BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PERGI MENEMUI KANA


__ADS_3

Di Sebuah Sekolah Dasar, di sana terdapat beberapa Murid yang Sedang berjalan Keluar dari sekolah.


di antara mereka semua, terlihat juga Kedua adik Bulan Yaitu Rezvan dan Haira. Dimana Mereka berdua berjalan ke arah Gerbang.


Namun, di saat mereka baru saja keluar dari Gerbang, tiba - tiba mereka berdua berhenti berjalan.


Alasanya itu karena tepat di seberang jalan, terlihat seorang bocah yang mereka kenal sekaligus Orang yang mereka sangat benci.


Dimana Orang itu tidak lain adalah....


"Leon!...apa yang ia lakukan di situ?"


Tanya Haira, dimana Rezvan dengan Serius membalas.


"Aku tidak tau. Tapi pertama - tama ayo kita pergi ke sana."


______________________________


___________________________


Sementara itu di sisi lain, ketika aku(Leon) memperhatikan Satu persatu para Murid Sd yang keluar dari Gerbang.


Aku merasakan ada seseorang yang mendekatiku.


(Mereka berduakan....)


Saat Tau yang medekatiku itu ternyata kedua adek Bulan, aku lansung tersenyum dan menyapa mereka..


"Yo kita bertemu lagi ya Bocah brengset."


"Jangan Panggil Aku Begitu. Yang lebih penting apa yang kau lakukan di sini? Apa kau sedang mengincar anak SD?"


Tanya Haira. Dimana aku dengan kesal menjawab...


"Tentu Saja Tidaklah Bodoh. Aku datang ke sini hanya untuk mencari Seseorang."


"Siapa yang kamu cari?"


Ketika Rezvan menanyakan itu, aku dengan Tenang menjawab...


"Gadis yang bernama Kana, apa kalian kenal?"


"Kana?...Hah, maksudmu Kana yang dari kelas sebelah?"


"Eh y-yah itu benar."


Jawabku dengan senang. Meskipun aku tidak tau, kelas sebelah mana yang ia maksud.


"Jadi, apa kalian kenal dia?"


Ketika aku menanyakan itu, baik Haira dan Rezvan lansung saling menatap. Setelah itu mereka kembali melihatku dan Haira menjawab...


"Tidak, kami tidak terlalu kenal dengannya, hanya saja kami sering bertemu dia Saat Pulang Sekolah, karena jalan yang kami tempuh Satu arah dengannya."


"Hmm begitu."


Yaa aku tidak terlalu peduli sih soal itu. Namun jika apa yang mereka katakan itu benar maka Ada kemungkinan Rumah Bu Linda satu arah juga dengan Rumah Bulan.


Itu berarti, ini mungkin bisa membantuku.


"Anu, Memang ada Urusan apa kau mencari dia(Kana)?"


Ketika Rezvan menanyakan itu, aku lansung melihat dia dengan Serius dan menjawab...


"Ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengannya."


"Apa yang ingin kamu bicarakan?"


Tanya lagi Rezvan, dimana membuat mataku lansung menyipit dan bertanya balik...


"Kenapa kau ingin tau itu?"


Namun Bukannya Rezvan yang jawab malah Haira yang lansung jawab....


"Tentu saja kami ingin tau, lagi pula kami tidak tau apa yang akan kau lakukan padanya."


"Woy kau pikir aku ini siapa?"


"anak mesum kan."

__ADS_1


Jawab lansung Haira sambil menatapku dengan tatapan Jijik.


Sial, jujur saja aku ingin sekali memukulnya, tapi.....jika aku melakukan itu, ini hanya akan merusak reputasiku sebagai Manusia tak terkalahkan jadi...Sepertinya kali ini aku harus mengalah.


"Haaa berurusan dengan anak kecil memang sungguh merepotkan."


Gumanku sambil menghela nafas. sedangkan Haira yang tidak terlalu dengar dengan suaraku bertanya...


"Apa kau mengatakan Sesuatu?"


"Tidak, aku tidak mengatakan apapun."


Jawabku. Setelah itu aku menatap mereka berdua dan berkata...


"Omong - Omong bisa tidak aku minta bantuan kalian."


"Bantuan?"


Tanya Haira.


"Yah, Aku ingin kalian panggil Kana kemari, bisakan?"


Ketika aku meminta hal itu, Haira terlihat marah dan lansung menarik kerah bajuku.


"Hah Buat apa aku melakukan itu."


"Apa kau tidak mau?"


"TENTU SAJALAH."


Bentak Haira dengan kesal. Namun tidak berhenti sampai di situ aku mencoba melakukan Sesuatu yang lain.


Sayangnya sebelum aku melakukan itu, Rezvan melihat Anak yang sedang ku Cari baru saja keluar dari Gerbang sekolah, dimana anak itu tidak lain adalah Kana.


"Hah itu Kana."


Mendengar itu baik aku maupun Haira lansung berahli ke arah Gerbang sekolah, dimana aku mencoba mencari Kana namun tidak ku temukan, sehingga aku bertanya ke Rezvan.


"Rezvan yang mana Kana?"


"Itu yang pakai tas Pink."


"Oh yang itu yah. Baiklah, kalau gitu aku ke sana du-!!"


'Lu' ingin ucapku. Namun sebelum mengucapkan itu, Haira lansung menendang selankangku dengan kuat..BUK!!...hingga membuat aku kesakitan dan jatuh berlutut di tanah.


"~ughhh...Sial, apa yang kau lakukan?"


Ketika aku menanyakan itu, Haira tidak menjawab apapun dan malah lansung melarikan diri bersama dengan Rezvan yang tangannya di tarik.


"EH, WOY KAU MAU KEMANA? KEMBALI KE SINI, DASAR GADIS SIALAAAAAN!!"


Teriak aku dengan sangat marah.


_______________________________


_____________________________


>Sementara itu....


"Haaa,...hari ini aku dapat nilai merah lagi, padahal aku ingin menunjukkannya ke ibu."


Ucap Kana Yang menghela nafas dan terlihat Sedih. Namun saat itu juga dari belakang tiba - tiba ia dengar suara seseorang yang memanggilnya...


"KANA!"


Saat Kana melihat ke arah belakang, ia melihat dua anak yang sedang berlari ke arahnya. Satu anak Laki - laki dan satunya lagi anak Perempuan.


Dimana Mereka berdua tidak lain adalah Haira dan Rezvan.


(Apa mereka yang memanggilku?)


Kana menanyakan itu di dalam pikirannya, namun ia tidak menemukan jawaban nya. Sehingga ia mencoba bertanya lansung pada mereka.


"Anu, apa kalian yang memanggil-!!"


Sayangnya, Sebelum Kana selesai bertanya, Haira lansung megenggam tangannya kemudian berkata...


"Kana, ikut denganku."

__ADS_1


"Eh?"


Tentu saja Kana merasa terkejut karena tiba - tiba di ajak begitu, karena bagaimanapun juga Mereka tidak terlalu saling kenal.


Namun mengabaikan hal itu, Haira lansung menarik tangan Kana dan membawanya pergi, bersama dengan Rezvan.


_______________________________


____________________________


Di saat Haira terus berlari di Tempat yang Sepi dan kurang Orang. Tepat di belakangnya terlihat Kana yang tangannya masih di tarik oleh Haira bertanya - tanya....


"Anu, kamu murid dari kelas sebelah kan? kamu mau membawaku kemana?"


"Kemana saja asalkan kita menjauh darinya."


"Dia? Siapa yang kamu maksud?"


"Leon, apa kamu kenal?"


Ketika Haira menanyakan itu, tanpa pikir panjang Kana lansung menjawab...


"Tidak. Aku tidak kenal."


"Sudah kuduga."


Ucap Haira dengan Serius, lalu Haira mencoba menjelaskan....


"Anak itu entah kenapa sepertinya Ia sedang mengincarmu."


"Eh, Mengincarku?"


"Yah, tadi dia memintaku untuk membawamu ke dia, namun aku menolaknya, karena aku tau dia punya niat buruk padamu."


Kana yang dengar itu, Untuk sesaat diam dan memikirkan sesuatu. Setelah ia berpikir, ia kembali melihat Haira dan bertanya...


"Anu, kamu mengatakan itu Seolah - olah kamu tau dia ya?"


"Tentu saja aku tau, lagi pula..DIA ITU PACARNYA KAKAK KU."


"Eh!...Eeeeeeeeeeeehh!!"


Kana merasa sangat - sangat terkejut mendengar itu. Sebab jika memang ia pacarnya Kakaknya Haira, itu berarti dia adalah orang yang baik.


Karena Kakaknya Haira mau menerima orang seperti Dia, jadi buat apa Haira membawa Kana menjauh darinya?


Seolah Menanyakan itu di dalam Pikirannya sendiri. Kana mengalihkan pandangannya ke arah anak laki - lagi yang tangannya di tarik juga oleh Haira bersama dengannya yaitu Rezvan.


"Anu, kamu...."


"Rezvan, namaku Razvan aku Kakak dia."


"Baiklah Rezvan aku ingin tanya sesuatu, Jika orang itu memang pacar Kakakmu, kalau begitu buat apa kita lari darinya? Bukankah dia Orang baik karena Kakakmu mau menerima dia sebagai Pacarnya."


"Tidak, Kau salah Kana, dia itu bukanlah anak baik, Dia itu anak Brengsek yang suka menyakiti perempuan."


"Eh Benarkah?"


Tanya Kana, dimana Bukan Rezvan yang jawab melainkan Haira yang lansung jawab....


"Itu benar Kana. Setiap kali Kakak ku pergi bertemu dengannya, ia sering kali terlihat ketakutan atau sedih saat Pulang.-


-Seperti Beberapa hari yang lalu saat dia membawa Kakak ku pergi ke suatu tempat. Saat itu Kakakku menangis terus di dalam Kamarnya setelah di bawah Pulang tengah malam Hujan - Hujan.-


-terlebih lagi Kakak ku juga terus mengatakan...Maafkan aku, Maafkan aku, saat menangis di dalam kamarnya ..Aku tidak tau apa yang sudah ia lakukan pada Kakak ku, yang jelas Aku sangat benci anak itu."


Ucap Haira dimana tatapannya terlihat sangat marah. Kemudian ia melihat Kebelakang untuk menatap Kana dan berkata...


"Inilah alasan kenapa kami membawamu dan menjauhkanmu darinya, karena kami takut bisa saja ia melakukan sesuatu padamu."


"Melakukan sesuatu padaku? Apa yang akan ia lakukan?"


Ketika Kana menanyakan itu, Haira lansung tersipu malu dan buru - buru melihat ke arah depan.


"So-Soal itu, kamu tidak perlu tau(Karena kamu masih anak kecil), yang jelas kita menjauh saja darinya mengerti."


Meskipun Haira mengatakan itu tetapi Tetap saja Kana masih penasaran dengan apa yang Haira katakan.


Namun karena ia juga tidak ingin merepotkan Haira, sehingga untuk sekarang Kana pun menuruti apa yang Haira Katakan.

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti."


__ADS_2