
Helikopter itu meledak dan membuat Gregori yang masih berada di atas sana terhempas.
Namun ia langsung di tolong oleh Selena yang muncul di belakangnya dan di bawah kembali ke tempat Carla.
"~Fuuu itu hampir saja."
Gumam Selena yang merasa lega. Gregori membalas dengan anggukkan. lalu dari samping Mael mendekat.
"Selena, Gregori kalian tidak apa -apa?"
"Yah, kami tidak apa - apa." Balas Selena.
Lalu kemudian Selena melihat ke atas dan memperhatikan kelima helikopter yang menyerang mereka telah berhasil di jatuhkan.
"Sepertinya kita berhasil menjatuhkan mereka semua."
"Kau benar."
Balas Mael. Namun Carla malah berpikir sebaliknya.
"Tidak, ini belum selesai, mereka masih datang!"
Setelah Carla mengatakan itu terdengar suara Helikopter lagi dari arah jam 7.
Mereka semua lansung melihat ke arah sana dan melihat ada lebih dari 7 helikopter yang sedang menuju ke arah mereka. ini lebih banyak dari yang sebelumnya.
Dan tidak hanya itu saja, mereka juga melihat kawanan helikopter dari arah jam 1, 3 dan 11. hal itu membuat Mael dan yang lainnya merasa sangat terkejut.
"W-Woy bukankah ini terlalu banyak. persediaan(Kristal Monster) kita tinggal sedikit lagi, ini tidak akan cukup menghadapi mereka."
Ucap Mael, Selena seolah setuju juga dan mengangguk.
"Kau benar, energi dari Senjata S Gear ku juga tinggal sedikit lagi. di tambah lagi Gregori juga telah kehilangan Senjata S Gearnya. ini benar - benar situasi yang sangat buruk."
Selena mengertakkan giginya dan terlihat kesal.
Meskipun semua helikopter yang menuju ke arah mereka adalah merek lama tapi tetap saja itu sangat berbahaya dan mematikan bagi manusia.
"Cih, Carla apa yang harus kita lakukan?" Tanya Selena.
Carla tetap terlihat tenang meskipun situasinya sedang buruk.
"Seperti yang ku katakan sebelumnya, Selama Noel mengambil ahli sistem control room mereka maka kita sudah di pastikan akan menang.-
-Jadi apa pun yang mereka lakukan itu tidak ada gunanya, bahkan meskipun mereka mengirim ratusan alutsista sekalipun."
Baik Selena, Mael dan Gregori. mereka tidak mengerti sama sekali bagaimana Carla bisa sepercaya diri itu.
Carla tentu menyadarinya dan ia pun mencoba membuktikan nya.
Carla melangkah ke depan kemudian ia memejamkan matanya. lalu setelah itu ia berkomunikasi dengan roh TUPXION nya di dalam pikiran.
(Noel, apa kau dengar.)
[Yah, aku dengar Master.]
(Baiklah, kita tidak punya banyak waktu, jadi mari kita mulai sekarang.)
[Siap Master.]
Semua mesin di Control room secara serentak mulai beroperasi sendiri, di ikuti dengan mata Carla yang memancarkan cahaya saat ia buka serta juga garis - garis hijau yang muncul di wajahnya.
Energi Carla meluap - luap hingga membuat udara sekitar terhempas - hempas.
"i-ini" Amaliya.
"Sepertinya ia sudah mulai bergerak" Alexei.
__ADS_1
Carla lalu berlutut dan satu tangannya di taruh ke tanah. saat itu juga Noel yang dalam bentuk manusianya muncul di belakang Carla. kakinya tidak menginjak tanah alias melayang.
Kemudian Noel menyentuh punggung Carla. sekejap pandangan Carla langsung berubah dimana ia seolah seperti melihat dimensi yang berbeda.
Noel menyebut ini sebagai DIMENSI SISTEM.
Carla bisa melihat tanda - tanda kehidupan di seluruh wilayah ini, dimana tanda kehidupan itu berwarba biru.
Ia bahkan bisa melihat Anggotanya yang sedang bertempur di Gerbang. Namun fokus Carla bukanlah di situ melainkan tanda merah yang ada di seluruh wilayah ini.
Dimana tanda merah itu adalah alutsista yang tersembunyi di dalam pegunungan, di belakang pegunungan dan juga di bawah tanah.
Di belakang pegunungan ada alutsista udara seperti pesawat tempur, Helikopter dan Drome, sedangkan di bawah tanah ada kendaraan lapis baja dan tank. lalu terdapat puluhan Artileri anti udara yang di sembunyikan di dalam pegunungan.
"Noel."
[Aku mengerti Master.]
Noel mengucapkan sesuatu dan Tiba - tiba muncul beberapa garis hijau bercahaya di bawah telapat tangan Carla yang sedang menyentuh tanah. dimana garis - garis itu langsung menyebar dan pergi ke seluruh tanda merah yang ada di wilayah ini.
Dimana garis - garis itu mengubah semua tanda merah tersebut menjadi warna hijau.
"Sepertinya kita sudah mengambil ahli semuanya."
Ucap Carla saat melihat semua tanda merah telah berubah menjadi hijau. namun di satu sisi Noel malah mengelangkan kepalanya dan berkata...
[Belum, kita masih belum mengambil semuanya Master.]
Carla kaget dan bertanya.
"Apa maksudmu?"
Noel langsung mengalihkan pandanganya ke arah atas dan di sana Carla melihat masih ada puluhan tanda merah yang belum di ambil, dimana tanda merah itu berasal dari Helikopter yang saat ini mencoba menyerang mereka.
[Bukan hanya itu saja Master, masih ada lagi.]
Di sana Carla melihat masih ada 3 tanda berwarna merah. ketiga tanda itu berasal dari sebuah kendaraan tempur yang saat ini secara terus menerus menyerang anggota Carla.
"Tidak ku sangkah ternyata masih ada banyak, Noel apa mungkin kamu tidak bisa mengambilnya ahli mereka?"
[Bukannya tidak bisa hanya saja.]
Noel mengirimkan beberapa garis hijaunya ke tanda merah tersebut. baik yang bagian atas ataupun bagian bawah.
Namun sekejap garis hijau noel lansung hancur setelah mendekati semua tanda merah itu.
[Seperti yang anda lihat Master, kita tidak bisa menyentuhnya. mereka seperti mempunyai semacam penghalan yang menghalangi kita untuk mendekatinya.]
"Hmm ya udah, jika kita tidak bisa mengambilnya kalau begitu kita hancurkan saja mereka."
Noel seolah setuju juga dan mengangguk..
[Um.]
Lalu setelah itu, Carla memejamkan matanya, dan saat ia buka, pandangannya sudah kembali seperti semula. Auranya yang meluap - luap juga sudah mulai sedikit tenang.
(Apa yang terjadi? tiba - tiba auranya menjadi tenang.)
Sementara Alexei memikirkan itu, Carla kembali berdiri dan membentuk tangannya menjadi seperti pistol lalu kemudian ia arahkan tangannya itu ke kawanan helikopter yang berada di arah jam 1.
"~BAM!"
Carla melakukan sebuah gerakan seolah ia melepaskan tembakan dari pistol tangannya.
Semua orang kebingungan dan bertanya - tanya...Apa yang sedang ia lakukan? namun sesaat kemudian tiba - tiba kawanan helikopter itu di serang dari segala arah, mulai dari kanan, kiri, depan, belakang hingga bawah.
Sontat saja hal itu membuat semua orang yang ada di tempat itu merasa sangat kaget dan terkejut, tanpa kecuali Alexei.
__ADS_1
"A~Apa yang sedang terjadi? dari arah mana semua tembakan itu?"
Alexei melihat sekeliling dan mendapati semua Artileri yang ia sembunyikan di dalam pengunungan telah di keluarkan secara paksa dan menyerang kawanan helikopter itu.
Tidak hanya itu saja, mereka juga mencoba menyerang Alexei.
"ELSIE."
[Aku mengerti Master.]
Amaliya dengan cepat menciptakan sebuah Kuba es raksasa untuk melindungi semuanya dari serangan artileri itu.
"Sial kenapa mereka menyerang kita?" Bisik Amaliya.
"Benar, bukankah itu milik Jendral Alexei? seharusnya mereka membantu kita?" balas Sherlie.
"Yang lebih penting siapa yang mengoperasikan semua artileri itu?"
Pada saat Valdo menanyakan itu mereka berdua kebingungan. Saat itulah Vincent dan Alexei akhirnya menyadari penyebabnya.
"Itu kan!hmm jadi begitu." Vincent.
"Sepertinya kau juga sudah menyadarinya." Alexei.
Mendengar hal itu Sherlie dan Amaliya lansung melihat ke arah mereka berdua.
"Anu apa mungkin kalian sudah mengetahui penyebabnya?" Tanya Amaliya.
Alexei melirik Vincent untuk membiarkan ia menjelaskan.
"Ya kami tau, Artileri itu sebenarnya tidak di operasikan oleh orang kita melainkan itu di kendalikan oleh orang lain."
Sherlie penasaran dan bertanya
"Siapa?"
"Kau akan tau sendiri saat memperhatikan artileri itu."
Sherlie mulai memperhatikan artileri itu baik - baik, begitu juga dengan Amaliya dan Valdo. lalu mereka pun menemukan terdapat sebuah garis hijau di artileri itu.
Dimana garis itu sama persis dengan garis hijau yang terdapat di wajah Carla.
"Begitu, jadi dia yang mengendalikan nya."
Gumam Amaliya sambil mengalihkan pandangannya ke arah Carla. begitupun dengan yang lainnya.
"Benar."
Balas Vincent. Namun tak cukup sampai di situ Alexei menambahkan juga..
"Tidak hanya itu saja, aku juga merasa, ia mungkin saja telah mengendalikan yang lainnya selain Artileri ini."
"Maksud anda?"
"Maksudku ia mungkin sudah mengendalikan semua Alutsista yang ada di tempat ini."
Ucap Alexei. di saat yang bersamaan mereka tiba - tiba mendengar suara baling - baling di belakang pegunungan.
Saat mereka semua melihat ke arah sana mereka melihat ada lebih dari pulihan helikopter yang sedang terbang mendekati mereka. Tidak hanya itu saja, terdapat 5 pesawat tempur yang lewat di atas mereka.
Di tambah lagi ada pintu raksasa juga yang terbuka di bawah tanah.
Dan di dalam pintu itu semua kendaraan lapis baja Alexei berjalan keluar tanpa ada satupun orang yang mengendarainya.
Mulai dari kendaraan darat, kendaraan anti udara serta juga tank.
Mereka semua mengarahkan tembakan mereka ke satu tempat yaitu tempat Alexei.
__ADS_1
"Sial, sepertinya kita terkepung."