BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PEMBICARAAN SOAL LUBANG PUTIH


__ADS_3

Aku kembali ke Kafe dan pergi ke tempat Brid.


"Maaf membuatmu menunggu."


"Oh kau sudah datang, bagaimana Keadaan Gadis itu? Apa ia tidak apa - apa?"


"Yah, ia tidak apa - apa."


Jawabku sambil kembali duduk di tempat Duduk ku. Kemudian Aku melihat Brid dan bertanya..


"Baiklah mari kita lanjutkan lagi pembicaraan tadi.-


-Jadi, Kenapa kau bertanya soal masalah anak - anak berandalan itu?"


"Yah aku hanya ingin tau saja, karena menurut Rangga waktu dimana anak - anak berandalan itu Hilang bertepatang dengan saat Lubang Abnormal itu Muncul.-


-Jadi aku mengirah, anda yang ada kaitannya dengan Anak - anak itu hilang mungkin saja mengetaui Sesuatu soal Lubang itu juga?"


(Lubang..... Kalau di pikir - pikir lagi saat aku kejar Erina memang benar aku lihat Lubang Putih.)


Pikirku saat mengingat kejadian dimana aku mencoba Mengejar Erina Yang kabur masuk ke pedalaman Hutan. Dan di situlah aku melihat sebuah Lubang Besar berwarna putih yang tingginya mengalahkan Ketinggian Pohon - pohon Sekitar.


Bahkan Lubang itu bercahaya dan menerangi lingkungan Sekitar di malam itu.


(Di lihat dari cara Brid bicara juga, sepertinya ia sudah datang ke tempat itu.-


-Kemungkinan Besar, ia mengajak Rangga juga untuk meneliti Lokasi Lubang itu Muncul.) pikirku.


Sementara itu, Brid yang sejak tadi melihat aku hanya diam saja dan melamun mencoba memanggilku.


"Ketua,...Ketua apa kamu mendengarku?"


"Hah maaf aku melamun."


Balasku. Kemudian aku melihat Brid dan berkata...


"Omong - omong Brid, bukankah aku sudah Bilang, Tidak usah memanggilku begitu, panggil saja namaku."


"Huh ba-baik, maafkan aku."


"Haaa sudahlah. Yang lebih penting kau tadi menanyakan soal Lubang Abnormal yang Muncul di Hutan itu kan?"


Tanyaku dimana Brid membalas dengan anggukkan.


"Umm."


"Baiklah, Seperti yang kamu katakan, memang benar aku melihat Lubang itu di sana."


Mendengar hal itu Brid menjadi bersemangat dan ia lansung mendorong tubuhnya ke depan untuk megenggam kedua Pundakku.


"Leon, apa kamu serius? Apa kamu benar - benar melihat Lubang itu?"


"Yah. Warna dia Putihkan?"


"Ya Itu benar."


Balas lansung Brid yang terlihat senang. Lalu kemudian ia Melepaskan kedua pundakku dan kembali Duduk.


"Leon jika kamu memang melihatnya, Kalau begitu bisa beritaukan aku semua Informasi yang kamu ketaui Soal Lubang itu? Sedikitpun tidak apa - apa asalkan itu bisa Berguna untuk membatu Carla Meneliti Lubang baru itu."


Aku melebarkan mataku karena terkejut mendengar itu.


(Ohh jadi Carla juga meneliti Lubang putih itu.)


Pikirku, lalu kemudian aku menatap Brid dan menjawab..


"Aku mengerti, aku akan beritaukan Semua yang aku ketaui Soal lubang Putih itu."


"Benarkah?"

__ADS_1


"Yah lagi pula ini juga untuk anggota kesayangan kita."


Balasku sambil tersenyum. Lalu Setelah itu aku mulai memberitaukan semua yang aku ketaui soal Lubang Putih itu.


Mulai dari Besar Lubang itu. Kemudian Cahaya yang di keluarkan Lubang itu yang dimana bisa membuat Tubuh kita merasa hangat sekaligus menghilangkan Rasa sakit.


Dan terakhir adalah Lubang itu tidak mengeluarkan Satu pun Monster dari dalam sana.


______________________________________


___________________________________


>Setelah Beberapa saat kemudian....


"Begitu, jadi Lubang itu benar - benar tidak mengeluarkan satupun Monster ya?"


Tanya Brid, dimana aku menjawab...


"Yah. Saat Lubang itu muncul. Aku tidak merasakan satupun keadiran di sana.-


-Yang ku rasakan saat itu hanya cahaya yang di pancarkan Lubang itu. Dimana cahayanya itu membuat tubuhku merasa hangat."


Brid seolah penasaran akan hal itu dan bertanya...


"Anu Kamu sudah mengatakan itu tadi, tapi aku masih tidak mengerti, pancaran Cahaya yang kamu rasakan saat itu memang seperti apa?"


"Jujur sangat sulit untuk di jelaskan, namun bisa ku katakan kalau Cahaya itu mempunyai efek untuk menghilangkan rasa sakit dan juga bisa membuat tenaga Kita kembali seperti semula."


"Hmm Begitu."


Meskipun Brid masih belum paham sebenuhnya, tetapi ia tidak bertanya lebih jauh lagi.


"Baiklah, aku sudah mengerti. Namun untuk memastikan saja apa hanya ini yang anda tau soal Lubang itu?"


"Yah, hanya itu."


"Hmm sebetulnya aku sudah pernah mencoba bertanya juga Soal Lubang putih itu pada PIX, tapi ia sama sekali tidak mau memberitauku."


Mendengar Nama yang tidak di kenal, membuat Brid kebingungan sekaligus penasaran dan bertanya..


"PIX? Siapa itu?"


"Oh kalau di pikir - pikir lagi, aku belum pernah memperkenalkan dia padamu kan."


Aku mengangkat tanganku ke atas meja lalu aku memperlihatkan Emoji yang ada di Kaos tanganku.


"Lihat Inilah PIX, dia adalah bentuk dari TUPXIONKU."


"Bentuk?...Hah, apa mungkin yang anda maksud itu Roh dari TUPXION?"


Kali ini aku yang kebingungan dan bertanya..


"Roh?"


"Yah, menurut Carla setiap TUPXION mempunyai Rohnya masing - masing. Tugas mereka adalah membantu Si Pengguna agar lebih mudah Menggunakan Kekuatannya.-


-Dari yang aku tau, setiap Roh TUPXION juga mempunyai Bentuk seperti manusia. Contohnya saja TUPXION Carla, Bentuk Rohnya Adalah Seorang gadis Kecil. Begitu juga dengan yang lainnya. Tapi.....LEON, KENAPA BENTUK ROH TUPXION MU BISA SEJELEK INI."


Ucap Brid sambil menunjuk PIX dengan datar, dimana membuat PIX tidak senang dan lansung menatap Brid dengan marah.


[DASAR MANUSIA RENDAHAN, BERANI - BERANINYA KAU BILANG SEPERTI ITU PADAKU.]


(Astaga PIX tidak usah marah begitu, lagi pula apa yang ia katakan itu memang benarkan, lihat saja Bentuk mu itu benar - benar sangat ko-!!)


'Nyol' ingin ucapku. Namun sebelum aku mengucapkan itu, aku merasa Otakku seperti sedang di remas oleh sesuatu. Kemungkinan itu perbuatan PIX. Yang dimana membuat aku sangat kesakitan.


"~Aghhhhh!!"


Melihat hal itu, sontak membuat Brid kaget dan lansung bertanya dengan ekspresi khawatir.

__ADS_1


"Oi Leon kau kenapa? apa kau tidak apa - apa?"


"Y~Yah, aku tidak apa - apa."


Balasku sambil berusaha menahan rasa sakit dari kepalaku. Lalu setelah itu aku melirik PIX dan menatapnya dengan tajam.


(Dasar Sialan, Woy hentikan itu sekarang, ini sakit tau.)


[Yaa makanya Jangan Coba - coba ikutan mengejek aku juga. Kamu sudah tau sendirikan akibatnya.]


(~Ughhh yah aku sudah tau. Karena itulah cepat hentikan ini. Ini benar - benar sakit.)


Setelah PIX menghentikan Rasa sakit di kepalaku. Aku kembali melihat Brid.


"Maaf membuatmu khawatir."


"Itu tidak apa - apa, yang lebih penting apa mungkin tadi anda Sedang bicara Dengan dia(PIX)?"


"Yah."


"Hmm Tapi kenapa aku tidak bisa mendengarnya?"


"Itu karena kami bicara Lewat pikiran. Itulah sebabnya kamu tidak bisa mendengarnya."


Ucapku, Namun tak berhenti sampai di situ Brid bertanya lagi..


"Apa dia(PIX) tidak bisa bicara secara lansung? Contohnya saja bicara denganku?"


"Aku rasa tidak. Kemungkinan ia hanya bisa bicara denganku lewat pikiran."


"Begitu."


Setelah aku jawab semua pertanyaan Brid. Sekarang giliranku yang bertanya..


"Anu Bagaimana Dengan Roh dari TUPXION lainnya, apa mereka bisa bicara dengan orang lain secara lansung?"


"Tentu saja Bisa, contohnya saja Roh TUPXION Carla. Dia pernah bicara denganku."


"Hmm begitu."


Gumanku. Lalu kemudian Aku melirik PIX dan mencoba menyindir dia.


(PIX Sepertinya cuma Kamu saja yang tidak bisa bicara dengan Orang lain.-


-Sudah kuduga. Kau ini memang TUPXION tidak berguna di antara 7 TUPXION lainnya.)


[Berisik, asal kau tau saja alasan aku bisa begini itu gara - gara aku berusaha menyelamatkan Nyawamu dulu tau. Jadi tak usah bilang begitu.]


Memang benar sih, jika saja kematianku saat itu tidak terlalu sadis, maka tidak mungkin Kondisi PIX menjadi seperti ini.


(....Kau benar. Maafkan aku.)


Setelah aku mengatakan itu, aku kembali melihat Brid dan menatapnya dengan Serius.


"Baiklah sudah cukup basa basinya, kita kembali ke topik utama.-


-Seperti yang aku katakan Sebelumnya soal Lubang putih itu, aku sudah pernah bertanya Ke TUPXION ku juga tapi ia tidak mau memberitau ku.-


-Walau begitu ia mengatakan ada Satu orang di dunia ini yang tau sekali soal Lubang putih itu."


Wajah Brid terlihat sangat penasaran dan bertanya - tanya..


"Siapa Orang itu?"


"Dia adalah.....GADIS YANG PERNAH KITA CULIK DI PULAU ITU."


Mendengar hal itu Sontak membuat mata Brid lansung melebar karena terkejut.


"APA!!"

__ADS_1


__ADS_2