu saja Gregori sadar bahwa Valdo sedang mencoba menyerang dari arah belakang.


Gregori pun mulai mengumpulkan tenaganya di satu titik di kakinya.


Dan pada saat pedang Valdo sudah hampir mengenai punggung Gregori. Gregori dengan kuat lansung menginjakkan kakinya ke tanah. Dan saat itu juga terjadi sebuah ledakan besar di tempat itu.


BURRRKKKK!!


Sekali lagi Salju di sekitar berterbangan.Valdo juga tidak sempat mempersiapkan dirinya untuk menahan ledakan itu, jadi ia pun terlempar menjauh dari tempat itu.


"~Cih!!"


Meski begitu Valdo berhasil selamat dan mengatur posisinya kembali.


"Sial, Apa yang barusan terjadi?"


Tentu saja yang merasakan ledakan itu bukan hanya Valdo saja tapi Alexei dan yang lainnya juga ikut merasakan.


"Suara apa itu barusan?" Tanya Sherlie.


"Sepertinya suara itu berasal dari arah sana."


Vincent menunjuk ke arah jam 2. Namun sayangnya di karenakan salju yang masih berterbangan dimana - mana sehingga membuat mereka kesulitan untuk melihat.


"Astaga, salju ini menghalangi pandangan ku saja, aku tidak bisa melihat apa - apa." Keluh Sherlie.

__ADS_1


"Sama aku juga." Balas Vincent.


Meskipun mereka berdua tidak bisa melihat apa - apa tapi setidaknya Alexei tau siapa yang saat ini berada di tempat ledakan itu.


"Aku rasa itu tempat Valdo."


Sontak saja hal itu membuat mata Sherlie langsung melebar karena terkejut.


"Apa, Pak tua itu! Tunggu apa mungkin ia sedang di serang?"


Alexei dengan serius menjawab pertanyaan Sherlie.


"Sepertinya begitu, kemungkinan besar yang menyerang dia saat ini adalah orang itu(Gregori)."


___________________________________________


_______________________________________


>Kembali di tempat Valdo.


Saat ini Valdo terus memikirkan apa yang harus ia lakukan sekarang. Ia tau kekuatan Gregori sangat kuat dan jika Gregori terus melancarkan serangan kuat seperti barusan ada kemungkinan mansion Jendral Alexei akan roboh dan jatuh ke dalam jurang.


Setidaknya Valdo tidak ingin hal itu terjadi. Karena itulah Valdo mulai mencari cara agar bisa menjauhkan Gregori dari tempat ini.


(Sepertinya aku harus minta bantuan nya sedikit.)


Perlahan Valdo memejamkan matanya, kemudian ia mencoba berkomunikasi dengan Roh TUPXION nya di dalam batin.


(Oi Apa kau mendengar ku?)


[Oi, Oi...namaku bukan Oi Master.]


Terdengar suara pria muda di dalam pikiran Valdo. Nada suaranya terdengar agak sedikit kesal namun ramah.


Valdo merespon suara itu dengan tawa dan meminta maaf.


(Maaf.)


[Haa sudahlah, jadi ada apa?]


(Aku butuh bantuan mu.)


[Bantuan? Aku pikir kau tidak butuh bantuan ku.]


(Awalnya aku memang berpikir seperti itu tapi sayangnya kekuatan orang ini lebih berbahaya dari yang aku duga, karena itulah aku butuh bantuan mu.)


[Hmm....]


Untuk sementara Roh TUPXION nya terdiam. Namun beberapa detik kemudian ia pun memberikan balasan.


[Baiklah, aku akan membantumu.]


(Apa kau yakin?)


[Yah, lagi pula hal yang paling ku benci di dunia ini adalah mereka, para monster. Di tambah lagi orang itu sangat mirip sekali dengan mereka jadi aku akan membantumu sebisa mungkin untuk mengalahkannya.]


(Kau ini...)


[Un! Ada apa? Kenapa tatapan mu terlihat sinis begitu Master?]


(Tidak, bukan apa - apa.)

__ADS_1


Valdo sebetulnya ingin mengatakan kalau Gregori itu manusia bukan Monster. Tapi ya sudahlah, lagi pula tidak ada gunanya juga memberitahukan hal itu pada Roh TUPXION nya.


__ADS_2