BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
TEMPAT TUJUAN KITA.....


__ADS_3

Seusai kami meninggalkan sekolah. Saat ini kami berada di tengah perjalanan, dimana kami mencoba menuju ke tempat Bu Linda.


Namun aku perhatikan jalur yang di ambil Bu Nara bukan jalur menuju ke tempat Bu Linda melainkan jalur yang sebaliknya.


Aku buru - buru mengalihkan pandanganku ke arah Bu Nara dan bertanya..


"Bu, bukankah kita salah jalan? tempat Bu Linda bukan jalan sini tapi jalan ke sana."


"Aku tau."


Balas Bu Nara.


"Kalau kau tau, kenapa masih jalan sini?"


"Astaga kau cerewet sekali."


Bu Nara mengeluarkan sebuah kertas yang terlipat dari dalam sakunya lalu ia berikan padaku.


"Ini..."


"Apa ini?"


Tanyaku.


"Tempat yang sedang kita tuju."


Jawab Bu Nara.


Karena penasaran aku pun melebarkan kertas itu dan melihat bahwa tempat yang kita tuju ternyata berada di luar kota.


"Apa di luar kota! Kenapa tempatnya jauh sekali." ucapku.


"Aku juga kurang tau. Namun dari yang aku dengar sepertinya Suami Bu Linda akan di makamkan di dekat rumah orang tuanya." Balas Bu Nara.


"Hmm itu berarti, kita sedang menuju ke Rumah orang tuanya?"


"Yah."


Jawab Bu Nara.


Lalu setelah itu perjalanan pun di teruskan. sesekali aku melihat para gadis melalui Kaca spion yang berada di bagian tengah atap Mobil. Dimana mereka semua sepertinya sedang asik ngobrol di belakang.


Kadang mereka juga maju ke depan untuk mengajakku bicara.


Meski begitu ada satu gadis yang membuatku sedikit khawatir,..ia adalah Sara. Ia sejak tadi diam saja terus di situ sambil memandam keluar jendela.


Meskipun beberapa gadis mencoba mengajaknya bicara juga tetapi seperti yang kalian tau Sara memiliki tatapan dingin yang dimana membuat orang sering salah paham padanya dan mengirah kalau ia tidak mau di dekati, sehingga para gadis itu yang tadinya mau bicara dengan Sara lansung menjauh.


"haaa sungguh gadis yang merepotkan."


gumanku.

__ADS_1


_____________________________________


__________________________________


Sekitar dua jam lebih kami menempuh perjalanan akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Dimana di depan kami terdapat sebuah rumah yang sangat besar serta halaman yang luas yang di isi dengan beberapa mobil mewah yang sedang terparkir.


Dimana Mobil - mobil itu milik orang - orang kaya yang berkunjung juga ke tempat ini.


"Bu, apa kau yakin ini tempatnya?"


Tanyaku.


"Yah, tidak salah lagi ini memang tempatnya." Jawab Bu Nara.


"Kau pasti bercandakan, bagaimana bisa rumah orang tuanya sebesar ini?"


Baik Aku ataupun Bu Nara terlihat sangat terkejut, sebab kami berdua mengirah, kalau rumah orang tua Suami Bu Linda sederhana saja. Di lihat bagaimana anak mereka(Suami Bu Linda) yang sering meminjam uang namun tak sanggup membayarnya.


Tapi tidak ku sangkah ternyata orang tua ia sekaya ini


"Le-Leon, apa Keluarga Suami Bu Linda orang yang kaya?" Tanya Bu Nara.


"Mungkin."


Jawabku. Namun Bu Nara tak berhenti sampai di situ, ia bertanya lagi padaku.


"Ta-Tapi, kalau keluarga ia memang sekaya ini, kenapa ia malah pinjam - pinjam uang? Bukankah lebih baik jika ia meminta bantuan ke keluarganya?"


"Kalau itu aku juga tidak tau. Namun, dengan begini aku jadi tau alasan kenapa ia bisa masuk ke tempat itu(Kasino)."


"Tempat itu? Tempat apa maksudmu?"


"Tidak bukan apa - apa, tolong lupakan saja."


Balasku lansung seolah menghindari pertanyaan nya. Lalu Kemudian aku buru - buru mencoba mengalihkan pembicaraan kami, dengan mengajak mereka masuk ke dalam.


"Dari pada itu, Ayo kita masuk."


Bu Nara masih penasaran dengan apa yang barusan ku katakan, namun ia juga sadar tidak baik berdiam terus di sini jadi ia pun mengikuti kata - kataku..


"Kau benar, kalau begitu anak - anak saat kita di dalam tolong tenanglah dan jangan buat keributan, mengerti?"


""""Aku mengerti Bu.""""


Jawab para Gadis itu secara serentak.


"Bagus, kalau begitu ayo kita masuk."


_____________________________________


_________________________________

__ADS_1


Setelah kami masuk ke dalam, kami melihat semua orang memakai pakaian serba Hitam. Kecuali kami, kami masih memakai seragam Sekolah kami, karena kami buru - buru datang ke sini.


Dan karena hanya kami saja yang tidak memakai pakaian serba hitam sehingga membuat kami jadi pusat perhatian.


"Anak sekolah?"


"Apa yang mereka lakukan di sini?"


Di saat Beberapa orang sedang membisikkan soal keberadaan kami. Bu Nara mengabaikan mereka dan melihat sekeliling, dimana ia mencoba mencari keberadaan Bu Linda.


Lalu tak lama setelah ia melihat - lihat akhirnya ia menemukan Bu Linda. "Oh itu dia." dimana saat ini Bu Linda sedang duduk di sofa yang berada di ruang tamu.


Aku juga melihat Kana di sana sedang tidur di atas sofa sambil menggunakan paha ibunya sebagai bantal.


"Ayo kita ke sana."


Bu Nara mencoba menuntung kami ke tempat Bu Linda, dimana para Gadis itu lansung mengikutinya dengan senang. Tanpa kecuali Sara.


Namun di saat mereka sudah pergi, aku masih tinggal di tempat itu, dimana aku mencoba mengalihkan pandangan ku ke arah orang - orang yang sedang berkumpul.


Dimana mereka semua berkumpul di tempat orang yang sudah tak bernyawa dengan seluruh anggota badannya di tutupi oleh kain. Dan orang itu tidak lain adalah suami Bu Linda.


Aku juga memperhatikan beberapa anggota keluarganya sedang menangis di sana terutama para wanita.


"Kakak, siapa yang melakukan ini padamu, ini sangat mengerikan."


"Siapapun itu kita tidak bisa membiarkan ia lolos begitu saja, kita harus tangkap pembunuh itu dan membunuhnya."


"Woy jaga kata - katamu, semua orang mendengarmu tau."


"Aku tidak peduli, meskipun aku di tangkap, aku akan tetap akan melakukan segala cara untuk bisa menangkap pembunuh itu dan membunuhnya."


Sementara di sana sedang ribut, di sisi lain aku terlihat tenang - tenang saja, dimana aku memperhatikan mereka dengan tajam di iringi dengan senyuman seringai yang terpancar di bibirku.


(Heh, mereka pasti tidak pernah mengirah kalau pembunuh yang mereka cari itu sebetulnya berada di sini.)


Ucapku di dalam pikirkan, kemudian di balas oleh PIX.


[Kau benar, mungkin hanya anda satu - satunya orang yang berani melakukan hal ini Master.]


(Maksudmu, datang ke tempat orang yang sudah di bunuh?)


[Yah.]


Jawab PIX, namun aku tidak setuju dengan hal itu, sebab di dunia ini masih ada banyak orang yang sering melakukan hal ini. Contohnya saja para pembunuh bayaran di dunia bawah.


(PIX, kau salah, sebetulnya di dunia ini masih ada banyak orang yang sering melakukan hal ini.)


[Eh Benarkah?]


(Yah, Cuma kaunya saja yang tidak tau.)

__ADS_1


[Hmm begitu.]


Setelah aku selesai bicara dengan PIX, aku memutuskan untuk meninggalkan tempat itu dan pergi ke tempat Bu Linda dan yang lainnya berada.


__ADS_2