
Setelah mereka meninggalkan pangkalan, saat ini mereka sedang melaju di tengah padang pasir.
Dimana, tepat di belakang Mobil, Terlihat Semua anggota sedang istirahat sambil Bersanti di tempat duduk.
"haaa,..akhirnya kita lolos juga." ucap Mavra yang terlihat lelah.
"Yaa, itu tadi sangat berbahaya."
Ucap Betris.
"Kau benar. Aku pikir kita akan mati di sana." ucap Greg yang terlihat Lesu
Pada saat Trio bodoh sedang lagi ngobrol. Di sisi lain Dux memperhatikan Gregori terus melihat ke arah Koper Platinum.
Sehingga ia mencoba bertanya..
"Gregori, sepertinya kau penasaran isi Koper ini?"
Mendengar hal itu, Gregori lansung melihat ke arahnya dan mengangguk setuju.
"Umm."
"Begitu-"
Ucap Dux, setelah itu ia lanjutkan lagi.
"-Jujur Sebetulnya bukan kamu saja yang penasaran apa isi Koper ini. Bahkan kami pun juga sama-"
(Benarkah?) Seolah - olah Gregori mengucapkan itu, Dux lansung menjawab...
"Yaa Itu Benar, baik aku, Mael, Brid maupun Trio Bodoh di sana, tidak ada satupun dari kami yang tau, apa Isi koper ini. Satu - satunya yang tau hanya Carla seorang."
Mendengar itu, untuk sementara Gregori terus melihat ke arah Dux. Namun setelah beberapa detik kemudian ia berahli lagi ke Arah Koper itu dan menatapnya dengan tajam.
>Sementara itu...
Di sisi lain, tepat di kursi depan Mobil, di sana terlihat Brid sedang menyetir, sambil di temani oleh Selena yang Duduk di sampingnya.
Ketika Brid sedang Menyetir ia melirik ke arah Kaca Spion Mobil dan Memperhatikan tidak ada satupun Mobil yang mengikutinya.
"Apa mereka sudah tidak mengejar?"
Tanya Brid
"Aku rasa tidak."
Jawab lansung Selena, yang lagi melihat ke Luar jendela. Setelah itu ia bertanya.
"Omong - Omong kita pergi ke mana sekarang?"
"Kita pergi ke tempat awal."
Jawab lansung Brid
"Tempat awal? Maksudmu saat kita berkumpul?"
Sesaat Selena bertanya, Brid lansung melengkunkan bibirnya sambil menjawab.
"Yah."
__________________________________
___________________________
Setelah beberapa saat perjalanan. Tak lama kemudian Tidak jauh di depan mereka.
mereka akhirnya bisa melihat Pegunungan tempak mereka Bertemu di awal.
"Pegunungannya sudah terlihat."
Ucap Selena dan lansung di Balas oleh Brid.
"Yah, sebentar lagi kita akan sam-!!"
'PAI' ingin ucap Brid, namun sebelum ia mengucapkan itu, tiba - tiba Mobil mereka di Tembak dari arah Belakang.
DOOOOR!!...DORR!!...DOOOOOORR!!
"~Ughh, apa yang terjadi?"
Tanya Selena.
"Sepertinya mereka sudah menyusul."
Jawab Brid, sambil menghindar ke arah Samping untuk mengurangi kerusakan mobilnya.
Setelah itu ia melihat ke arah kaca Spion untuk mencari tau ada berapa banyak Mobil yang mengejar mereka.
Namun saat Brid melihat Ke Kaca Spion, ia perhatikan tidak ada satupun Mobil yang mengejar mereka, itu berarti....
"OI BRID INI GAWAT.."
Mendengar teriakan Selena. Brid lansung melihat ke arahnya, di mana, sebagian Tubuh Selena sudah keluar dari Jendela Mobil dan melihat ke arah atas.
"Ada apa?"
Tanya Brid.
"KITA...KITA, SEDANG DI SERANG HELIKOPTER TEMPUR!"
Mendengar itu, di dalam pikirannya, Brid lansung berkata...
(Sudah kuduga.)
Setelah itu, ia menghubungi semua anggotanya yang duduk di belakang Mobil dan berkata..
"OI, KALIAN DENGAR KAN? SAAT INI KITA DI SERANG HELIKOPTER, AKU INGIN KALIAN SEMUA PEGANGAN DENGAN ERAT AGAR TIDAK JATUH."
Mendengar itu, Semua anggota lansung menjawabnya Secara Serentak. Kecuali Gregori yang tidak banyak bicara.
{{{{Baik.}}}}
"YOSH, KALAU BEGITU,..DUX, GREGORI. AKU INGIN KALIAN BERDUA HANCURKAN HELIKOPTER ITU, BISA KAN?."
{Baik, Serahkan pada kami.}
Jawab Dux dengan Tegas.
__ADS_1
Setelah menghakhiri panggilan, Brid lansung menambah laju mobilnya, sambil sebisa mungkin menghindari setiap serangan yang di lancarkan Helikopter tersebut.
________________________________
____________________________
>Sementara itu, di belakang Mobil...
Saat ini Dux dan Gregori sedang bersiap melancarkan Serangan.
Dimana Dux sedang menerbangkan 1 Drone Peledaknya, keluar dari dalam Mobil.
Sedangkan Gregori, ia sedang mengambil sebuah Rudal dan Naik ke atas Mobil.
Dimana Tepat di atap Mobil. Terlihat sebuah Lubang untuk naik ke atas.
"BAIKLAH, AYO KITA SERANG MEREKA."
Teriak Dux.
Mendengar itu Gregori lansung mengangguk dan mulai mengeker Helikopter itu.
Setelah ia merasa kalau sasarannya sudah pas, tanpa menunggu lama Gregori lansung menekan pelatuknya.
Hingga suara tembakan Rudal terdengar di atas Mobil.
BUSSSS!!
Sayangnya sebelum Rudalnya mencapai Heli tersebut, Dengan cepat Heli itu menembak Rudalnya. Hingga membuat sebuah Ledakan terjadi di atas.
BOOOMMM!!
___________________________________
_____________________________
>Sementara itu....Di dalam Heli.
ketika Sang Pilot sudah menghancurkan Rudal Gregori. Dimana Kumpulan asap Hitam Terlihat di depannya.
Dari dalam asap, terlihat Sebuah Drone sedang keluar dan menuju ke arah mereka.
"SIAL, CEPAT MENGHINDAR, DRONE PELEDAK MENDEKAT."
Teriak salah satu Prajurit yang duduk di dalam Heli. Dan dengan cepat sang Pilot lansung menghindar ke arah samping.
Namun, Drone itu tidak berhenti sampai di situ, ia Terus mengejar Heli itu dari arah Samping.
Melihat itu, sih Prajurit yang duduk di dalam Heli lansung memakai Mesin Gun yang terdapat di pintu Heli. Dan tanpa menunggu lama ia lansung menembak Drone tersebut.
DOOOOOOOOOOR!!
Pada saat Drone itu terus di tembaki. Ia berusaha menghidar dari segala arah.
namun, karena Tembakan Mesin Gun itu terlalu banyak, Sehingga ia di Kena dan Lansung meledak.
BOOOOOOM!!
__________________________________
_____________________________
Ketika Dux melihat Drone nya di Hancurkan, di layar Tap, ia lansung mengerutkan keningnya sambil mendecatkan lidahnya.
"Cih,...Sepertinya Pasukan yang mengejar kita bukanlah pasukan biasa."
Ucap Gregori yang terlihat kesal.
Gregori, yang masuk kembali ke dalam Mobil lansung mengangguk setuju dan mengambil Rudal baru lagi.
Setelah itu ia kembali naik ke atas Mobil dan mengeker Heli tersebut.
Tetapi saat Gregori Mengekar Heli itu, Ia melihat Heli tersebut menembakkan sebuah Roket ke arahnya.
Hingga membuat Gregori lansung terlihat kaget.
"...!!"
Namun, karena Gregoro Dengan cepat membuat dirinya tenang kembali. Sehingga ia lansung mengubah arah tembakannya.
Dimana tadinya ke Heli itu sekarang ke Roket tersebut.
BUSSSS!!
Pada Saat Gregori menembakkan Rudalnya. Rudal mereka saling bertabrakan satu sama lain.
Hingga membuat sebuah ledakan besar terjadi di tempat itu.
BOOOOOOOOOOOOMM!!
Karena daya ledakannya yang sangat kuat, sehingga membuat Mobil maupun Heli itu lansung mengalami Guncangan yang hebat.
"~~Ughh, SEMUANYA PEGANGAN DENGAN ERAT."
Teriak Dux sambil melihat ke arah Trio Bodoh. Begitupun dengan Gregori yang lagi megenggam Ujung Mobil di atas.
Di sisi lain, Ketika Mobil mereka mengalami Guncangan, Brid yang lagi menyetir di depan lansung mengertakkan giginya dan berkata..
"~~Cih, jika ini terus berlanjut ini sangat berbahaya.."
Pada saat Brid membisikkan itu, tiba - tiba ia mendapatkan sebuah panggilan dari salah satu anggotannya yaitu Mael.
{Brid, di sini Mael, apa kau dengar?}
"Mael."
Mendengar Brid mengucapkan itu, Selena lansung melirik ke arahnya. Namun tanpa pedulikan itu, Brid lansung menjawab..
"Yah, aku dengar dengan Baik. Kau...dimana kau sekarang?"
Pada Saat Brid bertanya, Mael menjawab..
{Saat ini aku berada di atas pegunungan.}
"Di atas pegunungan? Maksudmu yang di depan sana?"
ucap Brid sambil melihat pegunungan di depannya. Dimana jaraknya sekitar 1KM lebih dari mereka. Setelah itu Mael menjawab..
__ADS_1
{Benar.}
"Begitu,..jadi ada apa menghubungi kami tiba - tiba? Tidak mungkin kau menghubungi kami hanya karena ingin bicara doang kan?"
Mendengar candaan Brid membuat Mael lansung tertawa sedikit "hahaha.." setelah itu ia menjawab..
{Yah, kau benar,...alasan aku menghubungi mu, itu karena aku ingin kau pancing Heli itu sedekat mungkin Ke sini.}
"Pancing kesana? Jangan bilang.."
Sesaat Brid berhenti, Mael lansung menyambungnya dengan nada Tajam dan berkata...
{BENAR, AKU AKAN BUNUH SANG PILOTNYA.}
__________________________________
____________________________
>Sementara itu....
Tepat Di atas Pegunungan, di sana terlihat Mael sedang tiarap di atas bebatuan sambil mengeker ke arah Helikopter menggunakan Senjata Snipernya.
Dimana Heli itu terlihat terus mengejar dan menembaki Mobil yang di tumpangi anggotanya.
Namun, karena Mobil itu melaju dengan cepat dan menghidar terus. sehingga tidak ada satupun tembakan yang mengenainya.
"Bagus, teruslah mendekat..."
Bisik Mael sambil mengeker ke arah sang Pilot. Dimana di balik Scopenya terlihat mata Mael sangat tenang namun Tajam.
"Sedikit lagi......"
Bisik Mael yang terlihat Fokus.
Setelah beberapa detik ia menunggu tak lama kemudian, ia melihat kalau Heli itu sudah masuk jarak tembakannya dan...
"SEKARANG!"
..Tanpa menunggu lama Mael lansung menekan pelatuknya, hingga sebuah tembakan terdengar di atas Pegunungan.
DORR!!
ketika suara tembakan terdengar, dengan efeck Slow Mosion, peluru itu dengan cepat melaju ke arah Sang Pilot, sambil menembus setiap angin yang ada di depannya.
Shuuuut!!
Setelah Peluru itu sampai dan mengenai dahi sang Pilot, peluru itu lansung masuk kedalam dan melubangi otatnya.
BUUURRT!!
Setelah sang Pilot mati, Mael melihat Heli itu sesaat mengalami Guncangan. Namun beberapa detik kemudian tiba - tiba Heli itu mulai berputar - putar di udara.
Melihat hal itu, Mael lansung tersenyum seringan sambil menghubungi salah satu Anggotanya Yaitu Dux.
"Di sini Mael, aku sudah bunuh Pilotnya, sekarang giliranmu Dux."
{Oke, aku mengerti.}
Jawab Dux dengan tenang.
_________________________________
_____________________________
>sementara itu, di dalam Heli.....
Ketika Heli itu terus berputar - putar di udara, di dalam sana Terlihat Si Prajurit yang menghacurkan Drone Dux, Sedang pegangan dengan erat, sambil berdiri di dekat pintu.
Dimana ia sedang bersiap loncat dari Helikopter.
"Cih, aku harus tunggu waktu yang pas untuk Loncat dari sini."
Ucapnya sambil terlihat kesal.
Namun, saat ia sedang menunggu waktu yang pas untuk Loncat. Tiba - tiba ada sebuah benda yang masuk ke dalam Heli dan jatuh tepat di sampingnya.
Brukkk!!
"Ummm?"
Ketika Si prajurit melihat ke samping kakinya, ia melihat sebuah Drone, Dimana tepat di bawahnya terpasang sebuah Bom.
Melihat hal itu, membuat si Prajurit lansung kaget dan mencoba melompat keluar dari Heli..
"I~ini,...GAWAT AKU HARUS LONCAT DARI SINI!"
..Namun....
(Sial Sudah Terlambat.)
Pada saat ia memikirkan itu, di waktu bersamaan di dalam Mobil terlihat Dux tersenyum Seringai sambil berkata...
"MATILAH SIALAN."
..saat itu juga sebuah Ledakan Terjadi di dalam Helikopter.
BOOOOOOOOM!!!
Trio Bodoh yang melihat Heli itu sudah hancur dan jatuh ke tanah lansung terlihat senang.
"Ohhhh, kita menghancurkannya."
Ucap Betris
"Yeaaah kita menang."
Ucap Mavra
"Kau lihatkan Gregori, inilah kehebatan kelompok Kami."
Ucap Greg dengan nada sombong sambil melihat ke arah Gregori.
Namun, ketika ia di tatap balik oleh Gregori ia lansung menjerit ketakutan.
"~~Hiii,..maafkan aku."
Mendengar Suara Greg yang seperti itu, membuat bibir Brid lansung melengkun seperti Bulan sabit. Sambil berkata..
__ADS_1
"SEMUANYA, KERJA BAGUS."
Mendengar itu, semua anggota lansung tersenyum, tanpa kecuali Selena dan juga Gregori.