BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
MENJAUH DARINYA....


__ADS_3

Ketika Bulan berlari di area yang sangat sepi. Ia terus melihat - lihat di sekitar. Dimana beberapa waktu yang lalu ia melihat Leon sedang di seret oleh beberapa anak SMA di sini.


Namun ketika Bulan mencoba mengejar mereka, ia kehilangan jejaknya.


"Dimana mereka Pergi?"


Sambil bertanya - tanya Bulan terus melihat di sekitar. Namun ia tidak menemukan mereka dimanapun. Hingga beberapa detik kemudian tiba - tiba.....


"OI BOCAH BERHENTILAH BERLARI!"


..Bulan, mendengar teriakan seseorang dari arah Bangunan tua di sampingnya.


Meskipun ia tidak kenal suara siapa itu. Namun ia tau Bocah yang di sebut suara tersebut tidak lain adalah Leon.


Tanpa menunggu lama Bulan Lansung berlari ke arah Bangunan tua itu.


Sesampainya di sana, ia mencoba masuk ke dalam, namun sesaat ia masuk tiba - tiba ia berhenti bergerak. Sebab tepat di depan matanya ia melihat beberapa anak SMA sedang terpapar di lantai sambil wajahnya di penuhi oleh Darah.


Melihat hal itu membuat Bulan lansung merasa merinding dan terlihat pucat.


"~i~ini, apa yang sedang terjadi?"


Sambil bertanya - tanya bulan mencoba melihat sekeliling dan memperhatikan ada beberapa Anak juga yang tidak sadarkan diri di dekat Tangga.


Melihatnya saja, bulan lansung tau kalau mereka sedang naik ke lantai atas. Sehingga ia mencoba naik juga.


Namun, setiap kali Bulan naik ke tangga ia sering melihat sekitar 1 atau 2 anak SMA sedang tidak sadar di Tangga.


Bahkan ada dari mereka yang kepalanya sedang berdarah.


Meski Bulan tidak tau apa yang sebenarnya terjadi di sini. Namun dengan tubuh yang gemetar Bulan terus naik ke lantai atas.


Setelah beberapa saat ia berjalan, tak lama kemudian akhirnya ia sampai ke lantai paling atas.


Dimana, tepat di depannya ada sebuah pintu yang menuju ke Atap bangunan ini.


Awalnya Bulan ragu - ragu untuk membuka pintu tersebut. Namun setelah ia menghela nafasnya sedikit "haaa.." perlahan ia mulai membukannya.


Knock!!


Sesaat ia membuka pintu itu sedikit. Bulan mencoba mengintip ke sana.


Namun saat ia mengintip tiba - tiba Tubuhnya lansung gemetar di tambah matanya sangat melebar.


Sebab, tepat di depan matanya ia melihat Ada banyak sekali Anak SMA sedang tergeletak di sana.


Di tambah wajah mereka semua juga di penuhi oleh darah. Seperti anak - anak yang ada di lantai bawah.


Namun, yang membuat Bulan terkejut bukanlah itu, melainkan sesosok Leon yang duduk di atas salah satu anak SMA yang terbaring di lantai.


Leon duduk di situ Sambil menarik rambutnya dan membenturkannya ke bawah lantai secara terus menerus.

__ADS_1


Dan yang mengejutkannya lagi Leon melakukan hal itu tanpa keraguan sedikitpun, bahkan Bulan bisa melihat kalau tatapannya sangat tenang. Seolah - olah itu hal yang biasa baginya.


"~~Le~Leon,..i-ini tidak mungkin, bagaimana bisa dia...."


Sambil mengucapkan itu dengan nada ketakutan. Tubuh Bulan terus bergetar dengan sangat kuat. Hingga ia tidak bisa lagi menahan beban tubuhnya dan lansung berlutut di lantai.


(~tu~tubuhku tidak bisa bergerak,..a~aku, aku harus lari dari sini.)


Saat Bulan Memikirkan itu, dari sela pintu, ia melihat kalau Leon saat ini sudah berhenti membenturkan kepala anak itu dan mulai melepaskan rambutnya.


Namun, sesaat Leon melepaskan Rambutnya, ia lansung melihat ke arah Pintu. Hingga membuat Bulan kaget dan terlihat sangat pucat.


(~~ga~gawat,...a~aku, aku harus pergi dari sini!)


Meskipun ia memikirkan itu, namun, ia tetap saja tidak bisa bergerak, seolah - olah tubuhnya sedang di timpa oleh sesuatu.


Di tambah lagi, dari sela Pintu Bulan bisa melihat kalau Leon saat ini sedang menatapnya.


Dimana tatapan itu terlihat seperti memancarkan cahaya di dalam kegelapan.


Bahkan Bulan bisa merasakan saat melihat tatapan itu, dadanya seperti sedang di remas oleh sesuatu yang tak terlihat.


Meski Bulan tidak tau apa itu. Namun yang jelas ia merasa kalau dirinya harus pergi dari sini secepat mungkin.


Ketika Bulan memikirkan itu, ia berusaha untuk berdiri. Namun, sesaat ia melakukan itu, dari sela pintu ia melihat kalau Leon saat ini sedang berdiri dan mencoba berjalan ke arah Pintu.


TAP!!....TAP!!....TAP!!....


DUK!!...DUK!!...DUK!!...


(~a~aku, aku harus pergi dari sini!)


pikir Bulan


TAP!!....TAP!!....TAP!!....


DUK!!...DUK!!...DUK!!...


(~~ga~gawat, kumohon bergeraklah!)


TAP!!....TAP!!....TAP!!....


DUK!!...DUK!!...DUK!!.....


(TOLONG BERGERAKLAH.)


Sambil memikirkan itu, bulan merasa kalau Leon sudah berada di balik Pintu sehingga ia lansung menutup kedua matanya. Seolah - olah ia sudah menyerah.


Di sisi lain, ketika aku mau membuka Pintu tersebut. dari arah belakang tiba - tiba terdengar suara nada Dering.


Saat aku melihat ke arah sana. Aku perhatikan Nada tersebut berasal dari salah satu Hp, anak yang terpapar di lantai.

__ADS_1


Ketika aku perhatikan anak itu, Dari balik pintu aku dengar suara langkah kaki seseorang yang sedang berlari ke lantai bawah.


Mengetaui hal itu, dengan cepat aku membuka pintu tersebut. Namun sesaat aku membukannya, tidak ada seorangpun di sana.


__________________________________


_____________________


Setelah Bulan berhasil menjauh dari tempat itu, saat ini ia sedang berlari menuruni tangga sambil mengingat apa saja yang ia lihat barusan.


Dimana ia melihat Leon sedang menghajar anak itu dengan sangat parah. Terlebih lagi ia tidak memiliki keraguaan sedikitpun saat menghajarnya.


Bukan hanya anak itu saja. Meskipun Bulan tidak melihatnya. Tetapi ia bisa tau kalau semua anak SMA yang sedang tidak sadarkan diri di bangunan ini, kemungkinan besar di lakukan oleh LEON juga.


(Tapi. Bagaimana ia melakukan itu, sebab, bagaimanapun aku melihatnya tidak mungkin Leon bisa mengalahkan Anak sebanyak itu, apa lagi ia hanya seorang diri?....terlebih lagi, tatapannya itu....)


Ketika Bulan mengingat tatapan Leon saat itu. Ia bisa merasakan kalau saat itu Jantungnya terasa seperti sedang di peras oleh sesuatu.


Meskipun ia tidak tau apa itu. Tetapi untuk saat ini prioritas utamanya adalah Pergi dari tempat ini.


Sambil memikirkan itu, tak lama kemudian, akhirnya bulan sampai di lantai paling bawah.


Sesampainya di sana ia lansung berlari keluar dari bangunan ini.


Namun, ketika Bulan sudah berada di luar. Tanpa ia sadari, dari jendela bangunan. di sana terlihat Leon sedang memperhatikan dirinya sambil di tatap dengan Tajam.


__________________________________


_________________________


Setelah Bulan menjauhi dari bangunan tersebut. Saat ini ia sedang mengatur nafasnya, yang terlihat lelah di sebuah Lorong.


Dimana Lorong tersebut di kelilingi beberapa bangunan tinggi, yang menghalangi cahaya matahari untuk masuk ke dalam sana. Sehingga membuat Lorong tersebut menjadi gelap gulita.


Namun meski begitu, dari Ujung Lorong di sana bulan bisa melihat kalau terdapat sebuah cahaya. Dimana cahaya tersebut tempat jalan lalu Lintas berada.


"Haa!!..baiklah, aku cuma perlu pergi ke sana Setelah itu...."


(Aku akan selamat.) pikirnya.


Namun, sebelum ia keluar dari sana, tiba - tiba seseorang sedang mengenggam tangannya dari belakang.


"Eh!"


Ketika Bulan melihat ke arah belakang, di sana ia melihat Leon sedang menahan tangannya, sambil di tatap dengan tajam.


Dimana Tatapannya itu seperti memancarkan cahaya di dalam kegelapan.


"~~Le- Leon!"


"KAU,...BUKANKAH KAU GADIS WAKTU ITU? APA YANG KAU LAKUKAN DI SANA?"

__ADS_1


__ADS_2