BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
BERSENANG - SENANGLAH


__ADS_3

Sepulang sekolah, saat Aku, Sara, Lia dan Rusli berjalan keluar, aku perhatikan Lia terlihat senang bicara dengan Sara.


Meskipun Sara seperti biasanya tetap tenang dan dingin. Namun aku bisa melihat sesekali ia tersenyum.


"Oi Leon, Apa kau dengar."


Saat Rusli memanggilku dari samping, aku melihat ke arahnya.


"Ada apa?"


"Aku tanya, apa aku harus tunjukkan Skil yang ku latih, selama 2 tahun ini ke Guru?"


"Maksudmu?"


"Maksudku, Skil yang di ajarkan Guru, untuk masuk ke dunia Esport."


mendengar itu aku lansung menatapnya dengankaku 😧.


sebab di lihat dari manapun, mana mungkin nih bocah bisa masuk ke dunia Esport. Hanya dengan skil seperti itu.


Bahkan waktu aku tidak ikut main ke Warnat. Saat itu Ranknya malah merosok turung dengan banyak. Sampai - sampai ia minta bantuanku untuk menaikkan Ranknya kembali.


Dan barusan ia bilang mau menunjukkan Skilnya untuk masuk ke dunia Esport. Apa nih Bocah masih waras.


sambil memikirkan itu, tiba - tiba kami mendengar suara Klakson Mobil dari arah Gerbang sekolah.


Saat kami melihat ke arah sana, di situ terlihat Kakaknya Sara, Firdaus sedang melihat ke arah kami. Sambil melaimbaikan tangannya.


"Sepertinya kakak mu sudah datang Sara." ucapku


"umm, Kalau begitu aku pergi dulu."


"Yah."


jawabku dengan singkat, setelah itu di sambung lagi oleh Lia yang melambaikan tangannya.


"Sara, sampai jumpa besok yaaa!"


Meskipun Sara tidak menjawab, namun sesaat aku melihat kalau ia tersenyum dan lansung meninggalkan kami.


setelah Sara meninggalkan kami, aku melihat ke arah mereka berdua.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi."


"Ayooooo!"


Jawab Lia dengan ceria. Setelah itu kami bertiga lansung pergi meninggalkan sekolah ini.


Di sisi lain, ketika Sara sudah sampai di Kakaknya. Ia perhatikan kalau Kakaknya sedang melihat ke arah kami.


"Kak, apa yang kau lihat?"


"Yaa, aku hanya ingin tau apa mereka mau ku antar pulang atau tidak?"


"Antar? Bukankah kemarin Kak Firdaus menyesal karena mengantar Leon pulang?"


"I-itu karena, kemarin aku tidak tau tujuan leon. Jadi...."


Sara yang melihat kakaknya sedang kesusahan untuk menjelaskan, lansung menghela nafasnya. "Haaa, sudahlah." setelah itu ia lansung masuk ke dalam mobil.


"Kak, Ayo kita pergi."


Sambil menyalahkan mobil, sesaat Firdaus melirik adiknya, setelah itu ia melihat ke arah depan.


"Sara, aku lihat sepertinya kau sangat dekat dengan gadis itu?"


"Maksudmu Lia?"


"Yah." jawab lansung Firdaus.


di sisi lain, untuk sementara Sara melihat ke arah jalan Raya. Namun setelah beberapa detik kemudian ia mulai bicara.


"Jujur Aku tidak terlalu dekat dengan Lia, hanya saja ia terus menempel, jadi...."


"...jadi kau berteman dengannya?"


sambung Firdaus.


"Kami tidak berteman."


"Benarkah?"


".....sedikit."


Melihat sifat adiknya yang tidak mengakui perasaannya sendiri, membuat Firdaus lansung tersenyum.


____________________________________


_____________________________

__ADS_1


"Aku pulang."


Pada saat kami dah masuk di dalam Rumah, aku menyuruh Rusli sama Lia untuk menunggu di dekat pintu, sedangkan aku lansung pergi ke ruang Tamu.


Sesampaiku di Ruang Tamu, di sana aku melihat Kak Rangga dengan santainya duduk di Sofa sambil menonton Tv.


Saat aku mencari Istrinya aku tidak melihat di manapun. Mungkin ia sedang di kamarnya atau mungkin saja sedang istirahat. Aku tidak tau.


(Yaa, apapun itu, aku senang Kak Rangga ada di sini.)


Sambil memikirkan apa yang akan terjadi pada Kak Rangga, saat bertemu dengan Para Bocah itu, membuatku lansung menyeringai.


PIX yang melihat itu lansung menatapku dengan😦.


[Master, aku sering mengatakan ini. Tapi kau ini benar - benar brengseet yah.]


(Hah, apa yang kau bilang. aku hanya ingin Menghukum Muridku saja.)


[Menghukum Muridmu kah,..Bilang saja kau Cemburu, karena Muridmu bisa menikah sedangkan kamu Tidak.]


mendengar kata - katanya membuat lansung terlihat kesal.


(Cih,....YAH, AKU MEMANG CEMBURU APA SALAH?)


[Kalau kau benar - benar menganggap dirimu tidak bersalah. Itu berarti kau ini Orang Brengseet.]


(BERHENTILAH MEMANGGILKU BRENGSEET SIALAN.)


[Kalau begitu, hentikan Sekarang apa yang kau lakukan. Setelah itu aku tidak akan memanggil Master begitu lagi.]


(........)


Saat aku tidak mengatakan apapun PIX lansung menyeringai. sambil menatap wajahku yang terlihat kesal.


[Master tidak mau melakukan itukan? Itu berarti kau ini memang Orang Bresngseet.]


Mendengar perkataan itu Sekali lagi membuatku sangat marah dan mencoba injak - injak kaos tanganku.


Namun, sebelum aku melakukan itu, dari Sofa Kak Rangga memanggilku.


"Leon, kenapa kau berdiri saja terus di situ, cepat masuk."


"Y-yah, aku mengerti."


ucapku sambil mengakhiri pembicaraanku dengan PIX...selain itu..


*************


Author: maksudnya tenang di sini. Itu Hatinya yang sedang Cemburu yah.


*************


Sambil memikirkan itu, perlahan aku berjalan ke arah Kak Rangga. sesampaiku di sana aku lansung duduk di Sofa dan melihat ke arahnya.


"Omong - omong Kak, dimana Kak Rani?"


"Rani? Hmm, mungkin ia sedang keluar Jalan - jalan sama Fira."


"Eeeeh, begitu yah😏"


Sambil mengucapkan itu aku terlihat senang. Sebab alasan aku Menanyakan keberadaan Istrinya itu karena aku tidak ingin melibatkan dia.


Karena jika Istrinya ada di sini. Sudah pasti Para Bocah itu akan terus menanyakan beberapa Hal yang bisa membuat Istrinya terganggu.


(Makanya aku senang ia tidak ada di sini, karena Tujuan utamaku hanya ni orang.) pikirku


namun, PIX yang mengetaui apa yang aku pikirkan lansung menatapku dengan tercengan.


[Master, tidak kusangkah kau sampai memikirkan itu,..]


Ucapnya, setelah itu ia lanjutkan lagi


[..aku ubah kata - kataku tadi. Master kau bukanlah Orang seBrengset yang kukira. Ternyata anda masih punya Hati nurani.]


(benarkah? Baguslah kalau begitu..)


Ucapku, setelah itu aku lanjutkan lagi.


(Yaa, lagi pula, aku tidak suka melihat wanita Cantik sepertinya, terganggu gara - gara Bocah itu.)


[Eh, Wanita Cantik😧?]


Sambil Terlihat kaku, PIX mulai bertanya padaku.


[Master, jangan Bilang, kau tidak ingin melibatkan dia Karena Ia Cantik?]


(Tentu sajalah, memang apa lagi.}


[Aku ubah Kata - kataku lagi. Master.. KAU INI BENAR - BENAR BRENGSEET.]

__ADS_1


Melihat PIX terlihat kesal membuatku lansung tersenyum menyeringai.


(Heh, ini balasan untuk yang tadi.)


Setelah itu, aku melihat ke arah Kak Rangga lagi.


"Oh iyah, Kak Rangga aku lupa mengatakan ini, ada orang yang ingin bertemu denganmu."


"Denganku?"


Ketika Kak Rangga terlihat Bingun. Aku lansung memanggil Mereka berdua.


"Oi, kalian boleh masuk sekarang."


"Kalau begitu, Permisi..."


Ucap Lia


(Anak kecil?)


Saat Rangga memikirkan itu, ia melihat ke arah tempat aku tadi berdiri.


Setelah beberapa saat ia melihat ke arah sana. Tak lama kemudian muncul Dua Bocah, berjalan masuk ke ruang Tamu.


Awalnya Kak Rangga tidak tau siapa para Bocah itu. Namun ketika Rusli berkata....


"Eh Guru."


Kak Rangga lansung terlihat pucat, bahkan wajahnya di penuhi dengan Keringat😨.


"~Oi Leon, jangan bilang mereka ini..."


"Yah, mereka adalah Muridmu. Calon - Calon pemain Esport😏."


Mendengar hal itu Keringat Kak Rangga terus berjatuhan di Wajahnya. Bahkan Sebagian wajahnya tidak bisa aku lihat lagi karena di tutupi oleh Bayangan.


"Guru."


Saat Lia memanggil Kak Rangga, aku melihat ke arahnya. Dan memperhatikan kalau ia terlihat bahagia bertemu dengan Kak Rangga.


Bukan hanya Lia saja, bahkan Rusli pun terlihat sama.


Namun. Berbanding terbalik dengan mereka berdua. di sana Kak Rangga terlihat sangat Pucat. Bahkan sesekali ia berpikir untuk Kabur.


Tetapi ia tidak bisa melakukan itu, sebab jika ia kabur sekarang, itu akan menyakiti perasaan mereka. Apa lagi Kak Rangga tau kalau mereka berdua sangat ingin melihat dirinya, jadi......


(BERSENANG - SENANGLAH WAHAI MURIDKU.)😏


ucapku di dalam pikirkan. sambil menatap Kak Rangga yang lagi kesusahan.


setelah itu, baik Lia Ataupun Rusli lansung berlari dan loncat ke arah Kak Rangga.


"GURU, KAMI SANGAT MERINDUKANMUU!!"


Sambil Meneriakkan itu, Rusli lansung menabrak Kak Rangga, hingga membuatnya terbaring di Sofa.


"~ugh, kalian berdua bisa tenang dulu, aku tidak bisa bangun?"


meski Kak Rangga mengatakan itu, namun mereka berdua tidak peduli dan terus memeluk Kak Rangga dengan erat.


"Guru, aku senang bisa melihatmu lagi."


Ucap Lia.


"Be-begitu yah, omong - omong bisa kamu minggir sebentar, aku tidak bisa bang-!!"


"Guru, dengar,..dengar, aku sudah jago main Game loh, jadi kapan kita bisa main di dunia Esport?"


"Rusli, kita bicarakan itu nanti saja. Yang lebih penting bisa kamu minggir sebentar, aku ingin bangun"


Namun berapa kalipun Kak Rangga mengucapkan itu, ia terus di abaikan oleh Mereka berdua, yang menanyakan Pertanyaan.


di sisi lain, untuk sementara aku menikmati melihat Ekspresi Muridku yang lagi kesusahan.


namun, Setelah aku puas melihatnya. Perlahan aku berdiri dan mencoba berjalan naik ke Tangga.


"Le~Leon, kau mau kemana?"


"Saya mau istirahat di kamar, ada apa?"


"Apa kau ingin meninggalkan temanmu di sini?"


"Meninggalkan?...Kak, sepertinya kau salah paham, mereka datang ke sini bukan untukku, tapi untuk Bertemu Kak Rangga,...jadi, BERSENANG - SENANGLAH."


Sambil meninggalkan Kata - kata itu, aku lansung berbalik dan berjalan naik Ke Tangga.


Namun Sesaat aku berjalan Kak Rangga memperhatikan Kalau Bibirku melengkun seperti bulan sabit. Sambil mengedipkan satu mataku ke arahnya😜


"LEOOOON KEMBALI KESINIIIIIIIIIIII!!"

__ADS_1


__ADS_2