
"Ca~Carla, jangan bilang, yang melindungi orang itu......"
"Yah kau benar, DIA ADALAH JENDRAL ALEXEI."
Ucap Carla dengan tegas. Mendegar hal itu, membuat Selena maupun Gregori lansung terlihat Pucat.
Sebab di dunia bawah, tidak ada satupun kelompok yang tidak mengenal Alexei, Bahkan Ia di sebut - Sebut sebagai salah satu orang Yang di takuti di dunia bawah. Tanpa kecuali Kelompok Gregori Sendiri.
Alasannya itu karena Pernah sekali, Gregori berduel dengan Jendral Alexei. Namun, hanya dalam beberapa menit saja ia lansung Kalah.
Bukan hanya itu saja, bahkan ada Rumor yang mengatakan bahwa Dirman, Orang yang tidak pernah kalah sekalipun malah Di kalahkan Oleh Jendral Alexei.
Namun, itu hanya sekedar Rumor saja, tidak ada satupun yang pastikan keasliannya.
Meski begitu, tidak bisa di pungkiri kalau ia adalah Salah Satu orang yang Di takuti di dunia bawah.
"Jendral Alexei kah."
Bisik Selena, setelah itu ia melihat ke arah Carla dan berkata....
"Jadi inilah alasannya, kenapa kau tidak mau Menyewa kami, tapi menyuruh kami bergabung ke kelompok mu?"
Tanya Selena dengan tajam, namun bukannya takut, Carla dengan Tenang menjawab..
"Yah, jika kami menyewamu, kalian Pasti tidak mau menerimanya, jika tau musuh kita itu Jendral Alexei kan?"
"I-itu,....tentu saja."
Jawab Selena.
"Nah. Itulah kenapa Untuk bisa mendapatkan bantuan kalian, aku tidak punya pilihan lain selain, membuat kalian bergabung di kelompok kami."
"Hmm, Jadi begitu.."
Ucap Selena. Setelah itu ia menyipitkan matanya ke arah Carla dan berpikir..
(Sial, jika aku tadi terima Syaratnya, bisa - bisa kami hancur di tangan jendral Alexei-
-tapi, kenapa ia memberitau ku sekarang, kalau yang mereka lawan itu Jendral Alexei?-
-Bukankah jika kami tau, malah tambah membuat kami tidak mau Bergabung dengannya? Atau mungkin ia masih punya rencana lain...)
Ketika Selena memikirkan itu, perlahan ia menunduk dan mendesah..
"haaa.."
Setelah itu ia melihat ke arah Carla dan berkata...
"Baiklah aku sudah mengerti apa yang kamu katakan, Tapi...Maaf, aku tidak bisa membantu kalian, jika harus melawan orang itu."
Ucapnya, setelah itu ia lanjutkan lagi..
"Meskipun, aku punya pertanyaan untukmu, namun jika sampai harus melawan orang itu, lebih baik aku lupakan saja soal itu."
"Hmm, apa kau yakin, bukankah kau ingin tau soal Mahkluk aneh, yang kau lihat di ruangan itu?"
Ucap Carla sambil menyipitkan matanya.
Mendengar hal itu. Membuat Selena lansung terdiam dan matanya melebar. Sebab ia ingat jelas, ketika ia sampai di Ruang itu, ia melihat Makluk aneh di dalam Kapsul.
Dimana Makluk itu seperti Monster yang sering ia lihat di Film. Meskipun Selena sangat penasaran makluk apa itu.
Namun jika ia di suruh memilih, apa ia mau tau soal Makluk itu dengan syarat bergabung dengan Kelompok Carla.
Maka Ia lebih memilih tidak tau saja soal itu.
"Carla kau benar. Aku memang penasaran makluk apa itu sebenarnya, tapi jawabanku tetap tidak berubah, aku tidak bisa membantu kalian."
Sambil mengucapkan itu, Selena mengambil Koper bayarannya dan lansung berdiri dari Sofa.
Setelah itu. Ia mencoba meninggalkan ruangan ini bersama Dengan Gregori.
Namun, sebelum Selena keluar dari ruangan, di situ terlihat Carla sedang tersenyum.
Dimana Senyumannya itu sangat menyeramkan, Seperti senyuman yang sering di perlihatkan Ketua sebelumnya.
"Selena, ini peringtan dariku, sebaiknya kau tidak meninggalkan Ruangan ini. Atau kau-...tidak, lebih tepatnya Kelompokmu akan dalam bahaya."
__ADS_1
Mendengar itu, membuat Selena lansung berhenti berjalan dan melihat ke arah Carla. Setelah itu ia bertanya...
"Carla, apa maksudmu bilang begitu?"
Carla yang ditanya seperti itu. Tidak menjawab apapun dan lansung berdiri dari Sofa.
Setelah itu, ia melihat ke arah Selena dimana tatapannya terlihat sangat tenang namun tajam.
Melihat tatapan itu, entah kenapa membuat Selena memiliki firasat buruk.
Namun, tanpa pedulikan itu, Carla lansung mengambil Hpnya dari Kantong Celana.
Setelah itu ia memainkannya sebentar dan berkata..
"Selena, Kau mungkin tidak tau. Tapi saat ini kelompok kalian sedang di Cari - cari beberapa pihak."
"Sedang Di cari? Apa yang kau kata-!!"
'Kan' ingin ucap Selena. Namun sebelum ia mengucapkan itu, tiba - tiba ia lansung berhenti.
Sebab tepat di depan matanya. Ia melihat Carla sedang memperlihatkan Hpnya.
Dimana Hpnya itu berisikan Sebuah Daftar Buronan Di dunia bawah. Dimana daftar tersebut mengatakan bahwa Kelompok Gregori sedang di kejar dan di cari - cari keberadaannya.
Terlebih lagi bayaran bagi siapa pun yang tau keberadaan kelompok Gregori itu tidak lah sedikit. Sehingga banyak Pihak yang mau terima permintaan tersebut.
Tanpa kecuali, beberapa Organisasi besar yang ada di dunia bawah.
"I~Ini, Kenapa...kami?"
Tanya Selena dimana Wajahnya terlihat pucat. Bukan Hanya Selena saja Bahkan Gregori juga terlihat terkejut.
Namun, tanpa pedulikan itu, Carla berkata....
"bukan hanya itu saja, Coba kau lihat ini..."
Sambil mengucapkan itu, Carla memperlihatkan Informasi yang lainnya. Dimana info itu mengatakan bahwa Beberapa negara Besar sedang mencari keberadaan Kelompok Gregori.
Terlebih lagi, Foto mereka bahkan di pajang di Info tersebut. Sehingga membuat Selena maupun Gregori lansung terlihat suram.
"~A-apa - apaan ini, kenapa mereka semua mengincar kami?"
"Bukankah sudah jelas, lagi pula pangkalan yang kita serang itu. Milik salah satu Petinggi PBB, jadi tidak mungkin ia tinggal diam."
Mendengar itu membuat Mata Selena sangat melebar, sebab ia tidak pernah menyangkah bahwa pangkalan yang mereka serang itu milik salah satu petinggi PBB.
Sehingga membuat Tubuh Selena lansung gemetar dan wajahnya terlihat pucat.
Namun, tanpa pedulikan itu, Carla lansung berkata...
"Yaa, apapun itu, yang jelas kau sudah mengertikan, saat kau meninggalkan pangkalan ini maka...."
Seolah - olah tau apa yang ingin di katakan Carla, Selena lansung melihat Carla dengan marah, dimana tatapannya terlihat sangat tajam..
"Ca~Carla, jangan bilang Sejak awal kau...."
Ketika Selena mencoba bertanya, Carla lansung menjawabnya dengan senyuman Seringai.
"Heh."
Melihat hal itu, membuat Selena tambah marah dan tanpa menunggu lama ia lansung berlari ke arah Carla dan mendorongnya ke tembok.
Dimana Salah satu tangannya menahan Tubuh Carla sedangkan yang satunya lagi megenggam Sebuah belati yang mengarah ke Leher Carla.
Melihat hal itu, membuat Brid, Gregori dan Dux sentak lansung mengeluarkan Pistol mereka masing - masing dan mengarahkannya ke tempat yang berbeda.
Dimana Pistol Brid mengarah ke Kepala Selena, sedangkan Gregori mengarah ke Brid, adapun Dux yang mengarah Ke Gregori.
Melihat kejadian itu membuat seisi Ruangan Menjadi tegang.
"Selena, apa yang kau lakukan? Lepaskan tanganmu dari situ."
Ucap Brid dengan tegas.
Namun, tanpa pedulikan itu, Selena terus menatap tajam Carla sambil berkata...
"~Wanita ******, apa yang sudah kau lakukan?"
__ADS_1
"******? Padahal beberapa detik lalu kau masih memanggil namaku."
"BERHENTILAH MAIN - MAIN, CEPAT JAWAB PERTANYAANKU."
Bentak lansung Selena dimana wajahnya terlihat sangat marah. Melihat hal itu. Membuat Carla sedikit kaget.
Namun, beberapa detik kemudian ia kembali tenang dan Menatap balik Selena.
Dimana Carla lansung mendesah "haaa.." dan berkata....
"baiklah aku akan jawab."
Ucapnya, setelah itu ia lanjutkan lagi...
"seperti yang kau katakan, Sejak awal tujuanku memberi kalian misi itu, bukan hanya mengambil Koper atau Dokumen. Melainkan Misi itu juga jebakan untuk kalian."
"Jebakan? Apa maksudmu?"
Ketika Selena bertanya, dengan tenang Carla menjawab.
"Coba kau pikir baik - baik, meskipun kalian menyerang sebuah pangkalan, kenapa aku perintahkan kalian untuk tidak membunuh prajurit di sana-
-terlebih lagi. Tanpa bantuan kalian pun, kau seharusnya juga sudah tau, kalau Kelompok kami pasti bisa mengatasi Misi ini kan?"
Memang benar, tanpa dirinya pun. Selena yakin kalau Brid dan yang lainnya pasti bisa mengatasi misi ini.
Apa lagi, jika di lihat dari persiapan yang mereka lakukan, baik dalam penyusupan maupun penyerangan. Sudah pasti mereka akan berhasil.
Bahkan Selena pun agak terkejut, Saat mereka masuk ke pangkalan itu dengan gampangnya.
Seolah - oleh itu seperti markas mereka sendiri, Namun...
(bagaimana identitas kami bisa terungkap, padahalkan kami sudah bergerak Secara hati - hati, di tambah kami memakai penutut wajah, jadi bagaimana?)
Ketika Selena memikirkan itu ia melirik ke Arah Brid dan melanjutkan..
(Terlebih lagi, kenapa hanya kelompok kami yang terungkap sedangkan mereka tidak.)
Seolah - olah tau apa yang di pikirkan Selena, Carla lansung menjawab...
"Kau pasti berpikir, Kenapa hanya identitas kalian saja yang terungkap sedangkan kami tidak kan?"
Ketika Carla bertanya, Selena hanya terdiam dan terus menatap Tajam Carla.
Namun Tanpa takut, Carla dengan tenang menjawab..
"Alasannya gampang, itu karena, meskipun kalian bisa menyembunyikan wajah kalian. Namun, jika kau punya tinggi badan dan Kekuatan seperti itu, kamu pikir Orang tidak akan tau??
Ucap Carla sambil melirik ke arah Gregori.
Mengetaui hal itu, mata Selena lansung melebar, seolah - olah ia sudah menyadari sesuatu.
"Begitu,....jadi begitu ternyata, sejak awal kau memberi kami perintah untuk tidak membunuh prajurit di sana, itu bukan di arahkan ke kami, Melainkan hanya mengarah Ke Gregori seorang kan?"
Mendengar hal itu, Bibir Carla lansung melengkun seperti bulan sabit. Sambil menjawab..
"Benar,..itulah kenapa hanya identitas kalian saja yang terungkap sedangkan kami tidak."
Ucap Carla sambil menatap Lurus Selena.
Memang benar, jika Selena ingat - ingat lagi ketika ia di perintahkan seperti itu, ia ingat waktu itu ia memiliki Firasat buruk.
Sebab, jika di pikir lagi, kenapa Carla harus mengeluarkan perintah yang seperti itu, jika pada akhirnya ia tetap harus membunuh.
Terlebih Lagi Dux, yang seharusnya tugasnya menghacurkan kendaraan di pangkalan, tapi kenapa malah ikut ke Fasilitas bersama dengan Gregori?
Bukankah Lebih efisien jika ia Di pangkalan saja. Dan menyuruh Salah Satu Trio bodoh saja yang ikut. Dimana ia bisa membantu Gregori bertarung.
Namun, Carla tidak melakukan itu, Alasanya Itu karena, Carla ingin Gregori bertarung sendiri agar membuat identitasnya terungkap.
Dan saat identitasnya sudah terungkap otomatis, Kelompok kami akan Di Cari dan di kejar oleh beberapa pihak.
Di situlah, Carla akan mengambil kesempatan untuk merekruk kami Masuk ke kelompoknya, dengan syarat mereka harus menyembunyikan dan melindungi kami dari orang - orang itu.
Ketika Selena sudah mengetaui semua Rencaran Carla, ia lansung mengertakkan giginya. Sambil terlihat kesal.
"DASAR WANITA SIALAN, BERANI JUGA KAU MENJEBAK KAMI SEPERTI INI."
__ADS_1
Ucap Selena sambil mengeluarkan hawa membunuh. namun bukannya takut Carla malah menatap Balik Selena dengan Tajam.
Dimana membuat mereka berdua lansung saling menatap satu sama lain.