BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
KEADIRAN ANEH


__ADS_3

Setelah kami bermain di Rumah Kana, aku pergi mengantar Haira dan Rezvan pulang.


Dimana, Di tengah perjalanan aku Singga ke sebuah Warung yang sering aku kunjungi, dimana Warung itu tidak lain adalah Warung Gado - gado milik paman Fadli dan juga istrinya.


Tanpa menunggu lama aku lansung masuk ke dalam sana dan beli Beberapa Gado - Gado.


Tidak lupa aku juga Belikan buat Haira dan Keluarganya(Rezvan, Bulan, ibunya).


Awalnya Haira menolak dan tidak mau terima gado - gado yang aku belikan. Tetapi karena Rezvan terlihat sangat menginginkannya akhirnya ia pun mengambilnya.


Setelah itu kami pun melanjutkan perjalanan.


_______________________________


_____________________________


Seusai aku Mengantar mereka pulang. saat ini tepat di malam hari aku berjalan di sebuah Kompleks perumahan. di sini terlihat sangat sepi dan kurang kendaraan yang lewat.


[Master.]


"Um! Ada apa?"


[Apa tidak apa - apa anda mengambil jalan sepi seperti ini? Bukankah saat ini anda sedang di incar oleh kelompok lain?]


"Oh kalau itu sudah terlambat, lagi pula ia juga sudah ada di sini."


Mendengar hal itu sentak saja PIX lansung melebarkan mata karena terkejut [Eh!!] Lalu ia bertanya...


[Apa itu benar?]


"Yah, dia sudah mengikuti kita sejak kita berpisah dengan anak - anak itu(Haira dan Rezvan)."


[Hmm, aku tidak sadar sama sekali.]


Guman PIX, lalu ia menatapku dan bertanya - tanya...


[Jadi dimana ia sekarang?]


"Ia berada Di belakang kita, jaraknya sekitar 40m dari arah jam 5"


Jawabku sambil pura - pura menggaruk kepala Belakangku agar PIX yang berada di kaus tanganku bisa lihat kebelakang dan tau letak Orang itu.


[Hah Master benar, tepat di atap rumah warga, di sana memang ada sosok bayangan yang sedang mengawasi anda.-


-Dari yang aku lihat, sepertinya ia tidak punya niat untuk menyerangmu.]


"Kalau itu aku juga tau. Jika ia memang ingin menyerangku ia sudah melakukannya sejak dari tadi."

__ADS_1


[Itu benar juga.]


Balas PIX yang sependapat denganku. Lalu aku kembali Menurunkan tanganku.


Kemudian Sorot mata PIX melirik ke arahku dengan Serius dan bertanya...


[Jadi apa yang akan anda lakukan? Apa anda ingin menyerang ia duluan?]


"Yaa Kalau bisa aku ingin melakukan itu, hanya saja Entah kenapa sejak dari tadi aku merasakan sesuatu yang aneh dari orang itu."


[Sesuatu yang aneh?]


"Yah, sejak dia mengikuti kita, Hawa keadiran dia Terus saja berpindah tempat.-


-Pertama kali aku merasakannya ia berada di Arah jam 3 namun tiba - tiba hawa keadirannya itu hilang dan Muncul di arah Jam 8 lalu ia hilang lagi dan akhirnya Muncul di Arah jam 5."


PIX yang dengar itu seolah kebingungan juga dan bertanya - tanya...


[Master apa anda yakin? Bukankah anda bisa saja salah?]


"Tidak, kalau soal merasakan keadiran seseorang aku sangat percaya diri, apa lagi kalau ia sedang mengawasiku.-


-Satu - satunya yang aku pikirkan saat ini adalah mungkin saja ia menggunakan sebuah Trik agar bisa pindah ke tempat yang satu ke tempat yang lainnya."


[Sebuah Trik yah?...tapi Trik apa yang ia gunakan sampai bisa melakukan itu?]


[Baik serahkan padaku.]


Jawab PIX dengan serius.


Lalu Setelah beberapa saat kami berjalan, tak lama kemudian dari belakang tiba - tiba PIX melihat orang itu loncat dari Atap Rumah lalu Seluruh tubuhnya Di tutupi oleh sebuah cahaya.


dimana sesaat Cahaya itu menghilang orang itu sudah tidak ada di sana.


[I~inikan....]


PIX yang lihat itu merasa sangat terkejut. Bukan karena ia terkejut karena orang Itu hilang melainkan Ia terkejut karena aura yang di keluarkan Cahaya itu entah kenapa sangat Mirip dengan....AURA YANG DI MILIKI PARA MONSTER.


PIX tidak tau kenapa Orang itu bisa mempunyai aura seperti itu, yang jelas ia merasakan Sesuatu yang buruk bakal terjadi.


Sementara itu di sisi lain, ketika aku merasa hawa keadiran orang itu sudah hilang lagi, aku buru - buru melihat PIX dan bertanya...


"PIX, sepertinya keadiran orang itu hilang lagi, apa kau sudah tau trik yang ia gunakan?"


[......]


"PIX, apa kau dengar?"

__ADS_1


Aku bertanya untuk kedua kalinya, tetapi PIX tetap saja tidak membalas, sehingga aku mengangkat tanganku ke depan dada untuk melihat dia.


Dan yang benar saja, ketika aku melihatnya aku sentak terkejut, sebab untuk pertama kalinya aku lihat PIX benar - benar terlihat sangat ketakutan.


Terlebih lagi wajahnya sangat Pucat dan di penuhi oleh keringat dingin, yang membuatku bertanya - tanya apa yang terjadi pada dirinya.


"Woy kau kenapa, apa kau tidak apa - apa?"


[......]


"Woy sadarlah, jangan diam saja."


Setelah aku mengatakan itu, akhirnya PIX sadar kembali dan lansung menatapku dengan matanya yang terlihat gemetar.


[Ma~Master...]


"Ada apa kau terlihat ketakutan begitu?"


[To~Tolong Larilah..Orang itu...Bukan Orang yang bisa anda kalahkan sekarang.]


"Eh! apa maksudmu?"


[Aku tidak bisa menjelaskannya untuk saat ini, yang jelas...TOLONG CEPAT LARILAH.]


PIX meneriakkan itu dengan tatapannya yang sangat Serius, hingga membuatku merasa bahwa ia sepertinya sedang tidak main - main.


jadi mau tidak mau aku pun menuruti perkataannya.


"Baiklah aku akan lari, tapi setelah kita sampai di rumah kau harus menjelaskan semuanya padaku, mengerti."


[Baik, Aku mengerti.]


Jawab PIX dengan tegas.


Setelah itu aku lansung berlari sekencang kencangnya untuk pergi dari Tempat ini.


>Sementara itu....


Di saat aku berlari, tepat di salah satu atap Rumah di sana terlihat sebuah Cahaya muncul dan dari dalam Cahaya itu turung seorang Wanita yang berpakaian hitam Ketat berserta sebuah topeng Putih yang menutupi wajahnya.


Ia adalah Selena salah satu anggota KSP sekaligus pengguna Senjata S Gear.


Setelah Selena mendarat di atap Rumah, ia mencoba mencari keberadaan Bocah yang saat ini ia awasi, Dimana Bocah itu saat ini sepertinya sedang mencoba melarikan diri.


"Ooh sepertinya Bocah itu sudah menyadari keberadaanku, Kalau begitu..."


Dengan senyuman Seringai Selena mengeluarkan Belati yang sering ia pakai di selah Pinggangnya.

__ADS_1


Lalu ia loncat dari atap Rumah, yang sesaat itu juga tubuhnya sekali lagi mengeluarkan sebuah Cahaya terang. Dimana ketika Cahaya itu mulai mereda Selena sudah hilang dari tempat itu.


__ADS_2