
Sekitar jam dua siang, kami meninggalkan rumah itu dan pergi mengantar Suami Bu Linda ke tempat kuburannya.
Kami berjalan melewati gerbang dan masuk ke tempat pemakamam, dimana ada banyak sekali Kuburan baik di bagian kiri ataupun bagian Kanan.
Namun tanpa pedulikan itu kami terus berjalan masuk ke dalam. Sampai akhirnya kami tiba di tempat tujuan, dimana beberapa orang dewasa mulai mengubur Suami Bu Linda.
Dan tak butuh waktu lama akhirnya mereka selesai mengubur suami Bu Linda.
"Akhirnya selesai juga, di sini sangat panas, aku ingin cepat - cepat pulang."
Gumanku. Lalu Kami pun memutuskan untuk meninggalkan tempat itu. Namun di saat kami melewati Gerbang untuk masuk ke tempat pemakamam, kami melihat Bu Linda sedang memeluk anaknya dan berusaha melindungi anaknya dari beberapa orang dewasa yang mengelilinginnya.
Dimana mereka semua adalah Keluarga serta para kerabat dari suaminya.
"Linda Minggirlah, kami harus beri anakmu itu pelajaran."
"Benar, bagaimana bisa ia bilang seperti itu pada ayahnya yang sudah meninggal."
"Ya, cepat lepaskan anakmu."
"Sudahlah, kita tarik saja ia keluar dari situ."
Di saat mereka mencoba memaksa menarik Kana keluar dari pelukan Bu Linda. Bu Nara tak tinggal diam, ia kelihatan sangat marah dan buru - buru berlari ke sana untuk menghentikan mereka.
"Kalian semua hentikan itu."
"Un! Kau ini siapa?"
"Aku.....aku ini sahabatnya Linda."
"Sahabat? Sana pergilah, ini tidak ada urusan nya denganmu."
"Benar jika kau terlalu ikut campur maka jangan salahkan kami jika kami bersikap kasar padamu."
Seolah tidak takut dengan ancaman mereka, Bu Nara melawan balik.
"Coba saja kau pikir aku takut."
Ucapnya sambil menampar tangan si Pria yang mencoba meraih Bu Linda, dimana membuat pria itu merasa sangat marah dan mencoba memukul Bu Nara.
"DASAR ******, BERANINYA KAU MENAMPAR TANGANKU."
Namun sebelum pukulannya itu mencapai Bu Nara, aku secara diam - diam lansung pergi ke belakangnya dan menendang selangkannya, yang dimana membuat ia lansung jatuh dan merintih kesakitan.
"~AGHHHH BARANGKU, BARANGKU....SIAL INI SAKIT SEKALI."
Aku mengabaikan Pria itu dan mendekati Bu Nara.
"Apa kau tidak apa - apa?"
Tanyaku.
"Eh y-yah aku tidak apa - apa."
"Begitu baguslah, kalau begitu aku serahkan Bu Linda padamu."
__ADS_1
"Eh tunggu dulu, kamu mau kemana?"
"Aku ingin mengurus orang itu dulu."
Jawabku sambil melihat ke arah pria berotot yang sedang mendekatiku. Dimana pria itu adalah pengawal dari orang yang barusan ku tendang barangnya.
"Bocah, berani - beraninya kau melukai tuan muda kami seperti ini."
"Yaa itu salah dia sendiri karena mencoba melukai orang - orangku."
"Aku mengerti itu, tapi apa perlu kau sampai melukai barangnya?"
"Tentu saja, itu balasan dari pria yang mencoba melukai wanita. Atau mungkin kau juga ingin ku hacurkan barangmu."
"DASAR BOCAH KURANG AJAR, SEPERTINYA KAU HARUS DI BERI PELAJARAN!!"
Oang itu mencoba memukulku, dengan cepat aku menghindar, lalu aku mencoba serang balik dengan menyerang rahangnya menggunakan telapat tanganku.
Awalnya ia berhasil menahan tanganku, namun aku lansung menggunakan tanganku yang satunya lagi dan berhasil mengenai rahangnya.
Aku pikir ia tumbang, namun orang itu lebih kuat dari yang aku pikirkan.
Aku mencoba menyerang lagi tetapi sebuah pukulan datang ke arah wajahku yang dimana membuat aku secara spontang lansung seleding di bawah selangkannya. Kemudian loncat tinggi ke atas dan mencoba menendang lehernya. namun lagi - lagi orang itu menahan nya yang dimana membuat aku sampai stak di udara.
"Cih."
"Bocah kau boleh juga, tidak ku sangkah gerakanmu secepat itu, namun sudah saatnya kau pergi tidur."
Orang itu megenggam kaki ku erat - erat lalu mencoba melempar aku ke arah tembok. Sontak saja itu membuat Bu Nara dan yang lainnya merasa khawatir.
Namun sebelum aku terlempar aku buru - buru mencengkram rambutnya yang dimana membuat aku lansung terhenti di udara.
"Apa!!"
Orang itu terkejut, Namun tak berhenti sampai di situ, aku memegang kepalanya, lalu dengan kuat aku hantam wajahnya menggunakan lututku yang dimana membuat hidung ia lansung retak serta berdarah dan akhirnya ia terjatuh.
(Ughhh! Bagaimana bisa anak kecil seperti dia sekuat ini.) Pikir orang itu.
Aku masih ingin lanjut dan menginjak wajahnya secara brutal, tetapi di sini ada Bu Nara dan yang lainnya, sehingga aku menghentikan niatku untuk melakukan itu.
"~Fuuuu...."
Aku mencoba meninggalkan orang itu tetapi orang itu malah bangkit lagi. Aku bersiap untuk melawannya tetapi orang itu malah diam saja di situ dan tidak bergerak.
Aku mencoba menunggu, namun orang itu tetap tidak bergerak, Jadi aku memutuskan untuk lanjut jalan dan kembali ke tempat Bu Nara dan lainnya berada.
Dimana mereka semua terlihat khawatir padaku.
"Leon, apa kau tidak apa - apa? Apa kau terluka?" tanya Bu Linda.
"Tenang saja, aku tidak terluka kok."
Balasku. Namun keyataannya aku mengalami luka di bagian kaki ku. Kemungkinan besar luka ini aku dapatkan ketika Pria itu mencengkram kaki ku dengan erat saat mencoba melemparku ke arah tembok.
"Sekarang ayo kita pulang. Tidak ada gunanya berlama - lama di sini." ucapku.
__ADS_1
"Kau benar."
Balas Bu Linda.
Lalu di saat aku berjalan, Bu Nara memperhatikan ada yang janggal dengan caraku berjalan, sehingga ia buru - buru mencoba mengecek kaki ku.
"Woy, apa yang kau lakukan?"
Aku memarahinya tetapi Bu Nara mengabaikanku dan terus mengecek kaki ku, lalu tak lama kemudian akhirnya ia pun menemukan ada sebuah memar di salah satu kaki ku. Dan memarnya kelihatan cukup parah.
"Le-leon ini,...kamu terluka."
Ucap Bu Nara.
Mendengar hal itu, semua orang lansung kaget, tanpa kecuali Bu Linda yang buru - buru mendekatiku.
"Coba aku lihat,....kau benar, memarnya sangat parah, Leon apa mungkin kamu mendapatkan ini waktu orang itu mencoba melemparmu tadi."
"Yah."
Jawabku seolah tidak mencoba menyembunyikan nya. Lalu kemudian Bu Nara mencoba mengusulkan sesuatu.
"Bagaimana kalau kita bawa ia ke rumah sakit?"
Mendengar hal itu Bu Linda lansung setuju. Namun berbeda dengannya, aku lansung tolak. Sebab aku tidak ingin membuat orang - orang di rumah khawatir lagi padaku, jadi....
"Maaf Bu Nara aku harus tolak itu."
"Kenapa?"
"Aku tidak ingin membuat orang - orang di rumahku khawatir padaku."
Ucapku, kemudian Bu Linda yang kali ini mencoba mengusulkan sesuatu padaku.
"Kalau begitu, bagaimana jika kita ke rumahku saja, kita bisa rawat kakimu di sana. Sekalian kalian juga bisa istirahat di sana."
Ucap Bu Linda sambil melihat Sara dan gadis lainnya, dimana mereka semua kelihatan lelah.
"Anu aku senang Bu Linda mengajak kami, tapi Apa kami tidak merepotkanmu?"
Tanya Sara. Dimana Bu Linda menjawab ia dengan senyuman..
"Tentu saja."
Ucapnya. Mendengar hal itu, Gadis lainnya lansung ikutan senang dan menjadi bersemangat.
"Asik kita akan pergi ke rumah Bu Linda."
"Sudah lama aku ingin pergi ke rumah Bu Linda."
"Sama, aku juga."
"Kalau begitu, tanpa menunggu lama lagi ayo kita ke sana."
Para Gadis itu buru - buru berlari masuk ke dalam Mobil. Aku ingin lansung pulang dan pergi tidur, namun melihat mereka bersemangat, membuat aku tidak punya pilihan lain selain mengikuti mereka.
__ADS_1
(Yare - Yare, sungguh gadis - gadis yang merepotkan.)