BOCAH MAU DI LAWAN

BOCAH MAU DI LAWAN
PERTEMUAN KEMBALI


__ADS_3

Setelah aku masuk ke dalam rumah aku lansung naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarku untuk ganti pakaian.


Setelah aku ganti pakaian, aku turung ke lantai bawah dan baring - baring sebentar di sofa sambil mabar Game Mobile bersama dengan Rusli dan Lia untuk memenui janjiku yang ku buat siang tadi.


Di saat aku sedang asik main bersama mereka. Ibu menyuruh aku untuk makan malam.


Namun karena aku sudah makan malam di tempat Bu Linda sehingga aku pun menolaknya.


Lalu setelah beberapa saat aku bermain bersama dengan mereka, tak lama kemudian akhirnya selesai juga.


Dimana aku mencoba kembali ke kamarku untuk tidur. Namun di tengah perjalanan tiba - tiba aku ingat masih ada satu hal yang harus ku lakukan....


"Oh iya, aku harus bicara dengan Selena soal hilangnya Firdaus, aku yakin ia pasti mengetaui sesuatu." Gumanku.


....Jadi, aku pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Namun di saat aku mencoba mengetok pintunya aku melihat Pintu kamarnya tidak terkunci sehingga aku lansung masuk ke dalam.


"Selena, maaf mengganggu mu, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan-!!"


'Mu' ingin ucapku, namun sebelum aku mengucapkan itu, tiba - tiba aku berhenti saat memperhatikan Selena tidak ada di dalam kamarnya.


"Eh Ia tidak ada, pergi kemana wanita itu? Apa ia di kamar Brid?"


Aku buru - buru meninggalkan kamar Selena dan pergi ke kamar Brid. Dimana sama seperti kamar Selena, Pintu kamar Brid juga tidak terkunci sehingga aku lansung masuk ke dalam.


"Brid, maaf menggangumu, apa Selena ada di dalam?"


Aku melihat Brid sedang duduk di kursi dengan sebuah Laptop di atas mejanya.


"Oh Leon,...yah, dia ada di situ."


Brid menunjuk ke arah Kasurnya, dimana Selena sedang baring - baring di sana.


"Ada apa mencariku?"


Tanya Selena.


"Yaa sebetulnya ada sesuatu yang ingin ku bicarakan denganmu."


Di saat aku mencoba mendekati Selena, tiba - tiba aku dengar suara yang tidak asing bagiku....


"Are, bukannya itu adeknya Rangga?"


....Dan saat aku berbalik dan mencoba melihat ke arah Sumber suara itu, di situ aku melihat Carla di layar Laptop Brid sedang melambaikan tangannya ke arahku.


Sepertinya ia sedang melakukan panggilan Video dengan Brid.


"Hai Leon, sudah lama yah tidak bertemu."


"Eh Carla-!!...Hah tidak maksudku Kak Carla. Um sudah lama tidak bertemu."


Untuk sesaat aku salah tingkah, namun dengan cepat aku mendapatkan ketenanganku kembali dan buru - buru pergi ke sana.


"Kak Carla, Apa yang kamu lakukan di situ?"


"Yaa seperti yang kamu lihat, aku sedang bicara dengan Pria di sampingmu."


"Maksudmu Paman Brid? Eeeh jadi kalian saling kenal. Aku tidak tau sama sekali."

__ADS_1


"Tunggu apa Brid belum memberitaumu?"


Tentu saja Brid tidak memberitauku. Lagi pula sejak awal aku sudah tau semuanya.


Namun karena aku tidak ingin terlalu mengungkap diriku juga jadi untuk sekarang aku pura - pura saja terlebih dahulu dan bertindak seperti layaknya anak kecil.


"Tidak. Ia tidak pernah memberitauku, ia hanya bilang kalau ia teman dekat Guru Kak Rangga."


"Hmm begitu."


Carla mengalihkan pandangannya ke arah Brid dan menatapnya dengan tajam.


"Brid, bukankah aku sudah memberitaumu untuk memberitau semuanya ke anak itu? Kenapa Kau tidak bilang?"


"Hah Carla, anu sebetulnya dia ini-!!"


Brid sedikit panik karena di tanyai pertanyaan seperti itu dan ia hampir saja memberitaukan identitasku, jadi aku buru - buru menginjak kakinya yang dimana membuat ia kesakitan.


"~Aghhhh kakiku...~kakiku..."


"Brid, Ada apa? Apa kau baik - baik saja?" Tanya Carla.


"Hah y-yah, aku baik - baik saja tidak usah di pikirkan."


Balas Brid sambil berusaha menahan rasa sakit di kakinya.


Sementara itu, Selena yang sejak tadi memperhatikan kami dari belakang, merasa ingin sekali tertawa ketika melihat tingkahku yang seperti anak kecil di depan Carla.


"Pffft...!!"


Carla membentak Selena yang dimana membuat Selena kaget dan buru - buru minta maaf.


"Huh ma~maafkan aku, aku hanya..."


"Apa?"


"Ti-Tidak, tolong lupakan saja, apa yang barusan kukatakan."


Lalu setelah itu, Carla kembali melihatku.


"Oh iya Leon,...omong - omong aku minta maaf ya soal kejadian beberapa hari yang lalu, tidak ku sangkah kau sampai mengalami luka parah seperti itu.-


-Jika saja anggotaku melakukannya dengan baik, kamu pasti tidak akan terluka parah seperti itu."


"Ah itu tidak masalah, lagi pula aku masih bisa selamat, itu semua berkat Tante Selena-!"


"APA! TANTE!"


Selena merasa kesal ketika aku memanggilnya Tante. Namun aku mengabaikannya dan lanjut bicara...


"-Jika saja saat itu ia tidak menolongku dari orang - orang itu(RED GARDEN) maka aku pasti sudah mati. Karena itulah aku sangat berterima kasih padanya."


"Begitu, Syukurlah."


Carla merasa senang dan ia tersenyum padaku. Lalu kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah Selena, dimana ia mencoba memberinya sebuah pujian.


"Selena kerja bagus, jujur saja aku terkejut saat dengar kau pergi menyelamatkan anak ini dari orang - orang itu. Padahal tujuan awalmu datang ke sana untuk..."

__ADS_1


MEMBUNUHKU.


Aku yakin Carla pasti ingin mengatakan itu, tapi ia lansung hentikan saat melihat wajahku.


Tentu saja Carla tidak tau soal kejadian yang sesungguh nya, karena aku menyuruh Brid dan Selena untuk tidak memberitaunya.


Selain itu aku rasa ini mungkin lebih baik. Apa lagi setelah melihat Selena yang sepertinya sangat bahagia di puji oleh Carla.


"Hehehe Carla memujiku, aku senang sekali." guman Selena.


"Oh iya dari pada itu,..Leon."


Carla memanggilku, dimana membuat aku lansung berbalik ke arahnya.


"Apa?"


"Bukankah tadi kamu bilang ada sesuatu yang ingin kau bicarakan dengan Selena?"


"Eh!..Hah itu benar, Tante Selena aku di suruh ibuku untuk memanggilmu turung ke bawah, makan malam."


Selena sadar apa yang ku katakan itu hanya omong kosong belaka.


Yaa lagi pula alasan aku datang ke sini, itu karena aku ingin bicara dengan ia soal hilangnya Firdaus.


Karena beberapa hari yang lalu, aku menyuruh Selena untuk pergi mengawasi Firdaus untuk mencari tau, sudah seberapa jauh penyelidikan yang ia lakukan terhadap hilangnya anak - anak berandalan itu.


Jadi aku rasa, ia mungkin tau sesuatu, soal hilangnya Firdaus.


(Yaa aku harap ia benar - benar tau, sebab jika tidak ini pasti akan sangat merepotkan bagiku untuk mencarinya.)


Sementara aku memikirkan itu, di sisi lain Carla berguman...


"Begitu, jadi sudah waktunya kalian makan malam yah."


...Lalu setelah itu ia melihat Brid dan berkata...


"Ya udah, Brid untuk sekarang kita akhir pembicaraan kita sampai di sini, Kita lanjutkan lagi besok."


"Um, aku mengerti."


Balas Brid.


"Baiklah, kalau begitu aku tutup dulu. Leon aku senang bisa bicara denganmu lagi."


"Sama, aku juga Kak Carla."


Balasku. Lalu di saat Carla udah mulai menutup panggilannya, tiba - tiba aku ingat ada satu hal lagi yang ingin ku tanyakan ke dia, sehingga aku buru - buru menghentikannya.


"Hah! Kak Carla tunggu dulu sebentar, masih ada yang ingin ku tanyakan padamu?"


"Apa?"


"Anu Kak Carla, kamu...APA KAMU BERNIAT BUNUH DIRI?"


Baik Carla, Selena ataupun Brid tidak pernah menyangka kalau pertanyaan seperti itu keluar dari mulutku, yang dimana membuat mereka semua benar - benar terlihat sangat terkejut.


"EH!!"

__ADS_1


__ADS_2