
"Baiklah, kalau begitu-!!"
Di saat Alexei ingin mengatakan sesuatu, tiba - tiba Vincent menghentikannya dan berkata...
"Tunggu dulu Jendral Alexei, sebelum kita melanjutkan pembicaraan bisa beritau kami dulu siapa mereka(Kelompok Carla)? Sejak tadi aku merasakan aura berbahaya dari mereka."
"Hah kau benar, aku lupa memperkenalkan mereka padamu, kalau begitu perkenalkan mereka ini--!!"
Sebelum Alexei selesai bicara Sherlie tiba - tiba teriak dan tangannya menunjuk ke arah Brid.
"Aaaaah kamu, bukankah kamu ini orang yang bersama dia saat itu?"
Brid yang tiba - tiba di tanya seperti itu merasa kebingungan dan bertanya - tanya...
(Hah anak ini ngomong apa sih?)
Carla seolah penasaran akan hal itu juga dan langsung menatap Brid.
"Brid, apa kamu kenal dia?"
Tanya Carla. Dimana Brid langsung mengelangkan kepalanya sambil menjawab..
"Tidak, aku tidak kenal dia, ini pertama kalinya aku bertemu dengannya."
(Hmm kalau begitu, kenapa ia bersikap seolah sudah kenal Brid?)
Sementara Carla memikirkan itu, di sisi lain Sherlie kelihatan sangat senang dan buru - buru berlari mendekati Brid, Dimana ia menjabat tangan Brid dengan wajah yang bahagia.
"Astaga aku senang sekali bisa bertemu denganmu. Saat itu pertarungan yang kalian tunjukkan padaku sungguh luar biasa, Tidak ku sangka strategi yang kalian jalankan saat itu benar - benar bisa menumbangkan Boktis."
(Boktis! Apa mungkin anak ini ada di sana saat itu?)
Pikir Brid. Tetapi ia langsung menyangkalnya dan berkata...
(Tidak, itu tidak mungkin, lagi pula saat itu aku tidak merasakan kehadiran siapapun di sana selain kami bertiga.)
"Oh iya aku dengar Ketua kalian yang baru hadir juga di sini, apa mungkin Kakak perempuan ini adalah ketua baru kalian?"
Sorot mata Sherlie melirik ke arah Carla yang duduk diam di sofa, dimana secara spontan Brid menjawab..
"Eh y-ya itu benar."
"Hmm...!"
Sherlei menjauh dari tempat Brid dan pindah ke tempat Carla. Dimana sama seperti Brid Sherlie juga menatap Carla dengan wajah senang.
"Aku sudah dengar semuanya dari Jendral Alexei. Namamu Carla kan?"
Carla diam saja sambil menatap tajam Sherlie. Sherlie seolah tidak terlalu mempedulikan hal itu dan mulai memperkenalkan dirinya.
"Perkenalkan namaku Sherlie, seperti yang kamu tau, aku adalah orang yang tidak sengaja membunuh Ketua kalian saat itu."
__ADS_1
Ucapan 'tidak sengaja' Sherlie membuat Carla dan yang lainnya tidak senang dan marah sampai - sampai Carla menggigit bibirnya hingga berdarah.
"Kau bilang apa barusan, tidak sengaja? Oi apa kau serius mengatakan itu?"
Sherlie adalah gadis yang polos sehingga ia tidak menyadari kemarahan Carla.
"Eh ya tentu saja aku serius. Saat itu aku benar - benar tidak sengaja membunuhnya. Tapi meskipun aku bilang begitu kalian tetap saja terus mengejarku dan mencoba membunuhku, sampai - sampai aku harus berpindah tempat.-
-Jujus saja saat itu benar - benar sangat melelahkan bagiku apa lagi aku sampai kesulitan untuk tidur, Tapi untunglah ada Jendral Alexei sebagai penengah.-
-Berkat jendral Alexei lah ini semua bisa di selesaikan dengan baik dan kalian sudah mulai berhenti mengejarku".
Sejak tadi Carla tidak mengerti sama sekali apa yang Sherlie katakan. Namun satu hal yang pasti bahwa Carla saat ini benar - benar tidak bisa lagi menahan emosinya.
Meski begitu Sherlie tetap saja tidak berhenti dan masih terus lanjut bicara..
"Anu aku tau kalian masih marah padaku gara - gara aku membunuhnya tapi aku harap kalian semua bisa melupakan itu.-
-Begitu juga denganku, aku akan lupakan semua yang telah kalian lakukan padaku(Mengejar ku dan mencoba membunuhku.) Dengan begitu kita semua bisa mulai berkerja sama untuk menghadapi para Monster.-
-Aku yakin orang itu(Dirman) pasti akan senang juga jika mendengar hal ini."
Ucapan Sherlie kali ini benar - benar sudah melewati batas yang dimana membuat Carla yang saat itu tidak bisa lagi menahan emosinya langsung marah dan berdiri dari tempat duduknya kemudian melotot Sherlie dengan tajam.
"KAU DIAMLAH, SEJAK TADI AKU TIDAK MENGERTI SAMA SEKALI APA YANG KAU KATAKAN JADI TUTUP MULUT KOTOR MU ITU.-
-SELAIN ITU, BISA KAU BERHENTI BERSIKAP AKRAB BEGITU PADAKU, ITU MEMBUAT AKU KESAL SIALAN "
Sherlie seolah masih ingin mengatakan sesuatu yang dimana hal itu membuat Carla tambah marah dan langsung mengeluarkan pistolnya dari balik jaket kemudian ia arahkan ke kepala Sherlie.
Sontak hal itu membuat semua orang kaget, terutama Vincent dan Sherlie.
Walau begitu Carla tidak peduli sama sekali, ia tanpa segang langsung menekan pelatuknya hingga terdengar suara tembakan di ruangan itu.
DORR!!
Semua orang langsung terdiam dan shock. Namun yang paling terkejut di antara mereka semua adalah Carla.
Penyebabnya tentu saja karena tembakannya barusan itu tidak berhasil mengenai kepala Sherlie malahan pelurunya itu berhenti tepat di depan dahi Sherlie dan membeku hingga akhirnya jatuh ke lantai.
"I~Ini....!"
Dari itu saja Carla bisa langsung tau penyebabnya.
Carla Dengan cepat mengalihkan pandangannya ke arah Amaliya dimana saat ini Amaliya mengulurkan tangannya ke depan sambil bola matanya bercahaya.
Di wajahnya juga terdapat beberapa garis akar silver bercahaya. Dimana garis itu adalah salah satu tanda saat pengguna TUPXION menggunakan kekuatannya.
********
Biar ku ingatkan saja. Jika pengguna TUPXION menggunakan kekuatannya maka garis - garis cahaya itu akan muncul di wajah atau tubuh mereka dan jika pengguna Senjata S Gear menggunakan kekuatannya maka garis - garis itu akan muncul di senjata mereka.
__ADS_1
Ini adalah dua perbedaan antar pengguna TUPXION dan juga pengguna Senjata S Gear.
Sebagai contoh saja garis - garis yang ku maksud itu adalah ini...
Ini adalah ilustrasi di Chapter 55 yang terlambat ku buat, waktu Carla mencoba mengembalikkan Lubang Abnormal seperti semula.
********
Setelah sekian detik semua orang terdiam akhirnya Vincent mendapatkan kesadarannya kembali dan buru - buru menarik tangan Sherlie menjauh dari Carla.
"Sherlie, apa kau tidak apa - apa?"
Sherlie seolah masih linglung dengan apa yang barusan terjadi, meski begitu ia tetap menjawab.
"Eh! U-um ya, aku tidak apa - apa."
"Benarkah, syukurlah."
Setelah mengkonfirmasi kondisi Sherlie, Vincent lalu mengalihkan pandangannya ke arah Carla, dimana ia menatap Carla dengan tajam.
"Oi apa yang kau lakukan? Apa kau ingin membunuhnya?"
Carla diam saja menatap mereka berdua. Di sisi lain Vincent seolah tidak senang dan mulai marah.
"Kenapa kau diam saja di situ cepat jawab?"
Setelah beberapa detik terdiam, Carla akhirnya mulai menjawab..
"Yah, aku memang ingin membunuhnya."
"Kenapa?"
"Kau malah tanya kenapa, bukankah sudah jelas karena sejak awal tujuan kami datang ke pertemuan ini hanya untuk membunuh kalian berdua.-
-Selain itu perkataan ****** itu(Sherlie) sudah melewati batas karena itulah aku ingin membunuhnya."
Baik Vincent maupun Sherlie merasa sangat terkejut. Sebab mereka kira Kelompok Carla sudah tidak memiliki dendam lagi pada mereka berdua. Malahan mereka pikir Carla dan yang lainnya sudah memaafkan mereka atas apa yang Sherlie lakukan di masa lalu(membunuh Dirman). Tapi sepertinya tidak begitu.
Di lihat dari tatapan Carla sudah jelas kalau ia masih memiliki dendam dan benar - benar berniat membunuh mereka berdua.
(Kenapa?...kenapa mereka mencoba membunuh kita? Bukankah mereka seharusnya sudah memaafkan kita atas apa yang Sherlie lakukan di masa lalu? karena itulah mereka mulai berhenti mengejar kita, tapi kenapa?)
Sementara Vincent memikirkan hal itu, tiba - tiba mata Vincent melebar seolah sudah menyadari sesuatu.
(Tunggu! Jangan bilang mereka ini...)
Dengan cepat Vincent mengalihkan pandangannya ke arah Alexei dan menatap Alexei dengan serius.
"Jendral Alexei apa mungkin anda belum beritau mereka soal orang itu(Dirman)?"
__ADS_1
>Bersambung...