
di sebuah negara, yang di kenal sebagai negara paling terbesar di dunia.
negara itu bukan hanya memiliki luas wilayah saja, bahkan ia di kenal sebagai salah satu kekuatan militer paling di takuti didunia. baik dalam alusista maupun para prajuritnya yang tangguh.
di salah satu pegunungan salju di negara itu, terdapat sebuah mansion besar di dekat pegunungan yang memiliki banyak sekali penjaga ketat untuk melindungi mansion itu.
dan di lantai bawah mansion itu, terdapat sebuah Lorong putih di bawah tanah yang di terangi oleh cahaya yang membentang di seluruh lorong.
saat ini, di Lorong itu terdapat dua seorang pria yang sedang berjalan di Lorong, dan salah satunya pemilik mansion ini.
dia seorang pria bermartabat, dan memiliki tubuh tingga yang terawat dengan baik, sambil memiliki kilatan tajam di matanya.
dia berumur sekitar 50 tahun dan mempunyai rambut berwarna putih yang tercampur rambut hitam sedikit, sambil memiliki postur tubuh yang sangat rapi saat ia berjalan.
sedangkan yang satunya, ia seorang pelayan pemilik mansion ini.
dia memiliki kumis yang rapi dan mempunyai rambut berwarna putih sambil memakai kacamata lingkaran yang hanya di samping kirinya saja.
dia mengenakan setelan jas dengan sangat rapi, di atas tubuh langsingnya sambil meluruskan punggungnya ketika ia berjalan mengikuti tuannya yang berada di depan.
Tap...Tap...Tap....
setelah beberapa saat mereka berdua berjalan di lorong. mereka akhirnya sampai di salah satu ruangan di lorong itu.
saat pemilik mansion, memasukkan kata sandi di samping pintu ruangan. secara perlahan pintu ruangan itu terbuka seperti pintu lift yang terbelah.
dan ketika mereka berdua berjalan masuk ke dalam ruangan, pintu itu lansung tertutup kembali.
setelah itu, ketika mereka melihat ke arah depan, ruangan itu sangatlah besar dan ada banyak sekali kapsul yang berjejeran di dalam ruangan. hingga ada juga beberapa orang yang sedang meneliti kapsul itu.
dan di dalam kapsul itu terdapat sebuah tubuh monster yang sering kita lihat di dalam game fantasi seperti. goblin, orc, dan Lizardman sekalipun, yang tubuhnya sudah terpotong - potong di dalam sana.
namun, berbeda dengan mereka semua. di tengah ruangan ini, terdapat sebuah kapsul yang sangat besar.
dan di dalam kapsul itu, ada sebuah kepala seekor naga merah yang sudah terpisah dari tubuhnya.
saat mereka berdua mulai berjalan ke arah kapsul besar itu. semua profesor yang sedang kerja di dekat kapsul itu lansung menjauh, ketika melihat dua orang itu dan lansung pergi ke kapsul yang lainnya.
setelah itu, ketika mereka sudah sampai di depan kapsul besar itu. pemilik mansion, untuk sementara ia terus menatap kepala naga yang ada di dalam sana.
setelah beberapa detik, ia mulai bicara dengan pelayannya yang ada di samping, belakangnya.
"bagaimana situasi orang itu sekarang!?"
"sama seperti biasa tuan. saat ini, dia sedang memburu seekor monster yang ada di peringkat paling atas!?"
"begitu,..bagaimana dengan yang satunya??"
"sayangnya berbeda dengan orang itu,dia belum melakukan pergerakan apapun tuan, dan masih terus melanjutkan kehidupan kulianya.
meskipun kami sering meminta dia untuk memburu seekor monster kelas atas, namun dia tetap saja menolak tuan, dan terus berkata kalo negara ini masih bisa mengatasi para monster itu!?"
"jadi begitu,...yah lagi pula, apa yang ia katakan tidak salah. saat ini negara kita memang masih bisa mengatasi para monster itu kan??"
katanya sambil melirik sedikit ke arah pelayannya yang berada di belakang sampingnya.
"yah, tuan!?"
setelah pelayannya menjawab, orang itu melihat ke arah kapsul besar itu lagi.
"ngomon - ngomon, sudah berapa banyak, lubang yang terbuka di negara kita sekarang??"
"saat ini masih belum ada yang berubah tuan. negara kita masih tetap memiliki dua lubang. satu yang di jaga ketat oleh kekuatan militer dan satunya lagi di jaga oleh orang itu!?"
"begitu,..jadi masih sedikit yah,!?"
"yah,..tapi, aku baru - baru ini dengar tuan. gadis itu sering mengatakan, kalau negara kita sebentar lagi akan terbuka lobang ketika!?"
__ADS_1
saat orang itu mendengarkan apa yang dikatakan pelayannya, untuk sesaat dia melebarkan matanya karena terkejut, namun setelah beberapa detik, ia kembali lagi seperti semula.
"hmm,...begitu, ngomon - ngomon apa yang sedang di lakukan gadis itu sekarang?"
ketika pelayan itu di tanya, pertanyaan seperti itu, ia lansung tersenyum.
karena, meskipun gadis itu bukan putri tuannya, namun ia sudah tau kalo tuannya sering menganggab gadis itu seperti putrinya sendiri.
jadi itu membuat pelayannya sedikit senang, ketika melihat tuannya mengawatirkan kondisi gadis itu.
"seperti biasa tuan, dia saat ini sedang istirahat di dalam ruangannya!?"
"begitu!?"
orang itu lansung menjawabnya secara singkat sambil tersenyum, ketika mendengarkan apa yang di katakan pelayannya.
setelah itu, mereka berdua terus berbicara di dalam ruangan itu, satu sama lain, sambil melihat kepala seekor naga di dalam kapsul di depannya.
_________________
_________
di salah satu ruangan kamar di dalam mansion, ada seorang gadis yang sedang duduk di dekat jendela yang tertutup, sambil melihat ke arah luar jendela, dimana salju terus berterbangan di udara.
gadis itu berumur sekitar 17/18 tahun, dia memiliki mata yang berwarna silver, begitupun juga dengan rambutnya yang sangat panjang, yang lurus kebawah sampai pinggangnya.
dan dia gadis yang pernah jadi target kelompok Tentara bayaran, Serigala Pemburu.
ketika gadis itu terus melihat ke arah luar jendela, ia mulai berguman sesuatu.
"saat aku datang kedunia ini, aku membawa 7 TUPXION.
dan negara ini memiliki 2 TUPXION.
sedangkan kelompok (*******) itu memiliki 1, yang saat itu menjagaku.
Aku juga memberi wanita itu 1 TUPXION untuk membalas dendam.
ketika ia mengatakan itu, untuk sesaat ia tiba - tiba berhenti dan menggigit bibirnya, karena marah dan bercampur dengan kesedihan ketika mengingat orang itu. hingga akhirnya membuat bibirnya berdarah.
namun, setelah beberapa detik ia mulai tenang kembali dan kembali berguman.
"total Pengguna TUPXION yang aku tau sekarang ini ada 6,...meski begitu...!!"
ketika ia mengatakan itu, ia perlahan melihat keatas awan di luar jendela, sambil wajahnya terlihat sangat serius.
"meskipun begitu...kau sedang berada dimana PIX!?"
ketika aku mengatakan itu, aku perlahan menutup mataku dan jauh di dalam hatiku aku berkata.
"BAGAIMANAPUN JUGA, SEBELUM WAKTU ITU AKAN TIBA, KALIAN HARUS CEPAT MENEMUKANNYA, JIKA TIDAK, KITA TIDAK AKAN BISA MENGALAHKAN ORANG ITU?!"
setelah aku mengatakan itu di dalam hatiku, dengan ekspresi wajahku yang rumit.
aku mendengarkan suara salju yang berterbangan terus di luar jendela mansion itu.
_____________________
______________
sebelum waktu istirahat di mulai, di depanku, di dekat papan tulis, ada seorang wanita berusia sekitar 30 tahun.
dia masih terlihat sangat muda di usianya yang segitu, dan dia juga guru dari kelas ini.
dia memiliki rambut berwarna coklat agak terang sedikit, sambil mengikat dan menaruknya di atas pundaknya.
saat aku terus perhatikan wanita itu, ia saat ini sedang menjelaskan beberapa tugas untuk para Bocah - bocah di kelas ini, termaksud aku sendiri.
__ADS_1
"kalo begitu, ingat kerjakan tugas ini di rumah kalian, jangan hanya bermain terus, paham!?"
kata bu guru itu, sambil mengetuk - getuk papan tulis, di dekatnya.
""""""""""paham, bu guru!!""""""""""
secara serentak, bocah - bocah itu lansung menjawabnya, kecuali aku dan gadis kecil di sampingku.
"bagus,.."
setelah mengatakan itu, bu guru lansung pergi mengambil beberapa buku pelajaran yang ada di atas mejanya.
setelah itu, ia mulai berjalan menuju ke arah pintu dan meninggalkan kelas.
Knock!!
setelah terdengar suara pintu tertutup, dimana bu guru sudah meninggalkan kelas ini. beberapa bocah di kelas ini lansung terlihat bahagia.
"yei, waktunya istirahat!!"
"apa, yang ingin kau makan sebentar??"
"mungkin, nasi goreng saja!?"
"hey, mau pergi ke kantin denganku??"
"tentu,..tunggu, aku simpan dulu buku pelajaranku!?"
"haaa...aku tidak suka pelajaran matematika!?"
"sama, aku juga!?"
ketika aku perhatikan, sambil mendengar seluruh pembicaraan seisi kelas.
ada beberapa Bocah yang sedang ngobrol dengan temannya di dalam kelas, dan ada juga yang mulai meninggalkan kelas untuk pergi ke kanting.
(dasar para bocah, hanya karena waktu istirahat sudah seheboh ini!?)
saat aku mengatakan itu di dalam pikiranku, sambil memperhatikan situasi di kelas ini. PIX, tiba - tiba bicara denganku di dalam pikiran.
[itu tidak bisa di pungkiri master,..lagi pula mereka semua masih anak - anak, jadi tidak salah jika mereka sangat bahagia ketika sudah waktunya istirahat!?]
(.....)
[bagaimana, kalo master ikuti saja gaya hidup mereka juga??]
(gue sudah bukan anak kecil sialan!?)
[bukan anak kecil yah,...bagaimana kalo master mengambil kaca dan melihat diri master sendiri??]
(gue sudah tau itu,.. tidak usah kau bilang!!)
kataku dengan sangat kesal, ketika mendengarkan apa yang di maksud PIX. namun PIX terus melanjukan bicara.
[begitu,..aku pikir master tidak tau, lagi pula master itu kan orang Bodoh!?]
"BRENGSEET KAU!!"
tampa sadar aku berteriak di dalam kelas, ketika aku sangat marah pada PIX. sehingga membuat beberapa Bocah yang masih ada di dalam kelas ini dan juga gadis kecil di sampingku lansung kaget, dan melihat ke arahku dengan tatapan bingun.
dengan cepat aku lansung mengalihkan pandanganku ke arah bawah untuk menghindari pandangan mereka sambil terlihat sangat marah.
(Sialan kau PIX!!)
kataku dengan sangat kesal, ketika melirik kaos tanganku di atas meja.
[master apa kau benar - benar bego, itu jelas - jelas bukan salahku, tapi salah master sendiri!?]
__ADS_1
(....)
setelah PIX mengatakan itu, aku tidak bisa mengatakan apapun dan hanya diam saja sambil menahan amarahku.